Habis Gelap Terbitlah Terang

Ketika membaca judul artikel ini, kira-kira siapa sih sosok yang terlintas di benak kalian? Yap! Pasti banyak dari kalian berpikir tentang sesosok

Raden Ajeng Kartini. Beliau adalah seorang tokoh pemberdayaan wanita yang sangat berjasa bagi bangsa Indonesia. Semoga Allah membalas semua kebaikan beliau dengan kebaikan pula.

 

((Mengheningkan cipta dimulai))

 

Teman-teman shalih dan shalihah yang insyaAllah dirahmati oleh Allah, bila berbicara tentang “Habis Gelap Terbitlah Terang”, tahukan kalian pada ratusan tahun yang lalu ternyata terdapat sebuah masa yang benar-benar diselimuti oleh kegelapan dan ketidakteraturan? Masa tersebut merupakan masa dimana kaum wanita dianggap begitu rendah kedudukannya di mata masyarakat. Suatu masa dimana kaum wanita sama sekali tidak diharapkan kehadirannya di dunia, bahkan di planet ini. Namun alhamdulillah, secercah cahaya dari langit muncul perlahan dan menghilangkan kegelapan itu dari muka bumi.

 

Pada zaman dahulu, kelahiran seorang bayi perempuan di dalam sebuah keluarga merupakan hal yang sangat tidak diinginkan dan dianggap sangat memalukan. Sehingga bila pada saat setelah persalinan seorang ibu diketahui bayinya yang baru lahir berjenis kelamin perempuan, maka bayi tersebut akan langsung dikubur hidup-hidup.

 

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُمْ بِالْأُنْثَى ظَلَّ وَجْهُهُ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

يَتَوَارَى مِنَ الْقَوْمِ مِنْ سُوءِ مَا بُشِّرَ بِهِ أَيُمْسِكُهُ عَلَى هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُ فِي التُّرَابِ أَلَا سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ

Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu”. (QS. An Nahl: 58-59)

 

Kemudian Islam hadir mengubah segalanya. Islam datang membawa nilai-nilai kebenaran. Islam dikenal sebagai agama yang memuliakan wanita, bahkan sejak hari pertama kelahiran wanita tersebut sampai ketika telah menyandang status sebagai ibu.

 

Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka pada ibu, menolak untuk memberikan hak orang lain dan menuntut apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci bagi kalian banyak menukilkan perkataan, banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta.” (HR. Al-Bukhari No. 5975 dan Muslim No. 593)

 

“Ada seseorang datang menemui Nabi dan bertanya,‘Wahai Rasulullah,
kepada siapakah aku selayaknya berbuat baik?’. Beliau menjawab,
‘Kepada ibumu!’ Orang tadi bertanya kembali,‘Lalu kepada siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu’, Kemudian ia mengulangi pertanyaannya, dan Rasulullah tetap menjawab, ‘Kepada ibumu!’ Ia bertanya kembali, ‘Setelah itu kepada siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Kepada bapakmu!”

(HR. Bukhari No. 5971 dan Muslim No. 2548)

 

Perhatian Islam terhadap wanita ternyata tidak hanya sebatas itu.
Ketika kaum hawa dihampiri perasaan galau akan nasib dari amal ibadahnya, mereka betanya-tanya apakah ibadah kaum Adam saja yang akan mendapat tempat di sisi Allah? Kemudian Allah menjawab pertanyaan itu di dalam firman-Nya yang berbunyi:

 

وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

“Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun.”

(QS. An Nisa : 124)

 

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.

(QS. Al-Ahzab : 35)

 

Dan terakhir, satu lagi bukti lainnya yang menguatkan pendapat bahwa Islam sangat menjaga dan memuliakan muslimah yaitu turunnya sebuah perintah untuk menutup aurat. Perintah yang mana tujuannya adalah semata-mata untuk kebaikan muslimah itu sendiri. Hal ini sesuai dengan firman-Nya:

 

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu
dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya
ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

(QS. Al Ahzab : 59)

 

Oleh karena itu, yakinlah sehabis gelap akan terbit terang.

Biarkanlah berlalu masa lalu yang kelam.

Kini, saatnya kita sambut cahaya kebenaran dengan ketaatan.

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan