Potret Karya Wanita-Wanita Luar Biasa di Zaman Emas Peradaban Islam

Jauh sebelum apa yang orang-orang sebut dengan ‘modernitas’ berkembang dengan segala isu dan bahasan di dalamnya: penuntutan hak asasi manusia, kemerdekaan bagi segenap bangsa, kesetaraan gender, dan lain sebagainya

“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”  (QS. An-Nahl [16]: 97)

 

Jauh sebelum apa yang orang-orang sebut dengan ‘modernitas’ berkembang dengan segala isu dan bahasan di dalamnya: penuntutan hak asasi manusia, kemerdekaan bagi segenap bangsa, kesetaraan gender, dan lain sebagainya. Islam, pada peradaban yang dibentuk dengannya, telah berhasil mengembalikan kemanusiaan manusia.

 

Islam telah meninggikan derajat manusia dengan tauhid, sedang yang lain masih menghinakan manusia dengan penyembahan terhadap berhala dan makhluk yang setara. Islam telah menjamin hak-hak tiap individu: tidak hanya bagi seorang muslim bahkan bagi seorang kafir (kafir adalah terma bagi orang-orang di luar Islam), sedang yang lain masih sibuk menjajah negeri-negeri, berlaku congkak dan menghinakan manusia hanya sebab bahasa, ras, atau warna kulit yang berbeda. Dan Islam telah memberikan ruang yang begitu istimewa bagi wanita: menjamin hak-hak dan melindungi kehormatan mereka, sedang yang lain masih berkutat dengan kebiasaan jahiliyah: mengubur hidup-hidup bayi perempuan, menjauhkan wanita-wanita haid dari rumah dan makanan, dan menahan hak-hak mereka.

 

Selama ribuan tahun, perempuan meninggalkan jejak di masyarakat, mengubah jalannya sejarah pada waktu tertentu, dan mempengaruhi aspek-aspek kehidupan sebuah peradaban. Pada zaman emas peradaban Islam, wanita-wanita luar biasa dari berbagai agama dan latar belakang bekerja bersama para pria untuk memajukan komunitas mereka.

 

Wanita pada saat itu berpartisipasi di berbagai bidang kehidupan. Ada yang berjuang di bidang pendidikan seperti Fatima al Fihri. Ada yang unggul dalam matematika seperti Sutayta al Mahamili. Ada juga yang memainkan peran politik seperti Labana dari Spanyol, Sitt al Mulk dari Mesir, Melike Mama Hatun dari Turki, Razia Sultana dari India dan masih banyak lagi.

 

Berikut beberapa wanita luar biasa dari zaman emas peradaban Islam dan kontribusi mereka yang diharapkan menjadi inspirasi bagi para muslimah pada abad ini:

 

Fatima al Fihri (abad ke-9)

Fatima al-Fihri memainkan peran besar dalam peradaban dan kebudayaan di komunitasnya. Dia hijrah dengan ayahnya, Mohamed al Fihri dari Qayrawan di Tunisia ke Fez. Dia tumbuh bersama saudara perempuannya dalam keluarga berpendidikan dan belajar ilmu fiqih dan hadits. Fatima mewarisi sejumlah besar uang dari ayahnya yang ia gunakan untuk membangun sebuah masjid bagi komunitasnya. Didirikan pada tahun 859, masjid Qarawiyin memiliki universitas yang tertua dan mungkin yang pertama di dunia. Para pembelajar dari seluruh dunia menempuh perjalanan ke sana untuk mempelajari Islam, astronomi, bahasa, dan sains. Angka Arab mulai dikenal dan digunakan di Eropa melalui universitas ini.

 

Al Ijliya al Asturlabi (abad ke-10)

Pembuatan astrolabe, cabang ilmu terapan yang bergengsi di masa itu, dipraktikkan oleh banyak orang termasuk seorang wanita dari Aleppo (Suriah), Mariam “al Astralabiya” al Ijliya (al ‘Ijliyah bint al ‘Ijli al Asturlabi). Ia mengikuti profesi ayahnya dan dipekerjakan di istana Sayf al Dawlah (333 H / 944 M-357/967), seorang penguasa Hamdanid yang kuat di Suriah utara yang menjaga perbatasan dengan kekaisaran Bizantium di abad ke-10.

 

Sutayta al Mahmali (abad ke-10)

Sutayta dibimbing oleh beberapa ulama / ilmuwan termasuk ayahnya sendiri. Ia tidak hanya unggul pada satu bidang studi tetapi dalam banyak bidang seperti sastra Arab, hadits, fiqih, serta matematika. Dikatakan bahwa dia adalah seorang ahli dalam hisab (aritmatika) dan fara’idh (perhitungan waris), keduanya merupakan cabang praktis matematika yang berkembang dengan baik di zamannya. Dikatakan juga bahwa ia menemukan solusi untuk persamaan aljabar yang telah dikutip oleh matematikawan lain. Meskipun persamaan ini sedikit, hal tersebut menunjukkan bahwa keterampilannya dalam matematika melampaui kemampuan orang-orang biasa.

 

Zaynab al Shahda (abad ke-12)

Zaynab adalah seorang kaligrafer yang terkenal karena karyanya, Husn al Khatt. Selain itu masih banyak karyanya yang lain dalam ilmu fiqih dan hadits. Dia memiliki posisi yang terhormat dan diangkat sebagai guru Yaqut, khalifah terkahir daulah Abbasiyah. Dia juga menjadi kaligrafer di Istana Musa. Dia adalah seorang guru yang cerdas, mapan dan banyak orang telah mempelajari kaligrafi dan mendapatkan ijazah darinya. Ketenaran Zaynab menjadi semakin mapan ketika dia digelari Siqat ad Dawla karena hubungannya dengan al Muktafibillah, seorang Khalifah Abbasiyah. Selain seni kaligradi, dia juga menghabiskan waktunya untuk mempelajari sains dan sastra.

 

Gevher Nesibe Sultan (abad ke-13)

Gevher Nesibe Sultan adalah seorang puteri dari Kesultanan Rum, putri dari Kilij Arslan II dan saudara perempuan Kaykhusraw I. Ia juga nama bagi sebuah kompleks luar biasa yang terdiri dari sebuah rumah sakit, sebuah madrasah yang ditujukan terutama untuk ilmu kedokteran, dan Masjid di Kayseri, Turki. Kompleks ini dianggap sebagai salah satu monumen terkemuka bagi arsitektur Seljuk. Rumah sakitnya dibangun antara 1204 dan 1206, dan madrasahnya dibangun segera setelah kematian Gevher Nesibe di 1206, dan selesai pada tahun 1210. Lembaga ini disebutkan menjadi rumah sakit pertama di dunia yang merawat pasien dengan gangguan mental. Kini, kompleks tersebut difungsikan sebagai museum kedokteran.

 

Semoga profil singkat wanita-wanita luar biasa ini menjadi penyemangat bagi Sahabat untuk terus berkarya dan memberikan sumbangsih terbaik bagi Islam dan peradaban umat manusia. Aamiin, insyaaAllah.

 

 

 

 

[1] Artikel ini diolah dari laman http://www.1001inventions.com/womensday dengan penambahan konten dan perubahan redaksional pada beberapa kalimat tanpa mengubah arti dan maksud tulisan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply