Aku dan Masa Laluku

 

“Every saint has a past, and every sinner has a future.”-Oscar Wilde

Sebuah kutipan sederhana yang tidak sengaja ku lihat saat asik scrolling di media sosial. Aku pun terdiam beberapa saat memandangi layar hp. Pikiran ku melayang. Apa benar aku yang seperti ini memiliki masa depan?

——————-

Nama ku Jio, bukan nama asli sih, tapi itu merupakan nama beken ku di media sosial. Pekerjaan ku sekarang hanyalah sebagai mahasiswa di universitas yang, yah, bisa dibilang tempat berkumpulnya orang-orang menengah ke atas. Hobi? Well, aku adalah vlog-creator dengan jumlah subscriber mendekati 700k bulan ini. Media sosial ku yang lain pun memiliki followers ratusan ribu. Bisa dibilang, aku adalah seleb dunia maya.

Julukan “seleb” tersebut juga bikin lingkaran pertemanan ku semakin meluas. Teman-teman ku sekarang kebanyakan dari kalangan artis dan anak penjabat. Dimana bersama mereka, party all night rasanya sudah menjadi kebiasaan setiap minggunya. Menurut ku kebiasaan itu sangat menyenangkan karena bisa melepas stres setelah berkutat dengan kuliah dan tugas-tugas menyebalkan selama hampir satu minggu. Tapi rasanya ada sesuatu yang berubah semenjak satu minggu yang lalu.

Perasaan aneh ini dimulai saat ulang tahun Erik, teman satu kampus ku, yang diselenggarakan di rumahnya. Pesta besar dan mewah tipikal anak orang kaya yang penuh dengan musik keras dengan paduan minuman keras menjadi kombinasi favorit tamu-tamu malam ini. Teman-temanku yang lain juga datang, sehingga suasana sekarang sangat lah ramai. Acara ini merupakan kesempatan ku untuk bikin vlog baru. Tapi terasa ada yang aneh, sepanjang acara berlangsung entah kenapa aku merasa kepala ku sangat berat. Apa karena aku terlalu sering minum cola? Ah tidak mungkin aku mabuk hanya karna minuman itu. Akhirnya, aku pun meminta maaf karena memutuskan untuk pulang lebih awal kepada tuan rumah.

Sesampainya di apartemen, aku langsung merebahkan diri di tempat tidur. Kepala ku terasa sedikit lebih membaik dengan istirahat. Jam sudah menunjukkan pukul 01.30 pagi, tapi karena masih belum merasa ngantuk, aku pun membuka hp ku untuk melihat apa saja yang sudah teman-temanku post di media sosialnya saat berada di pesta tadi. Saat asik scrolling, aku menemukan gambar dengan kutipan yang menarik perhatian ku:

“Every saint has a past, and every sinner has a future.”-Oscar Wilde

“Setiap orang suci memiliki masa lalu, dan setiap pendosa memiliki masa depan.” Kata ku bergumam mengatakan artinya. Aku terdiam beberapa saat memandangi layar hp. Pikiran ku melayang. Apa benar aku yang seperti ini memiliki masa depan?

——————-

Semenjak hari itu, aku pun mulai jarang mengikuti ajakan teman-temanku untuk berpesta atau bahkan sekedar hang-out. Entah kenapa, aku seakan tak punya gairah untuk kembali ketempat itu lagi. Kini, hari-hariku hampa, aku selalu menginginkan perubahan besar yang dapat mengubah hidupku. Namun, aku tak tau bagaimana cara ku tuk memulai semuanya. Hingga saat itu, saat ku masih tenggelam dalam lamunan ku, aku tak menyadari ada wanita berhijab yang menyebrang di hadapanku.

“Astaghfirullaaaah”, teriak nya yang membuat ku sadar dan bangun dari lamunan ku. Rupanya aku telah menyerempet gadis yang ingin menyebrang. Gadis itu kini terkulai lemas di jalan sesaat setelah ia berteriak. Awal nya aku ingin segera kabur dari tempat itu karena ku fikir tak ada orang yang melihatku dan aku mempunyai kesempatan besar untuk kabur. Namun, entah kenapa saat itu aku seperti kerasukan malaikat. Aku tak sampai hati melihatnya sendirian terkulai lemas di jalan. Aku langsung berlari melihat keadaan gadis itu dan segera menelpon ambulan

