Nasihat Untukmu, Wahai pengaku kekasih Allah

—- Nasihat Untukmu, Wahai Pengaku Kekasih Allah —-

Kekasih Allah? Siapa yang tidak menginginkannya?
Menjadi hamba yang dicintai pemilik jagad raya, tak seorang pun akan menolaknya…
Kekasih Allah? Siapa yang tidak mengharapkannya?
Menjadi hamba yang selalu dalam ingatan-Nya,
Bahkan surga menjadi jaminannya,
Tak seorang pun yang tak ingin menjadi kekasih-Nya
Lalu,,
Bukankah seseorang harusnya mengetahui dan melakukan apa yang diminta oleh kekasihnya?
Bagaimana dengan kita?
Usaha seperti apa yang telah kita lakukan untuk menjadi kekasih-Nya?

 

Syaikh Abdul Qodir Al-Jailani rah.a. menyampaikan nasihatnya sebagai berikut :

Janganlah engkau bercita-cita menjadi kaya wahai orang fakir, bisa saja kekayaan itu menjadi penyebab kebinasaanmu. Dan janganlah engkau bercita-cita menjadi sehat wahai orang yang sakit, boleh jadi kesehatanmu menjadi kebinasaanmu. Engkau akan terpuji jika menjadi orang yang berakal dan menjaga buah hasilmu. Hendaknya engkau menerima takdir yang menyertaimu, janganlah engkau meminta lebih darinya. Allah SWT memberikan apa saja kepadamu disebabkan oleh permintaanmu yang bercampur dengan kotoran dan kebencian. Hal ini telah aku coba, kecuali orang yang diperintah hatinya agar meminta. Akan diberkahi dan akan hilang kotoran darinya jika memang diperintahkan untuk meminta. Hendaklah engkau memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat dalam doa mu. Janganlah engkau memilih-milih dan sombong terhadap Allah SWT karena itu dapat melemahkanmu, maka hendaknya engkau meminta ini saja. Agar dia tidak menghancurkanmu dan menyiksamu, maka janganlah engkau menyombongkan kemudahan, kekuatan, dan kemudaanmu. Ketahuilah bahwa sesungguhnya siksa-Nya amat pedih. Betapa celakanya engkau, lidahmu muslim tapi hatimu bertentangan dengan apa yang engkau ucapkan. Ucapanmu muslim sedangkan perbuatanmu tidak. Engkau muslim ketika ditengah-tengah khalayak ramai, tetapi dalam keadaan sepi tidak demikian. Tahukah engkau bahwa jika engkau sholat, puasa, dan melakukan segala amal shalih tetapi bukan untuk mencari ridha Allah SWT, berarti engkau munafik, dan ketahuilah bahwa orang munafik itu jauh dari Allah SWT. Maka bertaubatlah sekarang juga kepada Allah SWT dari seluruh ucapan, perbuatan, dan tujuan-tujuan yang hina. Para kekasih Allah tidak pernah memamerkan amal perbuatan mereka. Mereka adalah orang-orang yang meraih keberhasilan, mereka adalah orang-orang yang menerima apa adanya, mereka hanya mengesakan Allah SWT, ikhlas dan bersabar atas segala ujian yang menimpanya serta bersyukur atas segala kenikmatan yang didapatkannya. Lidah dan hati mereka selalu berdzikir. Wajah mereka tersenyum jika disakiti manusia. Raja-raja adalah orang yang asing dihadapan mereka. Semua manusia di muka bumi ini ibarat mayat, lemah, sakit dan miskin. Surga merindukan mereka dan neraka bisa padam karenanya. Diantara keduanya tidak ada bumi, langit maupun tempat tinggal. Tujuan mereka jelas yakni satu arah. Mereka berjalan bersama dunia dan penghuninya pada mulanya, tetapi kemudian mereka berjalan bersama pemelihara dunia dan akhirat. Sampailah mereka kepadanya dan berhasil berteman menelusuri jalan karena mereka telah beremu dengan-Nya dengan hati mereka. Pintu antara diri mereka dengan Dia yang telah berhasil mereka buka. Mereka kosong dari selain-Nya dan mereka selalu bersama-Nya, dan dia mengingat mereka selagi mereka mengingat-Nya.”

 

“Karena itu, ingatlah kepada-Ku niscaya Aku ingat kepadamu, dan Bersyukurlah Kepada-Ku dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku.”
[Q.S.Al-Baqarah : 152]

 

Sumber : Al-Jailani, Abdul Qodir., Abdullah S. (ed). 2016. Menjadi Kekasih Allah. Yogyakarta : Citra Media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

fifty eight − = forty nine