JIKA BUKAN SURGA, YA NERAKA…

Allah hanya menyiapkan dua tempat untuk kita, yaitu Surga dan Neraka. Surga, sebuah tempat yang Allah sebutkan luasnya seluas langit dan bumi, sebuah tempat yang tentu indah dan nikmat, serta sebuah tempat yang penuh dengan bidadari. Sedangkan   Neraka? Yaitu sebuah tempat yang sangat mengerikan, dimana membayangkannya saja membuat kita merasa tidak akan kuat berada di dalamnya walaupun hanya sedetik saja. Lalu, jika kita tak sanggup berada di Neraka, maka pilihan kita adalah Surga, bukan?

 

“Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman dan berbuat kebajikan, bahwa untuk mereka (disediakan) surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Setiap kali mereka diberi rezeki buah-buahan dari surga, mereka berkata, “Inilah rezeki yang diberikan kepada kami dahulu.” Mereka telah diberi (buah-buahan) yang serupa. Dan di sana mereka (memperoleh) pasangan-pasangan yang suci. Mereka kekal di dalamnya.”
-[Al-Baqarah 25]-

 

Sebagaimana Allah berfirman dalam surah diatas, surga diperuntukkan bagi orang yang beriman dan berbuat kebajikan. Pertanyaannya, apakah kita termasuk golongan tersebut? Sampai saat ini, kebajikan apa yang telah kita perbuat sehingga mampu mengantarkan ke depan pintu surga? Sebelumnya, Yuk, kita hitung berapa dosa yang sudah kita perbuat hari ini? Ya, hari ini saja. Dimulai dari bangun tidur, apa yang kita lakukan? Cek Hp, eh karena jomblo gak ada yang nge chat, tidur lagi, akhirnya sholat shubuh kesiangan. Habis gitu, sampai kampus ketemu temen-temen niatnya mau ngobrolin materi tutorial, tiba-tiba ada yang nyaut, “Eh, kalian tau nggak sih, Yayuk sama Mamish bulan madu di XXX loh!!”. Jadilah kita ikut dengerin dan bahkan nyaut-nyaut dikit, padahal kenal juga enggak sama mereka. Sampai saat ini, pas baca tulisan ini dan kalian nggak nge like preview nya di home line kami, bisa jadi itu salah satu d*** kalian kepada sesama manusia. Maaf, untuk yang terakhir jangan terlalu dihiraukan, ini semua karena penulis telah di endorse sama pemegang akun line FULDFK. Tapi tetep, jangan lupa like ya^^ haha

 

Dosa dalam pengertian sederhana adalah sesuatu yang dapat menyebabkan Allah Subhanahu wa Ta’ala murka. Sesuatu itu bisa berupa perbuatan fisik maupun batin. Menurut Imam Ghazali, ada tiga karakteristik dosa:

  • Dosa karena meninggalkan pekerjaan yang diwajibkan oleh Allah seperti sholat, zakat, dan puasa.
  • Dosa yang terjadi antara kita dengan Allah karena pelanggaran terhadap apa yang telah ditetapkan-Nya, misalnya melakukan riba, mengkonsumsi narkoba, dan memakan daging babi.
  • Dosa yang terjadi antar sesama manusia. Contohnya menggunjing, melukai perasaan teman, dan mencuri, termasuk mencuri hati namun tidak segera menikahi. eaaa..

Makanya, jangan ada DOSA diantara kita.. eh itu DUSTA.

 

Jika dalam sehari saja satu karung pun tak cukup untuk menampung dosa-dosa kita, maka jika sekarang kita berusia 21 tahun, dan baligh pada umur 13 tahun, maka sudah 8 tahun lamanya kita bertanggung jawab atas apa yang telah kita perbuat. Jika satu tahun adalah 365 hari, maka sudah seberapa besarkah dosa kita selama 2920 hari?? Maka benar saja perkataan Abu Nawas yaitu “Dosa kita seperti bilangan pasir yang menggunung, setiap hari selalu bertambah”.

 

Jika ketika kita berkaca, rasanya kita memang tak pantas masuk surga. Mengingat begitu banyak dosa yang kita lakukan setiap menitnya. Tapi ingat, Allah lah yang memutuskan kemana kita akan dimasukkan, entah surga atau neraka. Kita tidak boleh menganggap kebaikan dan pahala yang kita kumpulkan dapat dengan begitu mudah mengantarkan kita ke dalam surga. Janganlah sombong, karena semua bergantung pada rahmat Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun, kita juga tidak boleh pesimis karena telah banyak melakukan dosa, asal kita mau bertaubat dan memohon ampun hanya kepada-Nya, pasti Allah Subhanahu wa Ta’ala akan mengampuni kita dan Insyaa Allah memberikan rahmat-Nya. Aamiin.

 

Berbicara mengenai taubat, para sufi mengklasifikasikannya menjadi tiga tingkatan :

  1. Taubat yang dilakukan secara umum, yaitu taubat yang dilakukan apabila seseorang telah melakukan perbuatan yang menyimpang dari aturan-aturan agama, dalam maksud lari dari maksiat kepada taat semata-mata karena takut kepada murka dan siksaan-Nya.
  2. Inabah, yaitu kembali dari yang baik menuju ke yang lebih baik demi memohon keridhaan Allah. Taubat pada tingkatan ini akan membawa seseorang untuk meningkatkan mutu ibadah menuju tingkat akhir yaitu kesempurnaan.
  3. Aubah, yaitu pertobatan yang dilakukan oleh para nabi dan rasul. Pada tahap ini, tidak dimaksudkan untuk mengharapkan pahala apalagi takut akan siksa, tetapi semata-mata karena menjalankan perintah-Nya.

 

Maka berlomba-lombalah untuk bertaubat dan jangan lupa istiqomah. Karena bisa jadi seorang ahli ibadah saat ini, meninggal dalam keadaan murtad seperti kisah Abdullah bin Abdurrahim. Dan seorang pecandu narkoba, pemabuk, ataupun pencuri bisa mati dalam keadaan khusnul khotimah. Karena sebenarnya manusia itu terdapat dalam tiga kelompok sebagaimana Nabi Yahya bertanya kepada Iblis, “Wahai Iblis, Katakan padaku mengenai bani Adam !! ” lalu Iblis menjawab, “Mereka ada tiga kelompok, kelompok pertama yaitu kelompok seperti Engkau, kelompok kedua yaitu kelompok dimana mereka di tanganku seperti bola di tangan anak kecil, artinya kita adalah permainan yang mudah dilemparkan oleh iblis, kelompok ini sangat mudah dipengaruhi oleh Iblis, dan kelompok ketiga adalah kelompok yang dimana mereka ini seakaan-akan sanggup kami palingkan, ternyata di akhir mereka memohon ampun kepada Allah.” MasyaAllah..

 

Jadi, jika bukan surga ya neraka?

Maka, pilihlah yang mana…

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

+ seventeen = twenty six