Sejarah FULDFK dan PROKAMI

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia yang biasa dikenal dengan FULDFK merupakan sebuah forum yang menghimpun seluruh lembaga dakwah fakultas kedokteran (LDFK) se-Indonesia yang memiliki visi dan misi yang sama, yaitu memperjuangkan Islam dengan basis kompetensi kesehatan. Sebelum FULDFK diresmikan pada tahun 2005 forum ukhuwah ini sudah lama terbentuk. Kala itu, pergerakan forum ini sebatas perkumpulan informal antar LDFK yang terdapat di pulau Jawa. Pergerakan informal ini memiliki sebuah cita-cita luhur yakni menjadi lembaga yang formal dan dapat menghimpun seluruh LDFK se-Indonesia untuk bergabung di dalamnya.

Beberapa tahun sebelum FULDFK diresmikan, sudah terdapat lembaga Profesi Kesehatan Muslim Indonesia (PROKAMI) sebagai lembaga profesional kesehatan muslim dan juga berfokus dalam mendidik dan membina mahasiswa kesehatan dalam jalan dakwah yang berbasis kompetensi kesehatan. PROKAMI adalah satu-satunya lembaga di Indonesia saat itu yang memiliki hubungan dengan FIMA (Federation Islamic Medical Association), sebelum kemudian PROKAMI bergandengan dengan Majelis Upaya Kesehatan Islam Seluruh Indonesia (MUKISI) dan Forum Kedokteran Islam Indonesia (FOKI) yang konsorsiumnya disebut dengan Indonesia Islamic Medical Association (IIMA) yang kemudian IIMA inilah yang menjadi anggota resmi dari FIMA.

Saat FULDFK diputuskan melalui Fornas menuju Munas agar bertransformasi dari forum silaturahmi/paguyuban menjadi sebuah organisasi resmi, ternyata pada momentum yang sama PROKAMI yang telah bekerjasama dengan FIMA memerlukan organ student chapter, karena ada program rutin FIMA mengadakan student camp, yaitu pertemuan dan pelatihan seluruh mahasiswa kedokteran Islam di seluruh dunia terutama mengenai Kedokteran Islam dan perkembangannya di seluruh dunia. Upaya transformasi menjadi organisasi ini diketahui pengurus pusat PROKAMI saat itu, dan oleh karenanya mengundang salah satu yang diamanahkan sebagai Dewan Pendiri FULDFK dan yang menyukseskan transformasi dari Fornas ke Munas, yaitu Pukovisa Prawiroharjo, untuk melakukan presentasi mengenai rencana transformasi organisasi yang ingin dibentuk. Setelah mendapat penjelasan dan Pengurus Pusat PROKAMI yang saat itu dinahkodai dr. Jamal Muhammad, Sp.THT yakin bahwa FULDFK memiliki visi misi dan nafas yang sama dengan PROKAMI, maka Pengurus Pusat PROKAMI menyepakati untuk memberi akses FULDFK yang akan dibentuk ini untuk difasilitasi ikut dalam Student Camp FIMA, sebagai representasi student chapter dari PROKAMI. Maka sejak kepengurusan pertama FULDFK terbentuk, FULDFK sudah menikmati akses ikut dalam Student Camp FIMA tersebut, mengirim delegasinya pada forum tersebut dan menjalin silaturahmi dan kerjasama dengan student chapter (organisasi mahasiswa kedokteran) negara lainnya.

Bentuk kerjasama tersebut adalah saling membantu dan koordinasi, bukan subordinasi satu dengan yang lain. Namun sebagai bentuk penghormatan dan akhlak yang baik sewajarnya bagi sesama mukmin, PROKAMI jelas adalah organisasi eksternal pertama yang mengakui FULDFK. Tak hanya mengakui, PROKAMI juga aktif memfasilitasi langsung FULDFK untuk ikut dalam FIMA Student Camp sejak kepengurusan FULDFK yang pertama hingga kini.
Pada perjalanan sejarahnya, Alhamdulillah FULDFK berhasil terus aktif dan melakukan regenerasi tahunan dengan relatif baik. Namun kebetulan PROKAMI sempat beberapa tahun kepengurusannya kurang aktif meskipun tetap berkoordinasi dengan baik kepada FIMA dan membentuk IIMA bersama MUKISI dan FOKI. Kegiatan-kegiatan FIMA termasuk jika kegiatan itu dilaksanakan di Indonesia, tetap berjalan baik. Sehingga FULDFK selalu dapat menikmati sebagai delegasi Indonesia mengikuti kegiatan FIMA Student Camp hingga saat ini tanpa terputus.

Namun memang diakui saat –saat itu relatif sangat minim komunikasi aktif antara PROKAMI dan FULDFK. Beberapa tahun belakangan, kepengurusan PROKAMI kembali diaktifkan dan kini dinahkodai dr. Achmad Zaki Jusuf, Sp.OT. Kepengurusan PROKAMI yang aktif ini kemudian menjalin komunikasi yang lebih intensif dengan kepengurusan FULDFK sekarang, yang karena sempat ada “kevakuman sejarah” sekian kepengurusan, maka ada kesenjangan pehamaman dari pengurus yang ada saat ini bagaimana sejarah relasi antara FULDFK dengan PROKAMI.

Selama ini PROKAMI selalu komitmen membantu FULDFK mengikuti kegiatan FIMA Student Camp dan merealisasikan kerjasama yang telah terjalin lama antar dua organisasi ini, dan hal ini harus diapresiasi baik. Sejauh ini kedua pihak juga saling menghormati domain dakwah dan kerja satu dengan yang lainnya. Semoga hubungan kerjasama ini tetap baik dan berjalan dengan harmonis. FULDFK juga dapat tetap mendapatkan fasilitasi mengikuti FIMA Student Camp sebagai representasi student chapter-nya IIMA. Ke depan juga diharapkan alumnus pengurus FULDFK dapat memilih PROKAMI sebagai keberlanjutan wahana aktivitas dakwahnya di profesi kesehatan/kedokteran.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan