MASALAH UMAT JUGA MASALAH KU (2)

Oleh Silmi Kaffah dan Alliffabri Oktano

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi Dewan Eksekutif Pusat

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

Masih dengan bahasan masalah pada umat Islam. Ternyata masalah umat ini terbilang cukup banyak. Jika kemarin sudah dibahas tentang masalah internal. Saat ini juga terdapat masalah yang tak kalah penting bermunculan pada umat Islam yaitu masalah eksternal atau masalah yang berasal dari luar tubuh umat Islam. Seperti masalah penjajahan, Al ghazwatul fikri, acaman kekerasan dan konspirasi.

Tanpa disadari oleh umat Islam ternyata ada beberapa muslim di negara tertentu yang dijajah. Bukan hal yang sembarangan. Ini seperti mengambil sebuah bagian yang bukan haknya. Sebut saja Palestina. Palestina adalah tempat yang Allah pilih sebagai kiblat pertama umat Islam dan dari sini pula manusia-manusia pilihan Al Anbiya dilahirkan. Palestina dijajah oleh Zionis. Sebuah gerakan nasional orang-orang yahudi dan budaya yahudi yang mendukung terciptanya sebuah tanah air Yahudi di wilayah yang mereka sebut sebagai Tanah Israel. Zionis Yahudi mengakui bahwa palestina adalah tanah air “negara” mereka.

Mari kita sedikit mengulas tentang sejarah Palestina ini. Sejak abad ke-16 Palestina masuk ke dalam wilayah kerajaan Sultan Ottoman. Setelah perang dunia I (1920-1948) dan runtuhnya kesultanan Ottoman, Liga Bangsa-Bangsa mempercayakan Britania Raya (Inggris) sebagai mandataris Palestina. Sehingga saat itu wilayah Palestina bisa dikatakan juga bagian dari negara Britania Raya. Muslim adalah mayoritas penduduknya, dan Yahudi sekitar sepertiganya.

Tepatnya pada tahun 1947, Perserikatan Bangsa-Bangsa memutuskan untuk membagi wilayah mandat Britania atas Palestina. Tetapi hal ini ditentang keras oleh negara-negara Timur Tengah lainnya dan juga banyak negeri-negeri Muslim. Kaum Yahudi mendapat 55% dari seluruh wilayah tanah meskipun hanya merupakan 30% dari seluruh penduduk di daerah ini. Sedangkan kota Yerusalem yang dianggap suci, tidak hanya oleh orang Yahudi tetapi juga orang Kristen, akan dijadikan kota internasional. Pada 14 Mei 1948, Yahudi secara sepihak memproklamirkan kemerdekaannya. Berawal dari sinilah muncul konflik dan peperangan antar Palestina dan Israel (zionis Yahudi) hingga beberapa tahun belakangan ini.

Badan statistik Palestina menyatakan pada tahun 2013 bahwa selama menjajah Palestina sejak 1948, Israel telah menguasai  lebih dari 85% wilayah Palestina. Sebanyak 774 wilayah Palestina telah dikuasai Israel dan 531 diantaranya telah dihancurkan. Selama penjajahan  juga Israel telah melakukan 70 kali pembantaian tanpa pandang bulu yang menyebabkan 15 ribu warga Palestina syahid. Mahasuci Allah yang tidak tidur dan keras balasanNya.

Sampai saat ini masih terdengar oleh kita bahwa Israel masih saja ingin menguasai keseluruhan daerah Palestina. Berbagai tindakan mereka lakukan untuk mengusir masyarakat Palestina. Walau sudah dilakukan perundingan damai dan juga musyawarah melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dunia. Ini juga masih menjadi prioritas kita sebagai muslim untuk membantu sesama muslim lainnya.

 ***

Masalah serius kedua yang dialami umat Islam saat ini adalah ghazwul fikri (perang pemikiran). Adanya perang pemikiran dan gerakan pemurtadan dari musuh-musuh Islam untuk menghancurkan Islam dan umatnya. Strategi yang dipakai dalam memerangi kaum muslimin kian hari semakin dahsyat dan semakin terorganisir dengan rapi.

Paham-paham dan ajakan-ajakan untuk ikut pada aliran sesat sangat membahayakan umat Islam saat ini. Contohnya paham islam ortodoks, syiah, pengkristenisasian dan ajakan atas paham sesat lainnya. Syiah misalnya telah keluar dari ajaran Al Quran dan sunnah, menganggap Al Quran saat ini tidak orisinil lagi dan membuat kitab baru, mudah mengkafirkan sahabat-sahabat nabi yang bahkan dijamin surga oleh Allah, memutarbalikkan hukum-hukum Allah (hukum pernikahan, dll), ghuluw (berlebih-lebihan) dalam beragama dan mudah membunuh mayoritas muslim suni (ahlus sunnah wal jama’ah) karena mereka menganggapnya sebagai jihad dan sebuah perbuatan mulia.

Usaha dari mereka yang tidak menginginkan Islam dan kaum muslimin tegak dan memimpin di bumi ini diguncang dengan menggunakan bermacam-macam strategi dan taktik yang kini banyak menampakkan hasilnya dan sulit dicegah dampak perluasannya. Penjajahan pemikirin ghazwul fikri adalah metode paling canggih yang mereka gunakan. Terbukti penjajahan pemikiran ini jauh berbahaya ketimbang penjajahan atau serangan militer kompensasional. Jika pada peperangan penjajahan militer, senjata yang dipakai musuh dapat terlihat dengan mata, akan tetapi penjajahan dalam perang pemikiran akan kesulitan menentukan yang mana kawan dan yang mana lawan.

