[Tinjauan Wabah dari Segi Islam]

Tinjauan terkait dengan wabah corona ini, ada beberapa petunjuk dari Al-Qur’an dan Hadits terkait dengan wabah, di antaranya adalah :

1. Allah yang mentakdirkan musibah tersebut

 Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّـهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّـهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

“Tidak ada musibah yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, akan Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS. At-Thaghabun[64]: 11)

Maka tidaklah seorang hamba ditimpa satu musibah kecuali apa yang Allah telah tuliskan kepadanya. Maka sungguh seorang hamba sangat butuh dalam kondisi seperti ini untuk selalu memperbaharui keimanannya, memperbaharui keyakinannya terhadap takdir Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan bahwasanya semua yang ditulis pasti terjadi. Dan apa yang menimpa seorang hamba tidak akan meleset darinya dan apa yang meleset dari seorang hamba tidak akan menimpanya dan apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala inginkan pasti terjadi dan apa yang Allah tidak inginkan tidak akan terjadi.

2. Yang bisa mengangkat marabahaya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَإِن يَمْسَسْكَ اللَّـهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ﴿١٧﴾

“Dan jika Allah menimpakan marabahaya kepadamu, maka tidak ada yang bisa mengangkatnya kecuali Dia. Dan jika Allah menimpakan kebaikan kepadamu, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-An’am[6]: 17)

Maka seorang mukmin harus selalu yakin kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahwasanya yang bisa mengangkat marabahaya hanya Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan tidak ada yang bisa mengangkat bahaya kecuali Allah Subhanahu wa Ta’ala. Tidak ada yang bisa menolak musibah kecuali Dia. Dan sungguh semua takdir seorang hamba di tangan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

3. Memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala

Allah Ta’ala berfirma:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ ﴿٦٠﴾

“Dan Tuhan kalian mengatakan: Berdoa hanya kepadaKu, sungguh Aku akan mengabulkan doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepadaKu akan masuk ke dalam neraka jahanam dalam keadaan hina dina.” (QS. Ghafir[40]: 60)

Oleh karena itu seyogyanya bagi seorang hamba untuk memperbanyak doa dan memperkuat keyakinannya dan kepercayaannya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian timbul pertanyaan, bagaimana hukum keluar dari Kawasan yang terkena wabah penyakit?

Dalam sebuah hadis dari Abdurrahman ibn ‘Auf dan statusnya Muttafaq ‘alaihi disebutkan:

فَإِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ

Artinya: Maka itu jika kalian mendengar ada wabah tersebut di suatu wilayah janganlah kalian memasuki wilayah tersebut dan jika kalian sedang berada di wilayah yang terkena wabah tersebut janganlah kalian mengungsi darinya”. (HR: Bukhari, no. 3473).

Jumhur ulama memahami larangan di sini sebagai larangan yang menunjukkan haram dan dosa. Salah satunya adalah Ibn hajar al-haitamy dalam kitab al-Zawajir ‘an Iqtiraf al-Kabaīr (2/145). Beliau mengutip sebuah hadis lain yang berbunyi:

الْفَارُّ مِنْهُ كَالْفَارِّ يَوْمَ الزَّحْفِ

Artinya: “Orang yang lari daripadanya (Thā’ūn) sebagaimana orang yang lari dari peperangan” (HR: Ahmad. No. 14266, bab Musnad Jabir Ibn Abdullah).

Ibnu Hajar mengomentari bahwa persamaan yang dibuat antara orang yang lari dari wabah (tho’un) dengan orang yang lari dari peperangan menunjukkan bahwa keduanya sama-sama dipandang sebagai sebuah dosa besar.  Meski demikian, luas sempitnya ungkapan tho’un menurut para ulama juga berlaku pada kata tho’un dalam hadis ini. Jika merujuk pada pemaknaan tho’un yang luas, maka larangan bepergian dari dan menuju kawasan terkena tho’un juga berlaku pada wabah penyakit menular dan mematikan lainnya seperti corona. Begitu juga sebaliknya.

Ibnu Hajar sendiri termasuk ulama yang memahami lafaz tho’un secara menyempit, sehingga menurut beliau pergi keluar dari kawasan wabah penyakit selain tho’un hukumnya dibolehkan, bahkan beliau menganggap ini adalah perkara yang menjadi ijma’, sebagaimana disebutkan dalam al-Fatawa al-Fiqhiyah al-Kubra (4/11).

Sumber :

Kitab Al Fatawa Al Fiqhiyah Al Kubra karya Ibn Hajar Al Haytami

#FULDFKIndonesia #SolidMengakarMenyejarah #kolaborasikebaikan
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

[ Kerusuhan Berdarah Delhi ]

New Delhi – India dibayangi awan kelabu usai serangkaian konflik isu sektarian di ibukota New Delhi. Konflik berdarah yang telah memakan korban tewas dan kerusakan dimana-mana ini dipicu oleh UU baru.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diketahui terkait konflik sektarian di New Delhi.

1. Semua bermula dari keputusan Presiden India Ram Nath Kovind untuk menyetujui RUU Kewarganegaraan (Amandemen) yang disahkan pada Kamis (14/12/2019). Undang-undang ini mulai berlaku sejak hari itu.

Sesuai dengan UU baru itu, anggota komunitas Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen yang datang dari Pakistan, Bangladesh, dan Afghanistan hingga 31 Desember 2014 dan menjadi korban penganiayaan agama tidak akan diperlakukan sebagai imigran ilegal. Mereka akan diberi kewarganegaraan India.

Mereka diberi kewarganegaraan India dengan minimal masa tinggal 5 tahun di India. Sebelumnya, di UU lama mencantumkan syarat 11 tahun.

UU baru itu mengusulkan untuk memberikan kekebalan kepada para pengungsi yang menghadapi kasus-kasus hukum kepada migran yang sebelumnya dianggap ilegal. Menurut undang-undang baru, hak kewarganegaraan ini tidak berlaku untuk daerah suku Assam, Meghalaya, Mizoram, dan Tripura.

2.Memicu Protes

Setelah pengesahan RUU di kedua majelis parlemen, Perdana Menteri Narendra Modi berjanji bahwa pemerintah berkomitmen untuk melindungi hak-hak rakyat di Timur Utara.

Jumlah korban tewas dalam konflik umat Muslim dan Hindu di India bertambah dari 38 menjadi 42 orang. Angka kematian terbaru itu dilaporkan media-media setempat, Sabtu (29/2/2020). 

Masalah di India adalah outbreak dunia, yang perlu mendapat perhatian terutama dari warga Muslim dunia. Tak sepatutnya kaum mayoritas suatu negara bertindak keji kepada kaum minoritas. Jika di kilas balik, Islam pernah menjadi agama yang berjaya, dan harusnya itu tidak bisa diganggu oleh suatu apapun baik dari negara dengan mengeluarkan suatu kebijakan yang dapat memecah antar umat bergama.

Oleh karena itu, Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia menyatakan sikap sebagai berikut:

1. Mengecam tindakan kekerasan terhadap saudara muslim kami dan saudara kami non-muslim di India

2. Mengajak seluruh saudara-saudara muslim untuk menyebarkan berita ini agar semakin banyak umat Islam yang membantu melaporkan tindakan kejam akibat bentrokan ini.

3. Mendoakan saudara kita di India agar Allah memberikan mereka kekuatan dan keamanan serta memberikan hidayah kepada setiap umat yang mendukung terjadinya bentrokan ini.

#FULDFKIndonesia #SolidMengakarMenyejarah #KolaborasiKebaikan
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

[COVID 19: Tinjauan Makan Hewan Liar dari Segi Islam dan Kedokteran]

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Seperti yang kita tahu, bahwa saat ini sedang marak penyakit corona yang disebabkan oleh virus COVID-19. Dalam menanggapi wabah COVID 19 saat ini, penelitian pun gencar dilakukan. Analisis fiologenetik dari coronavirus yang berbeda menunjukkan bahwa COVID 19 kemungkinan berasal dari kelelawar. Tak hanya di negara Cina, namun di Indonesia pun banyak budaya memakan hewan liar sebagai santapan sehari-hari.

Bagaimana tinjauan makan hewan liar dari segi islam dan kedokteran? Yuk baca kajian selengkapnya di link berikut: http://bit.ly/KajianHewanLiar-nCOv

#FULDFKIndonesia #SolidMengakarMenyejarah #kolaborasikebaikan
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

Kiat Manajemen Waktu

oleh: Sonya Esti Kholifa – KSI Asy-Syifa FK ULM

Bismillahirrahmanirrahim

Salah satu nikmat yang Allah berikan kepada kita adalah waktu. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan waktu agar kita dapat memanfaatkannya sebaik mungkin di dunia untuk bekal di akhirat nanti. Dalam Islam, kita diajarkan agar senantiasa menghargai waktu yang ada dengan rajin melakukan ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Begitu berartinya waktu dalam kehidupan kita. Islam telah memberikan gambaran yang utuh tentang memuliakan waktu, karakteristik waktu, dan rahasia manajemen waktu nabi.

Dalam Al-Qur’an, Allah telah menempatkan waktu pada posisi yang sangat tinggi. 

“Dan mereka berkata” kehidupan ini tidak lain saat kita berada di dunia, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan (mematikan) kita kecuali dahr (perjalanan waktu yang dilalui oleh alam).” (QS Al-Jaatsiyah: 24).

Islam mengajarkan kita untuk senantiasa menghargai waktu dengan banyak beribadah dan melakukan hal-hal yang baik & berguna. Seringkali kita terlena dengan menyia-nyiakan waktu dengan kegiatan yang buruk ataupun kurang bermanfaat.

Agar terhindar dari kebiasaan tersebut, ada beberapa kiat yang dapat dilakukan:

Allah menyukai orang-orang yang senantiasa bertakwa kepadanya dan ketakwaan tersebut berada pada perbuatan yang diwajibkan dan diharamkan oleh Allah. Untuk menjadi orang yang tidak merugi, alangkah baiknya jika kita mendahulukan apa yang menjadi kewajiban bagi kita sebagai umat muslim.

Sebagai seorang muslim pasti paham hal-hal wajib yang harus dilakukan seperti shalat 5 waktu, membaca Al – Qur’an, puasa Ramadhan, zakat, sedekah, dan banyak lagi. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyukai orang-orang yang selalu mendahulukan apa yang menjadi kewajiban sebagai seorang muslim. Jika amalan wajib sudah dijalankan maka setelahnya sempurnakan dengan amalan-amalan sunnah agar waktu kita senantiasa menjadi ladang pahala.

  • Tinggalkan yang Kurang Bermanfaat

Sebagai seorang muslim dianjurkan meninggalkan hal-hal yang kurang atau bahkan tidak bermanfaat. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: 

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi)

Dalam hadits tersebut, bagi seorang muslim dianjurkan untuk meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalnya: menonton tv secara berlebihan, bermain ponsel seharian, tidur seharian, dan lain-lainnya. Kebiasaan melakukan hal-hal yang tidak bermanfaat tersebut sebaiknya dikurangi dan dihilangkan karena masih ada banyak hal bermanfaat lainnya yang dapat kita lakukan.

  • Jauhkan Kebiasaan Menunda-Nunda

Tidak ada yang menjamin kita masih bisa berdiri, berjalan, dan melakukan ini-itu esok hari. Jangan lah suka menunda-nunda melakukan amalan. Tidak ada yang tahu kapan Allah akan memanggil hamba-Nya. Jika hari itu tiba, tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikan waktu.

Perbuatan suka menunda tidaklah baik, tapi bila menunda suatu pekerjaan untuk melakukan ibadah wajib kepada Allah seperti shalat, maka hal tersebut diperbolehkan.

Dalam Sya’ir Arab disebutkan: 

“Janganlah engkau menunda-nunda amalan hari ini hingga besok. Seandainya besok itu tiba, mungkin saja engkau akan kehilangan.”

Jangan sering menunda-nunda sesuatu, terlebih jika hal yang ditunda adalah dalam perihal ibadah dan amalan baik lainnya, karena dikhawatirkan umur kita tidak sampai pada detik berikutnya. Kematian bisa datang kapan saja, bahkan dalam hitungan detik. Tidak ada yang tahu kapan Allah akan memanggil hambanya kembali, oleh karena itu sebaiknya jangan menunda-nunda sesuatu yang merupakan amalan baik, terlebih amalan yang merupakan ibadah.

  • Tinggalkan Masa Lalu & Fokus ke Masa Depan

Kebiasaan buruk, sifat malas, dan sifat gampang menyerah di masa lalu ditinggalkan. Waktu terus berjalan, jangan sampai kamu terjebak di masa lalu. Buatlah perencanaan hidup yang lebih baik dan terarah di masa depan.

Apabila seseorang mempunyai banyak target dalam hidupnya, maka ia haruslah fokus pada satu hal dahulu, agar apa yang telah didapatkannya tidak terlepas dan waktu yang dia miliki tidak terbuang sia-sia.

  • Selesaikan pekerjaan tepat waktu

Jika kita memiliki sebuah pekerjaan yang waktu penyelesaiannya dapat diselesaikan pada saat itu juga, maka akan lebih baik apabila pekerjaan tersebut diselesaikan tepat waktu, dan tidak mengulur-ulur waktu penyelesaiannya.

  • Buat batasan waktu

Untuk mengatur waktu yang ada agar tidak sia-sia, sebaiknya buat batasan waktu pada setiap kegiatan yang dilakukan. Misalnya: tidur dari jam sekian hingga jam sekian, belajar berapa jam dalam sehari dan pada jam berapa saja, dan lain sebagainya.

  • Membuat jadwal kegiatan

Agar waktu yang kita miliki dapat berguna dan terisi dengan hal yang bermanfaat, ada baiknya jika kita membuat daftar kegiatan tentang apa saja yang harus kita lakukan setiap hari.

  • Senantiasa Menyerukan Kebaikan

Dalam (QS. Al-‘Asr ayat 1-3) Allah SWT berfirman : 

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”

Sungguh merugi orang-orang yang tidak beriman dan tidak menyerukan kebaikan & menasihati orang-orang yang berada dalam kesesatan untuk bersabar dalam jalani hidup ini.

  • Niatkan Berubah Menjadi Lebih Baik

Untuk menjadi orang yang dapat mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya maka yang paling pertama adalah adanya niat dari orang tersebut. Apabila tidak ada niat dan keinginan untuk berubah, bagaimana bisa orang tersebut mengatur waktunya dan menjalankannya dengan bermanfaat.

Demikian kiat-kiat yang dapat kita lakukan sebagai seorang muslim dalam mengatur waktu. Jadi, sebagai muslim yang baik kita haruslah senantiasa mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya agar kelak kita tidak menjadi orang yang merugi. Karena sesungguhnya, orang yang merugi dapat kehilangan kesempatan untuk menempati surga milik Allah SWT.

Sumber :

  1. Al-Qardhawi, Yusuf. 2007. Manajemen Waktu.
  2. Darwis, Androecia. 2004. Ketika Tahun Berganti. Jogjakarta: Ar-Ruzz.
  3. Ihsan dan H. Ainul Ghoerry Suchaimi. 2012. Jalan Menempuh Ridha Allah. Surabaya: Al-Hidayah

[BERBISNIS DENGAN ALLAH]

Salah satu sebab orang yang sudah mati ingin kembali lagi ke dunia adalah karena ia berharap bisa bersedekah walau hanya beberapa menit. Seberapa besar keutamaan sedekah sehingga membuat seorang muslim yang sudah wafat minta kepada Allah Swt agar bisa kembali ke dunia.

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Rabb-ku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” (Qs. Al Munafiqun 63:10)

.

Berikut adalah beberapa keutamaan bersedekah.

Pertama. Menghapus dosa. Sedekah, itulah cara mudah yang disediakan Allah agar dapat mengikis perbuatan-perbuatan dosa kita. Cukup dengan tersenyum saja, Anda sudah bersedekah karena senyum adalah salah satu sedekah termudah yang dapat kita sebarkan dengan mengukir garis senyum di bibir kita.

Kedua. Bersedekah bisa berbentuk apa saja. Bagaimana cara kita mendapatkan keutamaan bersedekah tetapi tidak mempunyai uang? Nabi Muhammad Saw bersabda: “Kamu menyingkirkan batu, duri dan tulang dari tengah jalan itu adalah sedekah bagimu.” (HR. Bukhari). Tidak punya uang bukan berarti penghalang untuk bersedekah. Lebih baik menjadi tangan di atas daripada tangan di bawah. Itulah mengapa sedekah tidak hanya sekedar tentang uang saja, tetapi juga senyum, membantu orang ketika susah, membersihkan ruangan ketika tidak ada yang membersihkan, dan lain sebagainya.

Ketiga. Mengutamakan sedekah tidak akan mengurangi harta. Rasulullah Saw bersabda, “Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588).

Keempat. Allah melipatgandakan pahala orang-orang bersedekah. Allah SWT berfirman yang artinya: “Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (shodaqoh) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan tiap-tiap untai terdapat seratus biji dan Allah melipat gandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki).

#peraHumas #LaskarFULDFK #FULDFKIndonesia#SolidMengakarMenyejarah

📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com

💻FB : FULDFK

👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK

📱Line: @fuldfk_ind

🔔Twitter: @fuldfk_ind

🗼Instagram : @fuldfk_ind

🔊Telegram : @fuldfkindonesia

📺YouTube: FULDFK TV

🌍Website: medicalzone.org