Pentingnya Bersatu

Bersatu sangat penting karena umat Islam harus menyadari bahwa dalam Islam memelihara ukhuwah islamiyah adalah kewajiban setiap Muslim. Karena itu, lalai atau bahkan merusak jalinan ukhuwah islamiyah adalah dilarang dan bahkan dianggap mendapatkan dosa, sebagaimana meninggalkan bentuk kewajiban-kewajiban yang lain.

Bersatu dalam ikatan rasa persaudaraan di antara orang-orang beriman digambarkan oleh Rasulullah ﷺ , “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling mengasihi, saling menyayangi, saling menyantuni adalah bagai satu tubuh. Bila salah satu bagian tubuh menderita sakit, maka terasa sakitnya di seluruh tubuh.” (HR Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya, tentang larangan merusak ukhuwah dan persatuan di antara sesama Muslim dinyatakan oleh Rasulullah, “Mencela seorang Muslim adalah perbuatan fasik, dan membunuhnya adalah perbuatan kufur.” (HR Bukhari dan Muslim).

Allah ta’ala telah memperingatkan tentang pentingnya bersatu dalam Al-Quran:

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara.” (QS Ali Imran:103)

 

Ibnu Jarir Ath Thabari berkata tentang tafsir ayat diatas bahwa:

Allah Ta’ala menghendaki dengan ayat ini, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada agama Allah yang telah Dia perintahkan, dan (berpeganglah kamu semuanya) kepada janji-Nya yang Dia (Allah) telah mengadakan perjanjian atas  kamu di dalam kitabNya,” yang berupa persatuan dan kesepakatan di atas kalimat yang haq dan berserah diri terhadap perintah Allah. [Jami’ul Bayan 4/30.]

Al Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah berkata,“Dia (Allah) memerintahkan mereka (umat Islam) untuk berjama’ah dan melarang perpecahan. Dan telah datang banyak hadits, yang (berisi) larangan perpecahan dan perintah persatuan. Mereka dijamin terjaga dari kesalahan manakala mereka bersepakat, sebagaimana tersebut banyak hadits tentang hal itu juga. Dikhawatirkan terjadi perpecahan dan perselisihan atas mereka. Namun hal itu telah terjadi pada umat ini, sehingga mereka berpecah menjadi 73 firqah. Diantaranya  terdapat satu firqah najiyah (yang selamat) menuju surga dan selamat dari siksa neraka. Mereka ialah orang-orang yang berada di atas apa-apa yang ada pada diri Nabi  dan para sahabat beliau.” [Tafsir Al Qur’anil ‘Azhim, surat Ali Imran:103]

Al Qurthubi berkata tentang tafsir ayat diatas bahwa “Sesungguhnya Allah Ta’ala memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan. Karena sesungguhnya perpecahan merupakan kebinasaan dan al jama’ah (persatuan) merupakan keselamatan.”” [Al Jami’ Li Ahkamil Qur’an 4/159.]

Al Qurthubi juga mengatakan, “”Maka Allah Ta’ala mewajibkan kita berpegang kepada kitabNya dan Sunnah NabiNya, serta -ketika berselisih- kembali kepada keduanya. Dan memerintahkan kita bersatu di atas landasan Al Kitab dan As Sunnah, baik dalam keyakinan dan perbuatan. Hal itu merupakan sebab persatuan kalimat dan tersusunnya perpecahan (menjadi persatuan), yang dengannya mashlahat-mashlahat dunia dan agama menjadi sempurna, dan selamat dari perselisihan. Dan Allah memerintahkan persatuan dan melarang dari perpecahan yang telah terjadi pada kedua ahli kitab.” (Al-Jami Li Ahkamil Qur’an 4/164)

Dari penjelasan para ulama di atas, dapat diambil beberapa perkara penting berkaitan dengan masalah persatuan:

Jika umat ini benar-benar mengikuti agamanya, maka mereka akan hidup bersaudara sebagaimana yang disampaikan oleh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dengan sabda beliau”

“Muslim adalah saudara muslim yang lain, dia tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (dalam kesusahan), dan merendahkannya. Takwa itu di sini, -beliau menunjuk dadanya tiga kali- cukuplah keburukan bagi seseorang, jika dia merendahkan saudaranya seorang muslim. Setiap orang muslim terhadap muslim yang lain haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya”. (HR Muslim no. 2564; dan lainnya dari Abu Hurairah).

Juga dalam Shahih Bukhari dan Muslim, dari Abu Musa Al Asy’ari, dari Nabi, beliau bersabda,

Seorang mukmin terhadap orang mukmin yang lain seperti satu bangunan, sebagian mereka menguatkan sebagian yang lain, dan beliau menjalin antara jari-jarinya.”

Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan mengembalikan kemuliaan mereka serta mempererat tali persaudaraan diantara kaum muslimin. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar doa dan Maha Kuasa terhadap segala sesuatu. Alhamdulillah Rabbil alamiin.

Sumber: https://muslim.or.id/6884-bersatu-dan-jangan-berpecah-belah.html (diakses pada 22 Juli 2018 pukul 22.14 wita)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan