Mengikuti Strategi Dakwah Rasulullah untuk Indonesia

Oleh:

Achmad Nabil Hafidh Maftuhin
FKUPN Jakarta


Dakwah merupakan salah satu sarana untuk masuk kedalam surga Allah dimana dakwah itu sendiri merupakan kewajiban bagi setiap muslim untuk menyampaikan kebenaran terhadap setiap sesama kaum muslimin. Namun akhir ini, banyak sekali pendakwah bahkan hingga ustadz yang berdakwah tidak dengan mencontoh Rasulullah SAW. Dakwah mereka justru banyak sekali yang berisi caci makian, kebencian bahkan sampai mengkafir-kafirkan kepada sesama Muslim sekalipun.
Dakwah rasulullah hijrah sampai kepada Madinah dimana di Madinah beragam macam agama dan kultur budaya setempat. Kalimat yang pertama kali diucapkan oleh Rasulullah Saw, ketika sampai di Madinah adalah ajakan untuk melakukan hal-hal yang menjaga kondusifitas dan keamanan masyarakat setempat. Sebagaimana dalam sebuah hadis riwayat dari Abdullah bin Salam, bahwa Rasulullah Saw mengatakan, “Wahai segenap manusia, berbagilah makanan, tebarkanlah ucapan salam, pererat tali silaturahim, dan lakukanlah salat malam saat orang- orang tertidur pulas, niscaya akan masuk Surga dengan damai (HR. Al-Hakim)”. Rasulullah Saw mengajarkan bagaimana cara menghormati penduduk Madinah yang agamanya beragam. Untuk itulah, dalam ceramahnya Rasulullah Saw selalu menggunakan kalimat يأيها الناس (wahai para manusia). Bukan wahai para penduduk Madinah, atau wahai kaum Muslimin dan lainnya.
Hal ini menunjukkan bahwa dakwah Rasulullah Saw, yaitu Islam adalah pesan damai untuk kita semua dan seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin).
Rasulullah Saw juga melarang umatnya untuk membunuh, namun yang terjadi justru malah saling memfitnah dan saling membunuh atas nama jihad. Begitu juga Rasulullah Saw melarang untuk mengambil hak orang lain, tetapi justru yang terjadi malah menghalalkan dengan segala cara untuk merampas apa yang bukan haknya. Jangan sampai hanya gara-gara perbedaan madzhab dan pandangan politik, persatuan, perdamaian dan persaudaraan yang terjaga bertahun-tahun rusak begitu saja. Sebagaimana di Suriah, hanya gara-gara perbedaan pandangan politik. Negeri yang dulunya indah, tentram dan damai menjadi hancur gara-gara konflik politik berbalut agama, sehingga menimbulkan konflik bersaudara.

Untuk itulah mari sebaiknya kita sebagai sesama umat muslim di Indonesia menjunjung tinggi nilai nilai persaudaraan dan menjauhkan diri dari kebencian atas segala perbedaan baik itu pendapat, budaya, ataupun lainnya karena sesungguhnya setiap manusia memiliki pola berpikir mereka masing-masing dan kita tidak mungkin menyamakan persepsi atau pola pikir jutaan manusia menjadi satu, sehingga alangkah baiknya bagi kita untuk menghormati satu sama lain.

Sumber Artikel :
Alif.id (2019, 29 Oktober). Strategi Dakwah Rasulullah. Diakses pada 29 Oktober 2019,
dari https://alif.id/read/nur-hasan/strategi-dakwah-rasulullah-saw-b213262p/

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply