Kiamat is LOADING……

20170409190211

Ketika kamu membaca poster diatas (re : Kiamat is LOADING), apa yang kamu rasakan? Apakah perasaanmu sama dengan ketika kamu membaca ‘LOADING’ di desktop sewaktu akan memainkan game? Senang kah kamu? Atau justru takut? Cemas?

Semua orang muslim pasti tahu bahwa kiamat bakal terjadi. But, sebagian dari kita tidak sadar bahwa sekarang ini kiamat sedang loading. Sebagian yang lain sadar, tapi apa yang dilakukan? cuek dan sok meyakini bahwa kiamat tidak akan terjadi besok, padahal kalian tahu kan, kalau kapan kiamat akan terjadi dan sudah berapa persen loadingnya, hanya Allah lah yang tahu.

quran

Artinya :

Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat : “bilakah terjadinya?’ katakanlah : “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu berada pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain DIA. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar mengetahuinya. Katakanlah : “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu ada di sisi Allah, tapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [Al-A’raf 187]

Ukhti wa akhi, ketika mau main game saja yang katanya ‘sumber kebahagiaan dunia’ kita butuh persiapan. Butuh kuota buat donlot -kalau ga ada kuota, pergi ke tempat makan, beli minuman doang tapi duduk lama cuma buat nebeng wifi-, butuh  waktu luang yang bahkan kadang berjam-jam sampai lupa waktu makan, mandi dan sholat, hanya demi kebahagiaan yang fana. Lalu? Apakah pernah kita rela nyari wifi sampai nglosot di halaman telk*m buat searching dan memahami lebih lanjut apa sih sebenernya kiamat itu? Apakah kita rela ketika harus mendaki gunung turuni lembah demi hadir dalam majelis ilmu? Apakah kita sudah ikhlas ketika melakukan apa yang diperintahkan oleh Allah dan rasul-Nya? Coba tanyakan pada diri kita masing-masing, sudah seberapa persen kah kesiapan kita menghadapi kiamat untuk menuju ke kehidupan yang hakiki? Katanya takut? Katanya ngeri kalau denger kata ‘kiamat’? Katanya sedih dan gak siap kalau harus mati sekarang? Tapi mengapa kita masih seperti ini? Yang ikhwan masih malas ketika harus jalan untuk sholat berjamaah di masjid, yang akhwat masih malas ketika keluar rumah harus menutup auratnya? Mengapa kita rela pergi ke Singapore buat nonton konser Coldpl*y tapi tidak sedikitpun ada hasrat keinginan buat nonton Dr.Zakir Naik yang sedang mengadakan kajian di Indonesia? Mengapa kita lebih seneng menjemput pacar buat ngedate daripada jemput teman buat datang ke kajian? Lalu sampai kapan kita akan seperti ini hai ukhti wa akhi?

Kiamat datang tidak menunggu kita siap melainkan tiba-tiba sesuai waktu yang telah ditentukan Allah, kiamat datang tidak menunggu kita bertaubat bahkan bisa saja datang ketika kita sedang berbuat maksiat, naudzubillah min dzalik. Kiamat datang memang tanpa memberitahukan kapan tepatnya ia akan datang, tapi yang jelas Al-Quran dan Hadits telah menjelaskan bagaimana sign & symptom kiamat akan berlangsung. Kiamat datang dengan etiologi yang jelas dan gejala prodormal yang sangat jelas pula. Lalu, bagian manakah yang salah dari diri kita? Mengapa masih acuh terhadap tanda-tanda kiamat yang sedang berlangsung saat ini? Mengapa masih sempat-sempatnya kita santai menikmati kesenangan dunia yang hanya sesaat, sementara kesenangan yang abadi sudah mengintai? Mengapa juga kita masih sibuk mengejar dunia untuk mendapatkan gelar, popularitas, kekayaan, dan kekuasaan, sementara semua itu tidak bisa menolongmu ketika hari kiamat datang? Yuk sama sama kita siapkan diri kita akan kedatangan hari kiamat. Mulailah dari diri sendiri, paksakan dirimu belajar agama, paksakan kakimu untuk melangkah ke masjid, paksakan telingamu untuk mendengarkan kajian tiap sore, paksakan lidahmu untuk saling mengingatkan dalam kebenaran, dan paksakan jarimu untuk tidak mengupload dan pamer di media sosial bahwa kamu sedang berhijrah saat ini. Mengapa harus dipaksa? Karena godaan syaitan sangat kuat, insyaAllah dengan bermula dari suatu keterpaksaan, akan menjadi sebuah keikhlasan. Karena bisa jadi, Allah bukakan pintu hidayah kita bermula dari sebuah keterpaksaan. Aaaamiin….

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

five + 2 =