Kemuslimahan DEW 4; SYUKUR

Seperti Ini Orang Dewasa Belajar Memahami

Sampai hari ini mataku masih dipertemukan dg kata syukur, mensyukuri, dan disyukuri
Tapi sepertinya aku gagal memahami

“Syukur”
Kata yg begitu mudah diucap tp sebenarnya sulit dilakukan dg fisik atau sekadar diaminkan dg hati

Aku mensyukuri diri yg masih berindra lengkap
Tapi kadang aku mengeluh panasnya hari ini, berisiknya tetangga sebelah, dan hambarnya sarapan tadi pagi

Aku sholat dhuha demi melunasi wajibnya sedekah bagi tiap sendiku dan mensyukuri hari ini
Tapi kadang aku malas sekali, sendi sendiku justru kaku sampai enggan menggerakkan tangan dan kaki untuk menunaikan doa-doa tadi pagi

Aku mensyukuri diriku yg sampai saat ini masih bisa menggendong tas, membawa buku, dan bersepatu
Tapi kadang aku mengeluh padatnya jadwal kuliah, banyaknya buku bacaan, dan malasnya merampungkan tugas

Aku mensyukuri orang tuaku yg masih lengkap
Tapi mengapa susah sekali meluangkan waktu menanyai kabar mereka? Bahkan kadang aku sibuk mendoakan diri sampai lupa membayangkan wajah mereka dalam doa

Aku mensyukuri putaran waktu yg selalu menawariku kesempatan
Tapi aku terlalu sibuk dg satu pekerjaan recehan hingga melupakan yg lain dan akhirnya menyalahkan keadaan

Aku mensyukuri setiap waktu luang utk kuisi dg agenda2 yg terencana rapi dalam buku
Tapi aku sering mengeluhkan sempitnya hari ini sampai tak bisa menyelesaikan satu pekerjaan. Padahal itu hanya karena jam tidurku yg terlalu panjang

“Syukur”
Kadang aku ingin tertawa melihat diriku dalam memahami kata ini
Ternyata pemahamanku saat ini tdk jauh beda dg adikku yg masih sekolah dasar
Terlalu visual dan sederhana
Padahal tidak sedangkal itu maknanya
Karena sebelum “syukur” hadir ada “keadaan” yg mendahului

Memaknai kata “syukur” tdk sesederhana rangkaian hurufnya
Karena dibalik “keadaan” ada banyak rencana dan takdir yg tdk bisa diukur dg tangan dan dilihat dg mata
Karena Yang Kuasa memang sangat kuasa dalam berencana hingga menyimpan rahasia
Sedang yg lemah memang sangat lemah hingga kadang hanya bisa mengeluh

Dg tidak mengeluh
Dg bergegas dlm setiap pekerjaan
Dg rajin tersenyum
Dg menyapa orang tua
Dg banyak memberi
Ternyata seperti ini seharusnya kata syukur dimaknai orang dewasa atau yg sedang belajar dewasa

KEMUSLIMAHAN FULDFK DEW 4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

+ 53 = fifty five