Tips Puasa Lansia agar tetap Sehat dan Bugar

kjkj

Kek, Nek, Tetap Sehat dan Bugar ya dengan Tips ini..

Puasa dalam Islam adalah beribadah kepada Allah dengan menahan diri dari makan, minum, dan dari segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit matahari (adzan Shubuh) hingga terbenam matahari (adzan Maghrib). Utamanya, puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang ke-4, maka hal ini adalah suatu kewajiban yang hakiki bagi setiap muslim seperti dalam firman Allah pada Q.S. Al Baqarah ayat 185.

Islam memberikan rukhsah (keringanan) bagi yang tidak mampu menunaikan puasa Ramadhan di antaranya adalah orang yang sakit, orang yang tidak kuat berpuasa karena sudah lanjut usia (lansia) ataupun sakit yang tak kunjung sembuh, musafir, orang yang haid & nifas, dan orang yang hamil & menyusui. Bagi mereka maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa sebagai bentuk kasih sayang dan kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT. Puasa Ramadhan yang telah ditinggalkan kelak harus digantikan baik dengan puasa di lain kesempatan (qadha), dengan membayar fidyah, atau keduanya.

Mari kita lihat kembali, lansia adalah salah satu kategori yang mendapatkan rukhsah. Mengapa demikian? Orang yang sudah lanjut usia memiliki beberapa perubahan fisik dan fungsi tubuh yang membuatnya lebih rentan terhadap penyakit, tak jarang memiliki berbagai macam masalah kesehatan, mulai dari penyakit diabetes, jantung dan lainnya. Kondisi ini membuat lansia terkendala untuk melakukan aktivitas layaknya orang normal, termasuk salah satunya adalah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Walau boleh mengambil rukhsah, puasa Ramadhan hukumnya tetap wajib dijalankan oleh lansia yang tidak punya udzur tertentu, dengan syarat kondisi tubuh sehat dan tidak memiliki penyakit yang jika dengan berpuasa ditakutkan akan memperparah penyakitnya. Namun, saat berpuasa Ramadhan kebanyakan lansia yang sehat pun juga masih khawatir akan terjadinya penurunan kesehatan.  Jangan cemas dulu ya kek nek, bismillah berikut kami hadirkan beberapa tips agar lansia tetap sehat dan bugar dalam menjalani ibadah puasa Ramadhan.

  1. Penuhi kebutuhan cairan dengan sering dan banyak konsumsi air putih. Dianjurkan untuk banyak mengkonsumsi air putih setelah berbuka puasa hingga waktu sahur minimal 8-10 gelas, karena hal yang paling ditakutkan adalah terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh) pada lansia. Lebih baik lagi jika diminum dalam keadaan hangat.

  1. Menyegerakan berbuka puasa dengan kudapan ringan. Tentunya momen ini adalah hal yang sangat ditunggu-tunggu bagi siapapun yang berpuasa.

Dari Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (Muttafaqun ‘alaih)

Utamanya lansia, seluruh cairan dan cadangan energi tubuh yang hilang harus segera digantikan. Namun, janganlah langsung menyantap makanan porsi berat, mulailah dari kudapan ringan dan manis agar lambung bisa beradaptasi. Contohnya adalah setelah minum air, makanlah kurma seperlunya. Kurma terbukti dapat membantu memulihkan tenaga setelah seharian berpuasa, sebab kurma mengandung gula, serat, kalium dan magnesium yang baik untuk meningkatkan stamina tubuh.

  1. Hindari konsumsi es. Alangkah baiknya jika meminum atau memakan sesuatu dengan suhu normal, karena yang alami akan lebih mudah diterima tubuh setelah perut kosong dalam waktu yang cukup panjang.

  1. Konsumsi nutrisi yang seimbang, perbanyak makan serat dan rendah kalori, kurangi makanan berlemak. Perbanyaklah mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan demi lancarnya buang air besar, karena lansia dalam keadaan puasa lebih cenderung bermasalah dalam hal pencernaan.

