Ancaman Bagi Perokok

Hukum rokok dalam Islam jelas Haram, ini sudah diketahui oleh orang awam ataupun orang yang intelek. Karena rokok jelas membahayakan kesehatan, bahkan perokok sendiripun mengakui bahwa rokok membahayakan kesehatan mereka, hanya saja candu rokok yang begitu kuat membuat mereka susah lepas dari merokok. Karena rokok membanyakan bagi tubuh, maka jelas hukumnya haram dalam agama Islam bukan makruh sebagaimana anggapan sebagian besar perokok.

Dari Ibnu ‘Abbas, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لا ضَرَرَ ولا ضِرارَ

Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan”.[1]

Allah Ta’ala berfirman,

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195).

وَلَا تَقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu“. (QS. An Nisaa: 29).

Dan merokok termasuk menyia-yiakan harta, Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

إِنَّ اللهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلاَثاً: قِيْلَ وَقاَلَ وَإِضَاعَةَ الماَلِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ

“Sesungguhnya Allah membenci tiga perkara atas kalian: pembicaraan sia-sia, menyia-nyiakan harta, banyak meminta”[2]

 

Hukuman di akhirat

Yaitu mereka akan diancam masuk neraka, mereka terus-menerus menghisap racun tersebut di neraka jahanman dan itu merupakan siksaan bagi mereka.

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ في نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيهَا خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا اَبَدًا, وَ مَنْ تَحَسَّى سُمَّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمَّهُ في يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ في نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فيهَا أَبَدًا, و مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِي يَدِهِ يَتَوَجَّأُ في بَطْنِهِ فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا

Barangsiapa yang sengaja menjatuhkan dirinya dari gunung hingga mati, maka dia di neraka Jahannam dalam keadaan menjatuhkan diri di (gunung dalam) neraka itu, kekal selama lamanya. Barangsiapa yang sengaja menghirup/menenggak racun hingga mati maka racun itu tetap ditangannya dan dia menghirupnya/menenggaknya di dalam neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya. Dan barangsiapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka besi itu akan ada ditangannya dan dia tusukkan ke perutnya di neraka Jahannam dalam keadaan kekal selama lamanya”.[3]

Dari Tsabit bin Dhahhak radhiallahu’anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

مَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِشَيْءٍ في الدُّنْيا عُذِّبَ بِهِ يَوْمَ الْقِيامَةِ

Siapa yang membunuh dirinya dengan cara tertentu di dunia maka dia akan disiksa pada hari kiamat dengan cara yang sama.”[4]

Lho, nanti malah enak donk, bisa merokok di sana sepuasnya, maka jawabannya ia mengisap racunnya dan dalam neraka tidak ada kesenangan sama sekali.

Allah Ta’ala berfirman,

لا يذوقون فيها بردا ولا شرابا، إلا حميما وغساقا

Mereka tidak merasakan kesejukan di dalamnya dan tidak pula (mendapat) minuman, selain air mendidih dan nanah.” (QS. An Naba’:24-25)

 

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat, wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam

Sumber :

  1. HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3: 77, Al Baihaqi 6: 69, Al Hakim 2: 66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih
  2. Muttafaq ‘alaih dari Al-Mughirah bin Syu’bah, Hadits ini memiliki syahid (penguat) dari hadits Abu Hurairah  dikeluarkan oleh Muslim.
  3. HR Bukhari no. 5778 dan Muslim no. 109
  4. HR. Ahmad 16041 dan Muslim 164

 

TOKSOPLASMOSIS PADA IBU HAMIL, BENARKAH KARENA KUCING?

Penulis: Hanan Anwar1, Aisyah Liputa Indeka2

Editor: Sandria3

1Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

2Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

3Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi Dewan Eksekutif Pusat

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia.

 

Apakah Anda termasuk orang yang menyukai kucing? Jika berbicara tentang binatang, maka kucing termasuk yang paling banyak dipelihara. Rasulullah dan beberapa sahabat pun juga memelihara kucing. Tetapi, banyak beredar isu di kalangan masyarakat bahwa kucing dapat menyebarkan virus toksoplasma yang dapat membahayakan janin yang dikandung ibu. Umumnya kucing dapat terkontaminasi virus ini dengan memakan daging tikus atau burung yang telah terinfeksi. Manusia dapat tertular apabila ia memakan daging mentah atau kurang matang yang mengandung kista jaringan atau takizoit Toksoplasma ataupun ketika ookista yang terdapat pada tinja kucing tertelan. Namun sebenarnya, hal ini tidak akan terjadi apabila ibu benar-benar menjaga kesehatan, daya tahan tubuh dan kebersihan, karena infeksi toksoplasma akan mudah mengalami penyebaran apabila hal-hal tersebut tidak diperhatikan. Selain itu, kucing yang dipelihara pun harus selalu terjaga kesehatannya dan kebersihannya.

Banyak alasan mengapa kucing menjadi favorit, misalnya karena wajahnya yang imut dan lucu atau karena tingkahnya yang menggemaskan. Kucing memiliki banyak jenis di dunia, jenis kucing Persia yang setia atau kucing lincah seperti Anggora selalu memikat bagi para penggemarnya. Tidak sedikit pula yang memelihara kucing domestik karena perawatannya yang mudah.  Di dalam Islam, memiliki hewan peliharaan adalah mubah dan bukanlah suatu hal yang baru. Rasulullah memperbolehkan memelihara kucing karena kucing tidak termasuk hewan yang najis.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ وَالطَّوَّافَاتِ

“Kucing ini tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ”

(HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shahih. 1

Rasulullah saw pun memiliki hewan peliharaan yaitu kucing bernama Muezza. Ada cerita unik antara Rasulullah dengan kucingnya. Saat itu, Rasulullah ingin pergi ke suatu tempat dan ingin mengambil jubahnya. Terlihat Muezza berbaring dengan lelapnya di atas bagian lengan dari jubah Rasulullah. Karena tak ingin mengganggu hewan kesayangannya tersebut, Rasulullah pun memotong bagian tangan dari jubahnya tersebut. Sebegitu sayangnya Rasulullah dengan kucing, sampai-sampai ketika kucingnya tidur pun, ia tak ingin mengganggu kucing terlebih menyakiti kucingnya.2

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi ke Bathhan, suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu. Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.”

Kalangan sahabat juga memiliki kisah istimewa tentang kucing. Siapa yang tidak kenal salah satu sahabat nabi bernama Abu Hurairah? Tentu nama sahabat yang satu ini sangat akrab di telinga kita, beliau dikenal sebagai sahabat yang sabar dalam menuntut ilmu dan meriwayatkan banyak hadist. Nama aslinya menurut Ibnu Hisyam adalah Abdullah bin Amin. Begitu sayangnya  beliau terhadap kucing, sampai-sampai beliau dijuluki Abu Hurairah. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah menggembalakan kambing untuk keluargaku. Dan saat itu kudapati anak kucing liar, lalu aku masukkan ke kantong lenganku. Ketika aku pulang kembali ke rumah, mereka mendengar suara kucing di kamarku, kemudian bertanya, ‘Suara apakah itu, wahai Abdu Syams?’ Akupun menjawab,‘Anak kucing yang kutemukan (saat menggembala kambing)’. Mereka berkata,‘Kalau begitu, engkau adalah Abu Hurairah’. Semenjak itu, julukan dan gelar itu terus melekat padaku.”3

Berdasarkan uraian mengenai hadist Rasulullah dan kisah sahabat di atas, kucing merupakan binatang yang istimewa di dalam Islam dan diperbolehkan memeliharanya. Memeliharanya tentulah harus dengan mengikuti sunnah rasul yaitu menyayangi dan memberi makannya secara teratur.  Di sisi lain timbul pertanyaan di masyarakat mengenai risiko yang dapat timbul ketika memelihara kucing terutama bagi seorang ibu yang sedang hamil, akankah berbahaya bagi kandungan ibu?  Hal ini mengingat kucing adalah salah satu agen pembawa parasit Toksoplasma sp. yang merupakan penyebab Toxoplasmosis dan dapat menimbulkan infeksi pada masa kehamilan.

Toksoplasma gondii adalah parasit obligat intraseluler yang menginfeksi burung dan mamalia. Tahap utama reproduksi seksual parasit ini terjadi pada epitel pencernaan kucing sebagai (pejamu definitif). Kucing pada umumnya dapat terkontaminasi toksoplasma dengan memakan daging tikus atau burung dan biasanya infeksi pada kucing bersifat asimtomatik.4,5 Penularan ke manusia dapat terjadi bila seseorang memakan daging mentah atau kurang matang yang mengandung kista jaringan atau takizoit Toksoplasma. Penularan ke manusia juga dapat terjadi jika ookista yang terdapat pada tinja kucing tertelan.5

vv

Gambar 1. Siklus Hidup Toksoplasma. 6

Pada saat janin di dalam kandungan, muncul risiko-risiko yang berasal dari lingkungan yang mungkin dapat memberikan pengaruh pada kondisi janin, termasuk dari hewan peliharaan seperti kucing. Masa perinatal merupakan masa yang riskan,  mortalitas dan morbiditas pada masa perinatal cukup tinggi, dimana sekitar 30% kehamilan mengalami abortus. Salah satu bentuk ancaman bagi janin adalah adanya infeksi TORCH (Toxoplasmosis, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex).7  Di Amerika Serikat toksoplasmosis kongenital jarang ditemukan, hanya diperkirakan sekitar 400 sampai 4000 kasus setiap tahunnya.8 Gejala yang timbul pada ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma tidaklah jelas dan hanya sedikit yang menunjukkan gejala klinis dari penyakit. Manifestasi klinis dari ibu hamil tidaklah lebih parah jika dibandingkan dengan ibu yang tidak hamil dan biasanya gejala yang muncul berupa flu-like illness. Diagnosis dapat ditegakkan dengan pemeriksaan serum dan juga dari pemeriksaan ultrasound.4

Infeksi TORCH terutama toksoplasma berbahaya karena dapat menimbulkan kelainan pada mata, hidrosefalus, kalsifikasi intrakaranial, korioretinitis, ikterus, hepatosplenomegali, dan demam pada neonatus. Pada ibu hamil, penularan secara vertikal terjadi melalui jalur transplasenta dimana terjadi perpindahan organisme dari ibu ke janin. Penularan dari ibu yang terinfeksi akut ke janinnya sebesar 30%-40%, risiko infeksi dapat meningkat sampai 90% dengan bertambahnya usia kehamilan dan pendeknya interval saat infeksi dari ibu ke janin.9

Penularan toksoplasma melalui kontak langsung dengan kucing, resikonya kecil karena tidak semua kucing membawa parasit ini dan makanan kucing peliharaan biasanya sudah merupakan makanan yang terpilih. Selain itu, hadist dari Abu Qatadah di atas menunjukkan bahwa kucing tidaklah najis, secara tidak langsung ini dapat menjelaskan bahwa kucing termasuk binatang yang terjamin kebersihannya dari berbagai mikroorganisme berbahaya. Risiko penularan toksoplasma umumnya meningkat pada pasien-pasien terutama dengan kondisi imunokompromais.5 Oleh karena itu bagi ibu hamil sebenarnya tidak perlu takut memelihara atau menyayangi kucing asal dapat menjaga kebesihan dan kesehatannya.

Zaid bin Muslim mengatakan, “Umar Radhiyallahu ‘anhu pernah memberikan pencegahan kepada orang sakit, karena saking susahnya menahan diri dari makanan, terpaksa orang itu menghisap biji-bijian.” Dapat disimpulkan pencegahan merupakan obat yang terbaik terhadap ancaman penyakit, berbagai upaya dapat dilakukan untuk mencegah timbulnya penyakit atau setidaknya mencegah agar penyakit tidak semakin parah dan menyebar. 10

Sebagai upaya pencegahan bagi yang sedang merencanakan kehamilan atau ibu yang sedang hamil lebih baik jika menjauhi kucing untuk sementara waktu. Apabila ibu masih ingin memelihara kucing, maka ibu sebaiknya harus benar-benar menjaga kesehatan, daya tahan tubuh dan kebersihan, karena infeksi toksoplasma akan mudah mengalami penyebaran apabila hal-hal tersebut tidak diperhatikan. Berikut ini adalah tips aman bagi ibu hamil yang ingin memelihara kucing.: 4,11

  1. Melatih kucing agar memiliki kebiasaan kotoran di tempat yang disediakan. Kemudian apabila kucing selesai buang air besar segera buang kotoran tersebut dengan menggunakan sarung tangan
  2. Menghindari agar kucing peliharaan agar tidak mendekati daerah dapur dan juga meja makan
  3. Sebaiknya memberi makanan kucing sendiri, dan jangan membiarkan kucing peliharaan mencari makanan di luar yang diragukan kebersihannya
  4. Membiasakan mencuci tangan pada saat bermain dengan kucing peliharaan dan juga membuatkan kandang khusus
  5. Memakan daging yang matang ( > 67°C/153°F)
  6. Mendinginkan daging pada suhu −20°C/−4°F dapat membunuh kista Toksoplasma gondii
  7. Mencuci bersih buah dan sayuran yang akan dimakan
  8. Skrining rutin kehamilan pada kelompok ibu hamil yang berisiko tinggi misalnya pada pasien imunokompromais

Untuk itu, bagi ibu-ibu pencinta kucing, baik yang sedang mengandung ataupun tidak, jangan khawatir untuk tetap memelihara kucing di rumah ibu. Berkurangnya ancaman infeksi Toksoplasma saat memelihara kucing tentunya akan tercapai dengan tetap mengupayakan usaha-usaha pencegahan seperti yang telah terurai di atas. Salam sehat !

 

DAFTAR PUSTAKA

  1. IH, Asqalani.  Kitab Taharah, dalam Asqalani IH. Dalam: Terjemah Bulughul Maram. Diterjemahkan oleh: Badrusalam. Bogor: Pustaka Ulil Albab. 2006.
  2. 2013. Mengapa Rasulullah Sangat Sayang Kepada Kucing. http://www.eramuslim.com/hikmah/mengapa-rasulullah-sangat-sayang-terhadap-kucing.htm. Diakses tanggal 20 Maret 2016 [online]
  3. 2011. Abu Hurairah Radhiyallahuanhu Pribadi yang Mengagumkan. https://almanhaj.or.id/3095-abu-hurairah-radhiyallahu-anhu-pribadi-yang mengagumkan.html. Diakses tanggal 16 Maret 2016 [online]
  4. Paquet C, Yudin MH. Toxoplasmosis in Pregnancy: Prevention, Screening, and Treatment. J Obstet Gynaecol Can. 2013; 35:1-6
  5. Pohan HT. 2014. Toksoplasmosis, dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Ed 6. Jakarta: Interna Publishing
  6. Toksoplasma gondii. http://en.citizendium.org/wiki/Toksoplasma_gondii,Diakses tanggal 16 Maret 2016 [online]
  1. Soetjiningsih, Ranuh IGNG. 2013. Tumbuh Kembang Anak Ed.2. Jakarta: EGC Penerbit Buku Kedokteran.
  2. Kravetz JD, Federman DG. Toxoplasmosis in Pregnancy. The American Journal of Medicine. 2005;118: 212–216
  3. Marcdante KD, Kliegman RM, Jenson HB, Behrman RE. 2014. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. Edisi 6. Diterjemahkan oleh: Soebadi A, dkk. Jakarta: Saunders Elsevier
  4. IQ, Al Jauziyah. 2013.Metode Pengobatan Nabi. Diterjemahkan oleh: Al Maidani AUB. Jakarta: Griya Ilmu
  5. R, Bahraen. 2013. Antara Kucing Toksoplasma dan Wanita, Bahayakah? https://kesehatanmuslim.com/antara-kucing-toksoplasma-dan-wanita-bahayakah/ Diakses tanggal 16 Maret 2016 [online]

 

Dokumentasi Acara MMLC Nasional FULDFK di Universitas Jendral Soedirman

MMLC Nasional adalah salah satu acara tender nasional yang merupakan kegiatan rutin setiap tahun. MMLC Nasional tahun 2016 digelar di Fakultas Kedokteran Universitas Jendral Soedirman Jawa Tengah, dimana pada kegiatan ini puluhan delegasi datang dari berbagai Fakultas Kedokteran yang ada diseluruh Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa dokumentasi kegiatan MMLC Nasional :

 

 

 

IMG_8224IMG_0163 IMG_8246 IMG_8251

File Lengkap Kegiatan dapat di download di :

https://drive.google.com/drive/folders/0BwQyAbrmsAmuajM5SUNZM0lhNVE

Kisah Wanita Sholehah Buruk Rupa, Meluluhkan Hati Ulil Amri (Penguasa)

