Akankah menjadi Ramadhan Terakhirku?

Fa, bangun. Rafa…. cepetan bangun…. Reyhan mengguncang tubuh Rafa dengan keras. Laki-laki berpenampilan rapi dengan jas putih dan tertera label nama Christoffer Reyhano.

Rafa yang tengah tertidur pulas mulai terusik dengan suara Rey yang semakin mengeras memanggil namanya, Gue ngantuk, Rey. Sana deh lo! ujarnya sambil membentak Reyhan, melanjutkan tidurnya.

Fa, bangun sekarang atau loe bakal kena masalah sama dr. Roman. Ingat Fa, dr. Roman. Kata Reyhan mengakhiri perjuangannya untuk membangunkan sahabatnya itu. Mendengar kata dr. Roman, tiba-tiba saja mata Rafa terbelalak dan langsung bangun dari tidurnya, merapikan jas putihnya yang sudah kumal karena posisi tidurnya yang sembarangan.

dr. Roman kesini? tanya Rafa mengkonfirmasi pernyataan Rey, yang hanya dijawab dengan anggukan kepala Rey yang terlihat sudah pasrah. Dr. Roman tiba di ruangan jaga dokter muda, tepat saat Rey dan Rafa bersusun rapi membentuk sebuah barisan dengan dokter muda yang lain.

Selamat pagi, Koas! sapa dr. Roman, yang disambut dengan suara kecil yang seakan tidak bisa keluar dari mulut mereka, Selamat Pagi, Dok!

Pagi itu atau lebih tepatnya pukul 05.00 tepat saat adzan subuh berkumandang, dr. Roman bertugas memberikan pengarahan kepada Koas yang baru memasuki stase Penyakit Dalam, dengan gaya khas dr. Roman yang tegas dan tidak bisa disela sedikitpun. Di rumah sakit ini, dr. Roman adalah dokter yang paling terkenal dengan ketegasannya, sehingga tidak ada satu koas (sebutan untuk dokter muda) pun yang bisa membantahnya. Rafa yang masih diselimuti rasa kantuk sehabis jaga semalam suntuk tidak sengaja menguap tepat saat dr. Roman membelakanginya. Reyhan yang melihat kelakuan sahabatnya itu lantas menyikutnya dengan keras, Fa… bisiknya. Rafa tidak sadar dengan panggilan Reyhan, namun sebuah suara mengagetkannya.

Muhammad Rafaizan Al-Fatih…. panggil dr. Roman dengan tegas. Reyhan kembali menyikutnya, namun lagi-lagi Rafa mengindahkan sahabatnya itu.

Muhammad Rafaizan Al-Fatih…. panggil dr. Roman sekali lagi, dan kali ini lebih keras. Rafa mulai tersadar bahwa yang memanggil namanya bukanlah Reyhan, melainkan dr. Roman. Sontak saja ia menjawab dengan lugas, Siap, Dok.

dr. Roman langsung berbalik badan menghadap Rafa yang terkenal dengan kepintarannya. Oh, kamu Rafaizan Al-Fatih. Harus dipanggil dua kali baru menjawab, ya? tanya dr. Roman sambil memandangi wajah Rafa yang masih terlihat mengantuk. Dr. Roman berdecak heran melihat kelakuan Rafa yang hanya menggeleng pelan mendengar pertanyaan darinya. Dr. Roman menghela napas keras, dan mengalihkan perhatiannya dari Rafa yang masih terdiam terpaku di barisan teman-temannya. Semua koas mendengarkan dengan seksama pengarahan yang disampaikan oleh dokter senior itu.

Terimakasih banyak, Dok! ucap para Koas, mengiringi berakhirnya pengarahan oleh dr. Roman. Semuanya tersenyum lega setelah dokter senior itu menghilang dibalik pintu.

Fa, loe parah ya sampai tidak menjawab panggilan dr. Roman. Kata Rey akhirnya. Ngantuk… jawabnya lugas, sambil berjalan perlahan ke arah kursi tempatnya beristirahat, melanjutkan tidurnya. Reyhan hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan sahabatnya itu, apalagi saat ia mengajak Rafa untuk shalat subuh di mushola rumah sakit, Rafa mengindahkannya.

Rafa, laki-laki dengan perawakan tinggi, berkulit putih, memiliki wajah yang bisa dibilang Good Looking oleh para teman-temannya di kampus, dan tentu saja memiliki otak yang sangat mempuni untuk menjadi seorang dokter. Namun, dibalik penampilannya yang sangat good looking dan dikenal memiliki keluarga yang taat beribadah, ia memiliki sifat yang bertolak belakang dengan penampilan luarnya. Rafa sering meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim yaitu menjalankan shalat. Tidak banyak yang tau tentang hal itu, kecuali Reyhan sahabatnya dari SMA. Reyhan, laki-laki yang berasal dari keluarga yang memiliki dua keyakinan berbeda, ayahnya adalah muslim, sedangkan ibunya adalah seorang non-muslim. Namun, sejak mengenal Rafa, ia mantap memutuskan untuk menjadi mualaf seperti keyakinan yang dianut oleh ayahnya. Reyhan pun terkenal sebagai sosok yang sholeh dan selalu melaksanakan shalat tepat waktu, walaupun dengan risiko ia harus dimarahi oleh dokter senior. Karena prinsip hidupnya, semua rezeki dari Allah dan ia yakin dengan melaksanakan ibadah yang diperintahkan oleh Allah, ia yakin Allah akan meluruskan semua perjalanan hidupnya. Reyhan sebenarnya tau, Rafa adalah laki-laki yang taat beribadah. Tetapi, entah kenapa, setelah beberapa lama Reyhan menjadi mualaf, sikap Rafa mulai berubah sedikit demi sedikit menjadi malas untuk beribadah dan sangat egois.

Sekembalinya Reyhan dari mushola, ia lihat Rafa sudah berpakaian rapi sambil merapikan pakaian kotornya ke dalam tas besar berwarna hitam yang terletak disampingnya.

Wah… Rafa sudah tidak sabar ingin shalat tarawih di rumah kayanya?goda Reyhan, saat berada di depan sahabatnya itu. Kebetulan hari itu bukan jadwal Rafa dan Reyhan untuk jaga malam, jadi mereka bisa pulang lebih awal. Rafa yang mendengar perkataan Rey langsung menjawab, Gue nggak sabar mau tidur pulas di rumah. Ujarnya serius.

Rey menghela napas panjang, Gue kira loe senang bisa ketemu sama bulan Ramadhan lagi. Harusnya loe bersyukur masih dipanjangkan umur sampai sekarang. Jangan sampai loe menyia-nyiakan datangnya bulan Ramadhan, perbanyak shalat sunah dan jangan pernah meninggalkan shalat fardhu sekalipun, Fa.  Nasihat Rey yang lagi-lagi hanya ditanggapi dengan anggukan kecil. Reyhan menyerah untuk menasihati Rafa kali ini, ia pun pergi ke lemari pakaian, ikut merapikan pakaian kotornya. Sudah beberapa hari, Rey selalu menasihati Rafa untuk memperbanyak ibadah, apalagi menjaga shalat tepat waktu sebelum bulan Ramadhan tiba, tetapi nasihat itu hanya bertahan sebentar di otak Rafa sebelum terbang menghilang dari otaknya. Rafa dan Rey berpamitan dengan teman-temannya yang lain yang bertugas jaga hari itu, saat keduanya sudah selesai merapikan pakaian dan mengerjakan semua laporan yang harus diselesaikan hari itu.

Setelah tiba di rumah, Rafa langsung masuk ke dalam kamar. Tak berapa lama, suara adzan Ashar berkumandang. Bunda memanggil anak satu-satunya itu dengan lembut, Fa, ayo shalat. Sudah adzan… Rafa mendengar suara Bunda, namun rasa malasnya mengalahkan  keinginannya untuk shalat, Nanti Bun, Rafa nyusul. Jawabnya singkat. Bunda kembali ke tempat sholat dimana ayah berada, setelah mendengar jawaban dari Rafa.  Ayah segera memulai shalat Ashar berjamaah dengan Bunda.

Sore berganti malam yang ditandai dengan kumandang suara Adzan yang menyeru dari mushola-mushola perumahan. Rafa masih tertidur pulas dibalik selimut tebalnya. Bunda kembali lagi mengajak Rafa untuk shalat berjamaah, tetapi tidak ada suara yang menjawab ajakannya. Bunda kembali ke tempat shalat dengan wajah murung, Ayah hanya tersenyum menguatkan Bunda, Nanti ayah bicara dengan Rafa. Kata ayah meyakinkan. Ayah menunggu Rafa terbangun dari tidurnya di ruang keluarga. Namun, sampai tengah malam Rafa tidak kunjung keluar dari kamarnya. Bunda yang kasihan melihat ayah yang sudah terkantuk-kantuk berkata, Sahur nanti aja Ayah bicara sama Rafa, sekarang ayah istirahat saja dulu. Ayah menuruti nasihat Bunda.

Waktu sahur tiba, Rafa menggeliatkan tubuhnya setelah puas tidur semalaman. Kakinya melangkah keluar kamar, dan terkejut melihat bunda sudah berada disana. Bunda… sapa Rafa. Bunda langsung menarik tangan anaknya itu ke ruang keluarga, mendudukannya disana.

Fa… ayah memulai pembicaraan. Ayah dan bunda tau kamu itu kelelahan setelah jaga 1 minggu di rumah sakit, walaupun begitu kamu tidak boleh meninggalkan shalat. Apalagi sekarang sudah masuk bulan Ramadhan, kamu harus lebih rajin beribadahnya, Fa.

Rafa tau, Yah. Tapi, biarpun Rafa tidak shalat, Rafa masih tetap bisa jadi dokter, kan? Masih ada ayah dan bunda untuk mendoakan Rafa saat shalat. katanya santai.

“Astaghfirullahalazim. Bunda beristighfar mendengar perkataan Rafa.

Bagaimana kalau ayah dan bunda sudah tidak ada? Shalat itu tidak bergantung ada atau tidaknya orang tua, tetapi shalat itu adalah kewajiban setiap umat Islam. Kamu harus bersyukur masih diberikan umur yang panjang sampai bisa menikmati indahnya Ramadhan lagi, Fa. Kata ayah mengakhiri. Rafa hanya bisa terdiam mendengar perkataan ayah. Sahur di keluarganya kala itu terasa dingin, ayah masih bersikap dingin bahkan setelah shalat Subuh berjamaah selesai.

Fa… Rafa… panggil sebuah suara yang membuyarkan lamunannya. Ia masih kepikiran dengan perkataan ayah saat sahur tadi. Entah mengapa, perkataan ayah membuatnya sedikit tersadar. Iya, La. Kenapa? tanyanya kepada Mala yang sejak tadi menunggunya. Reyhan sudah sejak 30 menit yang lalu tidak kembali dari mushola, Fa. Padahal kami harus memeriksa pasien untuk laporan pagi. Rafa menyadari sahabatnya itu sudah lama pergi dari ruangan jaga dokter, biasanya 15 menit Reyhan sudah kembali ke ruangan. Rafa bergegas pergi ke mushola, tak lupa dititipkannya laporan pagi yang sedang ia tulis kepada Mala. Nitip sebentar.

Bangunan berwarna hijau di ujung lorong rumah sakit, itulah tujuan Rafa untuk mencari keberadaan Rey. Pintu kayunya terbuka, batin Rafa. Assalamualaikum Rafa mulai menapakan kaki ke dalam mushola, tak lupa dilepaskannya alas kaki di depan pintu. Rafa mencari sekeliling dimana Reyhan berada. Matanya tertuju pada seorang pria yang tengah sujud dalam sholatnya. Melihat hal itu, Rafa pun menunggu sampai sholatnya selesai. Detik berganti menit, namun posisi Rey tetap tidak berubah dari posisi sujudnya. Kaki Rafa mulai melangkah mendekat ke arah sahabat karibnya itu. Rey… Rey… digoyangkannya tubuh Reyhan dengan kuat berharap bahwa Rey sedang tertidur dalam sholatnya.

Rey, jangan becanda. Tangan Rafa mulai membalikkan tubuh Rey perlahan setelah tidak mendapat jawaban berkali-kali. Rafa mengucap istighfar ketika melihat tubuh Reyhan yang sudah terbujur kaku dibalik posisi sujudnya. Laki-laki itu lemas melihat sahabat karibnya. Seorang karyawan rumah sakit yang kebetulan ingin melaksanakan shalat menghampiri Rafa, bertanya, Kenapa, Dok? Rafa terdiam tidak bisa menjawab pertanyaan karyawan itu, dan hanya bisa melihat ke arah Rey yang terbaring disampingnya.

Berita meninggalnya Reyhan menyebar dengan cepat keseluruh Rumah Sakit. Semua petugas Rumah Sakit tidak menyangka Reyhan akan dipanggil secepat itu, karena selain rajin beribadah, ia juga terkenal dengan keramahannya kepada pasien dan petugas yang ada disana. Reyhan baru 1 tahun menjalani masa koas, dan menjadi dokter adalah cita-citanya sedari SMA. Orang yang paling terkejut dengan peristiwa ini adalah Rafa, dalam ingatannya masih terngiang saat-saat Rey mengingatkan dirinya untuk Shalat Subuh, dan betapa bersyukurnya Rey karena bisa memasuki bulan Ramadhan lagi tahun ini. Rafa tidak menyangka jika kemarin adalah saat-saat terakhirnya bisa bersama dengan sahabat terbaiknya itu. Rafa sangat bahagia karena bisa menjadi salah satu teman Rey, dan ia kagum karena Rey tidak pernah malu untuk menasihatinya dikala dirinya tidak mau melaksanakan ibadah shalat. Kenangan akan Rey masih teringat di benak Rafa, bagaimana dia mengingatkannya shalat, dan selalu membuat perumpamaan yang sama saat Rafa tetap ngotot tidak mau shalat, Lebih baik mendirikan shalat sendiri Fa, daripada nanti Kita yang dishalatkan sama orang lain. Kata Rey setengah bercanda.

Sejak saat itu, Rafa menyadari bahwa umur seseorang tidak pernah tau kapan akan berakhir, seperti kata Ayah dan Rey, bahwa kita harus bersyukur karena bisa dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan semua ibadah yang dilakukan di bulan Ramadhan akan dilipatgandakan oleh Allah SWT. Kini, tak ada lagi sahabat yang akan mengingatkannya untuk selalu bersyukur dengan semua waktu yang telah Allah berikan kepada kita, dan Rafa juga sadar, sebagai seorang muslim kita tidak boleh meninggalkan kewajiban untuk melaksanakan shalat, walau dalam keadaan apapun, karena Allah SWT telah mengatur sedemikian rupa sehingga tidak akan menyulitkan hambanya.

Allah SWT bisa mencabut nyawa hambanya kapan saja dan dimana saja, bersyukurlah karena bisa menikmati bulan Ramadhan ini dalam keadaan sehat walafiat, siapa tau jika ini adalah Ramadhan terakhir yang bisa kita nikmati keberkahannya.

Ramadhan, akankah kusambut lagi dikau tahun depan? Atau akankah ini menjadi Ramadhan terakhirku? kata Rafa di akhir doa shalat Idul Fitri, dan berharap semoga bisa dipertemukan dengan Ramadhan selanjutnya.

 

 

**

Si Manis Nan Mungil Kurma, Hidangan Sunnah ala Rasulullah

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh ikhwah fillah.

Alhamdulillah, ketemu lagi indahnya Ramadhan di tahun ini. Mari kita memanfaatkan kesempatan emas ini untuk berlomba-lomba memaknai dan menggapai berkah sebanyak-banyaknya. Lantas apa yang terbersit di benak antum wa antunna tatkala mendengar kata Ramadhan? Puasa. Yaps, benar sekali. Menunaikan ibadah puasa merupakan nikmat tersendiri di hati para hamba-Nya dalam menjiwai Ramadhan yang identik dengan buah kurma. Lalu, apa istimewanya si imut hitam manis ini? Yuk kita kupas lebih mendalam.

 

  1. Kurma : Menu Berbuka Puasa dan Sahur Ala Rasullullah

َنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ

Dari Anas bin Malik ra berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berbuka dengan ruthab (kurma muda) sebelum shalat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, beliau minum dengan satu tegukan air.” (HR Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah).

Berdasarkan hadist di atas dapat diambil beberapa pelajaran berharga, yaitu :

  • Anjuran untuk segera berbuka puasa.
  • Anjuran untuk berbuka puasa dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada maka boleh memakan tamr (kurma kering), atau jika tidak ada pula maka minumlah air.

