WAKE UP FOR 1/3 NIGHT

Wake Up for 1/3 Night

Written by: Tri Hastuti/ Medical Student of Unimus/ 2013

 

 

Di dalam Islam, bangun di sepertiga malam sangatlah dianjurkan, karena di malam inilah manusia dapat melaksanakan ibadah sholat Tahajjud. Sebagaimana terdapat dalam Al Qur’an

 

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah salat tahajud (sebagai suatu ibadah) tambahan bagimu: mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.”

[Al Israa’/17: 79]

 

“Dan sebutlah nama Rabb-mu pada (waktu) pagi dan petang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari.”

[Al Insan/ 76: 25-26]

 

“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).”

[Adz-Dzaariyaat/51: 17-18]

 

Di dalam tubuh manusia, tepatnya di enchepalon (otak), terdapat bagian yang bernama Corpus Amygdala. Bagian ini berada di Ganglia Basalis, yang letaknya di dalam sistem Limbic (sistem sebagai pusat alam bawah sadar). Corpus Amygdala berfungsi sebagai pengendali atau penanggung jawab dalam sistem saraf emosi. Sehingga ketika seseorang sedang senang, sedih, galau, patah hati, bahkan kasmaran, yang menjadi pusat regulasi adalah si Corpus Amydala ini

 

Mengapa si Corpus Amygdala bisa menjadi koordinator emosi mannusia? Baca mekanismenya di bawah ini ya

 

Corpus Amygdala akan memproduksi suatu hormon, yaitu hormon melatonin, yang nantinya hormon tersebut akan keluar melalui saluran dan menuju pembuluh darah lalu mengeluarkan produk yang terwujudkan sebagai emosi. Kadar hormon melatonin ini akan meninggi, saat sepertiga malam terutama dalam keadaan remang-remang atau bahkan gelap gulita. Sehingga orang yang bangun di sepertiga malam lalu melaksanakan sholat Tahajjud dengan kondisi pencahayaan yang remang-remang atau bahkan gelap gulita, ia akan mendapatkan ketenangan, kekhusyukan, sehingga terjadi komunikasi antara dirinya dengan Allah.

 

Hormon melatonin memiliki sifat antioksidan, yang berarti hormon ini mampu mencegah kematian sel secara dini, sehingga membuat seseorang menjadi awet muda. Hal ini dibuktikan oleh orang-orang yang terbiasa sholat tahajjud, dimana wajah mereka tampak bersinar, karena adanya hormon melatonin yang bersifat antioksidan tersebut.

 

Bagi wanita, hormon melatonin ini akan mengoordinasi hormon estrogen supaya terkendali dalam jumlah kecil. Estrogen merupakan salah satu hormon seksual yang dihasilkan oleh ovarium wanita yang berperan dalam perkembangan seks wanita. Dengan kondisi seperti ini, wanita akan terhindar dari kanker payudara, yang dominan disebabkan oleh kadar hormon estrogen yang berlebihan.

 

Dalam hal metabolisme (proses kimiawi berupa pertukaran zat dalam tubuh), hormon melatonin berfungsi untuk mengatur kadar kolesterol dalam darah, sehingga kemungkinan terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi) yang biasanya disebabkan karena kolesterol berlebih, bisa lebih kecil. Dan hormon melatonin mampu menangkal radikal bebas serta menjaga metabolisme tubuh yang lain.

 

Bagi pasangan suami istri, terutama sepasang kaum adam dan hawa yang baru saja menghalalkan hubungannya, yang mungkin saja malam ini akan melakukan first night mereka, aktivitas bangun di sepertiga malam juga penting untuk mereka. Perlu diketahui bahwa hormon melatonin berperan sebagai pengendali aktivitas yang bersifat seksual. Sehingga, bagi mereka yang suka sholat malam, libido seksualnya tidak akan hilang. Perihal libido pada kaum adam, berikut ini terdapat beberapa ciri bahwa pria memiliki libido seksual yang tinggi, antara lain: badan tidak atletis, yang ditunjukkan dengan semakin kecil tendo achilles (tumit) yang dimiliki seorang pria, maka semakin tinggi libido seksualnya; punggung agak melengkung seperti punggung rajungan (sejenis kepiting), sehingga bila punggung seorang pria datar, maka libido seksualnya rendah; musculus gluteus maximus (pantat) semakin kerempeng, berarti libido seksualnya semakin tinggi.

 

Jadi, alangkah baiknya apabila kita membuat kebiasaan baru untuk diri kita, supaya kita tidur di awal malam dan bangun di sepertiga malam, lalu melakukan sholat malam. Dan lebih baik lagi, setelah kita sholat malam, kita melanjutkan belajar.. Jadi lebih mantap ‘kan..?

 

 

Referensi:

Al Qur’an

Al Hadits

Affandi  Ichsan,   dr.   Materi   Pembekalan   “Kedokteran  Islam   Sholat   Tahajjud”   Blok   3. Semarang: FK Unimus; 2014.

Nanik Marfuati, dr. Materi Pembekalan “Biokimia Hormon Reproduksi” Blok 5. Semarang: FK Unimus; 2014.

W.A. Newman Dorland. Kamus Saku Kedokteran Dorland Edisi 28. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2012.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

fifty eight + = sixty one