BIRRUL WALIDAIN


Oleh: DEW 4

Bismillahirrahmanirrahim…

Birrul walidain adalah berbakti kepada orang tua. Birrul walidain adalah hal yang diperintahkan dalam agama. Al-Walidain maksudnya adalah kedua orang tua kandung. Al-Birr maknanya kebaikan, berdasarkan hadits rasulullah SAW.: “Al-Birr adalah baiknya akhlak”. Al-Birr merupakan hak kedua orang tua dan kerabat dekat, lawan dari Al-‘Uquuq (durhaka), yaitu "kejelekan dan menyia-nyiakan hak“. Al-Birr adalah mentaati kedua orang tua di dalam semua apa yang mereka perintahkan kepada engkau, selama tidak bermaksiat kepada Allah, dan Al-‘Uquuq dan menjauhi mereka dan tidak berbuat baik kepadanya.”
Dalam Islam, kedudukan perintah berbakti kepada orang tua berada setelah perintah tauhid dan lebih utama dari jihad fi sabililah. Sebagaimana telah kami sampaikan, berbakti kepada orang tua dalam agama kita yang mulia ini, memiliki kedudukan yang tinggi. Sehingga berbakti kepada orang tua bukanlah sekedar balas jasa, bukan pula sekedar kepantasan dan kesopanan. Sebagaimana Allah berfirman dalam Q.S Al-An’am: 151.
Katakanlah (Muhammad), “Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kepadamu. Jangan mempersekutukan-Nya dengan apapun, berbuat baiklah kepada ibu bapak, janganlah membunuh anak-anakmu karena takut miskin, kamilah yang memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka; janganlah kamu mendekati perbuatan yang keji, baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Demikianlah Dia memerintahkan kepadamu agar kamu mengerti. – (Q.S Al-An’am: 151)
Pada saat anak-anak, orang tua di rumah maupun guru di sekolah sekalipun selalu mengajarkan tentang doa untuk orang tua. Doa untuk orang tua tidak terbatas waktu dan keadaan. Siapa pun bisa mendoakan orang tua baik saat orang tua masih hidup ataupun sudah meninggal karena doa untuk orang tua adalah amal jariah yang pahalanya tidak akan pernah putus sebagaimana Rasululllah SAW bersabda dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Muslim, yaitu:
“Jika seseorang telah meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak yang sholeh.” (HR. Muslim).
Anak yang shalih dan shalihah adalah investasi dunia dan akhirat. Kita semua pasti menginginkan surga Allah yang nilainya tidak terhingga. Allah SWT menjelaskan dalam QS. Al-Isra: 23-24, yaitu:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orangtua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya mencapai usia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. (23) Dan rendahkanlah dirimu di hadapan keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku di waktu kecil.” (24) – (Q.S Al-Isra: 23-24).
Sangatlah menyedihkan apabila dengan perkataan “ah” kepada orang tua saja adalah dosa besar oleh seorang anak apalagi jika membentak melebihi itu. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memohon ampun kepada Allah SWT dan dapat masuk ke dalam pintu surga. Surga memiliki beberapa pintu, dan salah satu pintunya adalah birrul walidain. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, yaitu:
“Kedua orang tua itu adalah pintu surga yang paling tengah. Jika kalian mau memasukinya maka jagalah orang tua kalian. Jika kalian enggan memasukinya, silakan sia-siakan orang tua kalian” (HR. Tirmidzi, ia berkata: “hadits ini shahih”, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no.914).
Selain itu, birrul walidain adalah salah satu cara ber-tawassul kepada Allah. Tawassul artinya mengambil perantara untuk menuju kepada ridha Allah dan pertolongan Allah. Salah satu cara bertawassul yang disyariatkan adalah tawassul dengan amalan shalih. Dan diantara amalan shalih yang paling ampuh untuk bertawassul adalah birrul walidain. Sebagaimana hadits dalam Shahihain mengenai kisah yang diceritakan oleh Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam mengenai tiga orang yang terjebak di dalam gua yang tertutup batu besar, kemudian mereka bertawassul kepada Allah dengan amalan-amalan mereka, salah satunya berkata:
“Ya Allah sesungguhnya saya memiliki orang tua yang sudah tua renta, dan saya juga memiliki istri dan anak perempuan yang aku beri mereka makan dari mengembala ternak. Ketika selesai menggembala, aku perahkan susu untuk mereka. Aku selalu dahulukan orang tuaku sebelum keluargaku. Lalu suatu hari ketika panen aku harus pergi jauh, dan aku tidak pulang kecuali sudah sangat sore, dan aku dapati orang tuaku sudah tidur. Lalu aku perahkan untuk mereka susu sebagaimana biasanya, lalu aku bawakan bejana berisi susu itu kepada mereka. Aku berdiri di sisi mereka, tapi aku enggan untuk membangunkan mereka. Dan aku pun enggan memberi susu pada anak perempuanku sebelum orang tuaku. Padahal anakku sudah meronta-ronta di kakiku karena kelaparan. Dan demikianlah terus keadaannya hingga terbit fajar. Ya Allah jika Engkau tahu aku melakukan hal itu demi mengharap wajahMu, maka bukalah celah bagi kami yang kami bisa melihat langit dari situ. Maka Allah pun membukakan sedikit celah yang membuat mereka bisa melihat langit darinya“(HR. Bukhari-Muslim).
Oleh karena itu, wajib bagi kita sebagai anak untuk menjadi kebahagiaan orang tua dunia akhirat. Kita juga bisa menjadi penyejuk hati orang tua kita sendiri. Berkata-kata yang lembut, selalu menyayangi orang tua, dan selalu berbakti kepada orang tua. Itulah maksud dari birrul walidain. Dengan seperti itu, kita akan membuka pintu surga untuk kita dan orang tua kita karena itulah harapan ayah dan ibu kita Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Furqan: 7, yaitu:
“Dan orang orang yang senantiasa berdoa: Wahai Tuhan kami, karuniakanlah kepada kami penyejuk pandangan kami dari istri-istri dan anak-anak kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin orang orang yang bertaqwa” (QS. Al Furqan: 72)

