[FIMA EXTENDED REGISTRATION]

Extended regiatration until July 19, 2019
WHAT IS FIMAyouth Summer Camp?
.
FIMAyouth Summer Camp is an activity for healthcare students and recent graduates who volunteer with FIMA member organizations. It is an organization consist of many countries around the world.
.
FIMAyouth Summer Camp is a non-profit program aimed at bringing together young health-care students and professionals who have demonstrated leadership skills based on their volunteer work to focus on global health problems and solutions, who rely on robust and solution-oriented information and who are interested in improving academic, social and cultural relationships in the future
.
WHEN and WHERE FIMAyouth Summer Camp will be held?
.
This year will be held in Baturaden, Purwokerto 22-30 August 2019.
.
WANT to join FIMAyouth Summer Camp?
Click here
http://bit.ly/FIMAyouthSummer-Camp2019FormOnline
And Download here http://bit.ly/FIMAyouthSummerCamp2019
.
More info : medicalzone.org

📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

Yuk IBD!

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh…

Kayfa halukum ikhwatifillah?

Wah, Ramadhan sudah usai, dan kita ada bacaan nih buat bekal setelah Ramadhan. Ternyata IBD bisa meningkatkan iman kita! Bagaimana bisa? Caranya? Inflamatory Bowel Disease? Penasaran kan……..

Yuk kita simak dibawah ini!

Bismillahirrahmanirrahim

Apa itu IBD?

IBD adalah singkatan dari Istiqomah dalam Beribadah dan Dakwah. Istiqomah berasal dari bahasa Arab istiqama, yastaqimu, istiqamah yang berarti tegak lurus. Istiqamah dalam terminologi Islam adalah hal yang berpendirian kuat atau teguh pendirian. Adapun menurut istilah, istiqamah adalah tetap dalam pendirian, yaitu ketetapan hati untuk selalu komitmen dan konsistensi dalam Tauhid, ibadah dan akhlak. Sedangkan ibadah menurut bahasa adalah merendahkan  diri, ketundukan dan kepatuhan akan aturan-aturan agama. Sedangkan menurut istilah syar’i ibadah adalah suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang dicintai Allah dan diridhai-Nya baik perkataan maupun perbuatan, yang tersembunyi (batin) dan yang tampak (lahir). Sedangkan Dakwah sendiri adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil orang untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan aqidah, syari’at dan akhlak Islam.

Jadi, istiqamah dalam beribadah dan dakwah berarti tetap pendirian atas suatu keyakinan yakni kebenaran ajaran Allah SWT dengan cara melaksanakan segala ketentuan-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta konsisten mengajak orang lain untuk beriman dan taat kepada Allah SWT.

Apa yang menyebabkan kita bisa IBD…..?

Seperti yang sudah dijelskan diatas, bahwasanya kita bisa saja terjerumus kedalam IBD. Adapun yang membuat kita dapat terjerumus ke dalam IBD adalah (1) Niat yang sungguh-sungguh dari dalam diri; (2) menjadi tenang jika berurusan dengan Allah Ta’ala; (3) Selalu ingat akan kematian; (4) Timbul perasaan bahagia jika berteman atau berkumpul dengan orang-orang shaleh; (5) Timbul semangat untuk selalu menebar kebermanfaatan; (6) Timbul rasa senang berbuat baik dan benci melakukan perbuatan yang dilarang. Jika beberapa dari ciri-ciri diatas sudah ada di pribadi kita, maka kita sudah terjerumus kedalam IBD. Lalu, bagaimana agar kita bisa menjadi IBD seutuhnya?

Bagaimana cara kita agar menjadi IBD….?

Umar bin Khatab pernah mengatakan: Istiqamah adalah bahwa engkau senantiasa lurus (baca; konsisten) dalam melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah, serta tidak menyimpang seperti menyimpangnya rubah. Sedangkan Usman bin Affan mengatakan mengenai istiqamah, “Beristiqamahlah kalian yaitu ikhlaskanlah amal kalian hanya kepada Allah swt.” Dari dua khulafaur Rasyidin tersebut, disimpulkan bahwa kita bisa terus terjerumus ke dalam IBD dengan melakukan hal-hal berikut ini, yaitu (1) Niat ikhlas beraktivitas sesuai ajaran Allah Ta’ala dan rasul-Nya; (2) Memperbanyak do’a kepada Allah Ta’ala agar senantiasa diberikan keistiqomahan; (3) Memantapkan keteguhan hati untuk berusaha mengingat-ingat kemuliaan orang yang beristiqomah; (4) Mendapatkan teman yang mengajak kebaikan; (5) Membaca siroh nabawiyah untuk menambah pengalaman dalam beristiqomah. Apabila kita melakukan langkah-langkah tersebut, inshaa Allah kita bisa IBD. Tetapi seiring berjalannya waktu, kita juga akan dihadapkan hambatan agar tidak terjerumus ke dalam IBD.

