KESEMPATAN

Pernah baca buku Setengah Isi Setengah Kosong? Parlindungan Marpaung dalam bukunya menuliskan ada 3 tipe manusia menyikapi kesempatan, yaitu:
1. Orang yang lemah, menunggu kesempatan.
2. Orang yang kuat, menciptakan kesempatan.
3. Orang yang bijak, memanfaatkan kesempatan.

Bagi orang yang lemah, saat kesempatan belum datang dia akan menunggu dan hanya menunggu dengan sabar sampai kesempatan itu datang. Jika kesempatan itu tak kunjung datang, dia cenderung pasrah dan menerima keadaan. Sementara bagi orang yang kuat, jika kesempatan belum datang, maka dia berikhtiar menggunakan berbagai macam cara dan segenap kemampuannya untuk menciptakan kesempatan itu agar datang padanya. Orang tipe seperti ini biasanya berprinsip kesempatan tidak datang begitu saja, harus dicari atau diciptakan. Dan bagi orang bijak, dia akan memanfaatkan kesempatan yang datang dengan sebaik-baiknya. Tidak akan melepaskan begitu saja karena dia menyadari bahwa kesempatan adalah karunia yang sangat berharga, belum tentu dimiliki semua orang dan mungkin tidak datang dua kali.

Hanya terkadang, pada kondisi tertentu sebuah kesempatan datang tidak bersama kesiapan. Maka keputusan mengambil atau melepaskan kesempatan itu tergantung bagaimana kenyakinan kita padaNya (yang memberi kesempatan).

Kamu termasuk tipe yang mana? Berani menciptakan kesempatan?
‪#‎kesempatanmenikahmisalnya‬

Hal yang urgensinya dikatakan setengah agama ini selalu hangat untuk diperbincangkan. Setidaknya hal itu yang terlihat akhir-akhir ini pada pengurus FULDFK. Satu hal yang menjadi opini “sepertinya kebanyakan akhwat cenderung tipe pertama. Butuh keberanian ektra untuk dikategorikan tipe kedua. Sementara kebanyakan ikhwan mungkin memilih tipe ketiga. Padahal si tipe kedua sangat dinantikan para akhwat” Kondisi masih kuliah, sedang sibuk koas, ada tuntutan beasiswa, belum memiliki penghasilan tetap atau alasan lainnya yang sebenarnya tidak bisa dikatakan syar’i menjadi penghalang menciptakan kesempatan itu.

Ibnu Mas’ud pernah mengatakan “seandainya tinggal sepuluh hari saja dari usiaku, niscaya aku tetap ingin menikah agar aku tidak menghadap Allah dalam keadaan masih bujang”

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka dalam keadaan miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karuniaNya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.” (QS. An Nuur (24) : 32).

Karena menggenapkan agama juga sebuah kesempatan, maka untuk urusan ini kamu tipe manusia yang mana? grin emotikon

Medan, 26 Jumadil Awal 1437 H || JAPS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

seven + 1 =