BIDAYATUL HIDAYAH #4 : NIAT MENUNTUT ILMU

اَمَّا بَعْدُ فَاعْلَمْ اَيُّهَا الْحَرِيْصُ الْمُقْبِلُ عَلَى اقْتِبَاسِ الْعِلْمِ الْمُظْهِرُ مِنْ نَفْسِهِ صِدْقَ الرَّغْبَةِ وَ فَرَطَ التَّعَطُّسِ اِلَيْهِ

Adapun setelah basamalah, hamdalah, shalawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad saw, keluarga dan sahabat beliau, maka ketahuilah wahai orang yang sangat tertarik menuntut ilmu, yang menunjukkan dirinya benar-benar ingin dan sangat haus terhadap ilmu,

أَنَّكَ اِنْ كُنْتَ تَقْصِدُ بِطَلَبِ الْعِلْمِ الْمُنَافَسَةَ وَ الْمُبَاهَاتِ وَ التَّقَدُّمَ عَلَى الْأَقْرَانِ وَ اسْتِمَالَةَ وُجُوْهِ النَّاسِ اِلَيْكَ وَ جَمْعَ حِطَامِ الدُّنْيَا فَاَنْتَ سَاعٍ فِيْ هَدَمِ دِيْنِكَ وَ اِهْلَاكِ نَفْسِكَ وَ بَيْعِ اٰخِرَتِكَ بِدُنْيَاكَ

Sungguh apabila dengan menuntut ilmu engkau bermaksud bersaing, membanggakan diri, mengungguli teman-teman, menarik perhatian manusia dan mengumpulkan harta benda dunia, maka engkau sedang bergerak meruntuhkan agamamu, membinasakan dirimu sendiri dan menjual akhiratmu dengan dibayar dunia,

فَصَفَقَتُكَ خَاسِرَةٌ وَ تِجَارَتُكَ بَائِرَةٌ وَ مُعَلِّمُكَ مُعِيْنٌ لَك عَلٰى عِصْيَانِكَ وَ شَرِيْكٌ لَكَ فِيْ خُسْرَانِكَ وَ هُوَ كَبَائِعِ سَيْفٍ مِنْ قَاطِعِ طَرِيْقٍ كَمَا قَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ مَنْ أَعَانَ عَلٰى مَعْصِيَةٍ وَ لَوْ بِشَطْرِ كَلِمَةٍ كَانَ شَرِيْكًا لَهُ فِيْهَا

maka transaksimu merugi, perdaganganmu bangkrut, pengajarmu adalah penolong kedurhakaanmu serta partnermu dalam kerugianmu sambil ia seperti orang yang menjual pedang kepada begal sebagaimana Baginda Nabi Muhammad saw bersabda “Siapapun yang menolong kedurhakaan walau dengan sepotong kalimat maka ia adalah partner baginya dalam kedurhakaan itu”

 

Penjelasan singkat :

Setelah membuka dengan basmalah, hamdalah, shalawat, Imam Al-Ghazali qs mengingatkan penuntut ilmu tentang niatnya. Niat sangat menentukan sebagaimana disabdakan Baginda Nabi Muhammad saw,

اِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَ اِنَّمَا لِكُلِّ امْرِءٍ مَا نَوَى

“Sungguh amal itu dengan niat dan sungguh setiap manusia akan mendapatkan apa yang diniatkannya”

Pada bagian pertama disinggung contoh niat yang perlu dihindari :

  • Bersaing
  • Berbangga diri
  • Mengungguli yang lain
  • Menarik perhatian orang
  • Mengumpulkan harta benda dunia

Mereka yang menuntut ilmu dengan niat tersebut, akan dipandang sedang :

  • Menghancurkan agama
  • Membinasakan diri sendiri
  • Menjual akhirat dengan dibayar dunia

Dalam hadits diriwayatkan :

مَنْ طَلَبَ الْعِلْمَ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يُكَاثِرَ بِهِ الْعُلَمَاءَ أَوْ يُصَرِّفَ وُجُوْهَ النَّاسِ إِلَيْهِ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Siapapun yang menuntut ilmu untuk berdebat dengan orang bodoh atau untuk bersaing dengan para ulama atau untuk menarik perhatian manusia, maka ia akan mendiami tempatnya di neraka” (HR At-Tirmidzi)

Pada hadits lain diungkapkan :

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللهِ تَعَالٰى لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيْبَ بِهِ عَرْضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapapun yang belajar ilmu yang dengannya dicari ridha Allah Ta’ala, (tapi) ia tidak mempelajarinya melainkan karena ingin memperoleh harta benda dunia, maka ia tidak akan menemukan wangi surga pada hari kiamat” (HR Abu Dawud)

 

Kemudian Imam Al-Ghazali melanjutkan :

وَ اِنْ كَانَتْ نِيَّتُكَ وَ قَصْدُكَ بَيْنَكَ وَ بَيْنَ اللهِ تَعَالٰى مِنْ طَلَبِ الْعِلْمِ الْهِدَايَةَ دُوْنَ مُجَرَّدِ الرِوَايَةِ فَاَبْشِرْ فَاِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَبْسُطُ لَكَ اَجْنِحَتَهَا اِذَا مَشَيْتَ وَ حِيْتَانَ الْبَحْرِ تَسْتَغْفِرُ لَكَ اِذَا سَعَيْتَ

Dan bila niat dan maksudmu antara dirimu dan Allah dari menuntut ilmu adalah hidayah bukan sekedar meriwayatkan, maka berbahagialah sebab sungguh malaikat merentangkan sayap-sayapnya bagimu ketika kamu pergi (menuntut ilmu) dan ikan-ikan di lautan memohonkan ampun bagimu ketika kamu pergi (menuntut ilmu).

 

Penjelasan singkat :

Imam Al-Ghazali qs mengambarkan seorang penuntut ilmu benar dan baik niatnya sebagai orang yang berniat mendapatkan hidayah (petunjuk). Mereka yang memiliki niat yang benar ini di antaranya akan mendapatkan anugerah dibantu dan dilindungi para malaikat karena ridha. Orang yang berilmu akan dido’akan ikan di lautan bahkan oleh makhluk di langit dan di bumi agar mendapatkan ampunan. Hal ini diriwayatkan dalam hadits :

اِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا لِطَالِبِ الْعِلْمِ رِضًا بِمَا يَصْنَعُ

“Sungguh para malaikat pasti meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu karena ridha terhadap pekerjaannya” (HR Ahmad, Ibnu Hibban dan Al-Hakim)

يَسْتَغْفِرُ لِلْعَالِمِ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَ الْأَرْضِ

Makhluk di langit dan di bumi memohonkan ampun bagi orang yang berilmu (HR At-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

 

Sumber : http://www.kmnu.or.id/konten-403-bidayatul-hidayah-4–niat-menuntut-ilmu.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

− three = four