Wahai Muslimin, Ingatkah Kami?

 

Jauh sebelum barat berkuasa dan liberal mendera. Tepat di sebuah tempat yang kini disebut Istanbul, sejarah besar terjadi. Sebagai sebuah gerbang penyebaran agama Islam di Eropa, tempat ini harus benar-benar di kuasai. Berbagai usaha telah di dilakukan untuk menaklukan tempat ini, hingga beribu pasukan mati syahid demi dikuasainya tempat ini. Namun kaum muslimin tidak pernah menyerah untuk menaklukan tempat ini, kokohnya benteng Kontantinopel (nama Istanbul dulu) masih kalah kokoh dengan mental kaum muslimin. Semangat dari Nabi Muhammad SAW dalam hadistnya telah membakar semangat kaum muslimin di segala penjuru dunia.

“Konstantinopel akan ditakluki oleh tentara Islam. Rajanya adalah sebaik-baik raja, dan tenteranya adalah sebaik-baik tentara.” (HR Imam Ahmad)

Hingga 800 tahun penantian yang panjang, akhirnya semua usaha di pecahkan oleh sosok pemuda asal Adrianapolis . Lahir sebagai seorang pangeran, beliau lantas tidak dimanjakan oleh keadaannya. Ayahnya yaitu Sultan Murad membawa anak muda ini menjadi seseorang yang sholeh dan berwawasan tinggi. Di usia mudanya tidak seperti anak muda jaman sekarang yang mungkin hanya dimanjakan oleh TV, sosok pemuda ini berhasil menguasai berbagai ilmu pengetahuan seperti agama, politik, seni perang, dan bahasa. Siapakah dia? Apakah anda lupa? Atau memang anda tidak pernah tahu?

Yup! Muhammad Al-Fateh namanya, seorang yang di usia mudanya yaitu 12 tahun mampu menguasai pemerintahan, dan sosok pemuda yang di usianya yaitu 19 tahun mampu mengemban gelar khalifah, dan sosok tagguh nan berani yang di usianya yaitu 21 tahun mampu meruntuhkan dan menguasai Konstantinopel. Namanya yaitu Al-Fateh merupakan sebuah nama gelar yang berarti kemenangan.

Sebaik-sebaiknya raja dan sebaik-baiknya tentara, Subhanallah! Mungkin orang akan sulit untuk mengulang sejarah ini. Ketika anak berusia 12 tahun lebih memilih memikirkan bagaimana bisa bermain game daripada membaca Al Qur’an. Ketika anak berusia 19 tahun lebih memilih melapangkan hatinya pada sosok gadis daripada melapangkan hatinya pada ilmu pengetahuan yang ada. Ketika anak berusia 21 tahun lebih memilih untuk bermalas-malasan di atas tempat tidur daripada memikirkan apa yang bisa mengubah dunia. Yup! Seharusnya sebagai muslim kita malu, untuk hanya menghabiskan waktu dengan hal-hal yang sia-sia dan tidak berguna. Seharusnya sebagai sosok pemuda kita malu, mengapa dunia hanya anda jalani dengan tanpa berbuat apa-apa. Tidakkah kita malu pada mereka? Para pahlawan Islam kita.

Hampir 7 abad sudah, kaum muslimin tidak berada di garda terdepan dalam memimpin perjalanan dunia ini. Kaum muslimin masih dalam ketiak sang liberal dan sang adidaya. Bahkan ketika saudara kita yang ada di Palestina terancam eksistensinya, apa yang kita lakukan selain menonton mereka? Kita lemah! Kita manja! Kita bodoh! Coba sebutkan satu Negara Islam saja, yang mampu menguasai politik dunia? Its Nothing. Ketika warga Islam Rohingya di Myanmar harus mengais-ngais tanah kelahiran mereka, apa yang kita lakukan selain meratapinya? Sekali lagi, Kita lemah! Kita manja! Kita Bodoh. Tapi kita belum berakhir disini!