Apa sih keunggulan kurma hingga menjadi menu berbuka puasa yang dianjurkan Rasullullah? Nah, pada saat berpuasa, lambung berada dalam kondisi kosong sehingga sukar bagi makanan untuk langsung dicerna ke seluruh organ tubuh dan menjadi sumber energi, kecuali kurma. Hal ini dikarenakan buah kurma mengandung karbohidrat yang cocok dengan kondisi liver (hati) pasca berpuasa, terutama kurma matang yang masih segar sebelum lambung siap menerima makanan lainnya.

Bahan makanan yang mengandung gula (glukosa dan fruktosa) mudah untuk dicerna oleh tubuh dan terserap oleh darah, lambung, maupun usus. Proses yang terjadi hanya memerlukan waktu 5 hingga 10 menit untuk diserap oleh usus dalam kondisi kosong. Hal ini menjadikan konsumsi kurma yang kaya serat dapat mengembalikan kekuatan tubuh secara cepat. Sedangkan menyantap makanan tanpa unsur gula membutuhkan waktu penyerapan lebih lama, yaitu sekitar 3 hingga 4 jam.

Selain untuk berbuka, konsumsi kurma juga dianjurkan di waktu sahur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

’Sebaik-baik sahurnya orang mukmin adalah kurma tamr.’ (HR. Abu Daud 2345, Ibnu Hibban 3475 dan dishahihkan al-Albani dan Syuaib al-Arnauth)

Dalam hal ini, kurma tamr yang mengandung karbohidrat tinggi sangat dianjurkan saat sahur agar tubuh memiliki cadangan energi yang cukup untuk berpuasa.

 

  1. Kandungan dan Khasiat Kurma

Bagaimana ikhwah mengenai pembahasan keterkaitan kurma dengan puasa? Lanjut yah. Kurma memiliki nama ilmiah Phoenix dactylifera dan merupakan tanaman buah tertua yang ditanam di daerah kering. Baru tau kan? Nah, sekarang kita akan menyelami khasiat lain dari kurma. Kurma mengandung banyak nutrisi yang berguna bagi tubuh. Mengonsumsi buah kurma dapat mengembalikan energi secara instan melalui kadar gula yang tinggi (berupa fruktosa, glukosa, dan sukrosa) dan mengganti kehilangan elektrolit selama puasa.

Zat besi yang tinggi pada buah kurma dapat membantu pembentukan hemoglobin yang berguna untuk mengangkut oksigen ke seluruh tubuh lebih besar. Kondisi ini akan membantu dalam mempercepat metabolisme sel. Peningkatan metabolisme ini akan meningkatkan produksi energi yang bermanfaat untuk mempertahankan sel agar tidak rusak dan membangun kembali sel yang telah rusak.

Buah kurma mengandung potasium atau kalium sebesar 696 mg yang bermanfaat untuk mengendalikan detak jantung, fungsi otak, dan mengurangi rasa lelah pasca beraktivitas. Selain itu, kurma juga mempunyai berbagai kandungan zat-zat protein, lemak, serat, vitamin A, B1, B2, B12, C, kalsium, klorin, tembaga, magnesium, sulfur, fosfor, dan beberapa enzim yang berperan dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit.

Bahkan, sebuah penelitian tentang toksisitas liver membuktikan bahwa kurma berfungsi menormalkan enzim-enzim liver (aspartate transaminase, alanine transaminase, alkaline phosphatase, lactate dehydrogenase), menurunkan peroksidasi lemak, dan meningkatkan atioksidan enzim maupun non-enzim.

 

  1. Jenis-jenis Kurma

Apabila dilihat dari varietasnya, ternyata buah kurma memiliki lebih dari 450 jenis. Beberapa jenis kurma tersebut meliputi ajwa,  khalasah, anbara, safawi, barhi saghai, khudri dan lain-lain. Namun, kurma ajwa atau biasa disebut dengan kurma nabi adalah jenis yang paling utama. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kurma Ajwah itu berasal dari surga, ia adalah obat dari racun”. Imam Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa yang dimaksud kurma Ajwah dalam hadist tersebut adalah kurma Ajwah Al-Madinah, yakni berasal dari Madinah khususnya daerah Al Awali. Kurma Ajwah dikenal sebagai kurma Hijaz terbaik dari seluruh jenisnya. Bentuknya amat bagus, padat, agak keras, kuat, lezat, harum, dan empuk.

Anjuran untuk mengkonsumsi buah kurma Ajwah ini terdapat dalam hadist Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim yang diriwayatkan dari sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa beliau pernah bersabda,

مَنْ تَصَبَّحَ بِسَبْعِ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ

“Barangsiapa mengkonsumsi tujuh butir kurma Ajwah pada pagi hari, maka pada pagi hari itu ia tidak akan terkena racun maupun sihir”

Selain dari jenisnya, kurma juga dibedakan berdasarkan tingkat kematangannya. Terdapat 4 fase kematangan kurma dengan karakteristik sebagai berikut,

  1. Kimri, merupakan kurma berumur 5 hingga 17 minggu, berwarna hijau dengan ukuran yang masih kecil, dan memiliki kadar air yang sangat tinggi. Kimri belum layak untuk dikonsumsi karena masih mentah.
  2. Khalaal, yakni kurma berumur 19-25 minggu, berwarna kekuningan, kulit kencang, dengan ukuran sudah optimal, dan kadar air sekitar 50%. Khalaal sudah mulai dapat dikonsumsi namun belum sempurna rasanya.
  3. Ruthab atau kurma basah, yakni kurma berumur 26-28 minggu, berwarna merah kecoklatan, kulit relatif masih kencang, rasanya manis, dan memiliki kadar air 30-40%.
  4. Tamr atau kurma kering, merupakan kurma fase akhir, berwarna kecoklatan atau lebih gelap, rasanya sangat manis, namun kadar air mulai menurun sehingga kulit berubah menjadi keriput.

Berdasarkan 4 fase kematangan tersebut, kurma dengan tingkat kematangan Ruthab dan Tamr lah yang lebih direkomendasikan untuk dikonsumsi.

 

Cara Rasulullah mengkonsumsi buah kurma tersebut bervariasi, baik dimakan langsung, dikombinasi dengan buah semangka, atau dengan meminum air rendaman kurma.

Dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau makan semangka dengan kurma muda seraya bersabda,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَأْكُلُ الْبِطِّيخَ بِالرُّطَبِ فَيَقُولُ: نَكْسِرُ حَرَّ هَذَا بِبَرْدِ هَذَا، وَبَرْدَ هَذَا بِحَرِّ هَذَا

Kami memecah panasnya ini (kurma muda) dengan dinginnya ini (semangka) dan dinginnya ini (semangka) dengan panasnya ini (kurma muda).” (Sunan Abu Dawud; dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

 

Kemudian, Rasulullah juga menyukai air hasil rendaman buah kurma ataupun kismis sebagaimana hadist berikut,

َعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنْبَذُ لَهُ الزَّبِيبُ فِي السِّقَاءِ فَيَشْرَبُهُ يَوْمَهُ وَالْغَدَ وَبَعْدَ الْغَدِ فَإِذَا كَانَ مَسَاءُ الثَّالِثَةِ شَرِبَهُ وَسَقَاهُ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ أَهَرَاقَهُ

Dari Ibnu Abbas Radhiyalahu ‘anhu, ia berkata,”Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah dibuatkan rendaman kismis dalam satu bejana, kemudian beliau minum rendaman tersebut pada hari itu, juga esok harinya dan keesokannya harinya. Pada sore hari ketiga beliau memberi minuman tersebut kepada yang lain, jika masih ada yang tersisa , beliaupun menuangnya.”

Subhanallah, ternyata infused water yang kita kenal saat ini pun sudah lebih dahulu diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan memang memiliki manfaat yang baik bagi tubuh.

 

  1. Kurma untuk Tahnik

Tahnik, yaitu memberi makan kurma yang telah dikunyah lalu dimasukkan ke dalam mulut bayi, termasuk di antara hal yang disunnahkan dilakukan oleh orang tua ketika mendapati buah hati saat lahir.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah menjelaskan pengertian tahnik, “Tahnik ialah mengunyah sesuatu kemudian meletakkan/ memasukkannya ke mulut bayi lalu menggosok-gosokkan ke langit-langit mulut. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar bayi terlatih dengan makanan, juga untuk menguatkannya. Yang patut dilakukan ketika mentahnik hendaklah mulut (bayi tersebut) dibuka sehingga (sesuatu yang telah dikunyah) masuk ke dalam perutnya. Yang lebih utama, mentahnik dilakukan dengan kurma kering (tamr). Jika tidak mudah mendapatkan kurma kering (tamr), maka dengan kurma basah (ruthab). Kalau tidak ada kurma, bisa diganti dengan sesuatu yang manis. Tentunya madu lebih utama dari yang lainnya”

 

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari hadits Abu Burdah dari Abu Musa, dia berkata ;

“Aku pernah dikaruniai anak laki-laki, lalu aku membawanya ke hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya dengan sebuah kurma (tamr).

