Aku Benci Ramadhan

Ah Ramadhan lagi…

Puasa lagi…

Lapar lagi…

Aku tidak mengerti kenapa mereka selalu berbahagia di bulan ini.

Jujur, aku membenci bulan ini.

Aku merasa tidak berdaya.

Satu bulan terasa seperti setahun.

Aku tidak suka. 

Kenapa mereka masih bisa bersemangat sholat?

Kenapa mulut mereka masih bisa membaca berlembar-lembar Al-Qur’an?

Apakah mereka tidak merasa lelah seperti ku?

Apakah mereka tidak merasa haus?

Tidakkah jua merasa lapar?

Ah, andai aku dapat memberi tahu mereka betapa nikmatnya bila bulan ini dihabiskan hanya dengan uring-uringan saja.

 

Meskipun begitu, aku masih bisa senang.

Ternyata, pikiran ku sampai pada sebagian diantara mereka.

Dari kejauhan aku melihat orang yang berpuasa, tapi meninggalkan sholat wajib hingga akhir waktu.

Ada juga yang tertidur sehingga tertinggal waktu sholat.

Aku juga melihat seseorang yang menghabiskan waktu menunggu berbuka puasanya dengan membicarakan keburukan yang lain.

Lalu sebagian yang lain tengah asik berkelahi, saling melemparkan bahasa ku,

Aku tersenyum.

Aku bahagia.

 

Ternyata, aku masih mereka ingat saat ini

Dibalik jeruji ini pun aku masih bisa berkuasa.

Kapan kah mereka tersadar?

Meskipun aku tak menginginkan mereka sadar,

Bahwa sesungguhnya mereka telah menjadi teman ku.


-Terpenjara, 10 Ramadhan 1439 H

 

 

Dari Abu Hurairah radhiallahu ’anhu,  sesungguhnya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ ، وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ

“Apabila bulan Ramadan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu ditutup dan setan-setan dibelenggu”. (Muttafaq ‘alayh, Bukhari, no. 1899. Muslim, no. 1079)

 

Walaupun dibelenggu, jika seorang manusia telah tersesat, maka tidak akan ada bedanya kecuali orang-orang yang diberi petunjuk.

Semoga kita bisa memanfaatkan waktu yang amat singkat ini dengan sebaik-baiknya dan terhindar dari hal yang menjerumuskan dalam dosa.

Wallahualam

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
4

Tinggalkan Balasan