KIAT – KIAT PARENTING ISLAMI

20170316140815

 

Hai kamu, kawula muda, gimana karirnya ? semoga sukses yaa. Kali ini kita bukan membicarakan kiat-kiat menjadi muda yang produktif, tapi kita akan membicarakan tentang parenting. Diantara kalian yang sedang giat-giatnya mengembangkan diri, menambah teman sebanyak-banyaknya dan menimba ilmu setinggi-tingginya pasti heran, “ah ngapain sih bahas parenting, masih lama juga” eits, jangan salah.. kita  kelak ditakdirkan untuk menjadi ibu dan ayah kan ?.. Dan masa iya gak belajar dari sekarang ? Nah, berikut ini kita akan membahas kiat-kiat parenting Islami sesuai Al-qur’an dan Sunnah.

  1. Menjadi Suri Tauladan yang baik

Anak-anak selalu memerhatikan dan meneladani sikap dan perilaku orang dewasa. Jadi, jika kita mau anak kita baik, jadilah pribadi yang baik juga. Ibnu   Diriwayatkan oleh Bukhari dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma,ia berkata :

“Aku menginap di rumah bibiku,Maimunah.Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam biasa bangun untuk sholat malam.Suatu malam,Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bangun,kemudian berwudhu dengan wudhu yang ringan dan kendi yang digantung.Setelah itu beliau sholat. Aku pun berwudhu sama seperti wudhu beliau. Kemudian Aku berdiri di samping kiri beliau.Namun,beliau menarikku dan meletakkanku di samping kanan beliau. Kemudian beliau sholat beberapa rakaat.

Jadi teman-teman, ketika kalian jadi orang tua nanti ,jangan pernah meremehkan yang namanya gadget. Loh emang kenapa gadget kan memudahkan kita ? iya memudahkan, akan tetapi, jadi lebih baik apabila gadget tersebut tidak diperkenalkan ke anak-anak saat usia mereka dibawah 5 tahun. Ketika usia 5 tahun pun hanya sekedar pengenalan warna,bentuk, dan suara. Bukan untuk dimainkan sepanjang hari. Terlebih saat ini ada akun-akun yang tidak pantas dipertontonkan anak dibawah umur 5 tahun yang berakibat anak akan meniru apa yang dilakukan di akun tersebut. Perlu diingat bahwa anak bisa jadi lebih mengerti akan segala hal daripada kita, dan mengakses hal yang bahkan tidak pantas untuk kita.

  1. Membangun kepribadian Islami pada anak

Diriwayatkan oleh Al-Hakim dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma “Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Ajarkanlah kalimat pertama kepada anak-anak kalian La ilaha illallah dan talqinkanlh ketika akan meninggal dengan kalimat La ilaha illallah.

Mungkin kita bertanya,ngapain sih masih anak-anak masih balita mending main –main dulu aja ngapain ngafalin begituan, jangan salah teman teman, kalimat La ilaha ilallah ini merupakan pengenalan tauhid pertama terhadap anak. Yang nantinya akan berefek pada anak dan menjadikan si anak semakin menyadari bahwa Islam adalah agamanya.

  1. Mengajarkan Ibadah, Al-Qur’an dan As-sunnah kepada Anak

Masa kecil bukan lah masa memikul beban kewajiban (ibadah). Masa kecil adalah masa persiapan dan latihan dan pengenalan untuk mencapai tingkatan memikul beban kewajiban saat usia baligh. Yaa kasarannya gini teman-teman, biar si anak pas baligh gak kaget makanya kita biasakan sejak dini. Misalnya aja nih, sholat, puasa, dll. Nah, misalnya aja sholat nih, kapan sih kita bisa mengajarkan anak untuk sholat ? Diriwayatkan Abu Dawud dari Sabrah bin Ma’had al-Juhani radhiyallahu ‘anhu:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Perintahkanlah anak kecil untuk sholat apabila sudah berusia tujuh tahun. Apabila sudah mencapai usia sepuluh tahun,maka pukullah untuk sholat.”

 

Nah,bagaimana dengan puasa ? kita bisa mengajarkan anak berpuasa sejak dini, misalnya dengan puasa setengah hari. Di sela-sela puasa, kita alihkan perhatian mereka dengan mainan –mainan dan mengajak mereka mengobrol. Dengan begitu anak akan melupakan perihal puasa. Dan kalau beruntung justru bisa puasa sampai maghrib. Dan satu hal yang paling sederhana adalah mengajarkan anak bersedekah dengan banyak tersenyum J.

Sebagai orang tua kita juga sudah sepatutnya mengajarkan al-quran kepada anak-anak sejak kecil. Jangan sampai, anak-anak kita kelak akademisnya mumpuni namun bacaan Al-qur’annya masih level iqro 5, Nah loh ?

Diriwayatkan oleh ath-Thabrani dan ibnu an-Najjar dari Ali karramallahu wajhahu bahwasnya Rasulullah bersabda :

“ Ajarkanlah kepada anak-anak kalian tiga perkara : cinta kepad anabi kalian,cinta kepada keluarga beliau,dan membaca al-Qur’an. Sebab sesuangguhnya para pembaca Al-qur’an berada di bawah naungan ‘Arsy Allah pada hari tidak ada naungan selain naungan-Nya,bersama para nabi dan orang –orang pilihan-Nya”

Kapan sih kita bisa ngajarin anak membaca Al-qur’an ? Abu ‘Ashim mengatakan “ Aku membawa anakku saat itu usinya belum mencapai 3 tahun. Dia belajar hadis dan Al-qur’an.” Abu ‘Ahim mengatakan,”Tidak apa apa mengajari anak seusianya hadis dan Al-qur’an” .

Selain Al-qur’an kita juga sepatutnya mengajarkan amalan Sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya Makan dengan tangan kanan, sambil duduk, dan membaca bismillah. Ada lagi misalnya makanan panas yang tidak boleh ditiup. Hal-hal sederhana seperti itu sangat mudah untuk dipraktekan dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih bagus lagi, apabila anak-anak sejak kecil sudah diajarkan olahraga Sunnah seperti memanah, berkuda, dan berenang.

  1. Membentuk jiwa sosial kemandirian pada Anak

Membentuk jiwa sosial anak bisa diajarkan dengan cara mengenalkan anak pada teman sebayanya yang baik pula tentunya. Dengan berteman, mereka dapat mengenali kehidupan diluar dan menemukan problem solving dari masalah sosial yang dihadapi anak tersebut. Bisa pula dengan mengajarkan anak menjenguk keluarga atau temannya yang sakit kemudian memberikan bingkisan. Hal-hal tersebut dapat menstimulus anak untuk senantiasa berbuat baik pada sesamanya. Kemandirian anak dapat dilakukan dengan cara membantu pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan misalnya merapikan tempat tidur, membuang sampah pada tempatnya, dan meletakkan barang pribadi (sepatu, handuk, dll) pada tempatnya.

  1. Membentuk Akhlak Islami pada anak

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu Abbas Radhiyallahu’anhuma Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Muliakanlah anak-anak kalian dan ajarkanlah kepada mereka adab yang baik.”

Dalam hal ini, kita perlu menanamkan adab yang baik kepada anak terhadap orang disekitarnya, Misal orang tua, saudara kandung, tetangga, dll. Adapun kita juga harus menanamkan adab yang baik saat meminta izin, makan, penampilan, kejujuran, menjaga rahasia, amanah, dan menjauhi sifat iri-dengki. Wah-wah banyak banget ya. Gak papa lah ya demi generasi yang lebih baik.

  1. Membentuk Perasaan Anak

Membentuk perasaan anak tidak kalah penting. Dengan sikap kita yang penuh kasih sayang dan kesabaran kepada anak, maka secara tidak langsung hal ini akan memperngaruhi sifat anak tersebut. Yang perlu kita ketahui adalah, anak-anak sering menilai orang sekitarnya dari kesan pertama. Apabila pertemuan pertama cukup berkesan, maka si anak dapat membuka hatinya, mengungkapkan masalahnya dan menceritakan apa yang menjadi angan-angan dan imajinasinya. Nah,banyak banget nih kejadian anak-anak yang sering berbohong karena orang tuanya melakukan pengekangan terlalu berlebihan kepada si anak. Akibatnya anak menjadi lebih tertutup ke kita dan cenderung diam saat bertemu kita. Atau bisa saja orang tua yang tidak sabaran dan selalu memarahi anaknya itu juga akan membentuk kepribadian yang tertutup. Maka disini kita seharusnya bersikap sabar dan penuh kasih saying terhadap anak. Karena pada dasarnya menyayangi anak-anak merupakan salah satu sifat kenabian. Hal itu merupakan jalan untuk masuk surga dan mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu:

“Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling penyayang kepada anak-anak dan keluarga.”

Nah, Teman-teman sekalian, itu tadi pemaparan kiat-kiat parenting Islami. Sebenarnya masih banyak sekali hak anak yang perlu kita berikan. Tetapi singkatnya seperti diatas. Gimana ? sudah tidak sabar untuk mempraktekkannya ? Semoga bermanfaat yaa

Sumber :

Suwaid MNAH ,2010. Prophetic Parenting.Yogyakarta : Pro-U Media

http://nakita.id/Balita/Anak-Dan-Gadget-Yang-Penting-Aturan-Main

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

ninety two − ninety one =