Ilmu yang bermanfaat

170266

“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh”

[HR. Muslim no. 1631]

Hadist diatas sudah sangat familiar, bukan? Yaaa, tentang Ilmu yang bermanfaat.

Katanya,

ilmu yang bermanfaat itu adalah

ilmu yang di ajarkan kepada orang lain

ilmu yang diaplikasikan didalam kehidupan sehari-hari

ilmu yang membuat pemiliknya semakin merunduk ketika ilmunya semakin bertambah

Ibnu Rajab menyebutkan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah yang menunjukkan pada dua hal, yaitu1,2 :

Pertama, Ilmu yang bermanfaat dari semua ilmu adalah mempelajari dengan seksama dalil-dalil dari al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, serta (berusaha) memahami kandungan maknanya

Kedua, mengetahui segala apa yang diridhai dan dicintai Allah ‘Azza wa Jalla dan menjauhi segala apa yang dibenci dan dimurkai-Nya berupa keyakinan, perbuatan yang lahir dan bathin serta ucapan. Disini, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang masuk (dan menetap) ke dalam relung hati (manusia), yang kemudian melahirkan rasa tenang, takut, tunduk, merendahkan dan mengakui kelemahan diri di hadapan Allah Ta’ala.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullaah mengatakan, “Ilmu adalah apa yang dibangun di atas dalil, dan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibawa oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Terkadang ada ilmu yang tidak berasal dari Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tetapi dalam urusan duniawi, seperti ilmu kedokteran, ilmu hitung, ilmu pertanian, dan ilmu perdagangan.”

Lawannya adalah ilmu yang tidak bermanfaat.

Nabi Muhammad SAW selalu berlindung dari empat perkara, yaitu ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu’, do’a yang tidak didengar, dan jiwa yang tidak pernah merasa puas.

[HR. Nasa’i : 5347]

Sumber :

1https://almanhaj.or.id/2309-pengertian-ilmu-yang-bermanfaat.html

2https://muslim.or.id/18980-keutamaan-ilmu-yang-bermanfaat.html

Cinta Segitiga

cinta segitiga 5

Ketika kalian membaca judul artikel ini, mungkin kalian berpikir bahwa disini akan ada tulisan mengenai kisah seseorang yang cintanya bertepuk sebelah tungkai.. kalian salah.. atau mungkin kalian berpikir bahwa disini akan ada tulisan mengenai seorang dosen yang sangat mencintai hukum pitagoras dan penerapanya pada segitiga.. kalian salah lagi.. karena disini yang akan ada adalah sebuah kisah percintaan tiga lelaki berjiwa malaikat..

Malam hari Raya Idul Firi telah tiba. Kota Damaskus terang benderang oleh cahaya lampu beraneka warna. Takbir bergemuruh terdengar membahana.

Didalam sebuah rumah yang sederhana, seorang wanita berjilbab putih berkata kepada suaminya, “Abu Abdillah suamiku, besok hari raya, namun anak kita tidak memiliki pakaian baru seperti anak-anak tetangga kita. Ini semua gara gara tindakan borosmu!”

“Aku tidak boros, aku hanya menginfakkan hartaku dalam kebaikan dan demi membantu orang-orang miskin yang membutuhkan. Ini bukan suatu pemborosan, Ummu Abdillah,“ jawab sang suami.

“Baiklah, kumohon sekarang, engkau tulis surat dan kirim ke sahabat mu yang baik hati dan ikhlas agar ia mau membantu kita. Apabila keadaan kita nanti sudah membaik, Insyaa Allah kita ganti nanti.”

Abu Abdillah memiliki dua teman karib yang berhati ikhlas, mereka bernama Hamdi dan Usamah. Mendengar permintaan istrinya itu, dia segera menulis surat dan diberikannya surat tersebut kepada pembantunya agar membawanya ke tempat sahabatnya, Hamdi. Kemudian, pembantunya pergi ke tempat Hamdi dan menyerahkan surat yang ditulis oleh tuannya.

Hamdi membacanya dengan seksama. Dia segera tahu bahwa sahabatnya yang pemurah sedang dalam kesempitan dan kesusahan karena tidak memiliki apa-apa.

Hamdi berkata kepada utusan Abu Abdillah, “Aku tahu tuanmu telah menginfakkan semua hartanya dalam kebaikan. Ambillah kantong ini dan katakan kepada tuanmu, hanya inilah harta yang aku miliki pada malam hari raya ini.”

Pembantu Abu Abdillah bergegas kembali kepada tuannya dan menyerahkan kantong pemberian Hamdi itu. Abu Abdillah membuka kantong itu. Ternyata, isinya uang seratus dinar.

Dia berkata kepada istrinya dengan penuh gembira, “Ummu Abdillah, lihat ini, Allah telah mengantarkan seratus dinar kepada kita.”

Sang istri pun gembira dan berkata pada suaminya, “Cepatlah pergi ke pasar untuk membelikan pakaian dan sandal baru untuk anak-anak kita. Juga jangan lupa membeli daging dan makanan.”

Pada saat Abu Abdillah bersiap-siap hendak pergi ke pasar, terdengar seseorang mengetuk pintu. Abu Abdillah membuka pintu. Ternyata yang datang adalah pembantu Usamah, sahabatnya. Pembantu Usamah itu datang dengan membawa surat minta pertolongan kepada Abu Abdillah agar dia berkenan meminjami uang untuk membayar hutang yang telah jatuh tempo. Tanpa pikir panjang, Abu Abdillah langsung menyerahkan kantong berisi uang seratus dinar yang ada di tangannya, kepada pembantu Usamah. Dia menyerahkan semuanya, tanpa mengambil satu dinar pun.

“Katakanlah pada Usamah, tuanmu. Segera lunasi hutangnya malam ini juga,” pesan Abu Abdillah pada pembantu itu.

Mengetahui hal itu, terang saja ummu Abdillah marah kepada Abu Abdillah karena telah memntingkan sahabatnya daripada anak-anaknya.

“Kau ini tega melihat anak kita bersedih dan kelaparan. Kalau pun kau mau membantu Usamah, mengapa tidak setengah dari uang itu saja? Mengapa kau berikan semuanya?” ucap Ummu Abdillah sewot.

Sang suami menjawab, “Temanku meminta pertolonganku, bagaimana mungkin aku tidak memberinya? Aku pun juga tidak tahu apakah uang di dalam kantong itu cukup untuk melunasi hutangnya atau tidak.”

Ummu Abdillah terdiam dan beristighfar untuk meredam kejengkelanya kepada sang suami yang terlalu baik kepada orang lain itu.

Beberapa jam kemudian, terdengar orang mengetuk pintu, Abu Abdillah membuka pintu. Dia kaget bukan main. Ternyata yang datang adalah sahabatnya, Hamdi. Serta merta dia memeluk dan menyambut dengan hangat, lalu mempersilahkannya masuk.

Setelah duduk, Hamdi berkata, “Aku datang untuk menanyakan sesuatu kepadamu tentang kantong ini. Apakah ini kantong yang aku kirim kepadamu dan di dalamnya ada seratus dinar?”

Abu Abdillah mengamati kantong itu penuh seksama.

Dengan nada kaget, dia berkata, “Ya..ya.. benar.. ini adalah kantong itu. Ceritakanlah kepadaku, Hamdi, bagaimana kantong ini bisa kembali lagi kepadamu?”

Hamdi lalu bercerita, “Ketika pembantumu datang kepadaku membawa suratmu. Aku berikan kantong itu, dan itu adalah satu-satunya harta yang aku punya. Karena aku tidak memiliki apa-apa lagi, maka aku langsung minta bantuan pada Usamah. Betapa terkejutnya aku ketika Usamah memberikan kantong berisi seratus dinar, yang tidak lain adalah kantong yang aku kirimkan kepadamu, dan tanpa kurang satu dinar pun. Aku takjub, untuk lebih yakin, aku bertanya padamu, benarkah ini kantong yang aku kirimkan kepadamu? Untuk itu, aku datang ke sini untuk menguak rahasia ini.”

Abu Abdillah terawa dan berkata, “Usamah lebih mengutamakan kamu daripada dirinya, dan memberikan kantong itu, sebagaimana kamu lebih mengutamakan diriku daripada dirimu sendiri, Hamdi.”

“Dan kamu lebih mengutamakan Usamah atas dirimu dan keluargamu. Apa pendapatmu, Abu Abdillah, jika kita bagi uang ini bertiga?” kata Hamdi sambil tersenyum.

Abu Abdillah menjawab, “Barakallahu fika, semoga Allah memberkahimu, Hamdi.”

Akhirnya uang seratus dinar itu dibagi 3.

