Restrukturisasi Dewan Eksekutif Wilayah FULDFK

Restrukturisasi DEW (RDEW) merupakan upaya optimalisasi struktur DEW FULDFK yang bertujuan agar fungsi DEW sebagai wadah koordinasi langsung antar LDFK dalam lingkup satu wilayah eksekutif bisa berjalan lebih baik.

Latar belakang:

  • Keberadaan struktur DEW yang seolah menjadi pesaing bagi agenda kaderisasi/regenerasi pengurus LDFK
  • Keberadaan struktur DEW yang seolah menjadi LDFK baru ditengah LDFK lainnya
  • Ketidakpahaman Hak dan Kewajiban LDFK Anggota FULDFK di setiap pergantian kepengurusan LDFK karena awamnya Pengurus Inti LDFK terhadap FULDFK (pengakaran yang tidak optimal)
  • Iuran LDFK (sebagai salah satu Kewajiban Anggota FULDFK, tertera di dalam AD/ART) yang tidak berjalan optimal

Tujuan:

  • Sebagai upaya untuk mencapai aktivitas koordinasi LDFK – LDFK & LDFK – FULDFK yang lebih baik.
  • Meningkatkan keaktifan LDFK Anggota FULDFK dalam program-program event maupun non-event
  • Meningkatkan sense of belonging LDFK terhadap FULDFK
  • Meningkatkan laju pengembangan LDFK dari strata Mula menuju Madya dan dari Madya menuju Mandiri

Penjelasan lebih lanjut dan konsep RDEW dapat didownload di sini

Open Recruitment DEP 2014-2015

PEMBUKAAN PENDAFTARAN

CALON PENGURUS DEP FULDFK 2014-2015

 

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarrakatuh

Kepada seluruh Mahasiswa Muslim Fakultas Kedokteran Indonesia. Telah dibuka pendaftaran Calon Pengurus Dewan Eksekutif Pusat Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia (FULDFK)  2014-2015. Pendaftaran dibuka dari tanggal 28 Desember 2014 sampai 11 Januari 2015.

Persyaratan DEP :

  1. Mahasiswa FK minimal angkatan 2012
  2. Memiliki pengalaman beramanah di DEW FULDFK minimal 1 tahun atau LDFK minimal 2 tahun
  3. Mendapat rekomendasi dari Ka DEW / DEP / DPO dan Ka LDFK

(khusus untuk rekomendasi dari Ka LDFK: discan dan dikirimkan melalui email)

  1. Memiliki Aqidah dan Akhlak yang lurus
  2. Bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan dakwah islam.
  3. Mengisi formulir dan mengumpulkan paling lambat tanggal 11 Januari 2015 pukul 23.59 WIB.
  4. Formulir dan persyaratan lainnya dikumpulkan melalui email ke sekumfuldfk@yahoo.com

Mengikuti wawancara pada tanggal 14-18 Januari 2015,  wawancara akan dilakukan melalui skype/Line/Whatsapp.

Kepala Departemen dan CP:

  1. P & K CP: Masyithah (08987006933)
  2. KKIA CP: Allifabri Oktano (085374101229)
  3. IT CP: Sarah Levita (085210542267)
  4. HUMAS CP: Tohari Amin (085273452398)
  5. FINANCIAL CP: Janet APS (087768344330)
  6. KEMUSLIMAHAN CP: Zhara Vida (087860486774)

*jika ingin mengetahui lebih dalam tentang departemen yang bersangkutan dapat menghubungi Kepala Departemen bersangkutan

Formulir pendaftaran dapat di download di link berikut download atau menghubungi CP:

Ikhwan          : Muhammad Gema Ramadhan (085624513923)

Akhwat          : Risqon Nafiah (085649043428)

 

Hasil penerimaan pengurus baru, akan diumumkan pada 22 Januari 2015.

MUNAS X

Press Release
Hasil Sidang Musyawarah Nasional X
Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran Indonesia

بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمَنِ الرَّحِيم


Segala puji bagi Allah yang hanya kepada-Nya kami memuji, memohon pertolongan, dan memohon ampunan. Kami berlindung kepada-Nya dari kekejian diri dan kejahatan amalan kami. Barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang tersesat dari jalan-Nya maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam yang memberikan kita nikmat iman, islam, kesehatan, dan kesempatan untuk bersama-sama memikirkan dakwah di jalan Allah.

