ValentiNO!


ValentiNO!

aku sih ValentiNO, kamu?

ValentiNO
Oleh : MDR

Hari kasih sayang / Valentine’s Day. Siapa yang tidak kenal dengan hari itu? Coba kalian tanyakan pada sembarang orang yang kalian temui di jalan, mulai dari anak SD hingga kakek-nenek. Mulai dari yang tinggal di Sabang hingga Merauke. Mulai dari yang hobi membaca buku anatomi hingga RPUL. Everyone knows V-day.

Sebenernya, apa sih hari kasih sayang itu? Kenapa hari kasih sayang cuma 1 hari? Apa berarti di hari lain kita tidak bisa mengungkapkan kasih sayang kita, terutama kepada keluarga?

Secara garis besar, V-day merupakan upacara keagamaan Romawi Kuno yang penuh dengan paganisme dan kesyirikan. Upacara Romawi Kuno akhirnya diubah menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine’s Day atas inisiatif Paus Gelasius I. Acara Valentine menjadi ritual agama Nashrani yang dirubah peringatannya menjadi tanggal 14 Februari, bertepatan dengan meninggalnya St. Valentine. V-day juga adalah hari penghormatan kepada tokoh Nashrani yang dianggap sebagai pejuang dan pembela cinta. Seiring perkembangan jaman, perayaan valentine disamarkan dengan dihiasi nama “hari kasih sayang”. (https://rumaysho.com/772-6-kerusakan-hari-valentine.html).

Nah, jadi sekarang udah tau kan kenapa 14 Februari itu dirayakan sebagai hari kasih sayang? Mirisnya, seiring perkembangan zaman, orang-orang lebih memilih untuk merayakan hari tersebut. Tak jarang yang merayakan V-day merupakan saudara-saudara kita yang beragama Islam. Now, Ask yourself! Apakah hari tersebut pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Apakah hari tersebut tertera di Al-Qur’an, Sunnah, maupun hadits? Mereka yang merayakannya memiliki berbagai macam alasan, diantaranya:
“Kan ini trend, nanti kalau aku nggak mengikuti trend aku bisa dibilang cupu.”
“Aku kan mau mengungkapkan kasih sayang aku ke suami aku.”
Yang lebih menyedihkannya lagi…
“Aku mau memberikan sesuatu yang spesial untuk pacar aku. Karena hari tersebut merupakan hari yang paling tepat untuk membuktikan kasih sayangku ke pacarku.

Hai kawan, bahkan pasangan yang sudah halal saja (re:suami-istri) tidak ada ajaran untuk merayakannya. Apalagi kamu yang pacaran? Mendekati zina yang haram (re:pacaran), merayakan valentine pula. Double attack saudara-saudara! Ibarat kata sudah jatuh, ketimpa tangga pula! Nggak kebayang deh, seberapa banyak dosanya. Na’udzubillahimindzalik.

Allah Ta’ala berfirman,
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra’ [17]: 32)

“Tapi, misalkan sudah nikah, boleh kan merayakan valentine? Kan ngerayainnya ke pasangan yang sudah halal. Sah-sah aja dong?”
“Yakin nih? Sudah siap menanggung akibatnya kelak di akhirat demi merayakan satu hari tersebut?”
“Loh, kenapa emang? Kan ngungkapin sayangnya ke pasangan sendiri, lagian toh kami sudah halal.”

Jadi begini sahabat muslim yang dirahmati oleh Allah SWT. Mulai tahun, bulan, hari, jam, dan detik ini, apabila ada suatu hal yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak ada perintah di Al-Qur’an, sunnah, maupun hadits, maka TINGGALKAN! Tidak ada kata Valentine dalam Islam, maka TINGGALKAN!

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud).

“Terus jadinya aku ngga boleh ngungkapin sayang aku ke pasangan aku dong?”
Eitssss….. Siapa bilang?
Bahkan, kamu harus menunjukkan kasih sayang ke pasanganmu setiap waktu demi menjaga ketentraman bahtera rumah tangga. Tidak perlu kamu mengkhususkan suatu hari tertentu untuk menunjukkan kasih sayang ke pasanganmu. Kalo misalkan kamu mengkhususkan satu hari tertentu, terus hari lainnya gimana? Pasangan kamu di anggurin tuh? Duuuh nggak banget deh.

Kamu tau tidak seberapa mesranya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap istri-istrinya?

Nabi shalallahu’alaihi wa sallam pernah minum di gelas yang digunakan Aisyah. Beliau juga pernah makan daging yang pernah digigit Aisyah.(HR Muslim No. 300)

Dari Saad bin Abi Waqosh rhadiyallahu ‘anhu berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda : “Dan sesungguhnya jika engkau memberikan nafkah, maka hal itu adalah sedekah, hingga suapan nasi yang engkau suapkan ke dalam mulut istrimu“ (HR Bukhori (VI/293) dan Muslim (V/71).

Dari Aisyah, dia berkata: “Pada suatu hari raya orang-orang berkulit hitam mempertontonkan permainan perisai dan lembing. Aku tidak ingat apakah aku yang meminta atau Nabi shalallahu’alaihi wa sallam. sendiri yang berkata padaku: ‘Apakah aku ingin melihatnya?’Aku jawab: ‘Ya.’ Lalu beliau menyuruhku berdiri di belakangnya. Pipiku menempel ke pipi beliau. Beliau berkata: ‘Teruskan main kalian, wahai Bani Arfidah (julukan orang-orang Habsyah)!’ Hingga ketika aku sudah merasa bosan beliau bertanya: ‘Apakah kamu sudah puas?’Aku jawab: ‘Ya.’ Beliau berkata: ‘Kalau begitu, pergilah!’” (HR Bukhari dan Muslim).

“Sesungguhnya ketika seorang suami memperhatikan istrinya dan begitu pula dengan istrinya, maka Allah memperhatikan mereka dengan penuh rahmat, manakala suaminya merengkuh telapak tangan istrinya dengan mesra, berguguranlah dosa-dosa suami istri itu dari sela jemarinya” (Diriwayatkan Maisarah bin Ali dari Ar- Rafi’ dari Abu Sa’id Alkhudzri r.a)

Dari ‘Aisallamhadiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam biasa meletakkan kepalanya di pangkuanku walaupun aku sedang haidh, kemudian beliau membaca al-Qur’an.” (HR ‘Abdurrazaq)

Dari ‘Aisyah rhadiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Saya biasa menyisir rambut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam,  saat itu saya sedang haidh”.(HR Ahmad)

Dan masih banyak lagi hal-hal yang dapat menyenangkan pasangan.

Tapi ingat!!! Bermesraannya jika sudah halal yaaa! Jika belum menemukan yang halal, mohon bersabar ini ujian!

Jadi, yuk mulai sekarang say no to valentine! Kita tunjukkan kasih sayang kita ke mahrom kita dengan cara yang Islami setiap waktu! Kita ingatkan saudara semuslim kita untuk tidak merayakan hari tersebut.

Aku sih ValentiNO, kamu?

2 thoughts on “ValentiNO!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

eighty − = seventy four