***

Kisah keluhuran budi tiga lelaki ini, didengar oleh Khalifah. Subhanallah, sang khalifah pun sangat tersentuh ketika mendengarnya. Ternyata masih ada diantara umat Nabi Muhammad Shallalahu ‘alaihi wa sallam yang berjiwa mulia laksana malaikat. Khalifah langsung memberi perintah kepada bendahara negara untuk memberi hadiah kepada tiga lelaki berjiwa malaikat itu, masing-masing sebesar sepuluh ribu dinar.

Begitu menerima uang dari khalifah, Abu Abdillah langsung sujud syukur lalu menemui istrinya dengan muka berseri-seri, “Ummi Abdillah, sekarang lihatlah, apa pendapatmu, apakah Allah menelantarkan kita ?”

Sang istri menjawab dengan mata berkaca-kaca, “Tidak suamiku, demi Allah, Dia Maha Pemurah, Dia tidak mungkin menelantarkan kita. Bahkan, Dialah yang melimpahkan rezeki-Nya kepada kita dengan tiada putusnya.”

“Sekarang kau tahu, istriku… bahwa menginfakkan harta dijalan Allah adalah bisnis yang pasti keuntungannya dan tidak akan rugi selama-lamanya”

The End

Bagaimana sahabat ???  Kisah cinta segitiga dari para sahabat-sahabat ini yang sangat yakin bahwa Allah adalah sang Maha Pemberi Kekayaan dan Kecukupan. Akankah kita ragu untuk meniru kisah indah cinta segitiga para sahabat ini??

Sobotta atau ilmu Agama ?

166021

Skenario 1

Suatu hari, didepanmu ada 2 buku, buku sobotta dan ilmu fiqih ibadah.. saat itu kalian memiliki waktu senggang dan tidak ada hal lain yang bisa dilakukan selain membaca buku itu.. mana yang kalian baca ?

Mana kah yang lebih penting… ilmu dunia atau akhirat

Skenario 2

Pada suatu hari, kalian mendapat kabar bahwa besok kalian akan ada 2 ujian.. ujian pertama adalah ujian kenaikan kelas, ujian yang kedua adalah tes seleksi penonton dahsh*at yang memiliki syarat IQ minimal 145.. sebagai manusia yang normal kalian pilih lebih fokus ke yang mana ?

Yuk kita jawab skenario 2 terlebih dahulu

Kalau kita lihat skenario 2 Tentu saja kalian pasti akan lebih fokus untuk belajar Ujian kenaikan kelas dibandingkan belajar untuk seleksi penonton dahshat.. karena ujian kenaikan kelas efeknya lebih besar, lebih bermanfaat, dan lebih sulit.. tapi disisi lain kalian juga pasti akan meluangkan waktu untuk belajar tes seleksi penonton, karena mungkin kalian punya cita-cita untuk menjadi penonton of the month atau yang lain.. tapi disini kalian pasti lebih fokus untuk belajar ujian kenaikan kelas bukan ?

Hal ini berlaku juga untuk ujian yang lain.. yaitu ujian sukses akhirat.. dan ujian sukses dunia. Ketika kita tahu bahwa akhirat itu jauh lebih penting.. lebih ber efek.. dan lebih susah dibandingkan ujian sukses dunia.. bukankah sudah seharusnya kita tahu mana yang menjadi prioritasnya ? ..

Sebagaimana rasullullah bersabda..

“Seandainya dunia sebanding dengan satu sayap sayap lalat di sisi Allah, niscaya Dia tidak akan memberikan seteguk air pun bagi seorang kafir”

-HR. At-Tirmidzi hadits Hasan Shahih-

Karena kita akan menjalani hidup sebagaimana ilmu yang kita miliki dan amalkan.. para dokter adalah mereka yang memiliki ilmu kedokteran dan mengamalkanya.. para ahli hukum adalah mereka yang memiliki ilmu hukum dan mengamalkanya.. dan para ahli surga adalah mereka yang memiliki ilmu Agama dan mengamalkanya..

Kembali ke skenario 1.. apabila kita mengkaitkan dengan jawaban pada skenario 2 tadi.. pasti kita setuju bahwa mempelajari ilmu agama itu lebih menguntungkan dan lebih utama dibandingkan mempelajari ilmu dunia.. ditambah, tugas kita didunia ini memang adalah untuk beribadah

az zariyat 56

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” – Adz Dzariyat 56 –

Tapi apakah hal ini menjadikan ilmu dunia bukan ilmu yang penting dan boleh ditinggalkan ? tentu saja tidak kawan-kawan

pada suatu kondisi tertentu.. mempelajari ilmu Dunia itu sama-sama pentingnya sebagaimana mempelajari ilmu Agama selama ilmu dunia itu digunakan untuk tujuan ibadah..

semisal, mempelajari ilmu kedokteran, agar bisa menjadi dokter disuatu daerah yang membutuhkan dokter.. atau mempelajari ilmu pendidikan agar bisa menjadi guru seorang pahlawan tanpa tanda jasa.. kuncinya adalah bertujuan untuk ibadah karena Innamal A’malu Binniyat amal itu tergantung niatnya..

mempelajari ilmu agama itu lebih diutamakan, karena bagaimana kita bisa beribadah tanpa tahu ilmu ibadah yang benar.. namun disisi lain mempelajari ilmu dunia sama pentingnya dengan ilmu agama ketika kita menggunakan ilmu dunia itu dengan tujuan ibadah.. dan tidaklah sama antara orang yang berilmu dan orang orang yang tidak berilmu.. Allahpun menjanjikan bahwa orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya.. jadi.. kalau ditanya.. sobotta atau ilmu agama.. jawab aja.. why not both..

Bahagia itu (seharusnya) Sederhana

Pasti semua udah pernah dengar kalimat ini,
“Bahagia itu sederhana.”

Iya, kalimat itu sering banget ditemui di mana mana. Kadang disertai dengan kalimat dan konteks kejadian yang berbeda beda. Misalnya,

“Alhamdulillah bisa makan bakso bareng temen temen setelah sekian lama ga ketemu. Bahagia itu sederhana.”
“Busway dateng diwaktu yang tepat. Bahagia itu sederhana.”
“Hujannya deras tepat setelah nyampe rumah. Bahagia itu sederhana.”

Yaa.. mungkin ada banyak contoh lainnya. Ga pentinglah soal contoh contoh di atas, yang mau dibahas di sini adalah konteks bahagia itu sederhana.

Ikhwah,
Pernahkah sesekali kita perhatikan tingkah anak kecil yang ada disekitar kita, entah itu adik, sepupu, ponakan, atau malah anak kita *eh
Mereka, anak anak kecil itu, gampang sekali tertawa. Denger bunyi pintu lemari yang berdecit (err.. bunyinya ngiiit ngiit gitu maksudnya :v ), mereka tertawa.
Denger suara bersin, mereka tertawa.
Liat balon di lambung lambungkan, mereka tertawa.
Liat kucing lewat persis di depannya, mereka juga tertawa.
Dan banyak hal sedehana lainnya yang bikin mereka tertawa.
Awalnya, mungkin kita mikir ini wajar aja. Secara mereka masih kecil, masih bocah, ya wajarlah mereka ngetawain hal hal remeh yang menurut kita ga lucu atau biasa aja.
Sampai pada akirnya mungkn kita perlu berpikir, jangan jangan kita yang sudah mulai mempe-ribet kebahagiaan kita.
Kenapa gitu?
Ya memang sih indikator bahagia itu ga cuma dari tertawa. Tapi tertawa lepas itu salah satu indikasi kebahagiaan. Ga mungkin ada orang yang hatinya sedang sediiiih banget tapi bisa tertawa lepas terbahak bahak. Kalo ada yang bisa tertawa, pasti feel-nya beda. Atau ada causa lain yang bikin seseorang tertawa tanpa ada alasan yang jelas.
Jadi sederhananya kita bisa menarik kesimpulan, kalo bahagia itu seharusnya sederhana.

Dari kita lahir, kita sudah mulai bisa merasa bahagia dari hal hal kecil, kaya anak anak kecil di atas tadi misalnya. Tapi semakin tua,kita mulai memasang “target” yang begitu tinggi untuk bisa merasakan kebahagiaan.

Baru bahagia kalo Hp-nya canggih, mahal, dan keluaran terbaru.
Baru bahagia kalo kendaraannya bermerek.
Baru bahagia kalo bajunya bagus atau branded.
Baru bahagia kalo nilainya sempurna.
Baru bahagia kalo rumahnya megah.
Dan lain lain.

Salah ga punya keinginan kaya gitu? Ya engga..
Yang salah itu kalau kita mengikatkan kebahagiaan kita pada hal hal itu.
Atau bahasa lainnya, mengikatkan kebahagiaan kita pada hal hal duniawi.
Ga ada larangan kok mengejar dunia. Tapi, letakkanlah dunia di genggaman kita, bukan di hati.

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia, juga kebaikan di akhirat. Dan peliharalah kami dari siksa neraka“.
(QS. Al Baqarah: 201)

Coba deh, sesekali, sambil kita nunggu kopaja atau angkot atau busway pagi pagi, waktu mau berangkat beraktivitas, kita liat ke sekeliling kita. Rasain udara pagi, hawanya. Ya walaupun untuk kota kota besar pagi pun udah agak agak gerah. Tapi coba sedikit merenung, sebentar aja.
Syukuri keadaan.
Ah… ada begitu banyak orang orang di luar sana yang mendambakan berada di posisi kita. Ada yang “terkurung” di rumah sakit karena penyakitnya. Terkurung di LP karena kesalahannya.
Sedang kita?
Mungkin ada begitu banyak dosa dosa kita, tapi Allah masih menutupinya.
Mungkin ada banyak bibit penyakit dalam tubuh kita, tapi Allah masih memberi kesehatan.
Berbahagialah karena kita masih bisa bergerak bebas.
Masih bisa merasakan terik matahari.
Masih bisa kehujanan disaat kita sedang berusaha mengejar mimpi mimpi kita.
Masih bisa sibuk dan mengeluhkan letih untuk pekerjaan kita atau tugas tugas kuliah kita. Sedang di luar sana mungkin ada yang ingin bekerja tapi lamarannya selalu ditolak. Yang mau kuliah tapi kekurangan biaya.
Masih bisa ngerasain semilir angin.
Masih bisa berpayah payah dalam jalan dakwah.
Dan banyak hal hal sederhana lainnya yang mungkin tidak kita perhatikan, yang lupa kita syukuri.

“Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
(Qs. An Nahl: 18)

Berbahagialah dengan sederhana.
Karena mungkin suatu saat nanti kita akan merindukan hal hal sederhana itu.
Ketika kita terlalu sibuk berpacu dengan target target kita, ambisi kita, menginginkan kesempurnaan, sampai kita lupa mensyukuri hal hal kecil tadi.
Padahal kesempurnaan hidup itu ada pada ketidaksempurnaan itu sendiri.

Berbahagialah dengan sederhana.
Karena bahagia itu selalu sederhana.
Sesederhana rasa syukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk dapat berbagi.
Sesederhana rasa syukur karena Allah masih mengizinkan kita untuk dapat memberi.
Sesederhana senyuman orang orang di sekitarmu yang timbul karena kehadiranmu.
Bahagia itu sederhana.
Sesederhana bersyukur.

“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”
(Qs. Ibrahim: 7)

Kalau mau nunggu semua terlihat sempurna baru mau bahagia, hati hati.. nanti letih sendiri.
Mulailah berbahagia dengan kesederhanaan disekeliling kita, ikhwah.
Karena bahagia itu, memang sudah seharusnya sederhana… :))

Akhir Zaman

3

Kita saat ini telah berada di penghujung zaman. Kita sekarang telah berada di akhir-akhir periode keempat dari lima periodisasi umat Islam.

Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam dalam haditsnya menyatakan bahwa zaman umat Islam akan dibagi menjadi 5 periode:

Periode Kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam.

Periode Kekhalifahan dimana umat Islam dipimpin Khalifah dengan sistem kenabian. Periode ini telah berakhir sejak wafatnya khalifah Ali bin Abi Thalib.

Periode Kekhalifahan dengan sistem kerajaan. Menurut pakar sejarah, periode ini telah berakhir sejak diruntuhkannya kekhalifahan Usmaniyah di Turki tgl 13 Maret 1924 oleh Kemal At Taturk.

Periode pemimpin yang diktator. Ini periode dimana saat ini kita berada. Pada periode ini umat Islam mengalami masa masa yang paling gelap dalam sejarah karena tidak punya kepemimpinan dan dunia dikuasai oleh bangsa bangsa kafir.

Sebelum akhir zaman,àa akan muncul kembali periode terakhir yaitu kekhalifahan seperti sistem kenabian dimana umat Islam akan kembali memimpin dunia. Periode kelima ini tidak akan berlangsung lama karena satu atau dua periode setelah itu akan muncul tanda tanda kiamat besar.

CIA, Badan intelejen USA membuat prediksi bahwa mulai kemunculan kembali zaman kekhalifahan umat Islam yaitu pada tahun 2020 sedangkan KGB, badan intel Rusia memprediksinya terjadi pada tahun 2025.

Sepuluh tanda-tanda kiamat, dimana poin 1-4 akan terjadi di periode keempat kita saat ini yaitu:

Munculnya Dajjal

Nabi Isa AS

Munculnya Yajuj dan Majuj dalam jumlah banyak. Sebagai perbandingan, saat itu 1 manusia berbanding dengan 999 Ya’juj dan Ma’juj

Masa-masa aman saat dunia kembali dipimpin oleh khalifah Islam.

Matahari terbit dari barat

Keluar binatang besar

Angin lembut yang mematikan seluruh umat Islam sehingga dunia hanya dipenuhi oleh orang-orang kafir saja.

Selanjutnya tanda-tanda besar kiamat ke 8,9 dan 10 hanya dirasakan oleh orang-orang kafir karena orang-orang mukmin sudah dimatikan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Salah satu tanda Dajjall akan muncul adalah ketika sungai atau danau Tiberias kering. Dan menurut informasi, saat ini debit airnya sudah menurun terus menerus.

Sebelum turun Dajjal, maka Al Mahdi akan muncul terlebih dahulu

Siapa Al Mahdi?

Al Mahdi berasal dari keturunan kandung Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam dari keturunan Fatimah yaitu dari Hasan bin Ali RA

Namanya mirip nama Nabi yaitu Muhammad dan nama ayahnya juga sama dengan nama ayah Nabi yaitu bernama Abdullah.

8 tanda-tanda akan segera muncul Al Mahdi:

  1. Salju turun di Arab

          Ini sudah terjadi sejak 2009 dan hari ini salju juga sedang turun di Arab Saudi.

  1. Bumi akan dipenuhi huru hara dan peperangan dan kedzaliman yang semakim lama semakin meningkat sehingga hari hari kedepan akan terasa semakin berat. Banyak terjadi pembunuhan seperti yang saat ini terjadi di Yaman, Suriah, Palestina, Mesir dll.
  1. Banyak fitnah atau kedzaliman yang terjadi di negeri Syam seperti yang terjadi saat ini di Suriah oleh rezim Basar As’ad atau kekejaman di Palestina oleh Israel
  1. Wafatnya seorang Raja Arab lalu 3 putera mahkotanya saling ribut atau gaduh.

Saat ini Raja Abdullah di Arab Saudi telah wafat dan 3 putra mahkota berikutnya saling gaduh karena memiliki perbedaan prinsip dan karakter. Tiga putra mahkota tersebut yaitu Raja Salman, Thalal, dan Mukrim.

Salman termasuk orang sholeh dan anti maksiat. Beliau hafidz Quran. Sedangkan Thalal memiliki ekonomi terkuat bahkan salah satu orang terkaya dunia. Namun, ia ahli maksiat. Sementara itu Mukrim loyalitasnya lebih ke Yahudi dan Amerika.

Sepeninggal Raja Abdullah, Arab Saudi saat ini dipimpin oleh Raja Salman. Raja Salman telah mengusir Thalal dari kerajaan sedangkan Raja Salman membiarkan Mukrim tetap di kerajaan namun telah mencabut hak beliau sebagai raja berikutnya.

  1. Mengeringnya Sungai Eufrat.

        NASA pernah merilis bahwa 2014 Sungai Eufrat akan habis total. Dan terbukti bahwa pada April 2014 Sungau Eufrat sudah kering total.

  1. Muncul gunung emas di Irak lalu orang akan berbondong-bondong memperebutkan disana dan dari 100 orang laki-laki yang berperang disana maka 99 org akan mati. Amerika nampaknya sudah meyakini keberadaan gunung emas tersebut. Oleh sebab itu, mereka telah mempersiapkan strategi untuk “mengamankan” (merampas) gunung emas tersebut.

  1. Muncul Ad Dukhon yaitu asap kabut yang sangat tebal selama 40 hari 40 malam hingga asapnya membuat kita tidak bisa melihat lagi. Dunia akan terasa gelap gulita.

Para ahli meyakini bahwa hal ini terjadi akibat adanya benturan besar asteroid atau meteor ke bumi.

Para peneliti NASA menyebutkan bahwa rentang 2013-2016 dunia akan masuk dalam jalur sungai meteor dimana akan terdapat 1300 meteor yang akan membentur bumi dengan kecepatan 120.000 km/jam. Tahun 2013 baru terjadi tiga kali yaitu di Siberia, Argentina dan Amerika. Sisanya mungkin bisa terjadi di tahun ini atau tahun tahun mendatang. Wallahu A’lam.

Munculnya Dukhon merupakan akhir dari era teknologi karena semuanya tidak akan berfungsi akibat dari efek elektromagnetik dari benturan meteor-meteor tersebut. Sehingga zaman akan kembali seperti zaman dahulu kala.

Setelah itu Al mahdi akan muncul di dekat Kabah. Ia akan dibaiat oleh 7 ulama besar yang membawa pengikut sekitar 300 an orang (jumlahnya mirip pasukan perang badar). Awalnya ia selalu menolak tapi Allah Subhanahu Wa Ta’ala akhirnya mengokohkannya sehingga mau menjadi pemimpin umat Islam saat itu.

Ada penjelasan lain bahwa Ad Dukhon dan hujan meteor akan segera datang apabila ketiga tanda ini sudah terjadi:

– Banyak muncul penyanyi-penyanyi wanita

– Banyaknya musik dan alat-alat musik

– Banyaknya orang meminum khamr atau minuman yang memabukkan.

Saat Dukhon terjadi maka keadaan manusia sama seperti ketika Nabi Yunus berada dlm perut ikan. Gelap, tidak ada oksigen, dan tidak ada makanan.

Maka Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kita agar saat itu kita berzikir seperti zikirnya Nabi Yunus yaitu La ilaha illa anta subhanaka inkuntu minadzolimin.

Dengan iman dihati kita dan doa zikir tersebut maka pengaruh Dukhon tersebut seolah olah hanya membuat kita lemas sedikit seperti terserang flu.

Negara-negara kafir nampaknya sangat percaya dengan akan munculnya hujan meteor ini. Oleh karena itu Amerika, Rusia, Singapura dan negara lain saat ini telah membuat bunker-bunker raksasa yang bisa menampung ratusan ribu orang dengan fasilitas dan persediaan makanan cukup untuk beberapa bulan.

Setelah Al Mahdi turun maka kita akan kembal ke uang emas dan perak (dinar dan dirham) karena uang kertas pasti sudah tidak akan ada gunanya

Al Mahdi akan memimpin umat Islam untuk membebaskan seluruh bumi sehingga seluruh dunia (tanpa kecuali) akan dipimpin oleh umat Islam melalui sistem kekhalifahan yang berbasis kenabian.

Negara-negara yang ditaklukan akan disatukan kembali dan diberi nama yang sama persis ketika zaman Nabi misalnya negara Yaman, Suriah, Lebanon dan Palestina akan disatukan dan diganti nama menjadi Negeri Syams.

Bila sdh terjadi huru hara di negeri Syams, maka Nabi menyarankan agar kita segera berlomba-lomba untuk beramal baik karena akhir zaman semakin dekat. Misalnya sholat jamaah di masjid, sedekah, puasa, tahajud, baca Quran, hafal Qur’an, dsb.

Sesuai hadits Nabi, umat Islam juga diperintahkan untuk mahir berkuda, memanah dan berenang. Ini mungkin hikmahnya karena saat itu era teknologi sudah berakhir.

Hanya iman dan amal sholeh yang akan menyelamatkan kita

Al Mahdi akan muncul saat tahun-tahun dimana banyak gempa terjadi susul menyusul di Arab pada bulan Ramadhan dan kerajaan Arab gaduh sesama mereka. Maka tahun itu akan ada meteor jatuh, Dukhhon terjadi dan jamaah haji akan dibantai di Mina pada bulan Dzulhijjah. Lalu Al Mahdi akan muncul di bulan Muharamnya.

Saat Al Mahdi sudah muncul di Mekah, semua orang mukmin wajib datang ke Mekah dan membaiat Al Mahdi sebagai pemimpin Umat Islam.

Lalu bagaimana cara kita ke Mekah untuk bertemu dan membaiat Al Mahdi sementara zaman teknologi sudah berakhir? Wallahu A’lam.

Semoga ini menambah keyakinan kita terhadap akan datangnya hari akhir dan semakin membuat kita bersemangat untuk melakukan amal-amal kebaikan didunia.

[Ust Zulkifli Muhammad Ali, Lc – Kemunculan Al Mahdi: Kajian Khusus Masjid Raya Bintaro Jaya @16 Januari 2016]