Sumber :
Perintah Untuk Birrul Wallidain
https://muslim.or.id/47127-perintah-untuk-birrul-walidain.html
cited 17 Agustus 2020
Birrul Walidain
https://id.wikipedia.org/wiki/Birrul_Walidain#Definisi
cited 17 Agustus 2020
Kumpulan Ayat-Ayat Alquran Tentang Birrul Walidain (Berbakti pada Kedua Orangtua)
https://mutiaraislam.net/ayat-alquran-berbakti-pada-orangtua/
cited 17 Agustus 2020
Doa untuk Orang Tua yang menjadi Amal Jariah yang Tidak Pernah Putus
https://qazwa.id/blog/doa-untuk-orang-tua/
cited 17 Agustus 2020
Menjadi Penyejuk Pandangan Bagi Orang Tua
https://muslim.or.id/22215-menjadi-penyejuk-pandangan-bagi-orang-tua.html
cited 17 Agustus 2020

GENERASI QUR’ANI PEMBANGUN PERADABAN


Oleh: DEW 3

    Islam merupakan agama yang membawa kasih sayang untuk alam semesta. Islam  jugalah yang telah membawa manusia dari zaman kegelapan menuju zaman yang terang melalui segala ilmu dan aturan yang diajarkannya. Islam bukanlah teologi semata. Segala aspek kehidupan telah diatur dengan rapih baik masalah peribadatan, ekonomi, memperlakukan manusia, memperlakukan alam, dan sebagainya. Semuanya telah tertulis dalam sebuah kitab suci ummat islam, yakni Al-Qur’an Al Kariim. Segala tindak tanduk manusia hendaknya memperhatikan dan menelaah terlebih dahulu dari Al-Qur’an sehingga tidak terjadi kekacauan karena kecacatan aturan tanpa landasan yang benar.

    Sebagaimana para khalifah dan para sahabat Rasulullah SAW. yang memiliki segudang prestasi bermanfaat untuk kemaslahatan dan kejayaan ummat Islam. Kita sebagai pemuda muslim yang menjadi ujung tombak kemajuan peradaban islam haruslah memiliki keinginan untuk mewujudkan kembali kejayaan islam di masa lalu. Pemuda memah sering diremehkan karena sering dianggap berpikir kurang matang dan terlalu terbawa keinginan yang menggebu-gebu dalam melakukan tindakannya. Hal tersebut harusnya bukan menjadi penghalang untuk berpikir lebih ke depan memikirkan bagaimana nasib ummat kedepannya, tapi jadikan hal tersebut untuk menghasilkan hal positif. Bagaimana caranya?  Oleh karena itu kita sebagai pemuda harus mencari dinding yang tepat untuk mengkoridorinya.

    Pernahkah kalian berpikir tentang moral di kalangan pemuda yang merosot? Mengapa minat menuntut ilmu dan menambah keterampilan tambahan di kalangan pemuda sudah hamppir hilang? Atau mengapa kecintaan dan keberanian menujukan bahwa dirinya seorang muslim telah hilang? Apakah hal tersebut harus dibiarkan begitu saja? Tentu tidak. Dimulai dari detik ini perlu ditanamkan di benak setiap diri kita, bahwa pemuda muslim memegang tanggung jawab terhadap nasib peradaban islam masa depan. Setelah mengetahui bahwa hal tersebut merupakan sebuah tanggung jawab, langkah selanjutnya adalah ikut melakukan tindakan perubahan dengan berlandaskan Al-Qur’an. 

    Perubahan apa yang dapat kita mulai? Mulailah dengan memiliki 10 sifat muslim, dengan beberapa cara sebagai berikut. Pertama, kita harus menguatkan ruhaniyyah kita dengan sering tilawah, menelaah, dan mengamalkan ayat-ayat Al-Qur’an di kehidupan sehari-hari, shalat sunnah, puasa sunnah, sedekah, dll. yang sesuai dengan Al-Qur;an dan hadits.  Hal-hal tersebut merupakan ciri dari aqidah yang lurus dan ibadah yang benar. Kedua, memiliki sopan santun dengan menerapkan akhlak yang kokoh dan mampu melawan hawa nafsu. Akhlak yang kokoh ini merupakan perwujudan dari akhlak yang tidak mudah goyah tercemari segala macam perilaku tidak terpuji. Kedua, menjadi pemuda muslim tidak hanya baik dalam ruhaniyyah dan moral saja, tetapi perlu menguasi ilmu pengetahuan. Hal ini dapat menerapkan sifat muslim memiliki pengetahuan luas dibidang apapun, mampu mengatur segala urusannya dengan baik (self management), mampu mengatur waktunya agar tidak tebuang sia-sia, dan menjadi pribadi yang mandiri tidak selalu bergantung kepada orang tua maupun orang lain. 

Ketiga, dalam menuntut ilmu, belajar akhlak, dan beribadah tentulah harus dibersamai dengan memiliki jiwa dan raga yang kuat. Pemuda muslim hendaknya senantiasa menjaga kesehatan tubuhnya. Menjaga kesehatan tubuh dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi, gemar berolahraga, dan senantiasa selalu berhusnudzon agar kesehatan mental tetap terjaga. Keempat, ikutilah kegiatan di masyarakat dan menjadi agen perubahan dengan memberikan pendapat agar suatu kegiatan dapat sesuai dengan syari’at islam, atau dengan menerapkan syari’at islam di setiap perlaku kita sehingga menjadi teladan bagi teman-teman. Semua hal tersebut tidak lain hanya bertujuan agar segala yang kita miliki dan segala yang kita lakukan selalu bermanfaat bagi kemajuan ummat islam ke depannya. 

Oleh karena itu, mari kita kembalikan peradaban islam yang gemilang dengan memulai dari diri kita sendiri. Peradabam ummat islam di masa depan adalah tangguang jawab kita. Akan memabawa kejayaan kah? Atau mengalami kemunduran? Mari kita sama-sama saling merangkul dan mengingatkan agar peradaban ini kembali dihidupkan. 

PENIPUAN BERKEDOK DONASI ? NO WAY !

“Tadi mau transfer 700 Ribu”
“Kepencet 7juta, bisa ditransfer balik ?”

Akhir – akhir ini banyak sekali penipuan berkedok donasi, mulai dari donasi yang digunakan untuk kepentingan mandiri ataupun penipu berpura – pura berdonasi. Perlunya mawas diri terhadap donatur serta lembaga penyelenggara donasi. Bahkan lembaga besar tak ada yang menjamin luput dari penipuan berkedok donasi ini. Maka untuk itu sebagai wadah yang mengadakan penggalangan donasi, harus lebih waspada terhadap oknum oknum penipuan ini.
Eitss.. Pandemi ini tak menyurutkan aksi penipuan, pada Ahad, 12 April 2020 lalu didapatkan penggalangan donasi mengatasnamakan “BNPB Provinsi, (Badan Nasional Penanggulangan Bencana).

Mari kita ulas.

Berikut beberapa penipuan berkedok donasi yang dilakukan kepada wadah donasi :
Penggalangan Donasi Via Transfer

Berikut langkah – langkah yang dilakukan oleh penipu:
✖ Penipu menargetkan nomor CP yang tertera untuk melakukan konfirmasi transfer.
✖ Penipu konfirmasi ke nomor tersebut melalui pesan whatsapp dengan menyebutkan nominal yang cukup banyak disertai dengan bukti transfer palsu. Jika sekilas dilihat bukti tersebut mirip dengan yang asli.
✖Beberapa saat kemudian penipu konfirmasi jika salah mengetikan angka atau kelebihan angka nol, contoh: akan transfer 1000 menjadi 100000.
✖ Penipu bermaksud meminta kembalian selisih dari nominal di atas.
✖Penipu mendesak untuk segera mentransfer uang kembalian dengan alasan uang akan digunakan untuk hal yang lebih urgent.
Kiat Antisipasi :
✔ Cek mutasi rekening yang dipakai untuk menerima donasi
✔ Aktifkan internet banking, m-banking atau sms banking untuk mempermudahkan mengecek mutasi.

Penggalangan Donasi Langsung
Berikut langkah – langkah yang biasa dilakukan :
✖ Penipu menyasar penggalangan donasi yang dilakukan di tempat umum
contoh: lampu merah, pasar, maupun tempat hiburan
✖ Penipu berniat berdonasi dengan uang kertas yang dimasukkan dalam amplop ataupun dilipat dengan sedemikian rupa
✖ Penipu meminta uang kembalian dengan nominal bervariasi
✖Setelah dihitung dan dicek, uang yang digunakan untuk berdonasi adalah uang palsu ataupun uang mainan
Kiat Antisipasi :
✔ Dicek terlebih dahulu uang yang digunakan untuk berdonasi. Bisa diberi keterangan “Mohon berdonasi dengan uang pas”.

Bijak Dalam Memilah Lembaga Donasi
Menghindari penipuan yang mengatasnamakan badan penyaluran amal, berikut panduan Memilah Lembaga Donasi :
Profil Lembaga
Luangkan waktu untuk memverifikasi latar belakang lembaga penyalur donasi. Bila mengatasnamakan lembaga atau yayasan pastikan mereka memiliki situs dan akun media sosial resmi
Rekam Jejak
Perlunya memantau aksi lembaga donasi dalam penyaluran dan lainnya.
Transparansi & Akuntabilitas
Donatur memiliki hak kepada siapa bantuannya disalurkan, berapa jumlahnya, dan untuk apa saja.


Begini Redaksi Islam Terhadap Penipuan

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”. (QS An Nisa : 29)


Nabi shallallahu ‘alaihiwasallam bersabda,
مَنْ غَشَّنَا فَلَيْسَ مِنَّا، وَالْمَكْرُ وَالْخِدَاعُ فِي النَّارِ.
Barangsiapa yang menipu, maka ia tidak termasuk golongan kami. Orang yang berbuat maker dan pengelabuan, tempatnya di neraka” (HR. Ibnu Hibban 2: 326. Hadits ini shahih sebagaimana kata Syaikh Al Albanidalam Ash Shahihah no. 1058).


Referensi:

  1. https://rumaysho.com/7154-penipuan-dan-pengelabuan-dalam-jual-beli.html
  2. https://www.kompasiana.com/warsitoska/5c2db5b16ddcae29d62a712d/penipu-berkedok-donasi
  3. http://indonesiabaik.id/infografis/bijak-memilih-lembaga-donasi-1
  4. https://m.cnnindonesia.com/teknologi/20190921203323-185-432613/cara-hindari-penipuan-berkedok-donasi

#FULDFKIndonesia⁣ #SolidMengakarMenyejarah⁣#kolaborasikebaikan⁣

.
📬Email: fuldfk.indonesia@gmail.com⁣
💻FB : FULDFK⁣
👥FP: Medicalzone – Website Resmi FULDFK⁣
📱Line: @fuldfk_ind⁣
🔔Twitter: @fuldfk_ind⁣
🗼Instagram : @fuldfk_ind⁣
🔊Telegram : @fuldfkindonesia⁣
📺YouTube: FULDFK TV⁣
🌍Website: medicalzone.org

[DEW 1] MUSKERWIL 2020

Oleh: Asmia Djunishap (Kepala Departemen KKIA DEW 1 2019/2020)

Musyawarah Kerja Wilayah atau disingkat dengan MUSKERWIL  merupakan salah satu tenderwil yang membahas tentang perumusan kebijakan strategis akan pergerakan dakwah pada lingkup Fakultas Kedokteran di Wilayah Sumatera. Muskerwil 2020 juga dilakukan sembari  evaluasi tengah tahun terhadap program-program kerja yang telah dilaksanakan oleh para pengurus DEW 1 pada kepengurusan 2019-2020.

Muskerwil 2020 dilaksanakan pada hari Sabtu dan Ahad, 11 dan 12 Juli 2020. Dilaksanakan secara online melalui zoom video conference. Walaupun acara ini dilaksanakan secara online, tapi para pengurus dan para peserta tetap semangat dan turut serta dalam diskusi mengenai program-program kerja.

Tenderwil ini dipanitiai oleh LDFK Karim FK UNMAL dan FSI Ibnu Sina FK UNILA. Mengundang Dekan FK UNMAL, Pembina Karim FK Unmal dan FSI Ibnu Sina FK Unila, Gubernur Mahasiswa FK UNMAL,  perwakilan dari FULDFK pusat,  FULDFK wilayah 2, 3, 4, para alumni DEW 1 dan turut mengundang LDFK-LDFK se-Sumatera yaitu yang bernaung di FULDFK DEW 1.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, kemudian Lagu Indonesia Raya, Sholawat Nabi, dan dilanjutkan dengan Sambutan-sambutan. Sambutan yang pertama disampaikan oleh Asmia Djunishap, S. Ked selaku ketua panitia, lalu, Rian Hazni selaku ketua LDFK Karim FK UNMAL, Faris Mu’taz Husamuddin selaku Ketua Umum DEW 1, Faizal Amin Dzikrullah sebagai perwakilan dari FULDFK pusat, Wisnu selaku Gubma FK UNMAL,  dan dr. Sri Maria Puji Lestari, M.Pd. Ked sebagai Perwakilan dekan FK UNMAL.

Selanjutnya masuk ke acara inti pada hari pertama, yaitu pemaparan laporan dari pengurus DEW  1, laporan pertama disampaikan oleh Ketua Umum DEW 1 yaitu Faris Mu’taz Husamuddin yang juga sebagai moderator pada acara ini. Dilanjutkan oleh sekretaris, bendahara, dan dapartemen finansial. Pada hari kedua laporan dimulai dari departemen Kemuslimahan, lalu Informasi dan Teknologi (IT), Pengembangan LDFK dan Kaderisasi (PnK), Hubungan Masyarakat (Humas) dan terakhir yaitu Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA).

Selanjutnya bermain game bersama, sebagai hiburan untuk para peserta muskerwil DEW 1. Pada acara ini juga peserta yang paling aktif bisa mendapatkan give away. Acara terakhir yaitu ucapan terimakasih dan kata-kata mutiara  dari Ketua umum DEW 1. Dan dilanjutkan dengan doa dan penutup.

Alhamdulillahirobbil’alamin….

Acara ini menjadi evaluasi juga semangat baru untuk para pengurus DEW 1 dalam melaksanakan program kerja. Dalam amanah yang diemban, pasti terdapat tanggung jawab yang berat. Walau terkadang lelah selalu menghadang, tapi semangat kami tak akan pernah padam untuk FULDFK.

Quote dari Taufiqurrahman, Ketua Umum BPPM Asy-Syifa FK UNSRI  “Dakwah harus berlanjut, oknum yang masih belum semangat, memang cukup menghambat. Sama-sama saling menyemangati jangan putus asa dan jangan ikut-ikutan lelah”.

[DEW 3] Evaluasi Tengah Tahun

Oleh: Adhitya Fajriyadi (Anggota PnK DEW 3 2019/2020)

Evaluasi tengah tahun merupakan evaluasi terhadap program-program kerja dan kebijakan strategis, untuk mensyiarkan dakwah Islamiyah di lingkungan Fakultas Kedokteran yang berada di bawan naungan FULDFK, khususnya DEW III yang telah berjalan selama setengah periode kepengurusan 2019-2020.

Acara ini menjadi spesial dikarenakan menjadi evaluasi tengah tahun pertama secara daring melalui zoom video conference di tengah masa pandemi COVID-19 ini. Berlangsungnya evaluasi ini secara daring tidak menyurutkan semangat para pengurus FULDFK DEW 3 dalam melaksanakannya dan acara berlangsung dengan khidmat.

Acara ini mengundang perwakilan dari FULDFK pusat dan wilayah dari DEW 1, 2 dan 4. Tidak lupa acara ini turut mengundang utusan dari LDFK yang bernaung dibawah FULDFK DEW 3. Evaluasi tengah tahun telah dilaksanakan pada hari Ahad, 12 Juli 2020 yang dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an surah Al-Mujadilah ayat 11, yang membahas tentang keutamaan orang yang berilmu di hadapan Allah Azza Wa Jalla. Kemudian, ada kata sambutan yang disampaikan oleh Adhi Kusuma Winahyu, S.Ked selaku Ketua Umum FULDFK Indonesia periode 2019- 2020, lalu sambutan oleh Fakhri Haidar Anis, S.Ked selaku Ketua Umum FULDFK DEW 3 periode 2019-2020 dan terakhir sambutan oleh Teuku Muhammad Hafizh Adzdzikri selaku Kepala Departemen Pengembangan dan Kaderisasi (PnK) FULDFK DEW 3.

Selanjutnya, masuk kepada acara inti yaitu pemaparan laporan pertanggungjawaban dari berbagai departemen dalam kepengurusan FULDFK DEW 3, yakni departemen Kajian Kedokteran Islam dan Advokasi (KKIA), Informasi & Teknologi (IT), Hubungan Masyarakat (Humas), Pengembangan LDFK & Kaderisasi (PnK), Kemuslimahan dan Finansial.

Acara selanjutnya yakni pembagian rapor pengurus, serta penghargaan pengurus terbaik per departemen yang dinilai berdasarkan poin keaktifan dalam kepengurusan di departemen tersebut, serta akumulasi amalan yaumiyyah selama bulan Ramadhan 1441 H. Acara dilanjutkan dengan sharing session yang berisi keluh kesah dan sharing, berkenaan dengan berjalannya kepengurusan selama setengah periode, dan ditutup dengan puisi, dokumentasi serta pembacaan doa rabithah.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah terhimpun atas kecintaan terhadap Mu.

Bertemu di atas ketaatan kepada Mu dan bersatu untuk memikul beban dakwah Mu.

Hati-hati ini telah mengikat kesetiaan untuk menolong meninggikan syariatMu.

Maka dari itu Ya Allah, Engkau perkukuh ikatannya dan Engkau kekalkan kemesraan hati-hati ini. Tunjukanlah hati-hati ini akan jalan yang sebenarnya.

Serta penuhkanlah hati-hati ini dengan cahaya ke-TuhananMu yang tidak kunjung redup.

Lapangkanlah hati-hati ini dengan limpahan keimanan serta keindahan tawakkal kepadaMu.

Hidup suburkanlah hati-hati ini dengan makrifat (pengenalan yang benar) tentang Mu. Maka matikanlah kami (hati-hati) ini sebagai para syuhada dalam perjuangan agama Mu.

Sesungguhnya Engaku sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Ya Allah perkenankanlah doa kami.