Pacaran beda agama/Cinta beda agama, boleh kah?

Pacaran beda agama/Cinta beda agama, boleh kah?
.
Sebuah pertanyaan klasik pun muncul, lalu kembali ke pertanyaan diatas, apakah boleh? :) mari kita coba bahas satu persatu..
.
Dalam Islam sendiri, pacaran sudah jelas haram hukumnya.
“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al-Isro:32)
Jadi, mau pacaran dengan yang seagama ataupun dengan yang beda agama, hukumnya tetap sama yaitu haram.. :)
.
‘Kalo begitu, sungguh Allah itu tidak adil, kenapa Allah memberikan fitrah rasa cinta sedang Allah melarang untuk kedua insan yang sedang dilanda cinta untuk berpacaran?’ Yakin berkata demikian dengan hati dan pikiran jernih? Yuk sahabat mari kita coba untuk renungkan sejenak, bagaimana Allah mencintai hamba-Nya? Justru karena cinta-Nya kepada kita, Allah atur sedemikian rupa tentang hubungan antara dua lawan jenis agar tak berujung pada kesesatan yang menjerumuskan dua insan yg sedang dilanda cinta untuk masuk ke neraka.. memang pacaran tidak selalu berakhir dengan zina, tapi hampir semua zina diawali dengan pacaran :) Jadi tidak ada solusi lain untuk dua insan yang saling mencintai untuk menyatukan cinta mereka selain dengan suatu ikatan suci nan halal bernamakan pernikahan, #yukmenikah :D, tapi kalo belum mampu untuk menikah gimana? Ingat pesan Rasul untuk berpuasa :)
.
“Wahai para pemuda! Barang siapa diantara kalian yang telah mampu, maka menikahlah, karena demikian (nikah) itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barang siapa yang belum mampu, maka berpuasalah, karena puasa akan menjadi perisai baginya“.[HR. Al-Bukhori (5066), dan Muslim (1400)]
.
Lalu kembali ke pertanyaan atas, mencintai seseorang yang berbeda aqidahnya, apakah boleh? Apakah itu disebut cinta? Yuk coba kita renungkan kembali dan pikirkan baik-baik, jika cinta yang engkau maksudkan adalah hal yang membuatmu jauh dari-Nya, maka itu bukanlah cinta yang sesungguhnya, melainkan nafsu yang berlindung di balik selimut indah bernama cinta. Hingga tak jarang kita ‘salah paham’ dan menganggap itu adalah cinta. Dan yang menyedihkan lagi, acap kali seseorang menambahkan bumbu manis nan agamis dengan dalih ‘rasa cinta ini datangnya dari Allah, jadi ya gapapa’, padahal kalau kita mau berpikir ulang mana mungkin Allah memberikan sesuatu hal yang malah membuat seorang hamba jauh dari-Nya? :) dan kalaupun memang Allah yang memberikan, maka itu sesungguhnya adalah ujian bagi hamba-Nya.. Allah ingin mengetahui seberapa setiakah kita kepada-Nya?
Allah ingin memastikan apakah kita lebih mencintai Allah Sang Maha Pencipta atau malah lebih mencintai Ciptaan-Nya? :)
.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik” (QS. Ali Imran:14).
.
“….seorang (di hari kiamat) akan bersama orang yang dicintainya, dan engkau akan bersama yang engkau cintai..” (HR. Bukhori no.6171 dan Tirmidzi no.2385)
.
Rasulullah saw pun telah mengatakan bahwa kelak kita akan bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Jadi masih mau mencintai dia yang berbeda aqidahnya, dia yang jauh dari Allah swt? :)
Kalau Allah saja ia tinggalkan, apalagi kamu? :)
.
“Sungguh cinta terbaik adalah ketika kau mencintai seorang kekasih yang membuat imanmu mendewasa, taqwamu bertumbuh, cintamu pada-Nya juga bertumbuh, cinta terbaik adalah saat kau mencintai seorang yang membuat akhlaqmu makin indah, jiwamu makin damai, hatimu makin bijak. Dia jadi penegur saat taatmu luntur. Dia jadi penasehat saat kau maksiat. Dia jadi pelipur saat semangatmu lebur. Ya, dialah cinta terbaik. Yang tak hanya ingin bersamamu di dunia, tapi juga ingin bersamamu di Syurga.”
Wallahua’lam bisshowab.. Semoga bermanfaat :)
.
Penulis : Sandria | Kadept KKIA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

− two = seven