Dept. Kemuslimahan FULDFK | “Kisah Wanita Sholehah yang Buruk Rupa, Meluluhkan Hati Sang Ulil Amri (Penguasa) Hingga Jatuh Hati Padanya” Seorang gubernur pada zaman khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta. Dengan keheranan sang gubernur bertanya, “Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?” Janda bermuka buruk itu menjawab, “sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat”. “Maksud engkau?” tanya sang gubernur mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.” Maksud saya, uang dunia sudah cukup. Yang masih saya perlukan adalah bekal akhirat, yaitu shalat, puasa dan zikir. Sebab perjalanan dunia amat pendek dibanding dengan pengembaraan diakhirat yang panjang dan kekal.” Dengan jawaban seperti itu, sang gubernur merasa telah disindir tajam. Ia insaf, dirinya selama ini hanya sibuk mengumpulkan harta benda dan melalaikan kewajuban agamanya. Padahal kekayaannya melimpah ruah, tak kan habis dimana keluarganya sampai tujuh keturunan. Sedangkan umurnya sudah diatas setengan abad, dan malaikat izrail sudah mengintainya. Akhirnya sang gubernur jatuh cinta kepada perempuan lusuh yang berparas hanya lebih bagus sedikit dari yang paling buruk itu. Kabar itu tersebar ke segenap pelosok negeri. Orang-orang tak habis pikir, bagaimana seorang gubernur bisa menaruh hati kepada perempuan jelata bertampang jelek itu. Maka pada suatu kesempatan, diundanglah mereka oleh gubernur dalam sebuah pesta mewah. Juga para tetangga, termasuk wanita yang membuat heboh tadi. Kepada mereka diberikan gelas kristal yang bertahtakan permata, berisi cairan anggur segar. Gubernur lantas memerintah agar mereka membanting gelas masing-masing. Semuanya bingung dan tidak ada yang mau menuruti perintah itu. Namun, tiba-tiba terdengar bunyi berdenting, ternyata ada orang yang dianggap gila yang melaksanakan perintah itu. Itulah si perempuan berwajah buruk. Dikakinya pecahan gelas berhamburan sampai semua orang tampak terkejut dan keheranan. Gubernur lalu bertanya, “Mengapa kau banting gelas itu?” Tanpa takut wanita itu menjawab, “ada beberapa sebab. Pertama, dengan memecahkan gelas ini berarti berkurang kekayaan Tuan. Tetapi, menurut saya hal itu lebih baik dari pada wibawa Tuan berkurang lantaran perintah Tuan tidak dipatuhi.” Gubernur terkesima. Para tamunya juga kagum akan jawaban yang masuk akal itu. Sebab lainnya?” tanya gubernur. Wanita itu menjawab ,” kedua, saya hanya menaati perintah Allah. Sebab didalam al-qur’an, Allah memerintahkan agar kita mematuhi Allah, Utusan-Nya, dan para penguasa. Sedangkan Tuan adalah penguasa, atau ulil amri, maka dengan segala resikonya saya laksanakan perintah Tuan.” Gubernur kian takjub. Demikian pula para tamu undangannya. “Masih ada sebab lain ?” Perempuan itu mengangguk dan berkata, “ketiga, dengan saya memecahkan gelas itu, orang-orang akan menganggap saya gila. Namun hal itu lebih baik buat saya. Biarlah saya dicap gila daripada tidak melakukan perintah gubernurnya, yang berarti saya sudah berbuat durhaka. Tuduhan saya gila, akan saya terima dengan lapang dada daripada saya dituduh durhaka kepada penguasa saya. Itu lebih berat buat saya. “ Maka ketika kemudian gubernur itu melamar dan menikahi perempuan bertampang jelek dan hitam legam itu, semua yang mendengar bahkan bebalik sangat gembira karena gubernur memperoleh jodoh seorang wanita yang tidak saja taat kepada suami, tetapi juga taat kepada gubernurnya, kepada Nabinya, dan kepada Tuhannya.

 

Department Kemuslimahan

Dewan Eksekutif Pusat FULDFK

LSKI TM dan FULDFK Peduli Sinabung

Minggu, 12  Juni 2016 tim bantuan sinabung FK UISU berangkat ke Kab. Karo dengan tujuan menyalurkan bantuan yang digalang oleh LSKI Thibbul Mu’min dan juga dari dana yang disalurkan melalui FULDFK Indonesia.

Alhamdulillah pada pukul 10.00, tim sudah tiba di Desa Sukandebi Kec. Namantaran dan langsung bertemu dengan seorang Da’i didesa tersebut disebuah masjid yang dikelolanya. setelah berbincang sebentar, Tim Peduli Sinabung FK UISU langsung menyerahkan bantuan berupa bahan makanan dan masker serta uang dengan total keseluruhan Rp. 1.708.900 kepada Da’i tersebut dan beberapa dari perwakilan masyarakat setempat.