  1. Konsumsi makanan yang mudah dikunyah dan ditelan. Mengapa harus mudah dikunyah dan ditelan, tidak boleh yang keras-keras? Karena umumnya lansia memiliki masalah dengan gigi dan mulut, entah jumlah gigi yang sudah mulai berkurang, atau hal lainnya.

  1. Tetaplah berolahraga ringan walaupun puasa. Tidak perlu olahraga yang berat-berat, cukup berjalan beberapa meter di sekeliling komplek rumah mungkin bisa menjadi salah satu pilihan. Perbanyak ibadah yang menggerakkan anggota badan seperti sholat, utamanya sholat tarawih yang hanya bisa kita jumpai di bulan Ramadhan Mubarak ini, juga sholat-sholat sunnah lainnya seperti Dhuha, Rawatib. Selain pahala kebaikan, kebugaran badan in syaa Allah juga akan didapatkan.

 

  1. Mengakhirkan sahur. Sahur adalah hal yang sangat penting tidak hanya untuk lansia demi kuatnya berpuasa. Sahur disunnahkan agar dilaksanakan di akhir waktu, agar saat berpuasa tidak terlalu panjang dalam merasakan lapar dan haus.

Dari Anas bin Malik RA, dari Zaid bin Tsabit RA berkata :

“Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu melaksanakan shalat. Anas berkata, Aku bertanya kepada Zaid: “Berapa jarak antara adzan dan sahur?”. Dia menjawab : ‘seperti lama membaca 50 ayat’” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Hindari segalanya yang terlalu. Terlalu banyak makan, terlalu pedas, terlalu asam, terlalu banyak tidur, terlalu sedikit juga bahkan tidak baik. Karena semua hal yang keterlaluan akan mengakibatkan gangguan pada keseimbangan tubuh. Makanan yang terlalu asam dan pedas akan mengakibatkan peningkatan produksi asam lambung, risiko maag meningkat. Sedangkan makanan berlemak akan meningkatkan risiko terjadinya gangguan pada pembuluh darah, jantung, dan liver. Maka, marilah kita makan, minum, tidur, melakukan segala apapun sesuai dengan porsinya, karena “Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Q.S Al Maidah:87)

  1. Tetap konsumsi obat-obatan. Jika lansia memiliki obat yang harus diminum, waktu yang disarankan adalah pada saat sahur, saat berbuka, dan setelah tarawih.

Sungguh luar biasa para lansia yang tetap mengusahakan untuk berpuasa Ramadhan dengan iman dan ikhlas, in syaa Allah banyak sekali keuntungan dan hikmahnya yakni dosa-dosa yang telah lalu akan diampuni Allah, lebih sehat dan lebih bahagia, dijanjikan akan pintu surga Ar-Rayyan, dan di sisa usia lebih mendekatkan diri lagi pada Allah SWT.

So, untuk cucu-cucu sholih nan sholihah, bisa informasikan ini untuk kakek nenek mu di rumah, atau  bagi opa oma  yang sedang membaca artikel ini, jangan lupa diikhtiarkan tips-tips berikut agar tetap sehat dalam berpuasa dan maksimal beribadah kepada Allah yaa. Semoga Allah mudahkan puasanya dan semoga sehat selalu!

Sumber:

http://en.islamway.net/article/12385/the-elderly-and-fasting

https://muslim.or.id/17562-anjuran-mengakhirkan-makan-sahur.html

https://rumaysho.com/3435-menyegerakan-waktu-buka-puasa.html

EPILOG

Cucu: “Kakek, Ramadhan tahun ini puasa gak?”

Kakek: “In syaa Allah puasa dong cu, kan udah baca artikel FULDFK, udah tahu bagaimana caranya supaya tetap sehat dan bugar, doakan kakek sehat ya.”

Najla Asysyifa

KKIA DEP FULDFK 2017

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

fifty six − = forty six