[RANTE DAN JURNAL]

Sore itu Luqman bersilaturahmi ke salah satu kyai sebut saja Kyai Sa’adih. Seperti biasa pulangnya, Luqman diberi oleh-oleh.
.
“Sekarang lu, gue kasih rante,” kata kyai dengan logat betawi yang khas.
.
“Maksud kyai?”
.
“Maksud gue, lu rante lu punya nafsu. Jangan diumbar! Makan jangan dibanyakin. Yang dibanyakin tuh gerak sama pikir. Syukur-syukur dzikir juga diperbanyak.”
.
“Oh gitu..”
.
“Iye, emang gitu, bener kata Nabi dibulan Ramadhan ini, setan dirante. Tapi kalo nafsu lu ga dirante, jadi percuma. Nafsu masi dibiarin berkeliaran. Terus lu coba berbuat baik ke orang-orang berbuka, lu cari pahala tu yang banyak.”
.
“Iya Kyai, semoga saya ga lupa pesennya Kyai”
.
“Kalo lu lupa coba baca jurnal ini, lu kembangin sendiri sama pikiran lu.”
.
Sepulangnya dari rumah kyai, Luqman membuka jurnal yang diberikan kyai, dia bersyukur bisa kenal dengan kyai Sa’adih yang sering mengingatkannya banyak hal.
.
Berlomba-lomba dalam kebaikan sampai memang waktu usai telah tiba.
bit.ly/Jurnal-IT
.
#FULDFKIndonesia
#SolidMengakarMenyejarah
.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply