Langkah Awal Kebangkitan Kedokteran Islam Indonesia dengan Hangatnya Ukhuwah Rakernas 2014 FK UII Yogyakarta

Langit biru dan berawan menemani Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FULDFK di Komplek Kampus UII, Yogyakarta. Angin pergunungan pagi berhembus menerbangkan dedaunan seakan bertasbih memuja Sang Khalik.  Sinar mentari pagi memberikan semangat baru untuk selalu berjuang di bawah naungan panji-panji Allah Subhanallahu wa Ta’ala. Bagaikan symphoni pagi yang siap menyambut delegasi “Pejuang Dakwah” dari seluruh Indonesia.

Rakernas kali ini diadakan tepat  pada tanggal 25-26 Januari 2014. Tanggal tersebut merupakan momen penting bagi FULDFK untuk kembali merangkai diri, menyiapkan rumah dengan hangatnya ukhuwah islamiyah. Rangkaian acara pada hari pertama yang bertempat di salahsatu ruangan Gedung Kuliah Umum Dr Sardjito UII, panitia menyambut delegasi yang hadir. Acara yang di design dengan syar’i, sederhana dan penuh dengan kekeluargaan dibuka dengan khitmat bacaan ayat suci Al-quran dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan oleh ketua panitia Rakernas FULDFK 2014 Anandyo Septiawan, Ketua CMIA FK UII Reza Aganta Praba, Ketua DPM FK UII Beifrie Mahestra Sudarman dan kemudian diresmikan oleh Dekan FK UII yang diwakilkan dr. Sunarto, M.Kes  yang menceritakan bagaimana perjuangan mahasiswa muslim dahulu yang bergerak dan berjuang agar islam dapat ditegakkan di wilayah kampus seperti saat ini. Paparan dr Sunarto memancing semagat delegasi dalam mengikuti acara.

Rakernas UII All Delegation (Ikhwan)

Setelah itu dilanjutkan dengan paparan tentang FULDFK oleh Ketua FULDFK Indonesia Akh Muhammad Haydar dan paparan proker masing-masing DEW, dimulai dari DEW 3 oleh Akh Tohari Masidi Amin (FK UMJ), DEW 4 oleh Ukht Devy Maya Kusuma Sari (FK UII) yang mewakili Akh Langgeng Perdana Kusuma (FK UNISULLA) dan DEW 2 oleh Ukht Sheilla Shantika Sukwandini Saviatri (FK UHT) mewakili Akh Muhammad Naya (FK UMM).

Kemudian acara dilanjutkan dengan rapat setiap departemen pusat dan dewan wilayah untuk mendiskusikan program kerja yang akan dipersentasikan selama kepengurusan. Kemudian dilanjutkan dengan persentasi hasil diskusi, namun ketua setiap departemen pusat dan dewan wilayah ada yang berhalangan hadir sehingga diwakilkan oleh anggotanya masing-masing. Persentasi pertama dari Departemen Kemuslimahan DEP oleh Ukht Tari Febri (FK UMM) mewakili Ukht Elsye Purnamawati (UNPAD). Presentasi kedua oleh Departemen Pengrmbangan LDFK dan Kaderisasi (P&K) DEP yang disampaikan Akh Ihsan Yudhitama (FK UGM) mewakili Ukht Sheilla Selvina (FK UNPAD). dan Presentan ketiga adalah Akh Arif Rahmat (FK UGM) yang menjelaskan proker Departemen Informasi dan Teknologi (IT) DEP dan  Adzan pun berkumandang tanda harus memasuki waktu shalat.

Setelah ISHOMA acara kembali dilanjutkan dengan presentasi dari Departemen Finansial DEP oleh akh Muqsit Fajar Febriady (FK UNISMA) dan Akh Hidayatullah Arief (FK UNISMA) yang mewakili ketuanya Ukht Azqia Zahra. Selanjutnya presentasi dari Depatemen Hubungan Masyarakat (HUMAS) DEP oleh Ukht Alfi Kamalia (FK UNEJ). Dan presentasi terakhir menjelang adzan maghrib adalah dari Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA) DEP oleh Ukht Isnani Nur Hidayatullah (UII) mewakili Ukht Vekky Tria N (UNAND).

Setelah itu, peserta menuju penginapan di Rumah Susun Mahasiswa (RUSUNAWA) UII.  Ba’da sholat isya, seleruh peserta berkumpul kembali dan saling sharing tentang LDFK masing-masing. Momen singkat ini yang kita gunakan untuk sharing tentang problem-problem yang ada di LDFK masing-masing merupakan hakikat adanya FULDFK karena FULDFK ada untuk LDF dan LDF ada untuk mahasiswa muslim ujar Akh Haydar.

FGD UII (Ikhwan)

Walaupun sudah setengah hari mengikuti acara yang sangat padat, para peserta tetap bersemangat untuk membagikan pengalaman, masalah dan solusinya. Subhanallah, ternyata banyak manfaat yang dapat diambil dari saudara-saudara kita di LDFK masing-masing. Banyaknya hambatan yang dilalui setiap aktivitas dakwah (Da’i) tidak akan dapat menyurutkan semangat untuk selalu berjuang di jalan Allah.

Keesokan pagi pada hari kedua, dimulai dengan pembacaan Al-Masurat ba’da sholat subuh berjama’ah. Lalu dilanjutkan dengan taushiyah oleh dr. Agus Taufiqurrahman, Sp.S. Beliau berpesan agar setiap Da’i tidak gampang menyerah dengan keadaan lingkungannya, apalagi terjerat dan terseret oleh prilaku-prilaku buruk. Acara kemudian dilanjutkan dengan sarapan pagi dan packing mengikuti city tour dan penutupan di kebun binatang Gembira Loka. Peserta tampak bersemangat dan penuh dengan canda tawa dalam mengikuti kegiatan.

Penutupan sekaligus Pelantikan Pengurus FULDFK 2014 diadakan di kebun binatang Gembira Loka, acara ini merupakan acara penutupan yang terbilang asing bagi peserta yang umumnya setiap acara pelantikan diadakan diruangan tertutup. “Pelantikan kali ini segaja dibuat di outdoor dan diadakan di kebun binatang, harapnya agar penggurus FULDFK dapat benar-benar menjalankan amanahnya dengan baik, karena pada hari ini antum semua akan dilantik dan disaksikan oleh makhluk hidup bukan benda mati yang selalu ada diruangan saat kita dilantik, oleh karena itu jika antum tidak menjalankan amanah dengan sebenar-benarnya, maka pikirkan akibatnya. Karena bukan benda mati dan beberapa mahkluk hidup yang menyaksikan anda tapi semua jenis makhluk hidup insya Allah menjadi saksi dilantiknya antum” sambutan ketua panitia.

Kebun Binatang

Acara kemudian ditutup dengan ucapan perpisahan dari dr. Sunarto dan pemberian kenang-kenangan kepada peserta yang hadir saat itu. Alhamdulillah, acara Rakernas pun berakhir. Semoga rangkaian acara Rakernas 2014 di FK UII (Jogja) dapat menjadi kenangan terindah dalam periode kepengurusan. Agar FULDFK tetap Solid, Mengakar dan Menyejarah dalam dinamika kedokteran islam di indonesia Insya Allah. Amiin ya Rabbal a’lamin.

FULDFK 2014

“Menjadikan profesionalitas kinerja FULDFK 2013/2014 sebagai kekuatan dalam membangun
ukhuwah LDFK se-Indonesia untuk memperjuangkan Islam demi kemaslahatan umat
yang berbasis kompetensi kesehatan.”
– Visi FULDFK 2014


[one_half]

Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia (FULDFK) adalah wadah berkumpulnya seluruh Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran se-Indonesia yang didirikan pada tanggal 4 Muharram 1426 H atau 13 Januari 2005 di Jatinangor, Jawa Barat. Organisasi ini lahir pada saat diselenggarakannya Musyawarah Nasional I dan Deklarasi FULDFK 10-13 Februari 2005, yang dihadiri oleh 109 delegasi yang berasal dari 29 Fakultas Kedokteran se-Indonesia.

[/one_half]
[one_half_last]

FULDFK bersasaskan Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dengan visi untuk memperjuangkan Islam demi kemaslahatan ummat yang berbasis pada kompetensi kesehatan. Memiliki struktur kepengurusan yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan memiliki 6 departemen di tingkat pusat dan 4 wilayah kerja yang memiliki kepengurusan pada setiap Fakultas Kedokteran. Kepengurusan saat ini adalah kepengurusan 2013-2014 yang diresmikan di Rakernas 2014 Yogyakarta.

[/one_half_last]

FULDFK2014 - Copy (2)

[one_half]

FULDFK memiliki pembagian struktur eksekutif, yaitu Dewan Eksekutif Pusat dan Dewan Eksekutif Wilayah. Saat ini FULDFK memiliki 4 DEW yaitu (1) DEW I meliputi seluruh provinsi di pulau Sumatra, (2) DEW II meliputi Sulawesi, Bali, Maluku, dan Irian Barat, (3) DEW III meliputi Jawa Barat, Jakarta, Banten, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah, dan (4) DEW IV meliputi Jawa Tengah, Yogyakarta, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Perombakan DEW yang semula terdapat 5 wilayah menjadi 4 wilayah adalah berdasarkan rekomendasi MUNAS VIII Padang dan yang kemudian ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan DEP FULDFK 2012-2013.

[/one_half]

[one_half_last]

Terdapat 58 pengurus di dalam struktur DEP FULDFK 2014, yang terdiri dari jajaran Ketua Umum, Sekretaris Umum, dan Bendahara Umum, Departemen Finansial, Departemen Kemuslimahan, Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA), Departemen Pengembangan LDFK dan Kaderisasi (P&K), Departemen Hubungan Masyarakat (HUMAS), Departemen Informasi dan Teknologi (IT). Selain itu, di dalam DEW I terdapat 86 pengurus, DEW II terdapat 44 pengurus, DEW III terdapat 73 pengurus, dan di dalam DEW IV terdapat 36 pengurus. Sehingga total jumlah pengurus DEW di seluruh wilayah adalah sejumlah 239 pengurus.

[/one_half_last]

FULDFK Tanggap Bencana Banjir Jakarta

Posko Banjir DEW 3  (Posko FULDFK Tanggap Bencana Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, khususnya di Kampung Pulo, Jati Negara, Jakarta Timur)

 JAKARTA – Bencana banjir di Jakarta tidak bisa dihindari lagi, namun begitu bukan berarti tidak ada tindakan untuk menghadapinya. Menyaksikan kawasan perumahan, khususnya yang berada di pinggiran sungai yang terkena banjir, serta para korban banjir yang merenungi nasibnya di lokasi pengungsian, semakin membuat hati nurani tersentuh. Kepedulian inilah yang juga menyentuh kami dari Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia (FULDFK) yang peduli akan kondisi masyarakat dan tanggap melihat kondisi yang ada.

Survey Banjir  (Proses Survey FULDFK Tanggap Bencana Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, khususnya di Kampung Pulo, Jati Negara, Jakarta Timur)

Untuk itu pada (31/1/2014) dilakukan survey di lokasi banjir yang dipimpin oleh Tohari Masidi Amin, Ketua Dewan Eksekutif Wilayah 3 (KADEW3) untuk mengetahui permasalahan dan solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah melakukan wawancara dengan warga dan ketua RW setempat didapatkan bahwa warga membutuhkan sembako dan yang terpenting adalah pengobatan.

Sebagai tindak lanjutan pada (1-2/2/2014), FULDFK melakukan aksi sosial bertema “We Care, We Share, We Are Family – FULDFK Tanggap Bencana” untuk membantu warga Jakarta, yang bekerja sama dengan Kostrad TNI. Ini merupakan salah satu kegiatan dari departemen Pengabdian Masyarakat (PENGMAS) yang dikepalai oleh Agus Karyaman, PENGMAS FULDFK juga  melibatkan para dokter yang saat itu para dosen dari FK UMJ dan juga relawan untuk turut serta membantu para korban banjir Jakarta.