Nah, ketika kami akan berniat pulang Da’i tersebut langsung menawarkan kami buka bersama sambil keliling desa sekitar dan melihat islam di sini. Tawaran menarik yang langsung kami terima. Seharian di desa sukendebi, banyak yang kami terima di sini.

Desa sukandebi adalah salahsatu desa terdampak erupsi di Kab. Karo dengan radius 5 KM dari gunung sinabung. Sebenarnya Pemerintah sudah menyeru mereka untuk mengungsi tapi karna ekonomi mereka harus kembali ke rumah dan bekerja di ladang. Da’i tersebut adalah tokoh pengajar dari Kalimantan yang lagi magang di desa sukandebi tersebut guna menjaga akidah masyarakat setempat dan mengajarkan islam kepada mereka. ada sekitar 150 KK yang muslim dari sekitar 400 KK didesa tersebut. minoritas bukan. Da’i di sini mengajarkan islam dari rumah ke rumah dan juga di masjid. Anak-anak tidak lepas dari perhatian. Selama kami di desa tersebut, kami diminta mengajar anak-anak. Jadi kami mengajar mereka dari membaca Alquran, bercerita hingga bermain. Seru pokoknya. Kami lebih senang lagi karna sebagian mereka sudah lancar membaca Alquran.

Lain cerita di desa lain di Kec. Naman Taran. Di Desa lainnya, kami mendengar bahwa desa tersebut mayoritas muslim. tapi masyarakat disana lebih jarang menjalankan syariat islam. beberapa rumah masih memelihara anjing dirumahnya dengan tanpa melihat batasan dalam memelihara hewan tersebut. Perjudian masih marak dan sholat jumat terkadang tinggal. ada beberapa mahasiswa dari Medan yang ditugaskan mengajarkan islam didesa tersebut. Mereka ada 18 orang tapi menyebar didesa lainnya, jadi hanya 3 orang yang stay di sini. Mereka diterima dengan baik bahkan sering diajak buka bersama. Non-Muslim pun menerima mereka. Mereka sering mengajar anak tapi terkadang sulit untuk mengumpulkan mereka. Sebagian anak-anak membantu orang tuanya di ladang dari jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Tapi jika belajar, semangat 4 orang seperti 20 orang. mereka sungguh tertarik dan senang. Kalau ditanya nama, nama mereka keren-keren. Ada Aurel, Marsel, Boy dan lain-lain.

Nah, sore harinya kami membantu Da’i dan istrinya untuk menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Seru banget saat ini. Ikhwan dari kami mendapatkan tugas memetik cabe. saking semangatnya, hampir kami cabutin semua cabe disana. Setelah kami rasa cukup, ternyata cabenya terlalu banyak. Tapi untung tidak masalah. Yang Akhwat bertugas memasak makanan. Bukber di Desa Sukandebi tersebut diadakan oleh sebuah organisasi muslim internasional. Ramai yang datang saat Bukber. Kami para mahasiswa bertugas untuk membagikan Ta’jil dan Nasi. Anak-anak didahulukan biar mereka tenang karna sudah dapat makanannya. Yang bikin kami terharu adalah kebersamaan mereka. Bahkan ibu-ibu disana, ketika kami membagikan makanan mereka, mereka bertanya, “apakah bapak-bapat sudah makan? apakah kamu nak (kami) sudah makan? kapan?”. Kami jawab saja sudah karna memang sudah makan ta’jil. Makanannya memang tidak cukup tapi mereka yang tidak kepagian tidak ada resah sama sekali. Untungnya tadi kami masak cukup banyak sehingga yang lain pun kepagian.

Senang rasanya melihat kebersamaan ini di Bulan Ramadhan apalagi di sebuah desa terpencil dengan minoritas muslim. Semoga akidah mereka tetap terjaga dan para Da’i disana diberikan ketabahan dan istiqomah menjalankan amanah Rasulullah SAW.

DSC_0793 DSC_0790 P_20160612_115714 P_20160612_115230 DSC_0767 DSC_0763 DSC_0762 DSC_0754

Terimakasih kepada masyarakat yang sudah menyalurkan hartanya dan kepada FULDFK Indonesia yang mempercayai kami untuk menyalurkan dana yang mereka terima. Semoga amal dan ibadah kita diridhoi Allah SWT. Amin.

By: LSKI Thibbul Mu’min FK UISU