MAPALA

image001

 

MAPALA

-FGH-

Masih tentang cinta-cintaan, nih. Hari ini mimin mau bahas teori mekanika fisika kuantum geodinamika partikel yeaah.. bukan ya.. mimin nggak mau kalian hidrocephalus gara gara bahas itu.. yang kita bahas sekarang adalah MAPALA J Mahasiswa Pecinta Alam.

Kenapa Min ? kok harus dibahas? kan kasusnya sudah selesai?

Bukan, mimin nggak mau bahas masa lalu itu, mimin sadar masa lalu kalian terlalu menzakitkan untuk dibahas *eh, yang mimin mau bahas bukan kasusnya, tapi yang dibahas sekarang adalah cinta dengan mantan alam nya.

Kuy MKMDB (Mari Kita Mulai Dengan Bismillah (^-^)9) dan sepotong ayat ini

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat, “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

-Al Baqarah 30-

Bayangkan, ketika jaman dahulu kala sebelum manusia dan kenangan pahit kalian diciptakan, ada sebuah percakapan yang terjadi antara Allah dan Malaikat. Bayangkan betapa epic nya percakapan ini !!! Para malaikat ragu dengan sebuah keputusan Allah untuk menjadikan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Why? Karena kita hanya akan membuat kerusakan, pertumpahan darah dan hoax, tetapi Allah berkata lain. Dia punya sebuah alasan yang hanya ia sendiri yang mengetahui dan alasan itu menunjukan bahwa manusia tidak hanya pandai membuat akun Buzzer atau Hoax, manusia lebih dari itu. Akan tetapi,

image002

Melihat kondisi sekarang L dimana-mana banyak kenangan sampah yang dibuang sembarangan, banyak gas-gas berbahaya sisa pembakaran api cemburu kendaraan bermotor, banyak pohon-pohon ditebang untuk dijadikan kertas fotokopian materi anak FK yang akhirnya bergelimpangan di kamar kos cuma jadi lap sisa-sisa kopi pahit yang tumpah, dan juga banyak orang yang memperlakukan binatang tidak manusiawi #nahloh. Jadi apakah Allah salah ? dan apakah benar memang kita ini hanya membuat kerusakan dan pertumpahan darah di muka bumi ?

“Ya gak mungkin lah masa Allah Salah, Allah itu pasti benar !!”

Nah, itu kalian tahu jawabanya.

Allah nggak mungkin salah, Allah tahu bahwa kita, manusia, lebih dari itu, kita bukan cuma sekedar perusak, penghancur dan jomblo yang tidak berhakikat. Kita semua lebih dari itu. Jadi, ayo kita menjadi seseorang yang dijanjikan Allah, yaitu seorang khalifah yang tidak hanya membawa kerusakan di muka bumi tetapi juga memberikan manfaat.

“Caranya gimana, Euyy?”

Gampang, pertama-tama siapkan sebaskom air, lilin, kamar kosong, kemenyan, jubah hitam,  dan topeng babi, lah malah ngepet -___- gampang banget kok caranya..

Pertama, kita bangun dulu motivasi didalam diri kita untuk mencintai alam dan seisinya, karena

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”

-Al Anbiya 107-

Kita adalah rahmat bagi semesta alam. Tanamkan pada diri kalian bahwa kita sebenarnya diutus sebagai orang yang baik. Jangan pernah berpikir bahwa kita ini memang perusak dan jomblo tidak berhakikat, jadikan ayat ini sebagai motivasi dan sebagai pengingat kala kita berbuat keburukan. Sekali lagi, tanamkan di pikiran kalian bahwa kita ini terlahir sebagai rahmat bagi semesta mantan alam.

Kedua, sadari bahwa alam itu indah. Coba deh teman-temen sekali-kali jangan main ke Mall, jangan cuma nongkrong di café, cobalah main-main ketempat bernuansa alam seperti contohnya kuburan.. #jreng.. coba aja ke pegunungan, pantai, taman bunga, taman komodo atau taman jomblo.. cobalah .. yang jelas jangan ke alam bawah sadar.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ ثَمَرَاتٍ مُخْتَلِفًا أَلْوَانُهَا ۚ وَمِنَ الْجِبَالِ جُدَدٌ بِيضٌ وَحُمْرٌ مُخْتَلِفٌ أَلْوَانُهَا وَغَرَابِيبُ سُودٌ

“Tidakkah kamu melihat bahwasanya Allah menurunkan hujan dari langit lalu Kami hasilkan dengan hujan itu buah-buahan yang beraneka macam jenisnya. Dan di antara gunung-gunung itu ada garis-garis putih dan merah yang beraneka macam warnanya dan ada (pula) yang hitam pekat.”

-Fatir 27-

image003

Nikmati keindahan yang tersedia di Alam, nikmati kenikmatan yang sudah disediakan oleh Allah, pasti akan lebih mudah untuk mencintai sesuatu yang indah dibandingkan dengan yang tidak kan ? Itulah kenapa Allah menciptakan alam itu indah, agar kita mudah mencintainya dan agar kita enggan untuk merusaknya. Ibaratnya gini deh, kalau kalian punya temen yang sholeh, rupawan, dan berperilaku baik pasti kalian akan lebih mudah menerimanya sebagai teman atau menjalin hubungan serius denganya. Beda kalau ada temen kalian yang kurang rupawan, nuakal, suka mencuri timun, dan sukanya neko-neko (re : aneh-aneh) pasti rasanya kalian ingin melakukan roundhouse kick ke temen kalian itu atau kalau nggak tiap ketemu temen kalian yang nakal itu mungkin rasanya kalian ingin melakukan gerakan pukulan nagasari dan tendangan harimau putih, ya kan ? Nah, begitu juga dengan alam.

Ketika kita menyadari bahwa alam itu indah, pasti ada rasa dosa kalau kita mau merusaknya. Kalau kita sadar bahwa kucing itu lucu, pasti nggak mungkin kita usir-usir kucing pas lagi makan mungkin malah kita bakal kasih kucing itu tenderloin steak, Kalau kita sadar bahwa sungai itu indah, pasti nggak mungkin kita pipis sembarangan, kalau kita sadar pohon itu indah, pasti akan ada rasa bersalah pada diri kita saat menggunakan kertas buat fotokopi materi FK dan buat ujian. Jadi, ayo bersama kita laksanakan gerakan anti fotokopi materi dan ujian uyeaah..

Ketiga… pahami bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, dan Allah juga tidak suka sesuatu yang berlebihan itu..

image004

“..dan Janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebihan”

Potongan

-Al An’am 141-

“Min, jadi kita nggak boleh fotokopi materi sama sekali nih ?”

Boleh kok, tapi sesuai dengan kondisi ya, Ingat !!! Kita nggak boleh berlebihan. Misalnya fotokopi materi ya materi yang akan kita baca saja, jangan semua difotokopi dan akhirnya nggak dibaca. Kalau admin sih biasanya cuma fotokopi daftar isi sama kata pengantar doang #tsadissttt. Boleh kok kita naik motor meskipun menimbulkan gas berbahaya buat lingkungan, asal keluarin asap secukupnya aja ya. Etdahh, asap secukupnya maksudnya gimana nih, Min? Gini lho, intinya kalau pergi ke tempat yang jaraknya cuma 500 m doang ya jalan kaki aja lah, nggak usah begaya naik motor, nggak usah dibuat balapan juga apalagi dipake buat begal orang. Jangan,deh !! Oiya, boleh kok kita buang sampah sembarangan, asalkan setelah itu diambil lagi ya sampahnya #hmm

Intinya segala sesuatu itu harus disesuaikan dengan porsinya. NGGAK BERLEBIHAN. Boleh kok kita mencintai hewan, kambing misalnya, tapi apabila cinta kita berlebihan dan pas Idul Adha kita demo anti penyembelihan kambing, bikin spanduk kambing juga manusia, terus nuntut kepengadilan atas dasar Hak Asasi Kambing -__- tentu saja yang seperti ini  justru menjadi cinta yang salah. Bagaimanapun juga Allah menyediakan Alam untuk kita ambil manfaatnya, tapi bukan berarti kita menjadi rakus yaa sampai muncul kata eksploitasi segala.

Pokoknya,

Ambil secukupnya, cintai sewajarnya

Keempat, ambil pelajaran dari pohon.

image005

Pohon, meski kita rusak, bakar, tebang, dan pipisin sembarangan, pohon masih menghasilkan daun, buah, kayu dan utamanya Oksigen. Untuk siapa? Ya jelas untuk kita lah, manusia penakluk alam katanya. Untuk itu, mari kita berterima kasih kepada Allah yang telah menjadikan pohon sebagai mahluk yang tanpa pamrih, mahluk yang bukan pendedam, bayangkan apa jadinya ketika pohon bisa membalas segala keburukan yang kita lakukan kepadanya ? Waktu kita mau tebang tiba-tiba dijatuhin duren. Ketika mau kita bakar, eh pohonnya bakar kita duluan, nggak asik kan? Nah itulah, ayo kita belajar dari pohon. Give instead of taking. Perbanyak menanam pohon ketimbang menebang pohon. Perbanyak memberi pupuk ketimbang memetik. Beri lebih banyak ketimbang mengambil lebih banyak.

Bukan kah ketika kita memberi banyak, kita juga akan diberi lebih banyak ?

image006

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.”

-Al Baqarah 245-

Sekarang makin jelas bahwa mencintai alam dan menjadi mahasiswa pecinta alam tidaklah susah, yang kita perlukan hanyalah ungkapan syukur dan terima kasih. Ketika kita bersyukur akan adanya nikmat Allah yang diberikan kepada kita, maka kita akan berterimakasih dengan cara menjaganya.

Malaikat sempat meragukan manusia sebagai Khalifah di muka bumi.. lalu Allah menyampaikan kalimat agung-Nya yang memberi kita harapan bahwa kita bukanlah perusak semata. Kita lebih dari itu.

“Kalau mencintai lingkungan tempat calon pasangan kalian tumbuh saja tidak bisa, bagaimana mungkin bisa mencintai sosoknya?”

-Unknown-

 

Sumber :

www.tafsirku.com

www.quran.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

− 1 = one