Sudahkah Kita Bersyukur?

 

Al-Quran sebagai kitab suci umat islam tidak hanya berbicara mengenai petunjuk dan pprinsip kehidupan umat manusia, namun berbicara juga juga mengenai proses penciptaan manusia. Kalau Allah berkehendak menciptakan sesuatu, tidak perlu persiapan, riset pendahuluan dan lain lain sebagaimana manusia menciptakan produk. Tapi Allah Yang Maha Kuasa cukup berkata “Kun”, yang berarti “jadilah”, maka jadilah dia.
TAHPAN PENCIPTAAN MANUSIA
1. Proses Kejadian Manusia Pertama (Adam)
Di dalam Al Quran dijelakan bahwa Adam diciptakan oleh Allah dari tanah yang kering kemudian dibentuk oleh Allah dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Setelah sempurna maka oleh Allah tiupkan ruh kepadanya maka dia menjadi hidup. Hal ini ditegaskan oleh Allah dalam firman-Nya
“Yang membuat sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-sebaiknya dan yang memulai penciptaan manusia dari tanah” (QS. As Sajadah (32):7)

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal dari) lumpur hitam yang dibentuk” (QS. Al Hijr (15):26)
Di samping itu, Allah juga menjelaskan secara rinci tentang penciptaan manusia pertama itu dalam surat Al Hijr ayat 28 dan 29.

2. Proses Kejadian Manusia Kedua (Siti Hawa)
Pada dasarnya segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah di dunia ini selalu dalam keadaan berpasang-pasangan. Demikian halnya dengan manusia, Allah berkehendak menciptakan lawan jenisnya untuk dijadikan kawan hidup (isteri). Dijelaskan dalam firman-Nya :
“Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui” (QS. Yaasiin (36) : 36)

Adapun proses kejadian manusia kedua ini oleh Allah dijelaskan di dalam surat An Nisaa’ ayat 1 yaitu :
“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya, dan daripada keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang sangat banyak” (QS. An Nisaa’ (4) : 1)

Di dalam salah satu Hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dijelaskan :
“Maka sesungguhnya perempuan itu diciptakan dari tulang rusuk Adam” (HR. Bukhari-Muslim)

3. Proses Kejadian Manusia Keempat (semua keturunan Adam dan Hawa)
Kejadian manusia ketiga adalah kejadian semua keturunan Adam dan Hawa kecuali Nabi Isa a.s. Dalam proses ini disamping dapat ditinjau menurut Al Qur’an dan Al Hadits dapat pula ditinjau secara medis.

Di dalam Al Qur’an proses kejadian manusia secara biologis dejelaskan secara terperinci melalui firman-Nya :

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia itu dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kamudian Kami jadikan ia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah , Pencipta Yang Paling Baik.” (QS. Al Mu’minuun (23) : 12-14).

Maka dapat disimpulkan bahwa proses tersebut adalah nuthfah (inti sari tanah yang dijadikan air mani), rahim (tersimpan dalam tempat yang kokoh), alaqah (darah yang beku menggantung di rahim), mudgah (segumpal daging dan dibalut dengan tulang belulang), lalu ditiupkan ruh.

• Berikut adalah hikmah yang bisa kita ambil :

Mengenal Kebesaran dan Kekuasaan Allah
Mengenal kekuasan dan kebesaran Allah pada hakikatnya tidak mungkin dilakukan atau dihayati jika kita tidak pernah melihat ciptaannya atau hasil karya Yang Maha Agung tersebut. Di alam ini ada sangat banyak tanda-tanda kekuasaan Allah mulai dari alam yang sangat mikro dan sangat makro, yang tidak mungkin semua kita dapat jangkau.

Semakin Tunduk Pada Allah
Manusia yang memahami kebesaran dan kekuasaan Allah lewat proses penciptaan manusia, maka dia akan mengenal betapa hebatnya Allah dengan segala hukum-hukumnya. Dengan begitu, ia tidak akan mungkin bisa tunduk kepada selain Allah dan mau untuk melaksanakan fungsi agama, mengimani rukun iman dan menjalankan rukun islam.

Link Video: https://youtu.be/9YM5ieAXgSw

Referensi: Al-Qur’an dan Hadist

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

forty five − = 42