Secercah harapan tetap ada untuk kaum muslimin:

“Akan keluar dari sulbi ini pemuda yag memenuhi dunia dengan keadilan (Imam Mahdi). Bilamana kamu melihat yang demikian itu, maka wajib kamu mencari Pemuda dari Bani Tamim, dia datang dari sebelah Timur dan dia adalah pemegang panji-panji Al Mahdi “. (Dari kitab Al Hawi lil Fatawa oleh Imam Sayuti)

Jadilah layak untuk menjadi salah satu dari garda terdepan dalam kebangkitan kaum muslimin, disetiap langkah kita mempelajari karya-karya Allah yakinkan bahwa itu semua hanya untukNya. Perkuat iman kalian, dan kita bangkit untuk membawa panji-panji Islam, kita lahir bukan hanya untuk menikmati kehidupan. Tapi kita lahir untuk berjuang dan bangkit. Kita sebagai “mahasiswa muslim” akan menjadi sosok penentu bagi masa depan umat Islam.

Ini bukan berarti kita sebagai sosok pemuda muslim masa depan, hanya berpangku tangan dan diam menunggu hal-hal yang telah di janjikan Allah ini. Namun bagaimanapun juga kita harus tahu bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri berusaha untuk mengubahnya. Sebagai seorang “mahasiswa muslim” tunjukkan rasa hormat anda pada mereka, sosok pahlawan Islam. Tunjukkan pada mereka bahwa kita akan mengubah dunia seperti apa yang telah mereka lakukan, menghapus segala bentuk tirani, mengusir segala bentuk monopoli dunia, mengubah segala hal yang menentang kemanusian, dan hadir sebagai symbol keadilan dunia.

Untuk menjadi seorang pengubah dunia, maka jadilah orang yang berpengaruh di dunia. Agar menjadi orang yang berpengaruh di dunia maka jadilah orang yang menguasai segala ilmu pengetahuan yang ada. Agar menjadi seorang yang menguasai ilmu pengetahuan ada maka belajarlah dengan keras dan berdo’a dengan hati yang iklas dimana sesungguhnya ilmu pengetahuan hanya untuk mencari keridhaan Allah. Sebagai seorang muslim kita harus mempercayai bahwa tidak ada hal yang sia-sia, Allah selalu berlaku adil bagi hambaNya yang selalu berusaha dan berdoa. Percayalah bahwa kita akan menjadi “The Next Al-Fateh”. Catatlah nama anda dalam buku sejarah kaum muslimin yang membawa garda Islam sebagai Adidaya yang baru. Allah Huallam!

“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan dipertanggungjawabkan, seorang imam adalah pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya, seorang laki-laki pemimpin atas keluarganya dan akan diminta pertanggungjawabannya, seorang wanita pemimpin dalam rumah suaminya dan ia bertanggungjawab dan seorang budak adalah pemimpin dalam hal harta tuannya dan ia bertanggungjawab. Ketahuilah bahwa kalian semua adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawabannya.” (HR Bukhori dan Muslim dari sahabat Abdullah ibnu Umar Radiyallahu `anhu).

Oleh : Jodii Arlan Kurnia

Referensi :

Edzan Azraai, et al. 2014. Sultan Muhammad al-Fatih: Ottoman’s Great Strategic Planner. Middle-East Journal of Scientific Research 20 (12): 2158-2163, 2014 : Kuala Lumpur

Weba Pengurusia.2011 SULTAN MUHAMMAD AL-FATEH, PENAKLUK KONSTATINOPEL. DOI: 10.5829/idosi.mejsr.2011.20.12.21114. IDOSI Publication : Kuala Lumpur

Ardika, Yuli. 2013. SepertiMuhammad al-FatihSang Penakluk Konstantinopel. www.zonaperubahan.net : Semarang

http://detikislam.blogspot.com/2011/08/tempat-terjadinya-kebangkitan-islam.html.Diakses pada 3:15 PM tanggal 11 Mei 2014 Malang

http://www.antaranews.com/berita/274151/pemuda-dan-masa-depan-islam. Diakses pada 3:16 PM tanggal 11 Mei 2014 Malang

Sumber: https://doctorarlan.wordpress.com/2015/06/05/wahai-muslimin-ingatkah-kami/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

− three = 7