Belajar Kedokteran atau Belajar Islam, Pilih yang Mana Ya?

“Ah, senang sekali! Statusku sekarang resmi sebagai mahasiswa kedokteran. Apa kewajiban ku sekarang ya? Tentunya belajar ilmu-ilmu kedokteran! Belajar agama? Duh, kan aku sibuk, nanti saja lah kalau sudah jadi dokter. Yang penting sekarang aku pandai ilmu anatomi, fisiologi, dan ilmu-ilmu klinis saja, biar kelak jadi dokter yang sukses, pasiennya banyak, biar orang tuaku bangga dengan kecerdasanku.”- (Fulan – Maba FK 2018)

 

Menuntut ilmu agama, wajibkah bagi mahasiswa muslim kesehatan?

Kejanggalan yang seringkali kita temukan di kalangan masyarakat saat ini, orangtua yang bangga atas prestasi akademik sang putra-putri namun sedikit sekali yang mengutamakan urusan pemahaman ilmu agama. Sebenarnya seberapa penting menuntut ilmu agama itu?

Read More

Pintar Dunia, Pintar Akhirat

Mahasiswa fakultas kedokteran dikenal sebagai mahasiswa super sibuk. Banyaknya kegiatan yang harus dilakukan dan banyaknya ilmu yang harus dipelajari untuk menjadi seorang tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor penyebab sibuknya seorang mahasiswa kedokteran.

Rata-rata seorang mahasiswa kedokteran menghabiskan waktu sekitar 6-7 tahun atau bahkan lebih untuk mendapatkan gelar dokter. Kewajiban seorang mahasiwa kedokteran ataupun seorang dokter untuk belajarpun sudah tertuang didalam kode etik kedokteran. Dimana seorang dokter wajib mengupgrade ilmu pengetahuannya dan belajar sepanjang hayatnya. Long life learner, begitulah kiranya istilah yang digunakan.

Belajar merupakan kewajiban bagi seorang muslim. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah. Dinilai shahih oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224)

Akan tetapi, disamping kewajiban untuk menuntuk ilmu kedokteran, sebagai seorang muslim yang taat, mahasiswa kedokteran juga memiliki kewajiban untuk menuntut ilmu agama Islam.

 

Lalu bagaimanakah cara kita (read: mahasiswa kedokteran) menyediakan waktu untuk mempelajari ilmu agama ditengah kesibukan dan rutinitas kita mempelajari ilmu kedokteran?

Read More

3 TIPS Mempelajari Ilmu Agama

Dalam sebagian kesempatan, Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan : “Salah satu perkara yang telah diketahui secara luas oleh segenap kaum muslimin dan juga oleh para ulama secara khusus ialah bahwasanya menambah pemahaman dalam ilmu agama serta menimba ilmu syar’i merupakan salah satu kewajiban yang paling penting, bahkan ia termasuk kewajiban yang paling utama untuk bisa beribadah kepada Allah jalla wa ‘ala; dimana Allah telah ciptakan makhluk untuk beribadah kepada-Nya serta mengutus segenap rasul dengan misi ini, dan Allah perintahkan semua hamba untuk merealisasikannya”.

Read More

KULIAH SAMBIL “NGAJI”

Kegiatan kuliah terasa amat menyibukkan, apalagi bagi calon dokter. Sibuk dengan berbagai tugas, harus buat presentasi, menyusun laporan praktikum dan lebih sibuk lagi jika sudah menginjak semester-semester akhir. Apakah mungkin kesibukan ini bisa dibarengi dengan menuntut ilmu agama? Jawabannya, mungkin sekali. Segala kemudahan itu datang dari Allah. Maka bisa saja seorang dokter menjadi pakar fiqih. Bisa jadi pula seorang ekonom menjadi pakar hadits, atau seorang ahli biologi menjadi hafizh Al Qur’an. Semua itu bisa terwujud karena anugerah dan kemudahan dari Allah. Read More

Aku dan Masa Laluku

 

“Every saint has a past, and every sinner has a future.”-Oscar Wilde

Sebuah kutipan sederhana yang tidak sengaja ku lihat saat asik scrolling di media sosial. Aku pun terdiam beberapa saat memandangi layar hp. Pikiran ku melayang. Apa benar aku yang seperti ini memiliki masa depan?

Read More