Pada umumnya ghazwul fikri yang paling khas adalah munculnya pribadi-pribadi dari kaum muslimin yang berperang dalam penyambung lidah dan menara dari misi dan ide pemikiran destruktif dari kaum kufar. Mereka ini adalah kaum muslimin yang telah tershibghoh atau terwarnai oleh pendidikan barat orientalis. Generasi yang dengan lantang dan tidak tahu malu. Bahkan dengan penuh kebanggaan menyuarakan dan membela ide-ide dan kepentingan barat.

Perang pemikiran ini diwujudkan dengan segala cara yang ada, memang barat memiliki sarana serta fasilitas pendukungnya. Lewat berbagai cara dan metode yang dimilikinya oknum barat berusaha menguasa seluruh akses informasi yang ada. Hasil dari penguasaan jaringan informasi ini secara keseluruhan berhasil menguasai perkembangan informasi dalam kontrol barat. Melalui berbagai media mereka menyerang umat Islam dengan perancuan dan pengaburan visi dan ajaran Islam. Adapun beberapa ghazwul fikri itu meliputi perusakan akhlak, perusakan pola pikir umat, sekularisasi pendidikan dan pemurtadan. Metoda yang mereka lakukan yaitu dengan cara tasywih (metode pencemaran atau pengaburan), tadhil (penyesatan), taghrib (pembaratan) dan ‘ashirah (modernisme).

Tasywih dilakukan dengan cara menggambarkan Islam dalam bentuk yang samar dengan Islam itu sendiri. Contoh: adanya tabligh akbar yang di sana berpadu dengan pentas musik dan di dukung oleh artis kondang. Hal ini seolah olah menjadi legitimasi bahwa begitulah acara yang islami, padahal hal ini sangat melanggar syariat Islam, karena telah bercampur antara hak dan batil.

“ Janganlah kamu campur-adukkan antara kebenaran dan kebatilan, dan kamu sembunyikan yang benar padahal kamu mengetahuinya. “(Qs Al -Baqarah : 42 ).

“Maka apakah orang yang dijadikan (syaithan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaithan)? Maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendakinya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat” (QS. Fathir (35) : 8).

Contoh lainnya adalah para mujahid Islam yang membela Islam diberitakan melalui media visual, media massa dan sebagainya dengan sebutan teroris, fundamental yang mendiskreditkan Islam, seolah olah Islam identik dengan kekejaman dan kekerasan.

Tadhil yaitu pola yang memiliki tujuan dan sasaran untuk menyimpangkan gerakan umat Islam. Contoh: upaya menggiring umat untuk mencintai hal-hal mistik dan syirik, seperti film Syeh Siti Jenar dan juga film Mahadewa. Dalam film Syeh Siti Jenar digambarkan sebagai seorang wali Allah yang dikemas dalam fantasi mistik secara tidak sadar membawa umat untuk mempercayai hal-hal yang tidak ada dasarnya sama sekali dalam Al Qur’an, assunnah maupun sirah sahabat. Dalam film Mahadewa digambarkan sosok Tuhan digambarkan sebagai Yogin (petapa), sehingga seolah-olah seperti manusia. Belum lagi pada film ini Tuhan mempunyai istri dan memiliki anak. Dan banyak film lainnya yang berbau syirik. Oleh karenanya kehati-hatian sangat diperlukan dalam memiliah tontonan, terlebih lagi ditotnton oleh anak-anak yang masih belum mampu membedakan yang hak dan batil.

“Dan pasti akan kusesatkan mereka, dan akan kubangkitkan angan-angan kosong pada mereka, dan akan kusuruh mereka memotong telinga-telinga binatang ternak, lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan kusuruh mereka mengubah ciptaan Allah, (lalu mereka benar-benar mengubahnya). Barang siapa menjadikan setan sebagai pelindung selain Allah, maka sungguh dia menderita kerugian yang nyata” (QS. An Nisa Ayat 119).

Taghrib (pembaratan) yaitu pola yang mengadopsi seluruh kekayaan (akhlak, pemikiran, mode, dll) ke dalam diri umat Islam. Mulai dari berdatangannya penyanyi dan artis dari barat dengan segala kerusakan moral dan mode yang dibawa hingga pada jenis pakaian yang dikenakannya.

Ashirah (modernisme) yaitu pola yang memakai slogan bahwa ide gaya hidup yang mengacu pada sejarah masa lalu adalah kuno dan terbelakang, dan sementara barat identik dengan modernitas. Contoh: meninggalkan masa lalu, termasuk shirah nabawiyah yang membuat hidup buram dan terbelakang dan diganti dengan gaya hidup yang menjanjikan kecemerlangan yaitu gaya hidup barat yang modern.

Keempat metode ini berlangsung bersamaan dan saling memberikan hasil, sehingga semakin menimbulkan generasi Islam yang kosong dari pengetahuan Islamiah, tidak mengenal Allah, Rasulullah, Dien dan justru ikut serta dalam melecehkan Islam. Fenomena ghazwul fikri merupakan bagian tak terpisahkan dari marker barat untuk menghancurkan Islam yang dilakukan secara silmultan dan terus menerus.

Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya”.
(QS: Ash-Shaff Ayat: 8).

(Bersambung)

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

− five = one