Berikut ini kami sajikan Surat Keputusan hasil Sidang MUNAS X FULDFK yang diselenggarakan oleh Sentra Kegiatan Islam Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret pada tanggal 5-7 Desember 2014.

  1. Sosialisasi Hasil Sidang MUNAS IX (download)
  2. Kriteria Pemilihan Presidium (download)
  3. SK 001 – Presidium Tetap (download)
  4. SK 002 – Tata Tertib Sidang (download)
  5. SK 003 – Restrukturisasi DEW (download)
  6. SK 004 – Laporan Pertanggungjawaban Dewan Eksekutif Pusat (download)
  7. SK 005 – Perubahan AD/ART (download)
  8. SK 006 – Perubahan GBHK (download)
  9. SK 007 – Rekomendasi MUNAS X (download)
  10. SK 008 – Pemberhentian Pengurus Dewan Eksekutif Pusat periode 2013-2014 (download)
  11. SK 009 – Syarat Calon Ketua Umum FULDFK (download)
  12. SK 010 – Ketua Umum FULDFK (download)
  13. SK 011 – Pengesahan Pengurus periode 2014-2015 (download)
  14. SK 012 – Pengesahan Dewan Penasihat Organisasi (download)
  15. SK 013 – LDFK Anggota Baru FULDFK (download)
  16. SK 014 – Pelaksana Tender Nasional (download)
  17. SK 015 – Pelaksana Musyawarah Nasional XI FULDFK (download)

Kompilasi SK MUNAS X FULDFK *format .rar (download)

Rangkuman Hasil Sidang MUNAS X:
1. LPJ Dewan Eksekutif Pusat FULDFK periode 2013-2014 dinyatakan DITERIMA
2. Ditetapkannya pelaksanaan Restrukturisasi DEW
3. Dirumuskannya 15 butir Rekomendasi MUNAS X
4. Ditetapkannya Muhammad Gema Ramadhan FK UI angkatan 2010 sebagai Ketua Umum FULDFK periode 2014-2015
5. Pelaksana-pelaksana tendernas sebagai berikut:
– MUNAS XI : FK UISU
– MMLC NAS V : FK UNS
– BAKSOSNAS : FK UNS
– ANTIBIOTIC XI : FK UNTAN
– IMSF VII : FK UNUD
– I-MED MAGZ : FK UGM
– RAKERNAS : FK UI
6. Pengesahan Anggota Baru FULDFK untuk Forum Studi Mahasiswa Kedokteran Islam Ibnu Sina Fakultas Kedokteran Dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FIMADINA FKIK UNIB)

Demikian kami sampaikan Hasil Sidang MUNAS X FULDFK. Memasuki dekade ke 2 di usianya yang ke 10, semoga FULDFK menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Berukhuwah Menjawab Tantangan.

Surakarta, 8 Desember 2014.
Muhammad Haydar
Ketua DPO FULDFK 2014-2015

Kebebasan Wanita

Emansipasi wanita seolah-olah mengisyaratkan bahwa wanita perlu kebebasan. Ia menuntut persamaan antara hak kaum wanita dengan hak kaum pria. Ia merasa berada pada kedudukan sosial ekonomi yang rendah dan dalam kekangan hukum yang membatasi kemungkinan untuk berkembang dan maju.

Pada masa jahiliyah dahulu, kelahiran anak perempuan tidaklah diharapkan. Membesarkannya berarti menanggung kehinaan seumur hidup. Karena itu banyak orangtua yang memilih menguburkannya hidup-hidup di dalam tanah.

“Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuannya, hitam padamlah mukanya, dan dia sangat marah. Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak karena (terasa) buruknya berita yang disampaikan kepadanya. Apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan, ataukah ia harus menguburkannya di dalam tanah hidup-hidup? Ketahuilah..! Alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu!” (QS An-Nahl [16]: 58-59)

Dengan turunnya ayat tersebut, Allah membebaskan kezaliman terhadap hak hidup wanita, tiada lagi yang menanggung kehinaan karena memiliki anak perempuan. Lihatlah sekarang, betapa banyaknya wanita di muka bumi.

Mengenai kesetaraan antara hak wanita dan pria, sebenarnya apa ya yang diinginkan para penggiat emansipasi wanita? Apakah buang air kecil dengan berdiri termasuk dari keinginan mereka?Bukankah Allah sudah membagi peran wanita dan pria dengan adil sesuai dengan kodratnya? Lagipula adil bukan berarti sama rata, tetapi sesuai dengan proporsi.

@Muslimah DEW 4

Jika dalam beberapa hal pria terlihat lebih beruntung dibandingkan dengan wanita, contohnya dalam aturan waris, sungguh sama sekali tidak demikian.

“Allah mensyariatkan bagi kalian untuk anak-anak kalian. Yaitu bahagian anak laki-laki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan.” (QS An-Nisa [4]: 11)

Pria memiliki kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhinya. Kewajiban membayar mahar, kewajiban menafkahi istri dan anak, kewajiban membayar tebusan dan denda untuk menjamin keselamatan keluarganya, dan kewajiban memberikan nafkah kepada orang-orang yang kesulitan hidup, lemah, dan tidak berdaya mencari nafkah dalam keluarga besarnya, dimulai dengan kerabat yang paling dekat. Sedangkan wanita tidak memiliki kewajiban-kewajiban itu.

Mengenai pembatasan untuk berkembang dan maju, saya sama sekali tidak setuju. Ingatlah bahwa ‘Umar ibn Al Khaththab mengangkat Syifa’ binti ‘Abdullah Al ‘Adawiyah sebagai kepala jawatan pengawas pasar di khilafahnya. Banyak pula wanita-wanita generasi salaf yang mencontohkan kiprahnya di berbagai lapangan kehidupan. Baik itu di rumah, dalam syiar-syiar ibadah, dalam haji, di tengah masyarakat, di ranah profesi, di majelis ilmu, di medan dakwah, bahkan di ranah politik. Penjelasan atas kesemuanya bisa ukhti lihat di buku Agar Bidadari Cemburu Padamu karya Salim A. Fillah.

“Apakah di dalam hati mereka ada penyakit, ataukah karena mereka ragu-ragu? Ataukah mereka takut kalau-kalau Allah dan RasulNya akan berlaku zalim kepada mereka? Sebenarnya mereka itulah orang-orang yang zalim.” (QS An-Nur [24]: 50)

Buka hatimu ya shalihah..

Kartini, Dulu dan Kini

Surat kartini kepada prof. Anton dan nyonya, 4 okt 1902: “kami disini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan untuk anak perempuan. Bukan sekali kali karena kami menginginkan anak perempuan menjadi saingan laki laki,  tapi karena kami yakin pengaruhnya yang sangat besar sekali terhadap kaum wanita. Agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya. Kewajiban yang diserahkan alam sendiri kedalam tangannya. Menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”

Perayaan kartini, seharusnya, tidak semata seremoni mengenakan kebaya dan bersanggul sambil menghamburkan uang. Tetapi kembali menghayati keinginan kartini untuk perempuan indonesia yang lebih cerdas dan mandiri dalam kehidupannya, namun tetap tanpa melupakan kodratnya. Menjadi kartini berarti menjadi wanita yang peka terhadap keluarga dan lingkungannya. Tidak hanya mengeluh namun menjadi bagian dari solusi. Menjadi kartini berarti menjadi wanita indonesia yang berdaya juang tinggi dan selalu berkeinginan menjadi pribadi yang lebih baik. Karena kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh perempuan-perempuannya. Jika cerdas perempuannya, maka majulah bangsa itu. Jika bobrok perempuannya, maka hancurlah negara itu.

Kartini, Dewi sartika, Cut nyak dien dan pahlawan pahlawan wanita Indonesia saat ini pun tetap harus berjuang memerdekakan dirinya dengan caranya sendiri. Karena hanya diri sendiri (dan dengan seizin Allah) yang dapat membantu, tanpa perlu bergantung pada manusia lain.

Surat kartini kepada Ny. Abandon, 1 Aug 1903, ”Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu hamba Allah (abdullah)”

Surat kartini kepada Ny. Ovink, okt 1900, “Siapa yang sesungguhnya mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia pun, ia sebenar benarnya bebas”

 

Minadzhdzhulumati ilaan nuur-Door Duiternis tot Licht-Dari Gelap Menuju Terang

 

Irma Kamelia, dr.
P&K DEP 2008/2009
Dosen FK Unpad