Bukan Artikel HOAX

“Sebarkan pesan ini ke 5 temanmu, maka 1 keinginanmu akan terwujud dalam 24 jam”

“Mama lagi di kantor polisi, cepat isikan pulsa

ke nomor 08******. Penting”

 

“Mengonsumsi mi instan dan cokelat dalam waktu bersamaan akan menyebabkan keracunan”

 

Pernah dapat chat isinya kayak gitu? Atau pernah scroll-scroll timeline lalu kedapatan berita kayak gitu?

Terus, kalian percaya?

Hmm.. Tau nggak sih, sebenarnya ketiga kutipan diatas pada intinya mengandung satu hal yang sama loh. Kok bisa sama? IYA, ketiga kutipan itu sama-sama mengandung….

K

E

B

O

H

O

N

G

A

N

Ya, kebohongan.

Dikutip dari Wikipedia, Kebohongan atau biasa disebut kepalsuan adalah jenis penipuan dalam bentuk pernyataan yang tidak benar, terutama dengan maksud untuk menipu orang lain, seringkali dengan niat lebih lanjut untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau untuk menghindari hukuman atau tolakan untuk satu tindakan.

Kebohongan memang sudah terjadi sejak lama, bahkan sudah ada saat manusia pertama diciptakan. Manusia pertama? Benar, ialah kisah Nabi Adam A.S dan Hawa yang dideportasi dari surga karena termakan ucapan bohong yang dilontarkan oleh syaitan. Hal ini membuktikan bahwa siapapun dapat termakan ucapan kebohongan jika tidak menelaah lebih lanjut apakah informasi yang disampaikan itu benar atau salah.

Kalau begitu bagaimana pada zaman now ini, disaat teknologi informasi dan komunikasi sangat berkembang dengan pesat hingga membuat kita tidak bisa lepas dari media sosial? Tentunya informasi apapun akan lebih cepat beredar ke seluruh penjuru dunia, pun berita bohong dapat lebih cepat menyebar dan merajalela. Lalu kebenaran dari informasi tersebut menjadi tanda tanya besar untuk semua orang.

Sebenarnya semua hal itu tidak perlu dipertanyakan kenapa bisa terjadi zaman now ini, karena kejadian tersebut sudah tertuang dalam hadits berikut.

سَيَأتِي عَلَى النَّاس سَنَوَات خَدَّاعَات، يُصَدَّق فِيهَا الكَاذِب ويُكَذَّب فِيهَا الصَّادِق، ويُؤْتَمَن فِيهَا الخَائِن ويُخَوَّن فِيهَا الأَمِين، ويَنْطِق فِيهَا الرُّوَيْبِضَة، قِيْلَ: ومَا الرُّوَيْبِضَة؟ قَالَ: الرَّجُل التَّافِه في أمْر العَامَّة

 

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya, dimana pendusta dipercaya dan orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah dan orang yang amanah dikhianati, dan berbicara di zaman itu para Ruwaibidhoh.” Ditanyakan, siapakah Ruwaibidhoh itu? Beliau bersabda, “Orang bodoh yang berbicara dalam masalah umum.” (HR. Al-Hakim)

Berita seperti diatas sudah lama menjadi perdebatan publik karena belum ada fakta kuat yang mendukung keberadaan dari alien, jadi ada yang menyebut berita semacam ini adalah sebuah kebohongan. Ada sebuah spektrum berita bohong atau kita kenal dekat dengan sebutan hoax: yaitu dari berita yang benar-benar absurd dan tak bisa dipercaya, yang gampang diidentifikasi sebagai kabar bohong sampai pada subtil misinformasi yang lebih sulit untuk dideteksi.

Jenis hoax kedua dan terselubung ini muncul dalam bentuk editorial, advertorial dan berita-berita yang viral di jagat web. Berita-berita itu tidak mesti absurd atau jelas-jelas salah, tetapi mengandung ketidakbenaran faktual dan gambar-gambar menyesatkan, yang sengaja ditampilkan untuk memutarbalikkan kebenaran.

