Menjaga Persatuan dan Persaudaraan diatas Islam

Bismillahirrahmanirrahim

Di zaman yang penuh fitnah dan perpecahan seperti saat ini rasa persaudaraan (ukhuwah) dan persatuan menjadi sesuatu yang sangat mahal. Hanya karena mengejar kepentingan pribadi atau golongan seringkali persatuan dan persaudaraan disisihkan atau bahkan tidak digubris sama sekali. Umat islam semakin mundur dan terpuruk karena perselisihan dan perpecahan diantara mereka sendiri. Padahal Islam memerintahkan umatnya untuk bersatu dan tolong-menolong dalam kebaikan.

Disisi lain, sebagian orang memahami dan menerapkan persatuan dengan cara yang salah.  Berdalih “menjaga persatuan” mereka meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdalih “menghidari perpecahan” mereka tidak mau mengatakan yang haq dan mendiamkan sesuatu yang bathil.  Tentu hal ini tidak benar. Tidak mungkin akan tercapai persatuan dan pesaudaraan yang hakiki dengan cara seperti ini.

Pentingnya Persatuan dan Persaudaran diatas Islam

Banyak sekali dalil-dalil baik dari Al Qur’an yang memerintahkan umat Islam untuk bersatu, menjaga persaudaraan dan juga bekerjasama dalam kebaikan. Diantaranya firman Allah ta’ala:

وَاعْتَصِمُواْ بِحَبْلِ اللّهِ جَمِيعاً وَلاَ تَفَرَّقُواْ وَاذْكُرُواْ نِعْمَتَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاء فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَاناً وَكُنتُمْ عَلَىَ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali Imran: 103)

Cara Menjaga Persatuan

  1. Kembali kepada Agama yang benar (Islam) dan Mentauhidkan Allah

Manusia banyak berselisih dan berpecah karena perbedaan aqidah dan ideologi yang mereka miliki. Oleh karena itu sebab terbesar untuk menyatukan manusia adalah persatuan aqidah dan ideologi. Hanya dengan kembali pada agama yang benar yaitu Islam dan mentauhidkan Allah persatuan yang hakiki akan tercapai. Allah lah  satu-satunya Dzat yang menciptakan, maka hanya dia yang berhak disembah.

  1. Kembali pada Al-Qur’an dan As-Sunnah

Salah satu sebab persatuan yang paling kuat adalah kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah. Andaikata seluruh kaum muslimin kembali pada al Qur’an dan Sunnah sesuai dengan pemahaman salafus salih niscaya mereka akan bersatu. Jauhi pemikiran-pemikiran yang menyimpang dan juga jauhi taqlid buta pada madzab tertentu karena itulah yang menyebabkan perpecahan kaum muslimin.

Hadits Irbath Bin Sariyah: Aku wasiatkan kepada kamu untuk bertakwa kepada Allah; mendengar dan taat (kepada penguasa kaum muslimin), walaupun seorang budak Habsyi. Karena sesungguhnya, barangsiapa hidup setelahku, dia akan melihat perselishan yang banyak. Maka wajib bagi  kamu berpegang kepada Sunnahku dan Sunnah para khalifah yang mendapatkan petunjuk dan lurus. Peganglah dan gigitlah dengan gigi geraham. Jauhilah semua perkara baru (dalam agama). Karena semua perkara baru (dalam agama) adalah bid’ah, dan semua bid’ah adalah sesat.” (HR. Abu Dawud no: 4607)

  1. Taat Pada Allah dan Rasul-Nya

Taat pada Allah, Rasul-Nya adalah salah-satu sebab persatuan yang penting. Ironis jika sebagian kaum muslimin lebih taat pada pemimpin-pemimpin kelompoknya dari pada taat kepada Allah dan RasulNya .

Padahal Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS Nisa’: 59)

  1. Lapang-dada dalam masalah-masalah khilaf

Manusia tidak terlepas dari perbedaan pendapat. Hendaknya berlapang dada dalam masalah-masalah ijtihadiyah (yang memungkinkan perbedaan pendapat). Tidak boleh merasa paling benar dan memaksakan pendapat karena itu adalah salah satu sebab perselisihan.

  1. Menasehati penguasa dan kaum muslimin secara umum

Nasehat yang baik bagi penguasa dan juga kaum muslimin secara umum sangat penting. Jangan sampai acuh dengan kondisi kaum muslimin dan penguasanya dengan membiarkan mereka terjatuh dalam kesalahan dan kemasiatan. Namun, hendaknya nasehat disampaikan dengan cara-cara yang baik, dengan cara yang benarkan oleh syariat dan juga sesuai aturan yang berlaku. Jangan sekedar mencela atau memakai cara-cara yang tidak benar.

Sumber :

  1. Musnad Al-Imam Ahmad bin Hambal. Tahqiq: Syaikh Syu’aib Al-Arnauth Penerbit Muassasah Ar-Risalah. 30: 390-391.
  2. com

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Leave a Reply