Mempertahankan Semangat Ramadhan [1]

Kini, Ramadhan telah usai, pertanyaan besarnya adalah apa yang harus dilakukan?

 

“Kembali lagi melakukan puasa setelah puasa Ramadhan, itu tanda diterimanya amalan puasa Ramadhan. Karena jika Allah menerima amalan seorang hamba, Allah akan memberi taufik untuk melakukan amalan shalih setelah itu. ‘Balasan dari  kebaikan adalah kebaikan selanjutnya.’ “ – Lathaiful Ma’arif, 388

Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan, tetapi ia juga hari perpisahan, perpisahan dengan Ramadhan. Tidak ada jaminan apakah kita akan merasakan nikmatnya Ramadhan kembali di tahun depan. Dengan berat hati dan menahan air mata kita berkata, “Sampai jumpa tahun depan, Insyaa Allah”.

 

Sekarang Ramadhan telah usai. Pertanyaan besarnya adalah apa yang harus dilakukan? Apakah kita akan meninggalkan segala hal baik yang kita dapatkan di bulan Ramadhan, seakan mengakui bahwa bulan Ramadhan adalah hujan musiman yang datang dan berlalu begitu saja dan kita adalah muslim musiman yang berganti identitas diri saat musimnya berubah?

 

Mari kita hidupkan semangat Ramadhan hingga 11 bulan mendatang, agar setidaknya kita tidak menyesal saat mengetahui bahwa Ramadhan ini adalah yang terakhir bagi kita.

 

Bekarya, Bekerja, Beribada Lillah

Sadarilah, Sahabat, bahwa perintah beribadah tidak untuk dilakukan di bulan Ramadhan saja, tetapi di sepanjang hidup kita. Setiap waktu adalah peluang untuk meraih ridha-Nya. Curahkan setiap ibadah yang kita lakukan hanya untuk Allah semata. Pastikan bahwa setiap waktu yang telah berlalu tidak terbuang sia-sia.

 

Menjaga Koneksi dengan Ilahi

Teruslah mengingat Allah dan menjaga koneksi dengan-Nya. Lakukan amalan-amalan wajib dan sunnah dengan istiqamah. Ingatlah selalu akan rahmat-Nya yang luar biasa dan syukuri itu semua.

 

Muhasabah Diri

Lanjutkan upaya evaluasi diri. Luangkan satu waktu me time untuk bermuhasabah. Lakukan penghitungan atas dirimu sendiri sebelum dihitung di Hari Perhitungan nanti.

 

Istiqamahkan Mengaji dan Mengkaji

Teruskan dan kembangkanlah budaya belajar Islam pada saat Bulan Ramadhan. Buatlah target bacaan al Quran, hadits, ayat hafalan, khazanah Islam, dll tiap hari. Ikuti kajian dan mejelis ilmu untuk menguatkan ilmu dan semangatmu

 

Mengasah Peduli

Jangan putus hubungan dirimu dengan umat. Teruslah memberi kontribusi: seminimal mungkin dengan berupaya menjadi seseorang yang profesional pada setiap hal dan bidang yang kita tekuni. Persembahkanlah suatu warisan terbaikmu bagi umat ini.

Jadilah selalu diri kita di saat Ramadhan. Hidupkan semangat Ramadhan hingga Ramadhan mendatang. Atau setidaknya hingga nafas sampai di ujung tenggorokan. Sebab boleh jadi,   detik, menit, jam, hari, bulan, atau tahun ini adalah yang terakhir.

 

[1] Artikel ini diambil dari Buku Extraordinary Ramadhan yang dapat diunduh di extraordinaryramadan.blogspot.com Bagian Menuai, dalam topik “Warisan Ramadhan”.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

One thought on “Mempertahankan Semangat Ramadhan [1]

Tinggalkan Balasan