Hakikat Cinta

Di masa ini kita disajikan pada berbagai macam kisah romansa yang sempat menghebohkan media mainstream dan cukup menyentuh hati para pendengarnya. Sebuah cuplikan akhir kisah romantis dari seorang mantan presiden kita, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (Bapak SBY) dan istri beliau Ibu Kristiani Herrawati (Ibu Ani), Pak SBY yang selalu setia bersama sang kekasih berjuang menghadapi penyakitnya yang mulai menggerogoti tubuh beliau, yang hingga pada akhirnya ajal menjemput sang kekasih. Terlihat tak kuasanya lelaki yang sudah berusia senja ini untuk menahan air mata yang tumpah ruah selama mengiringi kepergian sang kekasih menuju peristirahatan terakhirnya, atau kisah romantis lainnya yang mampu menggetarkan hati kala mendengarnya.
Namun dahulu umat manusia sudah pernah mengukirkan sebuah kisah romantis yang lebih istimewa, mengharukan dan menyentuh dari pada itu, bukan kisah Romeo dan Juliet yang cintanya terhalang oleh perbedaan idealisme keluarganya, bukan pula kisah Cinderella yang cintanya terbatasi oleh waktu karena sihir dari ibu peri yang hanya aktif sampai tengah malam. Tapi lebih dari itu, kisah ini adalah kisah cinta yang bukan hanya terhalang oleh jarak, namun juga terpisahkan oleh ruang maupun waktu, sebuah kisah dimana sepasang kekasih tak pernah sekalipun berhubungan, mengobrol bersama, bertemu dan bahkan saling mengenal wajah, hanya satu ikatan yang menyatukan mereka yaitu keimanan, namun cinta dan kerinduan tetap bersemai dalam hati-hati mereka dan tumbuh begitu dalamnya. Inilah kisah cinta Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan ummat beliau, bukan hanya pada ummat yang hidup bersama dengan Rasulullah tetapi juga dengan ummat yang hidup tanpa sosok Rasulullah.
Dalam sebuah cuplikan kisah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyampaikan rasa rindu yang begitu besar pada ummatnya di depan para sahabat kala itu, saat itu dalam suatu majelis Rasulullah pernah berkata kepada Abu Bakr “Wahai Abu Bakr, aku begitu rindu hendak bertemu dengan saudaraku.”
Mendengar baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata demikian, terkejutlah para sahabat yang ada di sekitar beliau. Abu Bakr pun bertanya, “Apakah maksudmu berkata demikian wahai Rasulullah? Bukankah kami ini saudara-saudaramu?”
“Tidak wahai Abu Bakar, Kamu semua adalah sahabat-sahabatku tetapi bukan saudara-saudaraku.” jawab Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tetiba suasana hening, semua perhatian tertuju pada Rasulullah. Tak lama setelahnya, beliau memberikan penjelasan, “Saudara-saudaraku adalah mereka yang belum pernah melihatku tetapi mereka beriman denganku dan mereka mencintai aku melebihi anak dan orang tua mereka. Mereka itu adalah saudara-saudaraku dan mereka bersama denganku. Beruntunglah mereka yang melihatku dan beriman kepadaku dan beruntung juga mereka yang beriman kepadaku sedangkan mereka tidak pernah melihatku.”
Dari sini dapat kita lihat betapa besar kecintaan, kerinduan dan kepedulian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada kita, ummat yang sangat mungkin untuk ingkar dan lalai dalam melaksanakan perintah agama. Bukan hanya itu, jika dosa dari ummatnya dapat beliau tangguhkan, maka akan beliau pikul seluruh dosa ummatnya. Jika beliau bisa menanggung sakitnya sakaratul maut hanya untuk beliau sendiri tanpa ummatnya harus merasakan sakitnya sakaratul maut, maka sungguh akan beliau tanggung rasa sakit itu untuk ummatnya, dan hingga pada akhir hayat beliau, ummatnya lah yang beliau sebut dan khawatirkan dinafas terakhir.
Tidak tersentuhkah hati kita? Apakah ada manusia lain yang sepeduli Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Peduli kepada manusia-manusia yang berlumuran dosa semacam kita? Peduli kepada manusia yang bahkan sering lupa dan lalai kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan RasulNya? Perlu dengan cara apalagi Rasulullah untuk peduli kepada kita? Apakah perlu menunggu hingga ruh sampai ke kerongkongan barulah kita sadar betapa hinanya kita dan betapa sedikitnya perbekalan amalan shalih yang hendak kita bawa, sedangkan dosa menggunung tinggi tak terhitung jumlahnya?
Semoga kita termasuk ke dalam golongan ummatnya yang mendapatkan syafaat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan beliau kelak di hari akhir nanti. Aamiin Allahumma Aamiin…
Wallahu a’lam bishshawaab.

