Surgamu Mulai Menua, Nak…

Surgamu Mulai Menua, Nak…

By : -W-

w

Ukhti wa Akhi, berapa umurmu sekarang? 15? 20? 25? Berapa? Sudah berapa ribu hari yang kamu lewati? Sudah berapa juta menit yang kamu habiskan di dunia ini? Sudahkah kamu gunakan setiap detik detak jantungmu untuk selalu mengingat Allah dan melaksanakan apa yang diwajibkanNya? Taukah kamu berapa sisa waktu yang kita miliki untuk memijakkan kaki diatas bumi nan asri ini? Pernahkah kamu membayangkan jika saat membaca artikel ini Allah memanggilmu? Apa yang ada dipikiranmu sekarang? Apakah kamu siap untuk memenuhi panggilanNya? Kira-kira kemana Allah akan menempatkan jiwa kita yang penuh dosa ini? Cocokkah kita menjadi penghuni Surga-Nya??

Ukhti wa Akhi, berbicara mengenai surga, pasti kalian familiar dong dengan ungkapan “Surga berada di bawah telapak kaki Ibu”? Walaupun hadits yang menyebutkan kalimat tersebut adalah dhoif namun ada juga hadits hasan yang maknanya sama. Berikut bunyi haditsnya :

“Dari Mu’wiyah bin Jahimah as-Salami bahwasanya Jahimah pernah datang menemui Nabi saw lalu berkata: Wahai Rasulullah, aku ingin pergi jihad, dan sungguh aku datang kepadamu untuk meminta pendapatmu. Beliau berkata: “Apakah engkau masih mempunyai ibu?” Ia menjawab: Ya, masih. Beliau bersabda: “Hendaklah engkau tetap berbakti kepadanya, karena sesungguhnya surga itu di bawah kedua kakinya.”

Terlepas dari hadist diatas, Allah mewajibkan atas kita untuk berbakti kepada orang tua.

Firman Allah dalam surat Al Isra’ 23 :

q

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

Ukhti wa Akhi, ingatkah kamu? Berapa umur ibumu sekarang? 40? 45? 50? Sadarkah kamu bahwa ibumu sudah mulai menua? Lantas apa yang sudah kamu lakukan untuk beliau yang selalu mendoakanmu di setiap doanya? Beliau yang pertama kali mengenalkan Allah kepadamu? Dan beliau yang tak pernah meminta sedikitpun bayaran atas air susu yang membasahi kerongkonganmu sewaktu kecil? Sudahkah kamu membuatnya bahagia? Memang hanya Allah yang tau umur seseorang , bukan maksud kita sok tau dan mendahului Allah, tapi cobalah sedikit menoleh berapa angka usia harapan hidup di Indonesia sekarang? 70,1 tahun bukan? So, sisa berapa tahun lagi? Mau nunggu apa lagi coy? Lakukan hal sederhana berikut buat kamu anak rantau yang jauh dari ibu.

1. Kabar-kabari

Coba kamu buka HaPe mu, lihatlah seberapa sering kamu menghubungi ibumu? Sekarang coba kamu lihat grup yang ada di media sosialmu, bandingkan mana yang lebih sering kamu lakukan? Mengirimkan sms ke ibu atau membalas chat teman di grup yang hanya sekadar bercanda dan saling membully?

Ukhti wa akhi, Kita memang bukan anak sekolahan lagi, yang setiap pergi mencium tangan ibu, tapi ingatlah ibu adalah orang yang selalu memikirkan sedang apa dan dimana kamu sekarang, ibu adalah orang yang selalu khawatir jika anaknya tidak memberikan kabar seharian. Jadi tunggu apalagi, ambil HP mu dan telfon ibumu sekarang.

2. Say “Thank You”

Mungkin sebagian dari kita malu untuk mengungkapkan ‘Aku Sayang Ibu’. Boro-boro dah, ngomong terima kasih aja gengsi. Seringkali kita mengganggap ‘yasudahlah, itu kan memang kewajiban ibu’. Tahukah kamu? Memang ibu tidak pernah berharap imbalan apapun, tapi harusnya kita tau diri lah, sampai mulut kalian berbusa mengucapkan kata ‘terima kasih’pun tidak cukup untuk membalas budi ibu, seperti lirik lagu ‘Bagai Sang Surya Menyinari Dunia’.

Dari Abi Burdah, ia melihat Ibnu ‘Umar dan seorang penduduk Yaman yang sedang thawaf di sekitar Ka’bah sambil menggendong ibunya di punggungnya. Orang yaman itu bersenandung, ‘Sesungguhnya diriku adalah tunggangan ibu yang sangat patuh. Apabila tunggangan yang lain lari, maka aku tidak akan lari’. Orang itu lalu bertanya kepada Ibn Umar, “Wahai Ibnu Umar, apakah aku telah membalas budi kepadanya?” Ibnu Umar menjawab, “Engkau belum membalas budinya, walaupun setarik napas yang ia keluarkan ketika melahirkan.”

(Adabul Mufrad no. 11;  Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Jadi, masih gengsi hanya untuk sekadar mengucapkan terima kasih? Ya elah, Ke Laut aja lu.

3. Nurut apa kata Ibu

Sejauh waktu yang sudah kamu lewati, sudah berapa kali kamu menolak permintaan ibu? Tak terhitung bukan? Apalagi yang ikhwan, yakin deh pasti malu kalo disuruh nganter ibu kemana-mana. (tidak tertutup kemungkinan juga akhwat loh)

Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah diatas, mengatakan ‘Ah’ sebentar saja tidak boleh apalagi membantah dan tidak mengindahkan apa yang dikatakan ibu?

image002

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (Al Isra’ : 24)

Kita boleh meninggalkan apa yang diperintahkan oleh ibu, jika..

image003

“Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (Lukman : 15)

4. Jadilah anak sholeh

Ingatkah kamu tentang hadits yang mengatakan “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”. (HR. Muslim no.1631)n

Ukhti wa akhi, mungkin dari kita tidak banyak yang sadar bahwa ibu kita semakin menua. Tidakkah kalian sadar? Ketika kalian sekarang bercerita panjang lebar dan besok ibu masih menanyakan lagi, lalu kau ceritakan lagi dan lusa ibu masih bertanya lagi hingga akhirnya marahlah kita dan berkata “Ibu, aku kan sudah bercerita ini 2 kali. Kenapa ibu tidak mengerti juga?”. Ingatlah, Nak. Dahulu, betapa sulitnya ibu mengajarkanmu berbicara. Ketika kamu bahkan sudah bisa bicara, kamu tanyakan semua nama benda yang kamu liat hingga tenggorokan ibumu kering, tapi pernahkah ibu membentakkmu sekalipun? Ingatlah selalu ibumu, Nak…

 

Sumber :

http://www.majalahislami.com/2009/05/surga-itu-di-bawah-telapak-kaki-ibu/#sthash.VgzfqqIO.dpbs

Muslim, Muhammad Nur Ichwan. 2015. Silsilah Faedah Hadist dan Akhlak. [online] [diakses tanggal 03 Maret 2017] dari URL : http://muslim.or.id/26936-silsilah-faedah-hadits-adab-dan-akhlak-2-ridha-orang-tua.html

https://muslimah.or.id/1861-ibumu-kemudian-ibumu-kemudian-ibumu.html

http://www.theonlyquran.com

One thought on “Surgamu Mulai Menua, Nak…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

fifty − = forty five