Tips Bermain Media Sosial

Zaman milenial saat ini, teknologi dan informasi telah berkembang pesat. Manusia memanfaatkan teknologi untuk

menunjang kehidupan yang sangat praktis dan efisien. Arus informasi yang sangat luas membuatnya menjadi sebuah kebutuhan, bahkan tanpa informasi proses kehidupan akan terganggu. Informasi berasal dari banyak platform, misalnya media massa (elektronik & cetak), media sosial, dan lainnya.

Sekarang, media sosial tengah melejit bak roket yang lepas landas. Informasi yang terdapat didalamnya sangat beragam dan sangat cepat menyebar ke semua lini.  Tetapi, informasi yang datang baiknya disaring dahulu, apakah sebuah fakta atau hoax, dapat dipertanggungjawabkan atau tidak, lalu bisa disampaikan ke khalayak.

Dalam ranah praktis, menyampaikan sebuah informasi diharuskan memiliki pengetahuan dan etika. Dalam islam, sudah diatur dan ditata dengan baik  bagaimana sebuah informasi  sebaiknya diterima dan bagaimana penyampaiannya, serta sebab akibat dari informasi tersebut. Hal itu tercermin dalam bentuk akhlakul karimah yang terdapat dalam Al-qur’an, antara lain:

 

  1. Menyampaikan informasi dengan benar, tidak mereyakasa atau memanipulasi fakta (Q.S. Al-Hajj : 30) 

“Demikianlah (perintah Allah) dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah. Maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta”.

  1. Bijaksana dalam memberi nasihat serta dengan argumentasi yang jelas (Q.S. An-Nahl : 125)

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk”.

 

  1. Mengecek fakta dan meneliti kebenaran yang terdapat di informasi tersebut agar tidak terjadi kidzb, ghibah, fitnah, dan namimah (Q.S. Al-Hujurat : 6).

“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”.

 

Diantara tata karma penyampaian informasi khususnya melalui media sosial yang sudah diatur Al-quran dan hadits, hendaknya media sosial semestinya digunakan untuk menyampaikan ilmu-ilmu positif yang akan sangat berguna dalam kehidupan. Tidak diragukan bahwa menyebarkan ilmu syari’at/ilmu agama merupakan salah satu amalan paling utama. Al-Imam al-Mujahid Abdullah bin al-Mubarak (w. 181 H) mengatakan, “Setelah tugas kenabian aku tidak tahu ada derajat yang lebih utama dibandingkan menyebarkan ilmu.” (Tahdzibul Kamal 16/20).

Maka para pengusung dan pembela al-Haq (kebenaran), terutama orang-orang yang berilmu, harus giat dan bersemangat dalam menyebarkan ilmu agama. Jangan sampai para pengusung dan pembela kebatilan malah lebih giat daripada pembela al-Haq. Salah satu bentuk penyebaran ilmu yang paling luas dan efektif adalah melalui media sosial. Maka jangan biarkan media-media tersebut dimanfaatkan dan dipenuhi oleh para penjaja kemaksiatan atau para pelaku yang menyesatkan.

Bila para pelaku maksiat dan penyebar konten sesat menggunakan berbagai media tak terhitung banyaknya,  baik berupa majalah, koran, tabloid, buletin, radio, televisi, termasuk juga melalui jaringan internet dan media sosial, maka para penyeru kebenaran wajib memperbanyak media-media mereka dengan beragam bentuk yang telah disebutkan. Bahkan suara para penyeru kebenaran harus  lebih tinggi dan lebih lantang. Semakin tinggi dan lantang suara mereka, maka akan semakin besar pengaruhnya dengan izin Allah.

Para penyeru kebenaran dapat menggunakan media sosialnya untuk berdakwah dan sharing kajian bisa berupa postingan, live streaming, dll. Berapa banyak dari umat ini yang berada dalam kesesatan karena tidak sampai kepada mereka dakwah Islam yang benar. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang belum mengenal Islam dalam bentuk yang sebenarnya. Maka dari itu, sangat disarankan menggunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu dan kebenaran sehingga dapat mencapai para netizen yang bermain media sosial.

 

 

 

Referensi :

 

MEDIA SOSIAL Dalam Kehidupan dan Pengaruhnya.2016. Diakses pada 13 Maret 2018 [http://buletin-alilmu.net/2016/10/14/media-sosial-dalam-kehidupan-dan-pengaruhnya/]

Aksin, N. 2016. Pandangan islam terhadap pemanfaatan media sosial. Jurnal Informatika UPGRIS, 2(2). 119-126.

 

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan