Islam itu Indah!

            Islam itu Indah….

Ya benar sekali, Islam itu adalah agama yang sangat indah, menjunjung keadilan, kedamaian, dan ketenteraman. Islam itu adalah agama Rahmatan Lil’alamin yang berarti rahmat seluruh alam, juga merupakan agama yang diakui oleh Allah subhanahu wa ta’ala sebagai agama yang paling sempurna sampai hari kiamat kelak.

Sudah tau sendiri kan kalau Islam itu adalah agama yang damai, tidak saling menyakiti antar sesama umat muslim maupun umat beragama lain. Penyebaran agamanya pun tidak melalui kekerasan ataupun paksaan. Dalam perjalanannya, Nabi Muhammad ﷺ menyebarkan agama Islam selama berpuluh-puluh tahun, ada yang secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan pada masyarakat luas. Nabi Muhammad ﷺ tidak pernah sekalipun memaksakan orang-orang yang telah ia sampaikan ajaran tentang Islam untuk bersegera mungkin masuk Islam. Namun, beliau berserah diri pada Allah ﷻ agar membukakan pintu hati mereka agar senantiasa diberikan hidayah dalam memilih agama yang benar.

Pada zaman sekarang, dimana kejahatan sudah merajalela, miris ketika kita melihat saudara kita sesama muslim harus berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan keimanan yang ia yakini sepenuh hati. Mereka bersatu atas nama Allah ﷻ, membela diri mereka dan terus mempertahankan apa yang mereka anut. Persatuan umat sangat dibutuhkan, saling bahu-membahu dan menguatkan keyakinan karena tanpa itu mungkin saja Islam telah habis terkikis zaman.

Lalu bagaimana dengan kita muslim di Indonesia-negara dengan mayoritas muslim terbanyak di dunia? Tidakkah seharusnya kita malu pada muslim di negara yang tengah berperang? Mereka bersatu melawan kedzaliman musuh-musuh Islam yang siap kapan saja menghancurkan Islam. Kita bagaimana? Bukankah seharusnya kita bersatu agar menegakkan Islam kembali menuju puncak kejayaannya seperti berabad-abad lalu?

Sebagai muslim yang mengaku muslim zaman now, seharusnya kita bisa lebih cerdas dalam menanggapi segala tipu muslihat yang disebarkan oleh musuh Islam, berikut beberapa langkahnya:

Pertama, seorang muslim yang cerdas harus bisa menyaring berita-berita yang mengatasnamakan Islam. Pilah dan pilih mana berita yang benar, selain itu kita juga harus mengecek kebenaran berita itu pada situs-situs yang terpercaya sebelum kita menyebarluaskannya. Ingat, kita sekarang berada di zaman milenial dimana informasi sekecil apapun dapat dengan mudah menyebar hanya dengan menekan layar handphone. Jangan sampai kita menjadi pelaku penyebar HOAKS.

Kedua, jangan terhasut dengan omongan-omongan orang untuk mencelakakan umat agama lain. Ingat Islam itu damai, tidak ada satu pun ayat Allah yang menyatakan bahwa muslim itu boleh mencelakakan orang-orang yang tidak bersalah. Pada zaman Rasulullah saja, beliau tidak pernah membalas perilaku seorang pengemis non-muslim yang setiap harinya mencaci maki beliau bahkan sampai melemparkan kotoran pada beliau. Rasulullah malah menjenguk pengemis itu ketika sedang sakit, tidak ada perasaan dendam sedikitpun padanya.

Ketiga, mempercayai bahwa ajaran Islam adalah satu-satunya. Tidak ada ajaran lain yang menyamai Islam. Tolak dengan tegas jika ada orang yang mengajarkan ajaran Islam tidak sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena semua pengajaran tentang berkehidupan tertuang dalam dua sumber tersebut, seperti yang tertuang dalam QS. An-Nisa : 59

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ أمَنُوا أَطِيعُوا اللهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُوْلِى اْلأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلأَخِرِ ذَلِكَ خَيْرُُ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul(Nya), dan ulil amri diantara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”

Keempat, menuntut ilmu syar’i dan mendalami agama dari ahlinya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dan para sahabatnya yang dapat dijalankan dengan bimbingan para ulama yang lurus aqidahnya, terpercaya amanahnya, dan agamanya. Bergaul dengan ahli ilmu, meneladani akhlak, mengambil ilmu mereka dengan manhaj yang lurus merupakan langkah untuk menjaga persatuan umat dan menjauhi perpecahan.1

Dari sekarang kita harus menjadi muslim yang cerdas dan tidak terhasut oleh musuh-musuh Islam yang ingin memecah belah persatuan umat. Kita sebagai muslim zaman now seharusnya tidak hanya melek teknologi tetapi juga peduli dengan Islam dan bisa menjadi salah satu bagian dari umat yang mengembalikan keberjayaan Islam di masa depan, mewujudkan ungkapan bahwa Islam itu memang agama yang indah dan damai. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Semoga bermanfaat, Wallahu A’lam Bishshowab

 

Sumber:

  1. Al-Atsari, Muslim. Bersatulah dan jangan berpecah belah. Muslim.or.id. 2011, 21 Sept. Available from: https://muslim.or.id/6884-bersatu-dan-jangan-berpecah-belah.html
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan