Sabar dalam Musibah

Beberapa bulan terakhir ini, Indonesia seperti sedang diuji habis-habisan oleh Allah Swt. Bencana gempa datang susul menyusul, seakan-akan sedang berlomba menunjukkan kepada kita siapa yang paling kuat di antara mereka, bahkan ada yang kemudian diikuti oleh gelombang tsunami.

Pada agustus lalu, Gempa Lombok dengan magnitudo 6,9 SR (Skala Richter) menjadi awal mula dari sekian ratus gempa kecil di Provinsi Nusa Tenggara Barat tersebut.  Belum sembuh luka saudara kita di Lombok, pada akhir september, gempa berkekuatan 7,7 SR mengguncang Palu dan Donggala yang kemudian disusul gelombang tsunami. Tak lama berselang, dini hari pukul 01.57 WIB. 11 oktober lalu, gempa 6,4 SR mengguncang Jawa Timur dan Bali. Warga yang tengah tertidur lelap, terbangun dengan kepanikan luar biasa.

 

Begitu banyak bencana datang silih berganti, apakah ini bentuk kasih sayang Allah sebagai bentuk teguran bagi hambanya yang mulai lalai? Ataukah bentuk murkanya Allah yang berarti azab bagi kita? Na’udzubillahi min dzalik.

Lalu apa yang bisa kita perbuat di saat-saat berat seperti ini? Maka Allah menjawab dalam firmanNya:

Tidaklah ada sebuah musibah yang menimpa kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah (bersabar) niscaya Allah akan memberikan hidayah kepadanya. Allah-lah yang Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Q.S. At – Taghaabun : 11)

Allah menyuruh kita untuk bersabar terhadap apa yang sudah ditakdirkan Nya, sebab banyak hikmah yang bisa didapatkan dari setiap musibah atau cobaan yang menimpa, diantaranya:

1.   Bisa mendatangkan hidayah Allah

Sesuai dengan firman Allah pada qur’an surat at-taghaabun ayat 11 yang sudah disebutkan di atas.

 Salah satu mufassir menafsirkan dengan berkata “ayat ini berbicara tentang seorang lelaki yang tertimpa musibah dan dia menyadari bahwa musibah itu berasal dari sisi Allah maka dia pun merasa ridho dan bersikap pasrah kepadaNya”.

 

2.   Mendapat pahala yang tak terbatas

Allah berfirman dalam surat Az-Zumar ayat 10 yang artinya “Sesungguhnya balasan bagi orang-orang yang sabar adalah pahala yang tidak terbatas.

Kemudian Allah juga berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 155 – 157:

Sesungguhnya kami ini berasal dari Allah, dan kami juga akan kembali kepadaNya. Mereka itulah orang-orang yang akan mendapatkan ucapan sholawat (pujian) dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh hidayah.

 

3.   Allah akan membersamai orang-orang yang sabar

Allah berfirman yang artinya:

Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al-Baqarah : 153)

 

 Kiat untuk meningkatkan kesabaran ketika ditimpa musibah:

1)   Menyadari betapa besarnya hikmah yang akan didapatkan ketika kita bersabar.

2)   Menyadari hikmah yang tersimpan di balik musibah yang menimpa di dunia ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila Allah menginginkan kebaikan bagi hambaNya, maka Allah segerakan hukuman atas dosanya di dunia. Dan apabila Allah menghendaki keburukan pada hambaNya maka Allah tahan hukuman atas dosanya itu sampai dibayarkan di saat hari kiamat.” (HR. Thirmidzi, shahih)

3)   Menyadari bahwa ujian adalah keniscayaan.

Sungguh Kami akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, kelaparan serta kekurangan harta benda, jiwa, dan buah-buahan. Maka berikanlah kabar gembira bagi orang-orang yang sabar.” (Q.S. Al – Baqarah : 155)

 

4)   Mengingat bahwa musibah yang kita hadapi belumlah seberapa

Rasulullah Saw., bersabda, “Jika salah seorang diantara kalian tertimpa musibah, maka ingatlah musibah yang menimpaku, sungguh ia (musibahku) merupakan musibah yang paling besar.” (HR. Ibnu Sa’ad dan Ad Darimi, shahih)

 

5).   Menyadari bahwa semakin kuat iman, maka cobaan akan semakin kuat pula

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi Agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya. Seorang hamba senantiasa akan mendapatkan cobaan hingga ia berjalan di muka bumi dalam keadaan bersih dari dosa.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan lainnya, shahih)

 

6)   Berdoa dan berharap ganti yang lebih baik

Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Siapa saja yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: ‘Innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minha [Segala sesuatu adalah milik Allah dan segala sesuatu akan kembali kepadaNya. Ya Allah, berilah aku ganjaran terhadap musibah yang menimpaku dan berilah ganti untukku dengan yang lebih baik]’, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibah dan menggantinya dengan yang lebih baik.” (HR. Muslim)

 

7)   Mengingat bahwa musibah yang menimpa merupakan akibat dari ulah/perbuatan kita sendiri

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu, itu disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (Q.S. Asy – Syura : 30)

 

Semoga kita dapat mengambil pelajaran dari apa yang sudah Allah turunkan pada negeri tercinta ini. Wallahua’lam bish shawab.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
50

Tinggalkan Balasan