DEW 3

Sumber: https://www.hijaz.id/54262/dakwah/siapakah-saudara-yang-sangat-dirindukan-rasulullah

Birrul Walidain

Bismillahirrahmanirrahim
Mungkin kita seringkali mendengar mengenai kewajiban untuk berbakti kepada orangtua. Dalam islam hal tersebut juga dipelajari dan dikenal sebagai Birrul walidain.
Birrul walidain artinya berbakti kepada orang tua dan sebagai umat muslim berbuat baik dan berbakti kepada orang tua bukan sekedar memenuhi tuntunan norma susila dan norma kesopanan, namun yang utama adalah dalam rangka menaati perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman :
واعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua” (QS. An Nisa: 36)
Seperti yang kita tahu bahwa inti dari Islam adalah tauhid, yaitu mempersembahkan segala bentuk ibadah hanya kepada Allah semata. Tauhid adalah yang pertama dan utama bagi seorang muslim. Dan dalam banyak ayat di dalam Al Qur’an, perintah untuk berbakti kepada orang tua disebutkan setelah perintah untuk bertauhid. Ini menunjukkan bahwa birrul walidain sangatlah penting, hampir menyamai pentingnya tauhid bagi seorang muslim.
Berbakti kepada orang tua merupakan salah satu amalan yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan amalan ini lebih utama daripada pergi jihad dalam perang. Terdapat hadits yang mengisahkan tentang seorang lelaki datang dan meminta izin kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk pergi berjihad, kemudian beliau bersabda :
“Apakah orang tuamu masih hidup?”. Lelaki tadi menjawab: “Iya”. Nabi bersabda: “Kalau begitu datangilah kedunya dan berjihadlah dengan berbakti kepada mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).
Begitu pula dengan hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra:

“Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah ?” Rasulullah bersabda “Solat tepat pada waktunya”. Kemudian aku tanya lagi “Apa lagi selain itu ?” bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua” Aku tanya lagi “ Apa lagi ?”. Jawab Rasulullah “Jihad dijalan Allah”.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Doa orangtua merupakan salah satu doa yang paling mustajab. Oleh karena itu berbakti kepada orangtua alangkah lebih baiknya disertai dengan selalu memohon agar didoakan. Meskipun tanpa seorang anak memintapun, orangtua yang baik akan senantiasa mendoakan anaknya. Sebagaimana sabda Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam akan manjurnya do’a orang tua pada anaknya. Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ لاَ تُرَدُّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ ، وَدَعْوَةُ الصَّائِمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ
“Tiga doa yang tidak tertolak yaitu doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi)
Birrul Walidain juga merupakan kunci dari salah satu pintu surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه
“Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.914).
Ketika kita ingin berbakti kepada kedua orang tua, terdapat beberapa unsur-unsur sikap dan akhlak yang harus kita penuhi, yaitu :

  1. Memelihara tutur kata
    Seorang anak yang berbakti kepada orangtua akan terlihat dari bagaimana cara dia bertutur kata kepada orangtuanya. Oleh karena itu hendaknnya kita senantiasa menjaga dan memelihara tutur katanya di hadapan orang tua, terlebih terhadap mereka yang sudah berusia lanjut. Jangan sampai perkataan atau perbuatannya menyinggung perasaan mereka, sebagaimana dijelaskan oleh Allah Ta’ala :
    “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra, 17: 23)
  2. Bersikap sopan
    Bertutur kata yang baik kepada orangtua tidaklah cukup. Perilaku dan sikap seorang anak hendaknya menunjukkan sikap merendahkan diri kepada kedua orangtuanya dengan penuh kasih sayang dan mendoakan mereka agar keduanya dikasihi Allah Ta’sala. Allah Ta’ala berfirman :
    “Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil” (QS. Al-Isra, 17: 24)
  3. Taat dan akrab
    Orangtua bukanlah sosok yang seharusnya ditakuti, melainkan dihormati dan didekati. Seorang anak hendaknya menanamkan ketaatan dan keakraban terhadap kedua orang tuanya. Jangan sampai orangtua merasa kesepian padahal sedang bersama anaknya. Begitu pula ketika kita sedang jauh, hendaklah sering-sering menelfon dan memberi kabar. Tahukah kamu disana ada hati yang risau menunggu telfon darimu? Allah Ta’ala berfirman :
    “Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
    (QS. Luqman, 31:15)
  4. Tetap berbakti setelah keduanya wafat
    Kita tetap berkewajiban berbakti kepada kedua orang tua meski keduanya telah wafat. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa Allah Ta’ala memberikan kesempatan kepada manusia untuk memiliki simpanan amal kebaikan setelah wafatnya yang dapat diperoleh diantaranya dari anak-anaknya yang shaleh dan shalehah.
    “…dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usaha itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna…” (QS. An-Najm ayat, 53: 39-41)
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
    “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang shaleh” (HR. Muslim)

Berdasarkan pemaparan diatas, kita dapat memahami betapa pentingnya birrul walidain. Tak hanya sekedar balas budi, melainkan suatu kewajiban kita sebagai seorang anak. Karena uang sebanyak apapun tak akan bisa membalas sedikitpun dari kasih sayang orangtua kepada kita. Dan orangtua yang baik tak akan pernah sekalipun mengharap balasan. Yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah merawat mereka dengan sebaik-baiknya. Sekalipun mereka telah tiada, jangan pernah berhenti untuk selalu mendoakan syurga bagi mereka.

“Jadi, kapan terakhir kali kamu mencium kening ibumu dan peluk erat ayahmu?”

Semoga Allah Ta’ala senantiasa membimbing kita menjadi orang-orang yang mampu berbakti kedua orang tua. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

Sumber :

  1. Kitab Fiqhu at Ta’amul Ma’al Walidain, karya Syaikh Musthafa Al ‘Adawi
  2. Purnama,Y. Perintah Untuk Birrul Wlidain. Muslim.or.id. 2019, 7 Juni. Available from https://muslim.or.id/47127-perintah-untuk-birrul-walidain.html

[EXTRA EXTENDED]

Bismillahirrahmanirrahiim
.
Halo mahasiswa muslim kedokteran se-Indonesia!
.
Masih ada kesempatan untuk melakukan registrasi online, pembayaran, dan melengkapi berkas MMLC 9th & Baksosnas FULDFK 2019 nih!
.
Yuk lengkapi keseluruhan berkasnya, ikhwah! .

#MMLCBAKSOSNAS2019

#FULDFKIndonesia

#SolidMengakarMenyejarah

#FSKIBEMKMFKUnand

#FIKRIASYSYURAFKUnbrah

💻Instagram : mmlcbaksosnas2019
📱OA line : @egq9165p
📫Email : mmlcbaksosnas@gmail.com

#FULDFKIndonesia

#SolidMengakarMenyejarah

📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

[BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA]

Apakah kita merasa sibuk mengejar mimpi?
Sedangkan orang tua kita dalam keadaan sepi.
.
Apakah kita sering merasa sibuk merajut asa? Sedangkan orang tua kita lupakan terkirim doa.
.
Apakah kita merasa sibuk menata ini itu?
Sedangkan orang tua kita biarkan terbelenggu dalam rindu
.
Masih ingatkah bahwa ridho Alloh ada pada ridho kedua orang tua
.
Masih ingatkah bahwa salah satu amal yang nggak akan putus adalah doa kita kepada orang tua.
.
Masih ingatkah perjuangan orang tua kita hingga kita kita bisa tumbuh dan berkembang sebesar ini
.
Masih inginkah kita memiliki keturunan sholih/sholihah yang selalu mendoakan kita bahkan ketika kita sudah meninggal?
.
Maka hilangkan perasaan merasa sibuk
Sibuk hanya sebuah perasaan
.
Alloh telah menganugerahkan kita waktu sedemikian rupa, karena kita mampu menjalaninya dengan manfaat
.
Syaratnya
.
Ikhtiar? iya benar, berusaha
Berusaha menata waktu menjadi manfaat
.
Manfaat kepada orang tua secara langsung dengan taat perintah ma’ruf, mendoakan, menghubungi orang tua kita setiap hari
Manfaat kepada umat semesta alam yang akan menambah kebahagiaan orang tua
Dan segala macam kebermanfaatan lainnya
.
Semua itu bisa kita lakukan. Kita tak akan merasa sibuk asalkan kita mau berusaha menata badan, hati dan pikiran kita dengan baik
.
“Tak mungkin” karena kita tak biasa melihatnya. Kita berkata “tak mungkin” bisa mengangkat beban 100 kali dari tubuh kita, tapi karena kita biasa melihat semut mengangkat beban seberat itu, akhirnya jadi mungkin.
.
Begitu juga merasa sibuk, tak mungkin kita merasa tak sibuk dengan padatnya jadwal yang seperti ini, karena kita tak membiasakan menata badan, hati dan pikiran kita dengan baik untuk menghadapi situasi ini. Sebaliknya, kita tak akan merasa sibuk jika kita membiasakan menata dengan baik setiap saat
.
Tak ada yang tak mungkin jika Alloh berkehendak dan kita mau berikhtiar.
.
“Kun fa yakun” dan “Man jadda wajada” menjadi kunci
.
Sudahkah kita mendoakan orang tua kita hari ini?
.

#FULDFKIndonesia

#SolidMengakarMenyejarah

.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org

[LOMBA CERPEN KEMUSLIMAHAN]

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
.
Sobat shalihah, kamu suka menulis? Atau suka berkreasi merangkai kata? Atau kadang pengen nulis tapi ga punya ruang untuk menuangkannya?
.
Ini saatnya kamu menuangkannya sobat..
.
Yuk ikuti 🌸Lomba Cerpen Kemuslimahan🌸
Kesempatan emas untuk kalian untuk menciptakan kreasi di ruang ini, kapan lagi sob nulis cerita tapi bakal ada kesempatan dapat hadiah menarik
.
Dan menariknya lagi lomba ini 🌏Free Registration🌍
.
Jangan terlewat sobat sholihah
.
[Lomba Cerpen Kemuslimahan]
.
“MENJADI MUSLIMAH SEJATI DI ERA MILENIAL”
.
Pendaftaran: 15-31 Juli 2019
.
Hadiah:
-Akan ada hadiah menarik untuk Pemenang Juara 1, 2, dan 3

  • E-Sertifikat untuk semua partisipan
    .
    Syarat dan Ketentuan:
  1. Peserta merupakan wanita muslimah SMA Sederajat/ PTN seluruh Indonesia
  2. Follow sosial media FULDFK Indonesia (Instagram : @fuldfk_ind ; Line : @fuldfk_ind) dan melampirkan bukti screenshot ke CP
  3. Naskah ditulis di Microsoft Word (TNR 12, Spasi 1,5) dengan panjang naskah 3-5 halaman
  4. Naskah belum pernah dipublikasikan sebelumnya dan bukan hasil tiruan
  5. Tulisan tidak mengandung unsur yang menyinggung SARA
  6. Mengirim biodata lengkap beserta naskah di kirim ke kemuslimahan.fuldfk@gmail.com dengan format Subjek (Nama_Asal sekolah/PT)

CP:
Id Line: maisarra
WA: 089646941860
.

#FULDFKIndonesia

#SolidMengakarMenyejarah

.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com
💻FB : FULDFK
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK
📱Line: @fuldfk_ind
🔔Twitter: @fuldfk_ind
🗼Instagram : @fuldfk_ind
🔊Telegram : @fuldfkindonesia
📺YouTube: FULDFK TV
🌍Website: medicalzone.org