Kajian Etika Epidemiologi dan Islam Terhadap Petugas Kesehatan Rumah Sakit

Dikutip dari kajian yang di lansir  z-ismah.blogspot.co.id.

Salah satu syarat berdirinya rumah sakit adalah adanya sumber daya manusia yang mengisi organisasi rumah sakit. Sumber daya manusia rumah sakit berdasarkan UU No 44 Tahun 2009 adalah tenaga medis dan penunjang medis, tenaga keperawatan, tenaga kefarmasian, tenaga manajemen Rumah Sakit, dan tenaga nonkesehatan. Setiap sumber daya rumah sakit yang tergolong sebuah profesi pasti memiliki sebuah kode etik yang harus dianut oleh anggota profesi.

Permasalahan penolakan bayi dirumah sakit bukan hanya masalah etika oknum rumah sakit saja tetapi juga etika dari petugas pelayanan kesehatan terkait dengan kewajiban profesi kepada masyarakat/kliennya. Kewajiban ini dapat berupa bersikap tulus, ikhlas, jujur, dan menggunakan semua ilmu dan kompetensinya untuk kepentingan klien atau masyarakat. Petugas kesehatan diminta memberikan informasi yang benar dan jujur terhadap apa yang sedang terjadi di Rumah Sakit (truth).

Jika petugas kesehatan mengatakan hal yang jujur dan benar kepada orang tua/keluarga pasien maka dimungkinkan keluarga pasien dapat mempercayai itu dan rumah sakit tidak mendapatkanblacklist terhadap apa yang terjadi (benefit). Tetapi menjadi sebuah kontradiksi bagi petugas kesehatan bahwa petugas kesehatan menyatakan hal yang jujur kepada keluarga pasien terkait informasi yang dibutuhkan tetapi sistem di organisasi yang membentuk sebuah informasi yang keliru/salah dan petugas kesehatan menjadi turun pangkat atau kehilangan pekerjaan(risk).

Petugas kesehatan diwajibkan menjadi pribadi yang profesional tetapi juga dituntut sebagai manusia yang berakhlak mulia. Islam mengajarkan pada manusia untuk menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan profesional (Muslim,2010). Kriteria pribadi yang berakhlak mulia dan profesional adalah

  1. Tawadhu

“…. Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa” (QS An-Najm:34).

  1. Jujur

“Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar” (QS At-Taubah:119).

  1. Penyayang

 “Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu Berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu….” (QS: Ali Imran:159)

  1. Adil

 “Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) Berlaku adil dan berbuat kebajikan…” (QS:An-Nahl:90)

  1. Kerja sama dan suka bergaul

    “… dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…”(QS Al Maidah:2)

  1. Santun

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara Dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. 35. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai Keuntungan yang besar” (QS Fushilat:34-35).

  1. Memperdalam kedokteran bidang agama
  2. Memiliki rasa malu
  3. Mengutamakan kepentingan pasien
  4. Berlaku adil antara profesi, keluarga dan agama

 

Sumber : http://z-ismah.blogspot.co.id/2015/08/kajian-etika-epidemiologi-dan-islam.html

Hikmah Wudhu Bagi Kesehatan

Wudhu merupakan salah satu cara yang diajarkan dalam Islam untuk menjaga kesucian tubuh yang secara khusus dilaksanakan sebelum menjalankan ibadah-ibadah tertentu, seperti shalat, berzikir, berdoa, membaca Al-Qur’an dan lain-lain. Juga secara umum bisa dilakukan sebelum mengerjakan aktifitas-aktifitas lain, seperti tidur, bekerja, belajar, perjalanan dan lain sebagainya. Pengertian wudhu secara garis besar adalah membersihkan atau menyucikan diri dari segala kotoran dan najis yang dimulai dari membasuh muka (disertai niat) dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki.

Adapun perintah untuk berwudhu dijelaskan dalam Al-Qur’an pada surat Al-Maidah ayat 6, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki…”. Juga dijelaskan dalam hadits Rasulullah saw., “Barang siapa yang wudhu seperti wudhuku ini, kemudian shalat dua rakaat tanpa membisikkan sesuatu ke dalam hatinya (khusyu’) selama shalat dua rakaat itu, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari dan Muslim)

Sebagai salah satu ajaran Islam, wudhu mengandung banyak hikmah dan manfaat seperti yang telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an dan hadits. Dan, di antara manfaat wudhu adalah anggota yang dibasuh dalam wudhu akan bercahaya pada hari kiamat, dapat menghapuskan dosa-dosa dan lain sebagainya. Selain manfaat-manfaat tersebut, para ilmuwan modern telah menyelidiki berbagai manfaat ilmiah wudhu bagi tubuh orang yang melaksanakannya.

Berdasarkan penelitian-penelitian modern, wudhu sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Mokhtar Salem dalam bukunya Prayers; a Sport for the Body and Soul, menjelaskan bahwa wudhu bisa mencegah penyakit kanker kulit. Jenis kanker ini lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahan kimia yang setiap hari menempel dan terserap oleh kulit. Cara paling efektif menghilangkan resiko ini adalah membersihkannya secara rutin. Berwudhu 5 kali dalam sehari merupakan antisipasi yang lebih dari cukup.

Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim, anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London serta Penasehat penderita penyakit dalam dan penyakit jantung, mengatakan, “Para Pakar berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air (atau mengalirkan air) akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan, menjadikan rileks saraf-saraf otot, serta hilangnya kenaikan detak jantung, nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)”.

Pada anggota tubuh yang diwajibkan dibasuh dalam wudhu, ternyata terdapat ratusan titik akupunktur yang bersifat reseptor terhadap stimulus berupa basuhan, gosokan, usapan, dan tekanan atau urutan ketika melakukan wudhu. Selain itu, dalam dunia medis dikenal adanya titik-titik aktif biologis atau Biological Active Spots(BASes) yang mirip dengan titik akupunktur China. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Dr. Magomedov, seorang Asisten pada Lembaga General Hygiene and Ecology di Daghestan State Medical Academy, didapatkan kesimpulan bahwa wudhu dapat menstimulasi irama tubuh secara alami. Hal ini terjadi karena pada anggota tubuh yang dibasuh ketika wudhu terdapat 61 titik dari 65 titik refleks China yang disebut dengan drastic point yang cukup dipijat atau diusap secara lembut untuk mengaktifkannya.

Stimulus yang diberikan pada titik-titik tersebut melalui sentuhan, usapan, dan guyuran air wudhu akan diantarkan melalui meridian ke sel, jaringan, organ, dan sistem organ yang bersifat terapi. Hal ini terjadi karena adanya sistem regulasi, yaitu sistem saraf dan hormone bekerja untuk mengadakan homeostansis (keseimbangan). Dari berbagai hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa wudhu dapat dikategorikan sebagai hidromassage atau pijat dengan memanfaatkan air sebagai media penyembuhan.

Suber : http://talimulquranalasror.blogspot.co.id/

Hikmah Puasa Bagi Kesehatan

Ibadah puasa merupakan ibadah yang spesial, karena puasa merupakan ibadah pribadi atau personal yang tidak terlihat oleh orang lain, sehingga tidak banyak berpotensi menimbulkan riya’ dalam beribadah. Puasa adalah ibadah rahasia antara Allah dan hamba-Nya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw. :

الصَّوْمُ لِيْ وَأَنَا أَجْزِيْ بِهِ

Puasa diperuntukkan untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan memberi pahala puasanya (tanpa batasan jumlah pahala).” (HR. Tirmidzi)
Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui rahasia-rahasia yang terkandung dalam ibadah puasa. Di antara ilmuwan-ilmuwan yang melakukan penelitian tentang puasa adalah sebagai berikut :

Beberapa ilmuwan telah menyampaikan komentarnya tentang ibadah puasa. Allan Cott, dalam bukunya Fasting as a Way of Life, mengatakan bahwa puasa dapat memberikan istirahat fisiologis bagi sistem pencernaan dan sistem saraf pusat serta menormalisasi metabolisme tubuh.

Mc Fadon, seorang ahli kesehatan Amerika, mengatakan bahwa setiap orang perlu berpuasa. Sebab, jika tidak berpuasa maka ia akan sakit dikarenakan racun makanan berkumpul dalam tubuh. Puasa akan menurunkan berat badan dan racun-racun dalam tubuh akan terurai dan keluar, sehingga tubuh menjadi bersih secara sempurna.

Alex Carell, salah seorang pemenang nobel bidang kesehatan, menyatakan bahwa puasa benar-benar membersihkan dan mengganti jaringan tubuh. Banyaknya porsi makanan dapat melemahkan fungsi organ, dan itu merupakan faktor yang besar bagi berdiamnya jenis-jenis kuman dalam tubuh. Sedangkan, solusinya adalah dengan mengurangi porsi makan sehingga organ-organ tubuh dapat mengeluarkan zat, khususnya untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan jantung.

Masih banyak lagi ahli-ahli yang menyatakan tentang manfaat ibadah puasa bagi kesehatan. Salah satu yang menarik adalah pernyataan yang disampaikan oleh seorang ilmuwan Rusia, Prof. Nicko Lev dalam bukunya Hungry for Healthy. Ia menyatakan bahwa setiap orang harus berpuasa dengan menahan makan selama 4 minggu dalam setiap tahun, agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya. Ini artinya, pelaksanaan ibadah puasa pada bulan Ramadhan merupakan kegiatan yang sesuai dengan kaidah-kaidah kesehatan tubuh.

Rasulullah saw. pernah bersabda tentang manfaat puasa bagi kesehatan :

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Thabrani)

Dari keterangan-keterangan diatas, bisa disimpulkan bahwa pernyataan Rasulullah saw. tentang hikmah ibadah puasa bagi kesehatan merupakan salah satu mukjizat besar bagi kebenaran sabdanya. Sebelum para ilmuwan menemukan rahasia-rahasia tentang manfaat ibadah puasa, Rasulullah saw. sudah menyatakannya jauh sebelum para ilmuwan menemukan hasil penelitiannya.

 

Sumber : http://talimulquranalasror.blogspot.co.id/2015/06/hikmah-puasa-bagi-kesehatan.html

Manfaat Menutup Aurat Secara Sempurna Bagi Laki-Laki dan Perempuan

Bagi anda yang masih suka membuka-buka aurat di depan umum mungkin anda belum tahu betapa banyak manfaat yang bisa anda dapatkan dengan menutup aurat anda. Menutup aurat yang dilakukan dengan baik dan benar dapat melindungi anda dari berbagai keburukan mulai dari aspek sosial sampai ke aspek kesehatan seperti yang di lansir ghiecell28.blogspot.co.id . Tidak ada salahnya untuk mencoba menutup aurat anda jika keluar rumah untuk merasakan sensasinya.

Menutup aurat yang baik adalah dengan menggunakan pakaian yang tidak memperlihatkan kulit bagian aurat, tidak memperlihatkan betuk tubuh yang menarik bagi lawan jenis, tidak tembus pandang, desainnya tidak menarik perhatian orang lain dan yang tidak kalah penting adalah nyaman digunakan. Untuk laki-laki tutuplah bagian pusar sampai ke lutut. Sedangkan untuk perempuan hanya boleh memperlihatkan wajah dan telapak tangan.

Berikut ini adalah beberapa kegunaan, kelebihan, fungsi, kebaikan, manfaat yang bisa didapatkan dari menutup aurat anda :

1. Menghindarkan diri dari dosa akibat mengumbar aurat
Salah satu yang menyebabkan banyak wanita masuk neraka adalah karena mereka tidak menutup aurat mereka di mata orang-orang yang bukan mahramnya. Dari begitu besarnya mudharat yang bisa didapat dari membuka aurat, maka Tuhan melarang kita membuka aurat.

2. Menghindari fitnah, tuduhan atau pandangan negatif
Orang-orang yang gemar membuka auratnya secara terang-terangan bisa saja dituduh sebagai wanita nakal, pelacur, cewek penggoda, wanita murahan, tukang rebut suami orang, perempuan eksperimen, dan lain-lain. Untuk itu hindari memakai pakaian minim yang memperlihatkan bagian tubuh yang dapat merangsang lawan jenis untuk meredam berbagai fitnah.

3. Mencegah timbulnya hawa nafsu lawan jenis maupun sesama jenis
Secara umum laki-laki normal akan terangsang melihat wanita yang memakai pakaian ketat, modis, celana pendek atau rok mini ketat, rambut disalon, wajah dimakeup seksi, dan lain sebagainya. Banyak lelaki yang ingin menzinahi perempuan yang seperti itu baik secara paksa maupun tanpa paksaan.

4. Menunjukkan diri sebagai bukan perempuan / laki-laki murahan
Menutup aurat adalah suatu identitas orang-orang yang baik. Ditambah lagi dengan perilaku yang baik dan sopan maka tidak mungkin ada orang yang mengatakan kita sebagai perempuan murahan atau pria murahan.

5. Melindungi tubuh dan kulit dari lingkungan
Dengan pakaian yang menutupi tubuh secara sempurna maka kita tidak akan merasakan kepanasan saat mentari bersinar terik, tidak merasakan kedinginan saat suhu sedang dingin. Begitu pun dengan debu dan kotoran akan terhalang mengenai kulit kita langsung sehingga kebersihan tubuh dapat tetap terjaga dengan baik.

6. Mencegah rasa cemburu pasangan hidup kita
Jika suami atau istri suka tampil seksi maka pasangannya bisa saja merasa cemburu jika ada orang yang menggoda atau bahkan hanya sekedar melihat dengan pandangan penuh nafsu syahwat. Jangan biarkan rasa cemburu muncul dalam kehidupan rumahtangga kita, karena hal itu merupakan awal dari kehancuran sebuah keluarga yang bahagia.

7. Mencegah terkena penyakit dan gangguan kesehatan
Penyakit-penyakit yang dapat muncul jika kita tampil terbuka auratnya di ruang terbuka adalah bisa seperti kanker kulit, kulit terbakar, kulit menjadi hitam, noda flek di kulit, dan lain sebagainya. Cegah penyakit dan gangguan kesehatan tersebut dengan memakai pakaian yang tertutup yang dapat melindungi tubuh dari faktor-faktor penyebab penyakit atau gangguan kesehatan tersebut.

8. Memberikan sesuatu yang spesial bagi suami atau isteri kita
Buka-bukaanlah pada saat di depan suami atau istri kita saja. Orang yang demikian biasanya akan sangat dihargai dan disayangi oleh pasangan hidupnya. Terlebih lagi bisa menjaga kesucian dirinya hingga adanya pernikahan. Di depan orang lain yang bukan mahwam, aurat selalu terjaga dengan baik.

9. Melindungi diri kita dari berbagai tindak kejahatan
Biasanya wanita yang auratnya terbuka adalah yang paling sering menjadi korban perkosaan maupun tindak kriminal lainnya seperti perampokan, penjambretan, hipnotis, dan lain sebagainya. Bandingkan dengan wanita bercadar yang tampil tidak menarik di mata penjahat karena penampilannya yang misterius membuat pelaku kejahatan enggan menjahatinya.

10. Menutupi aib rahasia yang ada pada diri kita
Jika ada cacat pada tubuh maupun kulit kita bisa kita tutupi dengan menggunakan pakaian yang tertutup sehingga tidak ada seorang pun yang tahu kecacatan yang terjadi pada diri kita. Jika diumbar di depan orang banyak ya sudah pasti orang-orang akan tahu cacat yang kita punya.

berhiaslah (berhijab/jilbab) dengan Niat yang baik lantaran untuk mensyukuri nikmat Alloh. Jangan sampai berhias untuk hal-hal yang diharamkan Allah.
dan haram hukumnya apabila Berhiasnya wanita bukan untuk suaminya.
Berhias dengan tetap memperhatikan aturan Alloh Rasul. yaitu dengan ketentuan sebagai berikut:

1. pakaian menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak

وَقَالَ الْأَعْمَشِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْها قَالَ: وَجْهُهَا وَكَفَّيْهَا وَالْخَاتَمُ

Al-’Amash meriwayatkan dari Said bin Jubair dari Ibni Abbas: dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali apa-apa yang nampak darinya, Ibnu Abas menegaskan: wajah dan telapak tangan dan cincinnya…

2. Pakaian tidak dijadikan sebagai perhiasan yang menarik perhatian orang lain

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا *

سورة الأحزاب 59

Wahai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan perempuan mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

3. Pakaian tidak transparan

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا، أَنَّ أَسْمَاءَ بِنْتَ أَبِي بَكْرٍ، دَخَلَتْ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيْهَا ثِيَابٌ رِقَاقٌ، فَأَعْرَضَ عَنْهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَقَالَ: «يَا أَسْمَاءُ، إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتِ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا» وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ
رواه…رواه__________[حكم الألباني] : صحيح

Aisah Radhiyallohu anha meriwayatkan bahwa Asma’ binta Abu Bakar masuk melewati Rasulillahi SAW dan dan I (Asma’) mengenakan pakaian yang transparan maka Rasulullahi SAW berpaling darinya dan bersabda,”Wahai Asma’ sesungguhnya seorang perempuan ketika telah sampai haid (baligh) tidak pantas jika diperlihatkan darinya kecuali ini dan ini, dan nabi istarah pada wajah dan telapak tangannya.

4. pakaian tidak ketat dan menampakkan bentuk tubuh
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa ‘Ala Alihi Wa Sallam bersabda:

: صنفان من أهل النار لم أرهما
قوم معهم سياط كأذناب البقر يضربون بها الناس
ونساء كاسيات عاريات مائلات مميلات رؤوسهن كأسنمة البخت المائلة لايدخلن الجنة ولا يجدن ريحها وان ريحها لتوجد من مسيرة كذاوكذا )
رواه أحمد ومسلم في الصحيح .

“Ada dua golongan penduduk neraka yang belum aku melihat keduanya,
> yang pertama Kaum yang membawa cemeti/Cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia ,
> dan yang kedua adalah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang, cenderung kepada kemaksiatan dan membuat orang lain juga cenderung kepada kemaksiatan. Kepala-kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang berlenggak-lenggok.Mereka tidak masuk surga dan tidak mencium bau wanginya. Padahal bau wangi surga itu tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian waktu [jarak jauh sekali]”.

5. tidak berbau wangi dan tidak memakai parfum

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ» __________[حكم الألباني] حسن

“Rasulullah SAW berabda: Manakah perempuan yang memakai parfum maka lewat pada kaum agar mencium baunya maka ia sudah berzina”.Keterangan: Seorang wanita yang sengaja memakai parfum dan bergaul dalam suatu kaum dengan niat sengaja memamerkan baunya maka hukumnya sama dengan dia berzina.

6. tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ»__________[حكم الألباني] : حسن صحيح

“Rasulullah SAW bersabda.”Barangsiapa berpakaian seperti suatu kaum maka ia masuk dalam golongan kaum tersebut”.

7. Tidak mengenakan pakaian untuk menjadi terkenal / mencari popularitas

عَنْعُثْمَانَ بْنِ أَبِي زُرْعَةَ، عَنْ مُهَاجِرٍ، عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ أَلْبَسَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ

Rasululloh SAW bersabda,”Barangsiapa mengenakan pakaian dengan niat ingin terkenal maka Allah memberinya pakaian hina pada hari kiamat kemudian membara dalam neraka”.

 

Baca Selanjutnya : http://ghiecell28.blogspot.co.id/2013/10/fungsimanfaat-menutup-aurat-secara.html
Gambar : https://syifamk.files.wordpress.com/2012/11/jilbab-syari-menutup-aurat2.jpg

MUKJIZAT DI BALIK PERINTAH MEMBERI ASI KEPADA BAYI

Riset-riset dan studi-studi tentang manfaat menyusui secara alami (ASI) masih terus berlangsung, Subhanallahu! Manusia merasa heran dan kagum terhadap air susu alami ini, yang Allah telah anugerahkan untuk anak-anak (bayi), seperti yang di lansir oleh www.w-islam.com

Sebuah penelitian ilmiah baru-baru ini menunjukkan bahwa menyusui secara alami, sangat membantu dalam mengurangi risiko kanker payudara di kalangan para wanita yang berasal dari keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini. Penelitian yang telah dilakukan terhadap lebih dari 60 ribu wanita ini menjelaskan bahwa menyusui anak (bayi) selama jangka waktu tiga bulan, setara dengan mengonsumsi obat yang telah dikenal untuk mencegah penyakit ini (kanker payudara) dan (obat itu) bernama “tamoxifen” selama lima tahun.

Dr Ellison M. Stoib dari University of North Carolina, yang melakukan penelitian ini berkata:” Pengobatan yang kami persembahkan untuk para wanita yang memiliki risiko kanker payudara adalah “Tamoxifen”, sebagai pencegahan/perlindungan dari kanker payudara”.

Dia menambahkan:”Akan tetapi studi ini telah memberikan kabar gembira bagi wanita yang memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarganya, dan bagi wanita yang ingin mengurangi risiko terjangkit penyakit ini.”

Stoib mengisyaratkan bahwa banyak dari para peneliti yang dahulu menghubungkan antara menyusui secara alami dengan berkurangnya risiko penyakit ini. Namun hasil-hasil ini berasal dari penelitian-penelitian yang secara mendasar bersandar pada ingatan para wanita yang terdaftar dalam riset tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa menyusui secara alami (dengan ASI) tidak mengurangi resiko terjangkitnya penyakit ini pada wanita yang tidak memiliki riwayat penyakit ini dari sisi keluarganya. Adapun wanita yang saudara perempuannya, atau ibunya atau putrinya terjangkit penyakit ini, maka menyusui secara alami mengurangi risiko terjangkit penyakit ini sebesar 59 persen. Sebuah persentase yang lebih tinggi dari persentase yang dicapai dengan mengonsumsi tamoxifen selama lima tahun, pada keadaan wanita yang sama. Karena obat tersebut (Tamoxifen) hanya mengurangi resiko terjangkitnya penyakit ini sebesar 50 persen saja.

Ada ratusan studi yang menguatkan bahwa menyusui secara alami (dengan ASI) lebih baik daripada susu sapi bagi bayi. Dan pada hari ini datang penelitian-penelitian untuk membuktikan manfaat menyusui secara alami (ASI) bagi ibu dan manfaatnya dalam memberikan perlindungan dari kanker payudara, yaitu suatu penyakit yang telah menyebar secara luas akhir-akhir ini.

Dari sini kita mengetahui kenapa al-Quran memerintahkan para ibu untuk menyusui anak-anak mereka, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ) [البقرة: 233].

”Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan….”(QS. Al-Baqarah: 233)

Dan bahkan, dalam keadaan ibu tersebut tidak mampu untuk menyusui anaknya atau dalam keadaan terjadi permasalahan keluarga antara suami isteri, Allah tidak memerintahkan kita untuk memberi anak kita susu sapi misalnya. Akan tetapi Dia memerintahkan kita untuk menyusukannya kepada wanita lain. Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

(وَإِنْ تَعَاسَرْتُمْ فَسَتُرْضِعُ لَهُ أُخْرَى) [الطلاق: 6].

”…Dan jika kalian menemui kesulitan (tidak bersepakat dalam malah penyusuan anak tersebut) maka hendaklah perempuan lain menyusuinya (anak itu).”(QS. Ath-Thalaq: 6)

Dan ini mengajak kita untuk merenungkan/memikirkan ajaran-ajaran Islam, dan membandingkannya dengan ajaran “ateisme” yang tidak memberikan kepada penganutnya kebaikan sedikitpun. Yang mana kita mendapati bahwa Islam menginginkan kebaikan di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman.

Renungan Keimanan

Ada sesuatu yang menyita perhatianku, yang jarang kita berpikir tentang hal ini. Seandainya kita melihat kemajuan besar di dalam teknologi pangan/gizi dan kita melihat teknik yang baru dan menakjubkan dalam industri susu, kita mendapatkan bahwa teknik ini lemah tak berdaya di hadapan susu yang dikaruniakan oleh Allah untuk anak-anak dari payudara ibu mereka.

Para ilmuwan menyatakan secara tegas bahwa jenis susu terbaik adalah air susu ibu, dan bahwasanya tidak mungkin untuk meniru susu ini, secanggih apa pun teknik dan perangkat yang digunakan. Di sini kami teringat firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

(هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ بَلِ الظَّالِمُونَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ) [لقمان: 11].

”Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan (mu) selain Allah.Sebenarnya orang-orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.” (QS. Luqman: 11)

Dan kami katakan kepada semua saudaraku yang merasakan kesempitan dunia:” Allah telah mengirimkan untukmu jenis makanan terbaik, ketika anda masih bayi, lemah, tidak mampu untuk melakukan apapun, dan tidak bisa mengatakan apapun. Maka apakah Sang Pencipta Yang Mahaagung ini akan melupakanmu padahal engkau mengatakan:” Ya Allah!” Oleh karena itu, wahai saudara-saudaraku tercinta janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, dari rizki dan karunia-Nya. Padahal Dialah yang berfirman:

(وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا * وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا) [الطلاق: 2-3].

”…Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu…”(QS. Ath-Thalaq: 2-3).

 

sumber :
alsofwah/kaheel7.com /17/10/2012
http://www.w-islam.com/2013/01/446/mukjizat-di-balik-perintah-menyusui-bayi-dengan-asi/

Sumber gambar :
http://1.bp.blogspot.com/_D_RRrIu8FXM/S9Du4XrxncI/AAAAAAAALjg/n6xx6MKO84w/s1600/bayi+imut.jpg