KUCING

 

Kucing merupakan hewan peliharaan yang sering dimiliki oleh manusia. Bagi para pecinta kucing, pasti kalian akan memelihara kucing tersebut layaknya seperti keluarga. Memberinya makan, tempat tidur, tempat buang hajat, merawat ketika sakit, menghabiskan waktu bersama dan masih banyak lagi.

Tahukah kamu, Nabi Muhammad SAW, suri tauladan umat manusiadalam segala aspek kehidupan, juga memelihara kucing? Ya, Nabi Muhammad juga sangat menyayangi hewan lucu nan menggemaskan ini. Nabi Muhammad memelihara seekor kucing dirumahnya yang diberi nama nama Mueeza.Beliau sangat menyayangi Mueeza. Pada suatu hari, ketika Nabi Muhammad SAW hendak mengambil jubahnya, Mueeza sedang tertidur pulas di atas jubah tersebut. Karena saking sayangnya nabi Muhammad kepada Mueeza, beliau tidak  ingin membangunkan Mueeza, akhirnya dipotonglah bagian jubahnyaagar Mueeza tetap bisa tidur dengan nyaman tanpa terbangun. Dihari yang lain, ketika Nabi Muhammad kembali ke rumah, Mueeza langsung terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Nabi Muhammad dengan penuh kasih sayang langsung mengelus badan Mueeza sebanyak 3 kali. Setiap Nabi Muhammad menerima tamu di rumahnya, beliau selalu menggendong Mueeza dan meletakkannya di pangkuannya. Selain itu, salah satu sifat Mueeza yang disukai oleh Nabi Muhammad adalah Mueeza selalu mengeong ketika mendengar adzan dan suaranya seolah-olah terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan. (eramuslim.com)

Kamu pasti akan bertanya-tanya, apasih istimewanya kucing? Kenapa sampai banyak orang memelihara kucing? Padahal kan kucing mandi menggunakan lidahnya. Apa ngga jorok tuh masa bersihin tubuh cukup dengan menjilati tubuhnya saja? Eitsss jangan salah. Allah SWT tidak akan menciptakan sesuatu dengan sia-sia. Berikut penjelasan ilmiahnya (eramuslim.com):

  1. Permukaan lidah kucing memiliki struktur yang tajam nan kasar seperti gerigi. Bentuk ini sangat berguna untuk membersihkan kulit tubuhnya. Hal inilah yang menyebabkan seekor kucing tidak perlu mandi menggunakan sabun layaknya manusia. Karena lidahnya pun sudah cukup untuk membersihkan tubuhnya.
  2. Telah dilakukan penelitian terhadap kucing dengan berbagai perbedaan usia, perbedaan posisi kulit, punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, dan ekor. Pada bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan. Di samping itu, dilakukan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus dan juga pengambilan cairan khusus yang ada pada dinding dalam mulut dan lidahnya. Hasil yang didapatkan adalah:
    • Hasil yang diambil dari kulit luar tenyata negatif mengandung kuman, meskipun dilakukan berulang-ulang. Sebagai perbandingan, kucing yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut.
    • Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga memberikan hasil negatif adanya kuman.
    • Sekalinya ada kuman yang ditemukan saat proses penelitian, kuman itu termasuk kelompok kuman yang dianggap sebagai kuman yang biasa berkembang pada tubuh manusia dalam jumlah yang terbatas seperti: enterobacter, streptococcus, dan staphylococcus.
    • Berbagai sumber yang dapat dipercaya dan hasil penelitian laboratorium menyimpulkan bahwa kucing tidak memiliki kuman dan mikroba. Liurnya pun bersih dan membersihkan.
  3. Komentar Para Dokter Peneliti:
    • Menurut Dr. George Maqshud, ketua laboratorium di Rumah Sakit Hewan Baitharah, jarang sekali ditemukan adanya kuman pada lidah kucing. Jika kuman itu ada, maka kucing itu akan sakit.
    • Gen Gustafsirl menemukan bahwa kuman paling banyak terdapat pada anjing (manusia memiliki kuman sebanyak¼ dari anjing, sedangkan kucing memiliki kuman1/2 dari manusia).
    • Dokter hewan di rumah sakit hewan Damaskus, Sa’id Rafah, menegaskan bahwa kucing memiliki perangkat pembersih yang bemama lysozyme. Kucing juga tidak suka terhadap air karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk pertumbuhan bakteri, terlebih pada genangan air (lumpur, genangan hujan, dll). Kucing juga sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Ia tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air. Hal ini bertujuan agarbakteri tidak berpindah kepadanya. Inilah yang menjadi faktor tidak adanya kuman pada tubuh kucing. Badan kucing bersih secara keseluruhan, bahkan lebih bersih dibandingkan manusia.
  4. Zaman dahulu, kucing dipakai untuk terapi karena dengkuran kucing (50Hz) baik untuk kesehatan. Selain itu, mengelus kucing juga bisa menurunkan tingkat stress.

 

Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum. Ketika kucing minum, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Nabi SAW pernah bersabda,

“Kucing ini tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita. ”

(HR. At Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 173 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Diriwayatkan dan Ali bin Al-Hasan, dan Anas yang menceritakan bahwa Nabi SAW pergi ke Bathhan suatu daerah di Madinah. Lalu, beliau berkata, “Ya Anas, tuangkan air wudhu untukku ke dalam bejana.” Lalu, Anas menuangkan air. Ketika sudah selesai, Nabi menuju bejana. Namun, seekor kucing datang dan menjilati bejana. Melihat itu, Nabi berhenti sampai kucing tersebut berhenti minum lalu berwudhu.Nabi ditanya mengenai kejadian tersebut, beliau menjawab, “Ya Anas, kucing termasuk perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis.” (eramuslim.com)

Sahabat nabi yang juga sangat menyayangi kucing ialah Abdurrahman Bin Sahkr al Adzi, diberi julukan Abu Huruyrah atau Bapak para kucing jantan, karena kegemarannya memelihara dan merawat kucing jantan dirumahnya. (kabarmakkah.com)

Nah, sekarang kamu sudah tau kan keistimewan kucing itu seperti apa. Bahkan Nabi Muhammad juga memelihara seekor kucing. Siapapun boleh memelihara kucing kok. Tapi ingat, kamu jangan sampai menyiksanya yaaa. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Seorang wanita disiksa karena ia mengurung seekor kucing hingga mati dan wanita itu pun masuk neraka; wanita tersebut tidak memberi kucing itu makan dan minum saat dia mengurungnya dan tidak membiarkannya (melepaskannya) untuk memakan buruannya.”

 (HR. Bukhari dan Muslim)

 

Referensi:

https://www.eramuslim.com/hikmah/mengapa-rasulullah-sangat-sayang-terhadap-kucing.htm#.Wdax39FpHIX

http://www.kabarmakkah.com/2015/09/subhanallah-begini-cara-nabi-memelihara.html

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

eighty seven − = 83