Medsos VS Ibadah

Menurut anak zaman now, lebih mending ketinggalan dompet daripada ketinggalan gadget. Bener gak???

Gadget itu sudah seperti belahan jiwa yang tidak bisa dipisahkan dari sang empunya. Semuanya ada disana. Dari catatan kuliah, memo kegiatan harian, nomor-nomor penting, dan yang paling penting adalah aplikasi media sosial yang menghubungkan dunia nyata dengan dunia maya. Disana kita bebas melanglang buana sampai ke Negeri Cina… bukan hanya sampai ke Cina tapi juga ke luar angkasa.

Melalui media sosial kita bisa bersosialisasi kepada teman yang jauh maupun dekat. Bisa berswa foto dan membagikannya secara bebas. Seharian penuh kita berinteraksi dengan dunia maya, bersosialisasi tanpa perlu bertatap muka. Namun, karena terlalu asyik berselancar di dunia maya, seringkali kita melupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim kepada Allah. Salah satunya menjalankan ibadah shalat. Ya, terkadang kita lupa untuk menjalankan ibadah sholat karena terlalu asyik dengan media sosial di gadget kita. Kita mampu melupakan sang Maha Pencipta hanya untuk kesenangan dunia yang sesaat.

Sejatinya seorang manusia dikirim ke dunia adalah untuk beribadah kepada Allah, selalu mengingat Allah di setiap helaan napas kita. Bukan hanya berurusan dengan media sosial dan gadget sampai melupakan kewajiban kita yang sebenarnya. Kewajiban untuk shalat di awal waktu. Jangan sampai kita menjadi hamba Allah seperti yang Allah firmankan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’un ayat 4-5.

Allah Ta’ala berfirman,

فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ (4) الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ (5)

Maka celakalah bagi orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.

(QS. Al Ma’un [107] : 4-5)

 

Lalu, bagaimana cara menyikapi media sosial di era anak zaman now supaya tidak ketinggalan zaman sekaligus tanpa harus melalaikan shalat? Berikut tipsnya:

  1. Gunakan media sosial hanya saat waktu luang, bukan saat jam belajar atau sedang kuliah.
  2. Saat tiba waktu shalat maka segera hentikan aktivitas kita memainkan media sosial.
  3. Tidak menyerap semua informasi yang ada di media sosial, pilah lagi mana informasi yang benar atau hanya hoax belaka.
  4. Gunakan media sosial sebagai sarana dakwah dan menyebar kebaikan untuk sesama.
  5. Jadikan media sosial sebagai sarana silaturahmi dengan keluarga dan kerabat yang berada jauh dari kita, dengan begitu silaturahmi kita tetap jalan walaupun berada di tempat yang berbeda.
  6. Jangan jadikan media sosial sebagai sarana pembully-an atau saling menyombongkan diri dengan orang lain.

 

Dengan mengikuti tips-tips tersebut bukan hanya mendapatkan informasi baru yang dapat menambah khazanah keilmuan kita, tetapi InsyaAllah juga mendapatkan pahala jika bisa berbagi kebaikan dengan orang lain. Contohnya, kita bisa berbagi informasi tentang satu bencana alam yang terjadi di suatu daerah, dan diharapkan kita dapat membantu sesama kita yang tengah dilanda musibah dengan menyumbangkan sebagian harta kita. Selain itu, kita juga dapat menggerakkan hati orang-orang yang berada di satu daerah yang sama dengan kejadian bencana untuk andil langsung membantu para korban. Bisa menjalin silaturahmi dan menambah pahala juga, kan?

Jadi, media sosial tidak melulu bertolak belakang dan menghalangi kita untuk beribadah, selama kita mampu mengelola waktu dan memilah informasi dengan baik, iya kan?

Semoga bermanfaat

Wallahu A’lam Bishshowab

 

Referensi :

[http://www.assalammadani.or.id/2016/07/bermain-media-sosial-dalam-pandangan.html]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan