Kata Siapa Kebenaran Selalu Menang? Bullshit!!

           Semoga para pembaca yang budiman tidak segera mengambil sikap terburu-buru dalam menanggapi judul yang agak kurang ajar di atas. Penulis hanya ingin memantik para pembaca agar tergerak untuk mengetahui isi tulisan ini. Akhir-akhir ini ada keresahan yang menjalar dalam hati penulis, tentang dakwah, tentang islam, tentang musuh islam, dan tentang penantian sebuah kemenangan bagi umat islam itu sendiri.

“Dan janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu), jika kamu menderita kesakitan, maka keahuilah mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Allah Maha mengetahui, Maha bijaksana.”

Ada sebuah hikmah besar yang coba Allah informasikan kepada kita melalui Surat An-Nisa ayat 104 ini, namun mungkin kita (termasuk penulis) belum benar-benar memahaminya.

            Pada ayat ini Allah coba memberikan semacam cheer up kepada kita yang sedang dan bertekad menerjunkan diri kita di ranah dakwah. Allah, Dzat Yang Maha Segala-segalanya yang bahkan sangat berhak dan memiliki otoritas penuh terhadap hidup kita dengan begitu Pemurah-Nya mencoba mengayomi kita dengan ayat ini. Allah tahu, jalan dakwah dan islam yang Dia serukan kepada kita akan terasa begitu berat dan penuh dengan aral melintang. Teorinya, kita semua pun sudah sering mendengar yang namanya dakwah itu pasti jalannya terjal, panjang, dan temannya sangatlah sedikit, seleksi alam yang begitu ketat akan terjadi di jalan ini. Tapi coba kita lihat dan dengungkan ayat di atas berulang-ulang, sesungguhnya jikalau kita merasa jalan dakwah ini begitu berat, ya para musuh-musuh Allah pun tidak kalah berat perjuangannya untuk menghancurkan kita. Bisa dibilang, apa yang kita rasakan sekarang, sakit, lelah, letih, makan ati, pengorbanan waktu, jiwa, dan raga, musuh-musuh Allah pun merasakannya. Apa sih? kendor dakwah karena alasan karir dan pekerjaan? Lu pikir tuh para orang kafir punya banyak duit buat ngancurin islam, dari mana duitnya kalo mereka gak berkarir dan bekerja? Atau kendor dakwah karena alasan sudah berkeluarga? Ya kale booos..itu orang kafir bisa ngelanjutin visi jangka panjang buat ngancurin islam begimane kalo bukan karena kaderisasi dan selalu ada generasi penerus buat ngelanjuti visi busuk mereka? Atau alasan apa lagi? Alasan apapun yang kita buat, kesusahan apapun yang kita munculkan, pasti para musuh-musuh Allah yang terlaknat itu pun mengalami problem yang sama dengan kita. Gak percaya? Coba lihat kaum yahudi, berapa lama mereka terombang-ambing gak punya tempat tinggal? Bisa dibilang, penderitaan dan perjuangan mereka sampe ke titik sekarang ini, sampai hampir nguasain dunia, pasti butuh kerja keras yang luar biasa. Coba bayangin deh kita yang ada di posisi yahudi, bisa gak kita bikin pencapaian kayak mereka sekarang? Gw aja bingung bro mau mulai darimane kalo jadi mereka, cape deeeh. Tapi kenyataannya mereka bisa, dengan kerja keras dan kebencian yang luar biasa terhadap islam mereka bisa bangkit luar biasa seperti saat sekarang ini, atau dengan kata lain, saya berani memunculkan sebuah quote baru, “kebatilan yang diperjuangkan dengan kerja keras, akan dapat mengalahkan kebenaran yang diperjuangkan setengah-setengah”. Memang benar janji Allah, kebenaran itu akan selalu menang, haram bagi kita untuk tidak percaya janji Allah, Dzat Yang Maha Menepati janji. Tapi tolong inget Ya Akhi, Ya Ukhti, janji Allah itu ada untuk dijemput, bukan buat ditunggu, sama aja kayak rezeki, jodoh, dan hidayah, CMIIW. Janji Allah itu bakal terwujud ketika memang kita sudah memenuhi kualifikasi yang Allah tentukan buat kita, ya kualifikasinya banyak sih, Cuma untuk kali ini penulis hanya akan membahas soal HARD WORK, KERJA KERAS MEEEN..!!. Coba lihat bagaimana sepak terjang Rasul dan sahabat dulu gimana abis-absannya membela islam? Padahal mereka generasi yang jauuuuuuh lebih baik daripada kita, lebih qualified lah ya. Itu aja mereka udah jungkir balik memperjuangkan islam. Lah kita? Iman aja masih pletat pletot (aduh serasa nampol muka sendiri!), berarti perjuangan kita juga harus sebanding dengan sahabat, atau bahkan lebih keras lagi (kalo sahabat aja jungkir balik, kita harus gimana? Kayang sambil salto?). Jangan mentang-mentang kita merasa bahwa kita sudah hidup sebagai seorang muslim, lebih terjamin selamat dunia akhiratnya, insyaAllah, terus itu menjadikan kita memilih hidup damai dengan kehidupan kita masing-masing? Ayat yang saya paparkan di atas sudah jelas meluluh lantakan pendirian kita soal bersantai ria. Jangan salah, buat urusan dunia, bargaining position kita sama kayak orang kafir, jadi Allah akan tetap ‘memberikan’ hasil yang ‘besar’ kepada siapapun yang bekerja lebih keras, kalau memang orang kafir dan para musuh Allah yang lebih keras berjuang dan bekerja, ya hasil ‘besar’nya buat mereka, gak percaya? Ya liat aja keadaan dunia sekarang ini, apa sih yang gak dikuasain para musuh Allah? Conspiration everywhere!!