Apa saja hambatan agar tidak terjerumus ke dalam IBD…?

Setiap memulai sesuatu yang baik, pasti kita akan selalu menemukan hambatan sehingga terkadang bisa terlena. Apa saja hambatan yang bisa membuat kita tidak terjerumus ke dalam IBD, yaitu (1) Teman yang jelek sehingga salah bergaul atau salah memilih lingkungan hidup untuk mengembangkan pribadi muslim; (2) Hawa nafsu; (3) Terhempas dalam fitnah, seperti fitnah syahwat maupun syubhat; (4) Tidak sabaran; (5) Selalu menyerah dan tak memperjuangkan nya. Untuk menjadi pribadi muslim yang selalu IBD, hambatan terbesar adalah dari dalam diri kita sendiri. Jika kita tidak mampu membentengi diri dengan Al-Qur’an dan As-sunnah, maka kita akan terlena dengan semua kenikmatan diatas.

Terus, bagaiamana agar kita senantiasa selalu IBD….?

Tentunya bukan perkara mudah untuk selalu IBD ketika hambatan sudah mulai menghadang. Beberapa hal yang harus kita lakukan untuk senantiasa selalu IBD adalah (1) Beribadah dengan maksimal, contohnya membiasakan sholat di awal waktu, menjaga target tilawah perhari, dan memperbanyak amalan-amalan sunnah; (2) Senantiasa berdzikir, berdzikir dapat membantu kita agar tetap mengingat Allah. Sehingga kita dapat terhindar dari maksiat yang dapat merusak semangat ibadah dan dakwahkita; (3) Membaca kisah Nabi beserta sahabat, kita dapat mencontoh bagaimana keistiqomahan mereka dalam menjaga Ibadah dan semangat dakwah meskipun sedang berada dalam ujian yang berat sekalipun; (4) Berkumpul denganorang-orang saleh, mendatangi majelis ilmu, bertukar pikiran dengan sesama aktivis dakwah atau bersilaturahim dengan orang-orang saleh dapat menjadi pengingat bagi kita dikala turunnya iman. Jika langakah tersebut sudah dilaksanakan, kita pun perlu merefleksi diri untuk semua kegiatan yang kita lakukan agar dapat terkontrol dan lebih ditingkatkan.

Lalu, bagaimana kita bisa tahu sejauh mana sudah IBD…?

Ketika semua sudah terlaksana dengan baik, maka kita perlu tahu sejauh mana kita berada, yaitu dengan (1) Ketika orang lain berbuat baik kepadanya, maka dia tak akan mengubah sikapnya; (2) Ketika disakiti, dia tak akan melakukan perkataan atau cacian bahkan perbuatan yang tak baik; (3) Mampu mengendalikan hawa nafsunya; dan (4) Selalu ingat akan kewajiban dan tugasnya sebagai seorang muslim. Ketika kita sudah IBD dengan seutuhnya, Allah ta’ala pun sudah menjanjikan hadiah untuk itu.

Apa yang akan kita dapat dari IBD…?

Allah Ta’ala berfirman,

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka (istiqomah), maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah (surga) yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (QS Fushilat [41]: 30)

Keimanan kepada Allah menuntut sikap istiqomah. Rasulullah shallaluhu ‘alaihi wasallam juga bersabda, “Katakanlah: “Rabbku adalah Allah” dan Istiqomahlah!” (HR Tirmidzi)

Pantas jika Allah menjanjikan keutamaan yang besar untuk orang-orang yang istiqomah dalam imannya. Pada ayat yang disebutkan di muka, menurut ahli tafsir, Allah memberitakan bahwa ketika orang-orang yang istiqomah itu mati, akan turun kepada mereka para malaikat seraya berkata,“Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan bergembiralah dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu.”

Tidak takut dan tidak bersedih. Itulah yang akan dirasakan oleh orang-orang yang istiqomah ketika mereka meninggalkan alam fana ini. Para ulama juga menjelaskan, bahwa maksud tidak takut adalah mereka tidak takut dengan apa yang akan mereka hadapi setelah hari kematian mereka.  Adapun maksud mereka tidak bersedih adalah mereka tidak bersedih dengan apa yang mereka tinggalkan selama di dunia.

Sebaliknya, orang-orang yang tidak beriman, tidak istiqomah, berlaku maksiat dan sombong, kelak yang akan dirasakannya adalah ketakutan yang mencekam dan kesedihan yang mendalam. Hingga walaupun di dunia mereka adalah orang yang paling sengsara. Karena, kesengsaraannya selama mereka di dunia, masih jauh lebih baik dari kerugian yang akan diterimanya di akhirat

Sebagai penutup, ada sebuah kata motivasi untuk kita semua dari salah seorang aktivis dakwah, yakni

“Saya berjanji akan menjadi orang yang istiqamah yang menunaikan ibadah serta menjauhi segala kemungkaran. Menghiasi diri dengan akhlak-akhlak mulia dan meninggalkan akhlak-akhlak yang buruk. Memilih dan membiasakan diri dengan kebiasaan-kebiasaan islami semampu saya.”

Semoga kita senantiasa termasuk golongan orang-orang yang selalu bersama Rasulullah SAW di akhirat kelak…Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Jazakumullahu khayran katsiraa

Zadanallah ilman wa hirsha

Wassalaamu’alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

  • DEW 1

[LOADING…]

Untukmu, yang sedang tertatih dalam melangkah.
Untukmu, yang kadang terjatuh bahkan dijatuhkan.
Untukmu, yang rasanya telah lama berjalan, namun tak kunjung sampai tujuan.
.
Hidup ini adalah tentang sebuah proses.
Sebagaimana kelapa yang dihancur, digiling, dan diperas agar menjelma menjadi santan.
Sebagaimana sebutir biji, yang perlu ditanam, disiram, dan dipupuk untuk tumbuh menjadi pohon kokoh berdahan rimbun.
Sebagaimana kayu berproses menjadi pulp, agar menghasilkan lembaran kertas.
.
Pahamilah
bahwa kita semua sedang berproses.
Seorang ‘alim, berawal dari sosok yang belum berilmu.
Seorang pemimpin, berawal dari sosok yang butuh dipimpin.
Seorang dokter, berawal dari mahasiswa yang bahkan tak mengerti terminologi.
Seorang makhluk dengan sebaik-baik bentuk, berawal dari setetes nutfah yang hina dina.
.
Maka, hargailah diri dan setiap ia yang berproses, bersabarlah, pun nikmatilah setiap langkah.
Karena kompas kehidupan bukan hanya tentang sampai ke tujuan, namun tentang bagaimana kita memberdayakan perjalanan, dalam rangka mencari keridhoan Allah.
.
Dan dalam Kalam-Nya
“…..Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” – QS Al Baqarah : 110
.
Lantas, janganlah lelah dalam berproses (menjadi yang terbaik), hingga ruh mencapai batas kerongkongan, hingga kedua kaki kita menginjak tempat terbaik dalam kekekalan, yakni Jannah-Nya.
.
“Lakukanlah kebaikan sekecil apapun, karena kau tak akan tahu kebaikan mana yang akan mengantaranmu menuju surgaNya”-Imam Hasan Al-Bashri
.
#FULDFKIndonesia
#SolidMengakarMenyejarah
.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

Menjaga Persatuan dan Persaudaraan diatas Islam

Bismillahirrahmanirrahim

Di zaman yang penuh fitnah dan perpecahan seperti saat ini rasa persaudaraan (ukhuwah) dan persatuan menjadi sesuatu yang sangat mahal. Hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan seringkali persatuan dan persaudaraan disisihkan atau bahkan tidak digubris sama sekali. Umat islam semakin mundur dan terpuruk karena perselisihan dan perpecahan diantara mereka sendiri. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk bersatu dan tolong-menolong dalam kebaikan.

Disisi lain, sebagian orang memahami dan menerapkan persatuan dengan cara yang salah.  Berdalih “menjaga persatuan” mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdalih “menghidari perpecahan” mereka tidak mau mengatakan yang haq dan mendiamkan sesuatu yang bathil.  Tentu hal ini tidak benar. Tidak mungkin akan tercapai persatuan dan pesaudaraan yang hakiki dengan cara seperti ini.

Pentingnya Persatuan dan Persaudaran diatas Islam

Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu, menjaga persaudaraan dan juga bekerjasama dalam kebaikan. Diantaranya firman Allah ta’ala:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Cara Menjaga Persatuan

  1. Kembali kepada Agama yang benar (Islam) dan Mentauhidkan Allah

Manusia banyak berselisih dan berpecah karena perbedaan aqidah dan ideologi yang mereka miliki. Oleh karena itu sebab terbesar untuk menyatukan manusia adalah persatuan aqidah dan ideologi. Hanya dengan kembali pada agama yang benar yaitu Islam dan mentauhidkan Allah persatuan yang hakiki akan tercapai. Allah lah  satu-satunya Dzat yang menciptakan, maka hanya dia yang berhak disembah.

  1. Kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah

Salah satu sebab persatuan yang paling kuat adalah kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah. Andaikata seluruh kaum muslimin kembali pada al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus salih niscaya mereka akan bersatu. Jauhi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan juga jauhi taqlid buta pada madzab tertentu karena itulah yang menyebabkan perpecahan kaum muslimin.

Hadits Irbath Bin Sariyah: Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi  kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud no: 4607)

  1. Taat Pada Allah dan Rasul-Nya

Taat pada Allah, Rasul-Nya adalah salah-satu sebab persatuan yang penting. Ironis jika sebagian kaum muslimin lebih taat pada pemimpin-pemimpin kelompoknya dari pada taat kepada Allah dan RasulNya .

Padahal Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS Nisa’: 59)

  1. Lapang-dada dalam masalah-masalah khilaf

Manusia tidak terlepas dari perbedaan pendapat. Hendaknya berlapang dada dalam masalah-masalah ijtihadiyah (yang memungkinkan perbedaan pendapat). Tidak boleh merasa paling benar dan memaksakan pendapat karena itu adalah salah satu sebab perselisihan.

  1. Menasehati penguasa dan kaum muslimin secara umum

Nasehat yang baik bagi penguasa dan juga kaum muslimin secara umum sangat penting. Jangan sampai acuh dengan kondisi kaum muslimin dan penguasanya dengan membiarkan mereka terjatuh dalam kesalahan dan kemasiatan. Namun, hendaknya nasehat disampaikan dengan cara-cara yang baik, dengan cara yang benarkan oleh syariat dan juga sesuai aturan yang berlaku. Jangan sekedar mencela atau memakai cara-cara yang tidak benar.

Sumber :

  1. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391.
  2. com

 

[DESAIN GRAFIS, GRATIS BARAKAH]

“Jangan menilai buku dari sampulnya”, begitulah kata pepatah lama yang sudah tidak asing lagi, iya bukan? Akan tetapi, pepatah itu tak berlaku bagi siapapun yang membuat sampul buku. Sang pembuat sampul haruslah berusaha semaksimal mungkin agar calon pembeli buku tertarik untuk melirik, membaca dan membelinya dan sesuai dengan isi dari apa yang penulis ingin sampaikan.

Pesan kebaikan ibarat buku tersebut, yang di dalamnya ada ilmu dan nasihat yang berharga. Jika ingin pesan tersampaikan dengan baik dan ciamik agar sang penerima pesan tertarik ada media penyampai pesan yang terkini, yaitu Poster digital. Sekarang media ini telah begitu massif dibuat dan menjadi sebuah media yang begitu ampuh untuk menyampaikan pesan kebaikan, terutama bagi muda-mudi millineal.

Nah, pada kesempatan kali ini, ada beberapa referensi sumber daya yang gratis dan dapat digunakan secara bebas oleh Sahabat sebagai bahan pembuatan poster digital yang bagus lagi barakah, insyaaAllah! Yuk cek!

1. Sahabat yang belum punya aplikasi untuk membuat poster digital, bisa mengunduh aplikasi Inkscape di inkscape.org . Jangan khawatir dengan harga yang mahal atau kesulitan mencari crack yang tidak abal-abal, Inkscape benar-benar gratis dan cocok untuk kantong mahasiswa seperti kita yang bagai pungguk merindukan bulan untuk membeli aplikasi Corel Draw atau Adobe Illustrator legal yang dibandrol sampai ratusan dollar. Fitur dan fasilitasnya pun tidak kalah dengan aplikasi berbayar. Hanya saja, bagi Sahabat yang sebelumnya memakai Corel Draw atau Adobe Illustrator perlu sedikit waktu untuk beradaptasi dengan tampilan antarmuka Inkscape.
2. Mengunduh berbagai foto yang berkualitas dengan gratis dan menggunakannya secara bebas dari beberapa situs penyedia foto gratis seperti pixabay.com ,unsplash.com dan pexels.com .
3. Sumber daya vektor yang tersedia gratis di beberapa situs seperti vecteezy.com , freepik.com , dan flaticon.com lalu disusun sesuai yang diinginkan. Butuh kaligrafi? Sahabat bisa mencari kaligrafi yang diperlukan di freeislamiccalligraphy.com. Jangan lupa untuk menyempatkan memberi apresiasi sumber bila memungkinkan.
4. Mengunduh banyak font gratis di fonts.google.com. Selain fon latin dengan berbagai gaya hurufnya, ada juga fon untuk aksara lain seperti Arab, Yunani, Ibrani, dsb yang tersedia di website tersebut.

Tunggu apa lagi? Segera beri markah untuk pranala-pranala yang telah kami bagikan. Dan satu lagi, kalau ada yang gratis, kenapa tidak kita coba? Semoga justru dari situ yang disebut barakah bisa terselip pada poster digital kita. Aaamiin, insyaaAllah!

“Makna dari berkah adalah az-ziyaadah, bertambah. Berkah itu bagaikan pokok yang menghunjamkan akar, lalu ia tumbuh, batangnya bertambah, dan cabangnya berlipat. Berkembanglah pula pucuk-pucuknya, menerbitkan bunga yang harum dan memunculkan buat yang ranum.”

#FULDFKIndonesia
#SolidMengakarMenyejarah

📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org