NGOPI DI CAFÉ? LIFESTYLE MASA KINI

oleh: Ana Khawarizna Maulida

            Lifestyle zaman sekarang adalah nongkrong di kafe. Sedikit-sedikit, mengerjakan tugas minum kopi, sedikit-sedikit membicarakan sesuatu hal minum bubble tea. Sangatlah lumrah sekarang, berkumpul bersama teman-teman di suatu kafe dengan alasan tempatnya comfortable maupun instagram-able.

            Barangkali, untuk satu gelas kopi atau minuman coklat minimal seharga Rp. 25.000,- per gelas. Dibandingkan dengan zaman dulu, masyarakat, anak-anak muda berkumpul sore-sore depan jual es buah ditambah pisang goreng hangat hanya menghabiskan minimal Rp. 10.000,-. Harga yang hampir 2 setengah kali lipatnya. Dan apa kesimpulannya, dimana saja pun cita-cita berkumpul itu bisa sampai, kawan!

            Sayangnya orang-orang pun tak menyadari, atas nama tempat comfortable dan instagram-able ini membawa suatu keburukan. Dimana orang-orang akan lebih sungkan untuk story gram atau lebih tepatnya instastory sebagai fitur harian dari instagram yang ngetren saat ini. Maka hanya di depan warung biasa dan hanya makan pisang goring membuat seseorang sungkan untuk menguploadnya. Akan lebih senang dengan membuat story di sebuah cafe dan kira-kira dilakukan setiap hari.

            Apa saja yang dilakukan seseorang, apa saja yang dirasakan seseorang, bahkan bersama dia saat ini dengan fitur live pun bisa diketahui hanya dengan melalui fitur storygram ini.

            Dalam ayat Al-Quran Allah SWT berfirman, “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan harta mereka tidak berlebih-lebihan dan tidak pula mereka kikir. Dan adalah pembelanjaan itu ditengah-tengah yang demikian itu”. (QS. Al Furqan [25] : 67).

            Jelaslah kiranya bahwa sikap boros lebih dekat kepada perilaku setan, naudzubillaah. Karenanya, budaya bersahajalah salah satu budaya yang harus kita tanamkan kuat-kuat dalam diri. Memilih hidup dengan budaya bersahaja bukan berarti tidak boleh berkumpul di tempat yang comfortable dan instagram-able. Silahkan saja! Tapi, ingat, jangan berlebihan!

            Tidaklah menyalahkan terhadap lifestyle yang berkembang setiap zaman. Tapi berlebihan dan boros adalah sifat setan. Sebaliknya, kalau kita terbiasa dengan barang yang biasa-biasa, dapat dipastikan hidup pun akan lebih ringan.

            Karenanya, hati-hatilah, kawan. Apalagi dalam kondisi ekonomi bangsa kita yang sedang terpuruk seperti saat ini. Kita harus benar-benar mengendalikan penuh keinginan-keinginan kita jikalau ingin membeli suatu barang. Ingat, yang paling penting adalah bertanya pada diri apa yang paling bermamfaat dari barang yang kita beli tersebut.

Source : Ceramah AA Gym : Budaya Bersahaja

http://ceramahcenter.blogspot.com/2016/05/ceramah-aa-gym-budaya-bersahaja.html

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply