Tentang Kami

Sejarah Singkat FULDFK Indonesia

FULDFK adalah Forum Ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran yang berada di tingkat Nasional, makanya seringkali disebut FULDFK Indonesia. Sebagaimana namanya, maka FULDFK merupakan sebuah perkumpulan dan wadah formal berupa jaringan antar lembaga dakwah fakultas kedokteran di seluruh Indonesia.

Tonggak kelahiran FULDFK dimulai pada tanggal 4 Muharram 1426 H, bertepatan dengan 13 Februari 2005 di Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran-Jatinangor yang merupakan momentum pendeklarasian FULDFK secara resmi yang dihadiri oleh 109 delegasi yang berasal dari 29 Fakultas Kedokteran se-Indonesia.

Sebagai acuan dalam melangkah dan mengembangkan sayap, lembaga dakwah ini bersasaskan islam yang bersumber dari Al-qur’an dan As-sunnah dengan visi untuk memperjuangkan Islam demi kemaslahatan ummat yang berbasis pada kompetensi kesehatan.

Untuk menggerakkan roda organisasi, lembaga ini ditopang dengan struktur kepengurusan yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara anatomis, kepengurusan FULDFK terdiri dari kepengurusan DEP (Dewan Eksekutif Pusat) dan DEW (Dewan Eksekutif Wilayah). Pada DEP dan DEW, masing-masing memiliki struktur kepengurusan fungsional yang terdiri dari ketua, sekjend, bendum, dan Departemen-Departemen yang memiliki peran spesifik sesuai dengan fungsi-fungsi yang sedang dikembangkan oleh FULDFK.

Pembagian kepengurusan secara anatomis bisa dilihat pada peta dibawah ini, yang merepresentasikan seluruh LDFK (Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran) anggota FULDFK yang berada di provinsi tersebut.

Visi :

Memperjuangkan Islam demi kemaslahatan umat yang berbasis kompetensi kesehatan.

Misi:

1. Memperkuat ukhuwah Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran se-Indonesia.
2. Mendorong Lembaga Dakwah Fakultas Kedokteran di Indonesia untuk lebih profesional dan mapan.
3. Mempersiapkan mahasiswa muslim fakultas kedokteran menuju dakwah profesi.
4. Advokasi terhadap kepentingan dakwah dalam bidang kesehatan.
5. Berperan aktif merespon dan membentuk opini masyarakat yang berkaitan dengan masalah kesehatan.
6. Mensosialisasikan Kedokteran Islam kepada masyarakat.
7. Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga yang ada baik medis maupun non medis dalam skala nasional maupun internasional.