Ramadhan Datang, BukBer Yuk…

bukber

Ramadhan datang, BukBer yuk…

Assalamu’alaikum ikhwah, bulan Ramadhan gini pasti Hp kalian ramai dengan undangan buka bersama (bukber) bukan? Dari hari pertama puasa aja udah ada yang ngajakin bukber, lanjut hari kedua, ketiga, bahkan sampai H-1 lebaran masih ada aja yang ngajakin bukber. Mulai bukber teman kuliah, teman SMA, teman SMP, teman SD, teman TK, teman main, teman galau dan yang paling parah teman tapi mesra. SubhanaAllah. Sampai bingung mau milih yang mana kalau ada ajakan dihari yang sama.

Ga ada yang ngelarang kita buat bukber, toh itu bagus untuk menjalin silahturrahim antar sesama. Karna Rasulullah bersabda “Bertakwalah kalian kepada Allah dan sambunglah tali sillaturrahim diantara kalian” (Hadits Hasan, Riwayat Ibnu ‘Asakir. Lihat Shahiihul jaami’ no.108)

TAPI, lihat sikon lahh.. bukber sih bukber, tapi jangan sampai melalaikan kewajiban kita sebagai manusia, yaitu beribadah kepada Allah.

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku

[Adz-Dzariyat : 56]

Kalau sudah denger adzan, segeralah berbuka. Baca basmalah minum dan makan kurma aja cukup, dan jangan lupa berdo’a.

Lalu makan besarnya? nanti aja. Segeralah mengambil air wudhu dan menunaikan shalat maghrib. Jangan lupa teman-temannya diingatkan. Malu? Merasa nggak enak? Atau takut dibilang sok alim? Buang jauh-jauh perasaan tersebut, karena apa? Bukankah kita dianjurkan untuk saling menasehati dalam kebaikan? Jika mereka masih enggan mengangkat kaki dari tempat makan, tinggalkan saja !!! Mungkin mereka berniat menghabiskan makananmu yang kamu tinggalkan untuk sholat. *eh* Doakan aja mereka dalam sujudmu agar Allah memberikan hidayah-Nya kepada mereka.

 

“Dan disini ada suatu perkara yang wajib untuk diperingatkan, yaitu bahwasanya sebagian orang terkadang duduk  menikmati hidangan buka puasanya dan makan malam, dalam keadaan ia meninggalkan shalat magrib secara berjamaa’ah di masjid. Maka dengan itu, ia telah terjatuh dalam kesalahan besar, yaitu tidak ikut shalat berjama’ah di masjid”

AL Mulakhkhas Al Fiqhi 1/305

Biasanya, kalau bukber gini, makannya sih cuma sebentar, ngobrolnya itu yang lama. Apalagi kalau bukbernya bareng teman lama yang ketemunya cuma setahun sekali. Yang dibahas adaaa aja, sampai ga terasa waktu Isya’ dan sholat tarawih tiba. Disaat yang seperti ini, pasti ada yang sungkan mau ninggalin temen, terlintas di pikiran : “sayang ah, ketemu cuma setahun sekali masak cuma bentar doang, baru juga ngobrolin masa lalu, ngobrolin masa depannya kapan dong?, akhirnya kebanyakan jadi begini nih : “ah, kan sholat isya’ masih panjang waktunya, sholat tarawih kan juga sunnah, nanti sholat di rumah aja lah, nanggung ini ngobrolnya.” Hmmmm

Nggak sungkan sama Allah yang sudah ngasih nikmat buat kamu bisa ketemu sama teman-teman? Apa enaknya menunda berkomunikasi dengan Allah yang menjadikan pertemuanmu dengan temanmu sangat lancar? Yakin masih mau motormu terpakir di halaman restoran, sementara yang lain sedang parkir di halaman masjid untuk menjemput pahala dari Allah? Yakin mau mengikhlaskan pahala qiyam satu malam penuh?

Siapa yang shalat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

(HR. An Nasai no. 1605, Tirmidzi no. 806, Ibnu Majah no. 1327, Ahmad dan Tirmidzi. Tirmidzi menshahihkan hadits ini. Syaikh Al Albani dalam Al Irwa’ no. 447 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

One more, buat temen-temen anak rantau, kalau udah pulang kampung, jangan tiap hari bukber diluar bareng temen ya, ga kangen masakan ibu apa? Ingat, orangtua juga ingin kita buka di rumah. Jangan baru satu hari dirumah, udah keluyuran kemana-mana.

Ga ada yang mengharamkan buat bukber kok, tapi Ingat lagi kewajiban mu sebagai seorang hamba Allah dan seorang anak dari ibu dan bapakmu!.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

sixty + = sixty nine