How to Survive in CO-ASS

Oleh : Forum Silaturahmi Alumni IMSAC

  • Luruskan Niat

    “Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS Al An’aam: 162)
    “Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim); Hadits Arba’in Nawawiyah, hadits ke-1: Niat

  • General Review
  1. Dokter Muda = Co-Ass (Cooperative Assistant) = Asistennya asisten…
  2. Koas atau ko-asisten adalah seorang mahasiswa yang MASIH dalam tahap pendidikan dalam memenuhi kompetensi sebelum dinyatakan sebagai seorang dokter.
  3. Ada atau tidak adanya koas di RS, pelayanan kesehatan kepada pasien masih tetap dapat berjalan tanpa terganggu.
  4. Jadi….hindari rasa sombong dalam diri..
  • Hindarkan sombong…
  1. “Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman:18)
  2. Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi.”
    Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?
    Beliau SAW menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahanSombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain.“ (HR. Muslim no. 91)
  • Perbedaan Pre-Klinik & Klinik

ssss

  • How to Survive??
  1. Belajar..belajar..dan belajar
    “Dan katakanlah, ‘Wahai Rabb-ku, tambahkanlah kepadaku ilmu’“.  (QS. Thaaha : 114)
    Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Mujaadilah: 11)
    Menuntut ilmu itu wajib (hukumnya) atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)
  2. Apa saja yang perlu dipelajari???
    Obsgyn, Bedah, Penyakit Dalam, Pediatri, Saraf, Mata, THT, Psikiatri, Kulit Kelamin, Ilmu Kesehatan Masyarakat, dan lain-lain . . . . . . . . . .
    Rotasi DM terdiri dari 4 stase mayor dan 9 stase minor tanpa jeda waktu di antara perpindahan stase . . . . . . . . . . .
    Kebayang gak ???
    Betapa banyak ilmu yang harus kita pelajari, betapa sedikit waktu yang kita miliki . . . . . . .
  3. Tapi ingat..masih ada ilmu lain yang wajib kita pelajari
    Meski disibukkan belajar kedokteran, jangan pernah lupakan belajar agama..hargai pementor-mu, hadiri mentoringnya, hadiri kajian-kajian yang ada (Pengajian Akbar IKADI, Majlis Dhuha, Sirkulasi IMSAC, dll)…
    Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia namun bodoh dalam urusan akhiratnya.
    (Shahih Jami’ Ash Shaghir)
  4. Jaga kesehatan mu sebelum kesehatan pasien mu…
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah Azza wa Jalla daripada mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.” (HR. Muslim; no. 2664)
  5. Perbaiki komunikasi dan perbanyak relasi → banyak bertanya kepada senior stase, mencari semua informasi terkait stase yang akan dijalani, mulai materi, tugas, dokter pembimbing, ujian, dsb…
    “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaqalaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)
  6. Dilarang baper; jangan pernah menghiraukan hinaan/cacian/ejekan/cemoohan dari perawat, bidan, pasien, konsulen, dll
    “Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (QS. Al Furqaan: 63)
    Rasulullah bersabda: “Tidakkah kalian merasa takjub bagaimana cara Allah Ta’ala menghindarkan aku dari celaan dan laknat kaum Quraiys? Mereka menghina dan melaknat Muzammam (orang yang hina) sedangkan aku bernama Muhammad (Orang yang terpuji).” (HR. Bukhari)
  7. Jaga diri, jaga hati..
    Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’: 32)
    Ingatlah..di saat kau sedang berusaha menjaga diri dan hati mu karena Allah..maka di lain tempat dan waktu, ada pula yang sedang menjaga diri dan hatinya..untukmu..karena-Nya . . . . . . . .
    “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). . . . . .” (QS. An Nuur: 26)
  • Jangan menunda untuk mulai mempersiapkan; hal-hal yang harus mulai disiapkan:
    1. persiapan ruuhiyyah(spiritual)
    2. persiapanilmiyyah tsaqafiyyah(pengetahuan)
    3. persiapanjasadiyyah(fisik)
    4. persiapanmaaliyyah(finansial)
    5. persiapan ijtimaa’iyyah(sosial)

    Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.”
    HR. Ibnu Majah no. 1847. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani. Lihat Ash Shahihah no. 624.

8. Iringi ikhtiar dengan doa..
‘Ia berkataYa Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku
belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku.’ (QS. Maryam: 4)

Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.
HR. Tirmidzi 3373. Syaikh Al Albani mengatakanbahwa hadits ini hasan

9. Terakhir, tawakkal illallah...
“Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi
rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu
cukup baginya.”  (QS. Ath Tholaq: 2-3)

 

Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim).

Yakinlah ada sesuatu yang menantimu selepas banyak kesabaran (yang kau jalani), yang akan membuatmu terpana hingga kau lupa pedihnya rasa sakit.” – Imam Ali Ibn Abi Thalib

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

two + two =