Di antara hikmah dilakukannya tahnik supaya yang paling pertama masuk di perut bayi adalah sesuatu yang manis, ditambahkan saat itu ada do’a untuk mengharapkan keberkahan. Syaikh Muhammad Shalih Al Munajjid hafizhohullah menjelaskan, “Adapun hikmah dari tahnik menggunakan kurma maka para ulama terdahulu berpendapat bahwa ini adalah sunnah yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam agar yang paling pertama masuk ke perut bayi adalah sesuatu yang manis. Oleh karena itu, dianjurkan mentahnik dengan sesuatu yang manis jika tidak mendapatkan kurma.” Fatwa  Al  Islam         Su’al wal Jawab No.102906

Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, “Tahnik dilakukan dengan kurma dan hukumnya adalah sunnah (anjuran). Namun andai ada yang mentahnik dengan selain kurma, maka sudah dianggap pula sebagai tahnik. Akan tetapi, tahnik dengan kurma lebih utama.” Syarh Muslim, Imam Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turost-Beirut, cetakan kedua, tahun 1392 H, 14: 124.

Hikmah mengapa tahnik harus dengan yang manis sebenarnya telah terungkap dalam ilmu kedokteran. Berikut penelitian penelitian dokter spesialis, dr. Muhammad Ali Al Baar. Ringkasan perkataan beliau sebagai berikut:

Sesungguhnya kandungan zat gula “glukosa” dalam darah bayi yang baru lahir adalah sangat kecil. Jika bayi yang lahir beratnya lebih kecil maka semakin kecil pula kandungan zat gula dalam darahnya. Oleh karena itu, bayi prematur (lahir sebelum dewasa), beratnya kurang dari 2,5 kg, maka kandungan zat gulanya sangat kecil sekali, di mana pada sebagian kasus malah kurang dari 20 mg/ 100 mL darah. Adapun anak yang lahir dengan berat badan di atas 2,5 kg, maka kadar gula dalam darahnya biasanya di atas 30 mg/100 mL. Kadar semacam ini berarti (20 atau 30 mg/100 mL darah) merupakan keadaan bahaya dalam ukuran kadar gula dalam darah. Hal ini bisa menyebabkan terjadinya berbagai penyakit antara lain; bayi menolak untuk menyusui, otot-otot melemas, berhenti secara terus-menerus aktivitas pernafasan dan kulit bayi menjadi kebiruan, kontaraksi atau kejang-kejang.

Apakah bayi yang sudah ditahnik dengan kurma sudah tidak tergolong sebagai ASI eksklusif? Hal ini terkadang menjadi pertanyaan kalangan medis karena berdasarkan teori, makanan pertama dan terbaik baik bayi adalah kolostrum yaitu ASI pertama kali yang keluar ketika menyusui pertama dan masih keluar beberapa hari setelah melahirkan. Kolostrum mengandung gizi tinggi dan imunitas umum tubuh.

Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullah berkata, “Yang dimaksud dengan ‘makanan’ adalah yang selain susu yang ia menetek darinya, selain kurma yang ia ditahnik dengannya, dan selain madu yang ia disuapi untuk pengobatan dan yang selainnya. Yang dimaksud adalah bahwa tidak dihasilkan kekenyangan baginya selain dari susu (ASI) saja.” (Fathul Baari 1/352, Syamilah)

Tahnik bukanlah memberi makan, melainkan hanya mengoles sedikit saja kurma yang dikunyah. Maka, bayi yang ditahnik tanpa memakan sesuatu selain ASI tetap tergolong sebagai bayi dengan ASI eksklusif.

