KAUM WANITA QURAISY

KEUTAMAAN KAUM WANITA QURAISY

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah rhadiyallahu ‘anhu, ia berkata “Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik – baik wanita yang menunggangi unta – salah seorang perawi menyebut, ‘(adalah) wanita Quraisy yang terbaik,’ yang lain menyebut, ‘(adalah) wanita Quraisy,’ – mereka paling menyayangi anak yatim saat kecil, dan paling menjaga (hak – hak) milik suami’.”

Diriwayatkan dari Sa’id bin Musayyib bahwa Abu Hurairah berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shalallahu’alaihi wa sallam bersabda, ‘Kaum wanita Quraisy adalah kaum wanita terbaik yang menunggangi unta. Mereka paling sayang kepada anak dan paling menjaga (hak – hak) suami’.”

Sa’id berkata, “Abu Hurairah berkata setelah itu, ‘Dan Maryam binti Imran sama sekali tidak menunggangi unta’.”
Imam An–Nawawi menjelaskan, sabda beliau, “Sebaik–baik wanita yang menunggangi unta adalah wanita Quraisy, mereka paling menyayangi anak yatim saat kecil dan paling menjaga (harta) milik suami.”

Hadits ini menunjukkan keutamaan wanita Quraisy dan keutamaan sifat yang disebut dalam hadits ini :
1. Sayang anak, merawat anak dengan baik, merawat mereka dengan baik jika mereka yatim
2. Menjaga hak suami terkait harta benda, memelihara, dan memegangnya sebagai amanah, mengaturnya dengan baik untuk keperluan nafkah, dan lainnya.

Makna “yang menunggangi unta,” maksudnya adalah kaum wanita Arab. Karena itu, Abu Hurairah rhadiyallahu’anhu berkata dalam hadits ini, “Maryam bin Imran sama sekali tidak menunggangi unta.” Maksudnya, kaum wanita Qurasiy adalah kaum wanita Arab terbaik. Seperti diketahui, secara garis besar kaum Arab lebih baik dari kaum – kaum lainnya. Namun secara individu kaum Arab tercakup di dalamnnya secara khusus.

Makna “dzaata yad” adalah sesuatu yang disandarkan kepada suami (segala hak suami, penerj.)

Sedangkan “Ahnaa hu” maksudnya yang paling sayang terhadap anak, merawat mereka setelah menjadi yatim dan ditinggal mati ayahnya, sehingga si ibu tidak menikah. Apabila si ibu menikah lagi berarti ia tidak sayang terhadap anak (Muslim bi Syarh An-Nawawi).

[1]Muttafaq’alaih. HR Bukhari (5082), Kitab : nikah, HR. Muslim (200/2527), kitab: keutamaan –keutamaan para sahabat
[2]Shahih. HR. Muslim (201/2527), kitab: Keutamaan – keutamaan para shahabat.

Sumber :
Syaikh Mahmud Al-Mishri. Shahaabiyyaat Haular Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.Ummul Qura: Jakarta. Hal. 33

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

− two = 3