Lima jam sudah aku berada di rumah sakit, tak ada tanda-tanda kesadaran yang terlihat dari wajah gadis itu, keluarganya yang sudah ditelepon oleh pihak rumah sakit pun belum terlihat batang hidung nya. Hati ku bergetar, takut, dan sangat gelisah. Kenapa di saat aku mulai ingin berubah, aku malah hampir menghilangkan nyawa orang? Ku beranikan diriku menelpon mamahku. Kuceritakan semua kronologi yang ku alami sejak aku pulang dari pesta. Rupanya, mamah sangat menantikan momen ini, momen ku kembali mengajak mama terlibat dalam setiap urusan ku. Jujur saja, 2 tahun terakhir ini aku hampir tak  pernah menceritakan lembaran hidup ku kepada mama, karena bagiku aku adalah sosok yang dewasa. Hingga akhirnya mama berkata “Anak ku, mama sangat bangga padamu nak, mama tau bahwa kau adalah anak mama yang pemberani dan bertanggung jawab. Percayalah, segala niat baik akan mendapatkan jalan menuju kebaikan. Jika kau merasa gelisah dan takut menghadapi hari ini, maka datanglah kepada Dzat yang mempunyai segala kekuasaan. Dzat yang Maha Menyembuhkan, dzat yang Maha mengatur segala urusan. Ialah Allah Subhana Wata’ala. Mintalah kepada Allah melalui sholat, mintalah apapun yang menjadi keinginanmu. Insya Allah, Allah tak pernah membuat kecewa hambaNya”.

Mendengar pernyataan mama, aku mulai merasakan ketenangan datang menghampiri ku. Aku pun bergegas melangkah mengambil air wudhu, dan ku memulai sholat ku setelah sekian lama ku absen dalam sholat.

Saat ini aku merasa berbeda, aku tak pernah merasakan sholat yang menenangkan seperti saat ini, aku pun tak pernah merasakan ketentraman hati yang hakiki, kebahagiaan yang ku rasakan saat ini sungguh berbeda dari kebahagiaan yang pernah ku rasakan di club malam. Ku simpuhkan diriku, mengharap  ampunan atas segala dosa yang telah ku lakukan selama hidupku, dan kupanjatkan segenap doa untuk kesembuhan seorang gadis yang menghantarkan ku pada pintu rahmat Allah. Tanpa ku sadari, ada seorang lelaki paruh baya yang ternyata telah turut mengaamiinkan doaku, ternyata beliau adalah Ayah dari gadis yang ku tabrak. Alih-alih mencaci, memaki, atau menamparku karena telah menyerempet anak nya, Ayah itu justru berterimakasih atas kebaikan ku mengantar anaknya ke RS dan mendoakannya, hal itu tentu membuatku terheran. Mental yang sudah ku siapkan sedari tadi, ternyata tidak terpakai. “Nak, terimakasih telah memilih mengantarkannya ke Rumah Sakit padahal kau bisa kabur dan mebiarkannya tergeletak di jalan, terimakasih juga telah mendoakannya dengan hati yang dalam, padahal lagi-lagi kau bisa memilih pergi setelah mengantarkannya ke sini. Alhamdulillah sekarang anak kami sudah sadar, dan ia tidak apa-apa, hanya sedikit shock setelah kejadian tadi. Maaf bapak dari tadi mengikutimu, awal nya bapak ingin memakimu karena mencelakai anak kesayangan bapak. Namun, melihat ketulusanmu dan keberanianmu untuk bertanggung jawab, bapak rasa memaafkanmu adalah hadiah yang tepat”,tutur Ayah gadis itu. Aku pun hanya terpaku membeku, seakan tak percaya akan kebaikan yang Allah berikan saat ini. Aku hanya bisa bersyukur dan berterimakasih dalam dekapan Ayah gadis tersebut. Kini aku percaya, ketika kita melibatkan Allah dalam hal apapun, Allah akan terus tolong kita dalam keadaan apapun. Seperti firman Allah dalam surat Ali Imron ayat 160:

Artinya:” Jika Allah menolong kamu maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan) maka siapakah yang dapat menolong kamu(selain dari Allah) setelah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang mukmin bertawakkal.”

Setelah kejadian itu, ku tata ulang hidupku dari nol, aku mulai melibatkan Allah disetiap urusan ku, bukan hanya mendapatkan “good”, kini hidupku berubah menjadi “excellent”. Dan benar saja kata kutipan yang ku baca dulu, siapapun kita sekarang, seberapa besarpun dosa yang kita lakukan, kita tetap mempunyai masa depan yang cerah. Asaaaaal kita mau merubah diri kita dan terus melibatkan Allah dalam setiap langkah kita. Karena Allah lah penolong setiap urusan.

 

 

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1331

Tinggalkan Balasan