Penyerahan bantuan secara simbolis diberikan oleh Agus Karyaman, Ketua Departemen Pengabdian Masyarakat (KADEP PENGMAS). Bantuan diberikan di salah satu posko di Kelurahan Kampung Melayu, Jakarta Timur, khususnya di Kampung Pulo, Jati Negara, Jakarta Timur.

Pada hari pertama (1/2/2014) ±195 orang mendapat sembako dan pengobatan gratis. Mulai dari pukul 11.00-16.00 tim terus bekerja. Namun belum semua warga mendapat kesempatan, akhirnya dengan berbagai pertimbangan diadakan kegiatan lanjutan yang kedua.

Penyiapan Obat                 (Proses menyiapkan obat di Meja Farmasi)

Kegiatan hari kedua (2/2/2014) dimulai pukul 8.00-13.00. Warga yang belum tertangani, akhirnya mendapat kesempatan. Jumlahnya meningkat menjadi 305 orang. Tim sempat disibukan dengan pasokan obat yang mulai berkurang dan kelelahan yang melanda, namun itu semua menjadi permasalahan, karena tujuan awal kita adalah  demi membantu sesama.

Terimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat yang telah meluangkan waktu dan materi, karena sesungguhnya Rasulullah bersabda:

للناس أنفعهم الناس خير

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah)

 Tulisan oleh :

Agus Karyaman, Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat FULDFK DEW 3

World Hijab Day 2014

WELCOME WHD…

WORLD HIJAB DAY, Februari 1st 2014…….

Mungkin sedikit asing ya di telinga kita,

Yuk mari di baca guys..

Apasih WHD itu?

WHD is World Hijab Day yaitu hari hijab sedunia yang ditetapkan pada tanggal 1 Februari. Nah, pada hari ini dihimbau bagi semua wanita muslim di seluruh antero jagat raya untuk berhijab, baik yang memang sudah berhijab maupun yang belum, walaupun hanya sehari saja (jika memang belum bisa berhari-hari). Selain itu dipersilahkan juga bagi nonis (non islam) yang ingin merasakan berhijab di hari ini atau pun ingin mencari informasi mengenai hijab.

Dan pada akhirnya diharapkan seluruh muslimah di seluruh dunia mengenakan jilbab yang memang sudah menjadi kewajiban bagi wanita muslim.

“Hai nabi, katakan kepada istri-istrimu dan anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang-orang mukmin hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka, yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenal, hingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.”(QS.Al Ahzab:59).

Gimana ceritanya bisa muncul WHD itu…?

Begini guys, WHD itu muncul dari seorang wanita tangguh yang berada di Amerika sana, ya.. dialah Nazma  Khan, wanita keturunan Bangladesh yang kini tinggal di New York, Amerika Serikat.

Beliaulah yang menggagas diadakan WHD ini berdasarkan pengalaman pahit yang beliau alami jadi ceritanya begini pada usianya yang 11 tahun Nazma Khan pindah ke Amerika dan menjadi satu-satunya siswi berkerudung di sekolah menengahnya. Sejak saat itulah beliau mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari temannya maupun dari gurunya sendiri. Pernah suatu ketika hijab beliau ditarik padahal ada 10-15 laki-laki diruangan itu. Dan perlakuan tidak baik tersebut terjadi hingga beliau lulus, perlu diketahui bahwa beliau lulus dengan nilai terbaik di kelasnya.

Kata beliau begini “Di Bronx saya mengalami banyak diskriminasi karena mengenakan hijab. Saat di sekolah menengah saya dijuluki ‘Batman’ atau ‘Ninja’ dan terbawa sampai saya masuk universitas apalagi setelah tragedi 11 September. Saya dipanggil Osama bin Laden atau teroris. Itu mengerikan. Saya pikir satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi adalah jika mereka merasakan sendiri untuk berhijab,”

Pada bulan oktober 2010, beliau membuka toko hijab untuk memfasilitasi muslimah menggunakan hijab. Sejak saat itu, banyak muslimah dari beberapa negara mengirim email dan menceritakan perjuangan mereka menggunakan hijab. Lalu beliau berpikir untuk mengajak muslim maupun non muslim menggunakan hijab agar mereka merasakan bagaimana menggunakan  hijab. Pada akhirnya beliau merancang sebuah gerakan bernama World Hijab Day pada tanggal 1  Februari. Awalnya ini merupakan gerakan petisi atau himbauan agar para muslimah menggenakan jilbabnya pada hari itu. Petisi tersebut di publish dan diterjemahkan kedalam 23 bahasa termasuk bahasa Indonesia.

Lalu dukungan terus bertambah hingga literatur World Hijab Day telah diterjemahkan dalam 40 bahasa. Dan Ada lebih dari 50 negara merayakan hari hijab sedunia ini serta 21 negara ditunjuk sebagi duta. Bahkan Miss Universe 2013 Carol Lee, politisi Dr Amina Nama di Sambo, Mufti Ismail Menk, Dr.Yasir Qadhi, Sheikh Omar Suleiman secara terang-terangan mendukung gerakan ini.

Terus tujuan dan manfaat WHD apa aja ya..?

Hehe… Seperti karya tulis ilmiah ada tujuan dan manfaat, okeyokey begini Ibu Nazma Khan berharap dengan adanya World Hijab Day dapat merajut solidaritas para wanita muslim di dunia ini untuk tetap teguh menjalankan perintah Allah yaitu dengan mengenakan hijab meskipun harus menghadapi berbagai tantangan, diskriminasi atau pun penolakan. Dan bagi yang belum berhijab semoga bisa menyentuh hati dan menguatkan niatnya untuk berhijab.

Selain itu, World Hijab Day juga dimaksudkan untuk mengubah paradigma pemahaman yang buruk tentang berhijab.

Dan juga memberikan dukungan moral serta kekuatan, khususnya bagi muslimah minoritas yang masih mendapatkan penolakan dan diskriminasi dari lingkungannya.

Apa kata mereka tentangWHD?

  • World Hijab Day is NOT Bidah (innovation),  by Mufti Menk
  • My name is Allie and I live in a rural university town in Illinois in the United States. I’m a head-covering Christian, but I’m the Director of Christian Education for a church where no one covers. I’ll be participating in World Hijab Day and inviting my church to participate in it too.
  • “As president of Equality Quebec here in Montreal, Quebec, Canada, I am proud to be partaking in this event. In Quebec Islam is currently under fire, and having this event in our part of the world holds a special significance. Thank you Sister Nazma for providing us with this opportunity to show solidarity and raise awareness. May Allah be with you always, inshaAllah.”-Salman Shabad Saini
  • “I was born a muslimah, raised in a christian community , studied in a catholic university in Davao City,Philippines, it is difficult to wear my hijab because most of my classmates/friends are non-muslims chances they bullied me as if i’m a terrorist but it didn’t stop me from wearing my hijab….and because of that it gives mo more courage to continue and will do it through the rest of my life…. i love my hijab just like i love Allah and the Prophet Muhammad (pbuh).” -TadjmahalHasan (Philippines)
  • “We are the students of Sylhet M.A.G Osmani Medical College,Bangladesh..we love our hijab & are proud of it.We don’t feel it as an oppression,but it is our freedom..most of the girls in our class wear hijab & i think they all look like princesses. I believe World Hijab Day will be a very good platform for our sisters who want to start wearing hijab.May All mighty Allah bless us all with his grace.”-Mahmuda A Mukta

Tunggu apalagi, Lets go girls..

Di negeri tercinta kita ini berhijab sudah bukan hal yang aneh ya, bayangkan jaman dulu masih dilarang- larang. Alhamdulillah, atas bantuan Allah dan perjuangan akhwat- akhwat terdahulu hijab sekarang sudah tidak dilarang lagi, kita doakan saudari-saudari kita yang di luar negeri sana *yang masih dilarang berhijab, semoga Allah kuatkan perjuangan mereka J

#YukBerhijabWarnaiDunia J

By:       Kemuslimahan FULDFK’14, Siap mewarnai dunia