9 Tahapan Memilih Teman

172315

Memilih teman? Kenapaaa? Bukankah kita harusnya bisa bergaul sama siapa aja? Kan sering tuh kita denger kalimat “Jangan suka pilh-pilih teman” nanti dikiranya sombong lagi. Aku nggak mau ngomong sama si B, maunya sama si A aja, nggak mau diajak jalan sama si C tapi kalo si D yang ngajak ayo aja, kemana-mana maunya sama temen se geng Z nya, yang lain udah kayak angin yang cuma lewat aja.

Memilih teman yang kami maksud disini bukan seperti itu, ikhwah. Teman yang kami maksud adalah teman dekat, bahkan sangat dekat, teman yang tahu hingga kebiasaan terjelekmu sekalipun. Ibaratnya nih, teman dekat itu teman yang tahu kalo kamu tidurnya ngorok. Bayangkan kalau misalkan teman dekatmu ini bukan seseorang yang baik, kalau ada kejadian kayak gini, kamu sama ngorokmu sudah pasti masuk instastory dan bullyable banget ini esok harinya.

Memilih teman itu wajib hukumnya. Kenapaa? Karena teman itu bisa mempengaruhi agama seseorang, pandangan hidup seseorang, kebiasaan seseorang, dan sifat seseorang. Masih inget dengan hadist Rasulullah SAW “Seorang mukmin itu laksana cermin bagi mukmin lainnya”? Nah kan, bahkan disebutkan bahwa ruh-ruh orang baik akan berkumpul dengan orang baik, begitu pula sebaliknya. Masih inget juga kan dengan hadist yang satu ini, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Nah, berikut 9 tahapan dalam memilih teman yang sholeh :

  1. Pilihlah mereka yang berakidah lurus, gak tercampur syirik atau bid’ah. Ini MUTLAK ikhwah, kenapa? Karena teman itu sangat besar pengaruhnya terhadap akidah kita. Nggak sedikit kan kita lihat orang yang awalnya menutup aurat, rajin beribadah, rajin mengingatkan orang menuju kebaikan malah jadi buka-bukaan aurat bahkan berniat untuk murtad. Naudzubillah min dzalik.
  2. Bermanhaj lurus. Manhaj yang dimaksud adalah tentang cara beragama dan cara mengambil keputusan sesuai Qur’an dan Sunnah. Bukan orang yang ahli bid’ah atau bukan orang yang menyembah atau memperturutkan hawa nafsu. Contohnya nih, orang yang suka pergi-pergi ke tempat makan yang mahal dan mewah cuma buat beli secangkir kopi yang harganya ratusan ribu biar di bisa upload instagram, banyak yang ngelike, banyak yang komen, dan agar di cap anak hits. Padahal, setelah itu seharian cuma makan sekali doang, itu pun nasi goreng yang porsinya banyak biar kenyang sampai keesokan harinya
  3. Pilihlah orang yang taat beribadah dan menjauhi perbuatan maksiat, karena orang-orang tersebut, ketika iman kita sedang turun, bisa menjadi tangga buat iman kita naik kembali.
  4. Berakhlaq terpuji dan bertutur kata baik dalam kehidupan sehari-hari. Akhlaq itu kata Imam Ghazali adalah sesuatu yang spontan. Pilihlah teman yang ketika kesandung membaca istighfar bukan malah ngomong “E,, copot copot”. Pilihlah teman yang ketika marah membaca istighfar, bukan orang yang suka marah dengan menyebut nama binatang, kotoran dan apalah itu.
  5. Bergaullah dengan teman yang suka menasihati kebaikan. Dalam surat Al Asr sudah sangat menjelaskan tentang hal ini.
  6. Zuhud terhadap dunia dan tidak berambisi dalam mengejar kedudukan. Zuhud berarti merasa cukup dengan pemberian Allah. Sedangkan, tidak berambisi maksudnya adalah seseorang yang jauh dari obsesi dunia. Tapi jangan disalah artikan orang yang hidupnya pasrah atau mereka yang biasa bilang “ah sudahlah, hidup biarkan seperti air yang mengalir saja”. Bukan seperti ini lho yaaa..
  7. Berteman dengan teman yang banyak ilmu sehingga bisa berbagi ilmu. Karena, kalau kita bertemannya sama tukang gosip, ya pasti tiap hari kerjaannya ngomongin si A sampai si D, besoknya ganti ngomongin E sampai si H, sampai akhir si Z gak bakal kelar juga, karena bakal balik lagi ngomongin si A dengan permasalahan yang berbeda. Nah,, gak mau kan dapet dosa yang dobel-dobel?
  8. Bergaul dengan teman yang berpakaian Islami yaitu yang menutup aurat sesuai Al-Qur’an dan Sunnah.
  9. Pilihah seseorang yang menjaga kewibawaan dan kehormatan dirinya dari hal-hal yang tidak layak menurut pandangan masyakat. Bahkan, Imam Syafi’i pernah berkata: “Seandainya air dingin akan merusak kewibawaanku, maka akan ku minum air panas saja.” ..

Pahami betul maksud memilih teman disini, karena dalam konteks lain, kita tidak boleh memilih-milih teman dalam berdakwah, maksudnya objek yang akan kita dakwahi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

one + = two