 

Masyaa Allah, demikianlah banyak keberkahan yang bisa kita petik dari buah kurma. Yuk ikhwah, konsumsi kurma, si manis nan mungil kaya khasiat, hidangan Sunnah ala Rasulullah…

 

Kajian Edisi Ramadhan

Departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi

Dewan Eksekutif Pusat FULDFK Indonesia

Penulis: Ziana Alawiyah, Lydia Yuniarsih, Arizal

Editor: Mohd. Sarli, Najla Asysyifa

 

Referensi

Al-Bukhari (5467 Fathul Bari) Muslim (2145 Nawawi), Ahmad (4/399), Al-Baihaqi dalam Al-Kubra (9/305) dan Asy-Syu’ab karya beliau (8621, 8622)

Astrini, Sarah Retno., Wahyuni, Ida., dan Widjasena, Baju. (2015). Perbedaan Pemberian Kurma (Phoenix dactylifera) terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja Bagian Finishing di PT. PP (Persero) Tbk. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1), 454-461.

Badwilan, Ahmad Salim. 2008. The Miracle of Dates: Rahasia sehat alami dengan kurma. Jakarta: PT Mizan Publika.

Fathul Baari, Ibnu Hajar Al Asqolani, terbitan Darul ma’rifah-Beirut, tahun 1379 H, 9: 558.

Fatwa  Al  Islam         Su’al wal Jawab No.102906

Giyatmo. (2013). Efektivitas Pemberian Jus Kurma Dalam Meningkatkan Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue di RSU Bunda Purwokerto. Jurnal Keperawatan Sudirman, 8(1), 32-37.

Hadits mutawatir, HR. Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 3

HR. Al-Bukhari no. 1291 dan Muslim no. 4.

https://almanhaj.or.id/2227-rasulullah-shallallahu-alaihi-wa-sallam-menganjurkan-berbuka-puasa-dengan-kurma.html 

https://almanhaj.or.id/2229-makan-tujuh-butir-kurma-ajwah-dapat-menangkal-racun-dan-sihir.html

https://almanhaj.or.id/3045-petunjuk-nabi-tentang-minum.html

https://muslimafiyah.com/bayi-sudah-ditahnik-dengan-kurma-berarti-sudah-tidak-asi-eksklusif-lagi.html\

Ramadhas M., Palanisamy K., Sudhagar M., et al. Ameliorating effect of Phoenix dactylifera on lambda cyhalothrin induced biochemical, hematological and hepatopathological alterations in male wistar rats. Biomedicine & Aging Pathology. India: Elsevier Masson SAS. 2014;7-14.

Syarh Muslim, Imam Nawawi, terbitan Dar Ihya’ At Turost-Beirut, cetakan kedua, tahun 1392 H, 14: 124.

Ramadhan Produktif

Marhaban yaa Ramadhan. Menjadi kegembiraan yang luar biasa dan rasa syukur bagi kaum Muslimin dapat ditemukan kembali dengan bulan yang berkah. Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk menjalankan ibadah puasa. Tak hanya puasa saja, tetapi kita juga diperintahkan untuk meningkatkan berbagai macam ibadah, dimana dengan kata lain bulan Ramadhan adalah arena peningkatkan kualitas dan kuantitas religius.

Read More

Bulan Ramadhan Males-malesan? Nggak Jaman…

Tidak terasa sebentar lagi kita akan memasuki bulan Ramadhan. Alhamdulillah, Allah masih mengizinkan kita untuk bernapas di bumi Allah ini, bahkan sampai dipertemukan lagi dengan bulan Ramadhan yang penuh berkah. Kau tahu tidak, datangnya bulan Ramadhan itu tidak hanya dinantikan oleh seluruh muslim di bumi, tetapi juga dinantikan oleh para penghuni langit, karena amalan ibadah yang dikerjakan InsyaAllah mendapat pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT.

Read More

Obesitas dan Pola Makan yang Berlebih-Lebihan (Israf) dalam Islam

Obesitas merupakan salah satu masalah kesehatan dunia dengan prevalensi yang selalu meningkat setiap tahunnya, baik pada usia anak-anak hingga usia dewasa. Obesitas dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam komplikasi penyakit yakni diabetes melitus, penyakit kardiovaskuler, kanker, gangguan psikososial, bahkan berujung pada kematian.

Read More