            “Ah biarin aja, mereka nanti masuk neraka juga, kalo kita kan yang penting kita istiqomah, mati masuk surga deh!!”, lu pikir Rasul dan para sahabat kagak ngarti apa orang islam mati itu pasti masuk surga? Ya mereka ngerti, tapi kenapa mereka kok masih mau berjuang keras di dunia dan untuk membebaskan dunia dalam undang-undang islam? Ya karena dalam surat Al-Baqarah : 30 mereka dan kita semua diamanahi Allah dengan jabatan, “Khalifah di muka bumi”, orang-orang yang dititipi bumi dan seisinya untuk di jaga, yang akhirnya, ketika kita memang ingin masuk surga, maka kita harus berusaha habis-habisan dulu untuk menjaga bumi ini dan memastikan kita sudah melakukan yang terbaik untuk mengegakkan kalimat Allah di bumi ini. Karena amanah yang tidak dilaksanakan dengan baik, jelas akan menghalangi kita dari pintu surga. Kebenaran tidak akan pernah menang selama pejuangnya berjuang setengah-setengah.

            Ikhwah fillah, yang semoga selalu di sayang Allah dan saling menyayangi karena Allah, sungguh, tidak alasan kita berleha-leha, keislaman kita, kepahaman kita, hendaknya justru menjadikan kita sebagai manusia-manusia yang mampu hidup dengan usaha dan perjuangan yang lebih keras. Jika orang kafir yang dijanjikan masuk neraka aja bisa berjuang keras, masa kita yang ditawarkan surganya Allah malah santai kayak di pantai?

“sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak mereka harapkan”

            Tuh Allah kurang ngemong kita gimana coba, ayo para Hamba Allah, kalian mengharapkan surga Allah yang tidak diharapkan orang-orang kafir itu!!, ibarat nih ya, misal ada dua karyawan, kerjanya sama sama keras, tapi yang satu digaji pake duit, yang satu digaji pake taik, tapi yang digaji pake duit malah males-malesan, yang digaji pake taik malah kerja keras, what the hell is wrong with it? Itu baru taik sama duit perbandingannya, nah ini surga sama neraka, harusnya kita bisa lebih semangat dan habis-habisan sampe titik darah penghabisan!! Musuh Allah bikin media kafir, kita bikin media islam!! Musuh Allah bikin film kafir, kita juga lawan pake film islam!! Musuh Allah bikin musik kafir, kita lawan pake musik islami!! Dan semua cara bisa kita tempuh. Indahnya dakwah ini adalah, tidak hanya orang yang pandai berceramah, berpolitik, ataupun yang bersuara merdu ketika mebaca Qur’an yang bisa membelanya, tapi segala macam orang dengan segala macam potensi pun bisa ikut andil selama mereka punya ghirah yang tinggi untuk membela islam diamanapun mereka berada. Sudah saatnya umat ini berevolusi, mengintegrasikan semua potensi yang ada untuk menjadi sebuah momentum besar untuk meluluh lantakan seluruh strategi dan konspirasi musuh Allah yang sebenarnya begitu rapuh seperti ranting pohon (lah kita sekarang rapuhnya kayak biskuit). Kalo dalam sebuah film berjudul “gangster squad” (recommended lah buat yang pengen terjun ngeberantas dunia mafia) ada sebuah quote menarik yang muncul di awal film,

“kejahatan menang bukan karena tidak ada orang baik, tapi kejahatan menang ketika orang baik hanya dapat berdiam diri”

            Mulai detik ini, bekerjalah lebih keras wahai para tentara kesayangan Allah, mengamuklah!! Keluarkan dan ledakan semua potensi yang ada!! Ingat, islam akan bangkit dari sini, tempat kita berpijak, tempat kita memandang putihnya awan di puncak gunung, tempat kita memandang hijaunya sawah dari perbukitan, tempat kita bertemu mesra dengan kawan-kawan seperjuangan kita yang lain, Indonesia. Allah sudah memberi kita banyak karunia-Nya, kita jawab dengan teriakan serempak,

“KAMI DATANG DUHAI ALLAH, KAMI DATANG DUHAI ISLAM, KAMI DATANG DUHAI UMAT, DAN KAMI DATANG WAHAI MUSUH-MUSUH ALLAH!!”

Disebuah bilik penuh mimpi

Si Pelamun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

23 − twenty two =