Tapi, tenang aja kok, karena ada cara-cara untuk membedakan antara berita sebenarnya dan berita bohong. Tentunya untuk membantu mereka memahami apa yang sesungguhnya terjadi di dunia, dimana telepon pintar/gadget sudah menjadi perpanjangan tangan, mata, telinga, dan otak kita.

1) Cari tahu sumbernya. Periksalah situs web dimana berita berasal untuk mengetahui apakah berita disajikan dengan baik, apakah gambar-gambarnya jelas, dan apakah teks ditulis dengan baik serta tanpa kesalahan ejaan atau bahasa berlebih-lebihan. Kalau kamu tidak yakin, cobalah klik bagian “about us/tentang kami”, dan pastikan ada uraian jelas yang menerangkan kerja organisasi yang bersangkutan dan riwayatnya.

2) Perhatikan penulisnya. Untuk memastikan apakah mereka itu nyata, bisa diandalkan dan “layak dipercaya”, periksalah tulisan-tulisan lain yang mereka buat dan untuk outlet mana saja mereka menulis. Jika mereka tidak menulis apa pun yang lain, atau jika mereka menulis untuk situs-situs web yang tampak tidak meyakinkan, pikir dua kali untuk mempercayai apa yang mereka katakan.

3) Pastikan artikel memuat referensi dan tautan ke berita, artikel, dan penulis-penulis lain. Klik tautan-tautan yang ada dan pastikan semuanya tampak meyakinkan dan layak dipercaya.

4) Lakukan Google Reverse Image Search. Ini alat luar biasa, yang memungkinkan Kamu melakukan pencarian di Google dengan gambar, bukan kata-kata. Caranya sederhana; yang perlu Kamu lakukan hanya mengunggah gambar ke situs Google Reverse Image Search dan Kamu akan melihat semua web lain dengan gambar-gambar yang sama. Ini memberi tahu Kamu situs-situs lain dimana gambar-gambar tersebut digunakan—dan apakah gambar-gambar itu digunakan di luar konteks.

5) Pastikan apakah berita yang sedang Kamu baca disebar di saluran berita arus utama lain, seperti BBC News atau Sky News. Jika ya, Kamu boleh merasa lebih yakin bahwa berita itu tidak bohong, karena organisasi-organisasi itu memberikan penekanan khusus untuk memeriksa sumber-sumber mereka dan jarang sekali memuat berita tanpa sumber kedua untuk mendukungnya.

 

Source: @heyyocomic

Penting sekali menghindari menyebar berita yang Kamu tidak yakin kebenarannya. Jika Kamu ragu-ragu apakah berita itu sungguhan atau bohong, bicarakan dengan teman atau keluarga Kamu untuk mencari tahu pendapat mereka tentang berita itu.

Tentang keragu-raguan ini dimuat dalam hadist arbain ke-sebelas yang bunyinya:

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ الْحَسَنُ بْنُ عَلِي بْنِ أبِي طَالِبٍ سِبْطِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَرَيْحَانَتِهِ رَضِيَ الله عَنْهُمَا قَالَ : حَفِظْتُ مِنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لاَ يَرِيْبُكَ .[رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح]

Dari Abu Muhammad Al Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan kesayangannya Radhiallohu ‘Anhuma dia berkata : Saya menghafal dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (sabdanya): Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu. (Riwayat Turmuzi dan dia berkata: Haditsnya hasan shahih) [Tirmidzi no. 2520, dan An-Nasa-i no. 5711]

Kalimat “yang meragukan kamu” maksudnya tinggalkanlah sesuatu yang menjadikan kamu ragu-ragu dan bergantilah kepada hal yang tidak meragukan. Pada hadits lain disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Seseorang tidak akan mencapai derajat taqwa sebelum ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna karena khawatir berbuat sia-sia”. Tingkatan sifat semacam ini lebih tinggi dari sifat meninggalkan yang meragukan.

Karna itu, yuk jadi pengguna media yang cerdas!

Semoga bermanfaat…

 

 

Referensi:

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
2

Tinggalkan Balasan