BIARKAN AKU BERJILBAB !!!

Kalian sadar gak ? disaat kalian baca tulisan ini, ada yang lagi bikin video maksiat terbarunya #salahfokus

Kalian sadar gak ? disaat kalian baca tulisan ini, ada banyak sekali orang yang sedang dipaksa untuk melepas jilbabnya..

Kalian sadar gak ? disaat kalian scrolling instagram nge stalk ig ghibah lambe curah, ada banyak sekali orang yang dihina gara gara dia berjilbab..

Kalian sadar gak ? ketika kalian mungkin sedang bersantai-santai saat ini, ada orang yang tegang setengah mati hanya karena takut keluar rumah menggunakan jilbab..

Kalian sadar gak ? ketika beberapa dari kalian rela melepas jilbab demi mempertahankan pekerjaan, dan juga ada orang yang justru rela melepas pekerjaan demi mempertahankan jilbab..

Kalian sadar gak ?

Kalau kalian gak sadar, entah kalian hidup di jaman megalithikum atau kalian benar-benar tidak peduli… karena di luar sana.. ada banyak sekali orang orang yang ingin berjilbab tapi tidak bisa.. padahal disini kalian bisa berjilbab tapi tidak ingin.

Kalian bisa cek di internet, ada banyak sekali berita-berita tentang islamophobia.. bahkan yang terbaru ini ada berita bahwa melarang perempuan untuk berjilbab di tempat kerja menjadi hal yang diperbolehkan

 

artikel 3

artikel 2 artikel 1

Disaat kita bilang “aku belum siap berjilbab”

Mereka disana teriak teriak “biarkan aku berjilbab !!”

Ini adalah sindiran buat kita lo.. kita hidup di Indonesia harusnya kita bersyukur, kita bisa beribadah dengan sangat sangat mudahnya.. tanpa khawatir harus di ludahi, di caci maki, atau di hina… tapi dengan segala kemudahan ini, justru kita lalai… udah dikasih kebebasan berjilbab.. masih alasan belum siap.. udah dikasih segala jenis model jilbab… masih milih yang ketat-ketat… bahkan udah di kasih Shampo *S hijab pun … masih bilang pakai jilbab itu kepanasan.. dasar memang semua cewek sama aja.. #Boys 1 – 0 Girls

Apakah semua cewek memang sama aja ? tentu saja tidak.. ada juga wanita wanita hebat yang memakai jilbab dengan baik dan bahkan ada yang sampai mengorbankan segalanya demi menutup auratnya.. dan ayolah kita tiru wanita yang seperti ini.. lets discuss dari kepentingan jilbab itu sendiri

ayat 1

““Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenali, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

-Al Ahzaab 59-

  1. Supaya mudah dikenali

Di sini, mudah dikenali bukan berarti, ketika ada cewek berjilbab kita langsung “oh ini budi, kalau itu patmi, nah yang itu jilbab merah soekamti” bukan.. bukan kaya gitu.. disini jilbab adalah identitas kalian para muslimah.. dimana ketika kalian berjilbab dengan baik dan benar kita akan mengenali kalian sebagai orang islam.. dan dari keislaman kalian itu.. kita pun akan mengenali kalian sebagai orang yang baik, benar, dan sempurna.. karena pada dasarnya islam itu menjadikan pemeluknya itu orang yang baik, taat aturan, dan bagus.. sehingga.. kalian akan diperlakukan sebagaimana orang mengenali kalian J

Orang yang dikenal jahat, pasti akan diperlakukan dengan jahat dan orang yang dikenal baik pasti akan diperlakukan dengan baik..

  1. Tidak diganggu

Kalian kenal dengan yang namanya catcalling ? atau semacam suit suit kalau ada wanita cantik ? atau semacam cewek digodain sama abang-abang waktu jalan ? pernah ngerasain ? kalau pernah ngerasain dan kalian belum berjilbab.. coba lain kali kalian berjilbab… kalau kalian udah berjilbab tapi tetep digoda… coba jilbabnya jangan ketat-ketat.. kalau kalian udah berjilbab tidak ketat dan masih aja digodain… coba jangan lewat jalan situ -_- udah 3x gak kapok kapok..

Tapi seriusan.. berjilbab membuat kamu lebih aman terhadap godaan pria unyu unyu seperti itu.. ada sebuah social experiment yang dilakukan youtuber di amerika.. social experiment ini mau mencoba membandingkan antara wanita dengan baju ketat dan menggunakan jilbab ketika berjalan di jalanan kota newyork.. mau dibandingkan mana yang akan lebih banyak digoda.. dan wanita itu direkam selama kurang lebih 10 jam ketika sedang berjalan di jalanan kota New York.. dan hasilnya adalah.. dia digoda banyak banget cowok ketika dia tidak memakai jilbab.. dan dia sama sekali tidak digoda ketika dia memakai jilbab.

Nih kalau kalian mau lihat aku beri judulnya

10 Hours of Walking in NYC as a Woman in Hijab

Tapi khusus perempuan ya yang lihat.. karena agak terbuka di videonya.. saya khawatir kalau cowok yang lihat akan kehilangan hafalannya.

Tapi kita juga harus ingat.. sekeren apapun jilbab bisa melindungi kita dari manusia manusia yang aneh.. sebaik-baik wanita adalah dia yang tinggal di dalam rumahnya.. jilbab bisa melindungi kita dari di goda atau digombalin.. tapi lebih baik jika kita tinggal di rumah saja.. karena selain menurunkan faktor resiko digoda.. juga merupakan salah satu amalan yang disukai oleh Allah.

ayat 2

““Dan hendaklah kamu tetap tinggal di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu. Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

-Al Ahzaab 33-

Sekarang apakah kalian sudah sadar ? bahwa berjilbab itu penting. Bahwa kita lebih beruntung atas hak kebebasan beragama kita, bahwa kita telah diberi kesempatan, bahwa kita sempat melalaikan, bahwa kita harus membantu saudara kita yang tidak memiliki semua itu.

Di belahan dunia yang lain.. saudara kita diuji dengan musuh musuh islam yang melarang penggunaan jilbab.. dan disini kita diuji oleh diri kita sendiri.. hawa nafsu yang membuat kita malas menggunakan jilbab…

Saudara kita diuji karena harapan mereka.. yaitu kita.. yang seharusnya membantu.. justru belum membantu diri kita sendiri dengan berjilbab..

Jadi ayo kita bantu mereka diawali dengan membantu diri kita sendiri..

Sekarang bilanglah ke hawa nafsu kalian dengan kencang “BIARKAN AKU BERHIJAB!!!”

 

Jadi, Kapan Kamu Berhijab ?

852120706_112786

Kalian pasti sering kan ngobrol sama temen cewek kalian yang belum berhijab seperti ini :

A : aku

K : kamu

A : Kamu kenapa belum memakai jilbab?

K : hmmm… aku belum siap

A : (berpikir dalam hati “memang mau walimahan apa yang harus nyiapin katering dan segala pernak-perniknya”).. kenapa belum siap?

K : aku mau jilbabin hatiku dulu, baru nanti pakai jilbab buat nutupin kepala

—————————————–end begitu saja—————————————–

Astaghfirullah,, kalau ada temen kalian yang ngomong gitu, jangan diem aja ya.. Itu namanya kalian MEDIT alias PELIT ilmu. Karena apa? Bukankah kalian tau kalo menutup aurat itu diwajibkan bagi setiap kaum muslim? Tapi kenapa kalian diem aja? Takut kah kalau menyinggung perasaannya? Ya kalee,, kalau kalian ngomongnya pake tenaga dalam plus ngambil sembarang kain dan menutupkan dikepalanya, pastilah minimal kalian bakal ditabok. Bicaralah pelan-pelan. Kalau kata orang jawa sih “alon-alon sing penting kelakon”. Sentuhlah hatinya, dekati dia, lalu?? Hmm.. kalian pasti punya cara masing-masing untuk mengatasinya

Dan bagi kalian yang membaca artikel ini dalam keadaan masih belum berhijab sehari-harinya? Mau nunggu sampai kapan? Mau jilbabin hati sampai kapan? Sampai hatimu bersih tanpa noda? Pake sunbright aja tuh biar cepet, bisa bebas lemak lagi, gampang kan? Kalau nunggu hati ini bersih, bukankah manusia memang tempatnya salah? Dan Allah maha mengampuni kesalahan manusia asal kita bertaubat. Coba kalian pikir deh, kalau cuma yang berhati bersih saja yang boleh memakai jilbab, berarti cuma malaikat doang dong yang bisa pakai jilbab? Hayo, lho.. mungkin sebagian dari kita takut kalau belum bisa istiqomah memakai jilbab, takut kalau nanti akhirnya pakai jilbab tapi tingkahnya nggak karu-karuan kayak anak-anak jaman sekarang tuh yang pakai jilboob, jipon, dan ji apa lagi lah yang membuat kita jijik melihatnya. Hmmm.. Memakai jilbab itu perintah WAJIB dari Allah sebagaimana Dia berfirman dalam surat An Nur ayat 31 :

“ Katakanlah kepada orang laki–laki yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allâh maha mengatahui apa yang mereka perbuat.” Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera–putera mereka, atau putera–putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allâh, wahai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Cobalah untuk berhijab, dan kamu akan merasakan bagaimana sensasinya, bagaimana tenangnya hati ini, dan pastinya akan merasa terhindar dari mata keranjang para lelaki diluar sana. Insyallah, memakai jilbab itu merupakan awal yang baik bagimu, insyaAllah dengan kemantapan untuk memakai jilbab, perlahan-lahan kamu juga akan mulai menjilbabi hatimu. Memang, hidayah itu datangnya dari Allah, tapi kewajiban kita adalah mencari dan mengejar hidayah tersebut, bukan? Masak iya diem aja? Lu kira lagi nyari wangsit apa -_-

Biar lebih mantap lagi, berikut alasan mengapa kalian para cewek wajib menutup aurat:

Pertama, dengan menutup aurat, kalian menjaga mata para cowok dari pandangan yang seharusnya memang tidak boleh mereka lihat. Kalian tahu kan kalau cewek itu sudah indah dari awalnya, apalagi kalau ditambah aksesoris-aksesoris yang pinky gitu, masyaAllah. Tapi wahai cewek, simpanlah keindahanmu itu hanya untuk suami. Hoho. Pernah sewaktu itu, dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat seorang perempuan usia sekitar 19 tahunan tidak memakai jilbab dan [maaf] memakai baju yang mungkin biasa di pakai adeknya, bejalan didepan pria yang sedang mengepel lantai. Dan kalian tahu bagaimana reaksi pria tersebut? Dia meletakkan alat pelnya dan melongo beberapa saat melihat perempuan tadi sampai pemandangan indah itu hilang. Hmmm… coba bayangkan kalau kamu jadi perempuan tadi? Risi gak?? Naudzubillah min dzalik..

Kedua, bukankah kalian semua tak ingin masuk neraka? Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (yang pertama adalah) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan (yang kedua adalah) para wanita yang berpakaian tapi telanjang, berpaling dari ketaatan dan mengajak lainnya untuk mengikuti mereka, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan sekian dan sekian.” [HR. Muslim, no. 2128]

Hoho,, tunggu apalagi, yuk berhijrah bersama. Belum punya baju yang sesuari syariat islam? Cari aja tuh di instagram, banyak kok online shop yang beralih dari berjualan peninggi pelangsing jadi penjual baju muslimah. Tapi inget ya, tetep harus selektif kalau memilih pakaian, jangan sampi pakaian sudah panjang-panjang tapi nerawang, jangan sampai pakaian sudah menutup seluruh tubuh, tapi press body. Hoho^^ Semoga Allah senantiasa memudahkan langkah kita dalam berhijrah.. aaamiiin….

Bahasa

20170323153844

Zaid bin Tsabit merupakan salah seorang sahabat baginda Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Beliau dilahirkan pada sekitar tahun 10 sebelum hijrah, kurang lebih 10 tahun lebih muda dari Ali bin Abi Thalib dan sudah menjadi seorang anak yatim sejak berusia 11 tahun. Ayahnya meninggal dunia di medan perang Bu’ats beberapa tahun sebelum hijrahnya Rasulullah. Walaupun ibunya hanya mengasuh Zaid seorang diri, hal itu tidak membuat Zaid kekurangan kasih sayang dari orang tua. Sang ibu sukses dalam mendidik Zaid karena Zaid kecil tumbuh menjadi pemuda cerdas, sopan, bersungguh-sungguh, dan berwawasan luas.

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam hijrah ke Madinah, Zaid berusia 11 tahun. Saat itu, keluarganya membawa Zaid untuk menemui Nabi Muhammad.  Mereka berkata, “Wahai Rasulullah, ia adalah anak dari Bani Najjar yang telah hafal 17 surat dalam Al-Qur’an.”. Padahal, saat itu jarang sekali orang dewasa yang sudah hafal ayat suci Al-Qur’an dan juga saat itu ayat Al-Qur’an belum turun semuanya, masih sebagian saja. Rasulullah pun takjub, Al-Qur’an belum turun semua, tapi sudah ada anak kecil yang menghapalnya. Kemudian hafalan Zaid diperiksa oleh Nabi Muhammad. Masyaa Allah. Rasulullah SAW pun kagum akan kecerdasan Zaid. Rasulullah menginginkan Zaid untuk mempelajari bahasa yang digunakan oleh orang Yahudi untuk menghindari tipu daya dari musuh-musuh Islam. Hanya dalam waktu setengah bulan, Zaid kecil mampu menguasai bahasa Yahudi. Ketika Nabi Muhammad SAW hendak menulis surat untuk orang Yahudi dalam tujuan dakwah, Zaid lah yang bertugas menerjemahkannya sekaligus menuliskannya. Selain itu, ketika Nabi Muhammad menerima surat dari orang Yahudi, Zaid pula yang membacakannya sekaligus menerjemahkannya untuk Nabi Muhammad.

Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda,

عَنْ خَارِجَةَ بْنِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِيهِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ أَتَعَلَّمَ لَهُ كَلِمَاتِ كِتَابِ يَهُودَ. قَالَ « إِنِّى وَاللَّهِ مَا آمَنُ يَهُودَ عَلَى كِتَابٍ ». قَالَ فَمَا مَرَّ بِى نِصْفُ شَهْرٍ حَتَّى تَعَلَّمْتُهُ لَهُ قَالَ فَلَمَّا تَعَلَّمْتُهُ كَانَ إِذَا كَتَبَ إِلَى يَهُودَ كَتَبْتُ إِلَيْهِمْ وَإِذَا كَتَبُوا إِلَيْهِ قَرَأْتُ لَهُ كِتَابَهُمْ. قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari Kharijah bin Zaid bin Tsabit, dari ayahnya; Zaid bin Tsabit, ia berkata: “Rasulullah ShalAllahu alaihi wa sallam menyuruhku untuk mempelajari -untuk nya- kalimat-kalimat [bahasa) dari buku [suratnya) orang Yahudi, nya berkata: “Demi Allah, aku tidak merasa aman dari [pengkhianatan) yahudi atas suratku.” Maka tidak sampai setengah bulan aku sudah mampu menguasai bahasa mereka. Ketika aku sudah menguasainya, maka jika nya menulis surat untuk yahudi maka aku yang menuliskan untuk nya. Dan ketika mereka menulis surat untuk nya maka aku yang membacakannya kepada nya.” Abu Isa mengatakan hadits ini hasan shahih. [HR. At Tirmidzi no. 2933).

Pada suatu hari, Nabi Muhammad SAW mendapatkan surat berbahasa Suryani, bukan bahasa arab maupun bahasa yang dipakai oleh orang Yahudi. Lalu Beliau bertanya kepada Zaid, “Kamu menguasai bahasa Suryani?” Zaid menjawab, “Belum.”. Kemudian Nabi menyuruh Zaid untuk mempelajari bahasa Suryani. Zaid pun mempelajari bahasa Suryani hingga paham hanya dalam waktu singkat.

Dalam riwayat lain:

أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَتَعَلَّمَ السُّرْيَانِيَّةَ

“Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam memerintahkanku untuk mempelajari bahasa Suryani.” [HR. At-Tirmidzi: 2639).

Nah, sekarang sudah tau kan pentingnya mendidik anak untuk menguasai berbagai macam bahasa? Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam mengajarkan agar kita menguasai bahasa asing agar terhindar dari tipu daya. Selain itu, kita jadi bisa mendakwahi orang yang berbeda bahasa dengan kita, menguasai banyak ilmu, dan meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Orang tua adalah madrasah bagi anak-anaknya. Untuk itu tak ada salahnya, para orang tua mulai belajar menguasai bahasa asing, yah, minimal bahasa Arab dan bahasa Inggris lah. Namun, utamakan dahulu bahasa Arab karena bahasa Arab dapat digunakan untuk mempelajari Al-Qur’an, As-Sunnah, hadits, bacaan sholat, maupun doa. Maka dari itu, yuk ajarkan berbagai macam bahasa mulai sejak dini. Dan jangan lupa, tetap mengajarkan bahasa Nusantara ke anak ya…

Referensi:

  1. Buku “Masa Kecil Para Ulama”, penulis Ustadz Abu Umar Abdillah, Cetakan pertama – Klaten, penerbit Wafa Press, terbit tahun 2012.
  2. http://tashfiyah.com/zaid-bin-tsabit-sang-penulis-wahyu/
  3. https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2015/07/22/74376/haramkah-mempelajari-bahasa-asing.html

Karena Buah Jatuh tak Jauh dari Pohonnya

5_6217524640579846147

Akhi wa ukhti pasti familiar lah dengan pepatah “buah jatuh tak jauh dari pohonnya.” Masih inget kan kalau buah jatuh dari pohonnya itu merupakan salah satu contoh GLBB (Gerak Lurus Berubah Beraturan) dimana yang berpengaruh adalah kecepatan (V) dan waktu (t) dan bla bla bla.. ah sudahlah, kurasa pembelajaran kita tentang fisika cukup sampai disitu dulu, kita sambung lain kali saja. Eyaaaaaak, flashback masa ES EM A ni yee ceritanya.

Kembali ke laptop, *eh maksudnya kembali ke pokok bahasan mengenai buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Aku yakin kalo kalian yang membaca artikel ini dulu sejak jaman unyu-unyu nya kalian (re : SD) kalo pas waktu ujian dan ada pertanyaan makna dari peribahasa berikut ini adalah… pasti dengan merem saja kalian sudah bisa menjawab “Sifat Anak tidak jauh dari orangtuanya” ya kan? Ya kan? Ngaku lo.. terlihat sedikit sombong sih tapi itulah kenyataannya. Hal ini sudah bukan rahasia lagi gengs, semua orang tahu kalo sifat orangtua pasti akan diturunkan ke anaknya. Tapi, kalian para calon orangtua tahukah kalo hal ini sebenernya sudah disebutkan dalam Al-Qur’an? Lalu bagaimana dengan orangtua non muslim tapi anaknya taat kepada ajaran Allah dan senantiasa mengikuti sunnah Rasul? Bagaimana dengan orangtua yang berprofesi sebagai ustadz tapi anaknya malah mabuk-mabukan di jalan? How? how? Apa peribahasa ini perlu dihapuskan? Wkwk apaan sih. Tenang, kali ini kita akan mengupas pertanyaan-pertanyaan diatas setajam SILET. Hmmm-_-

Pertama-tama kita bahas dulu nih mengenai pribahasa diatas. Memang sih, peribahasa tersebut berlaku untuk umum (re: muslim dan nonmuslim), tapi kalau kita buka Al-Qur’an dalam surah Ath-Thuur ayat 21, Allah berfirman :

at thur

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.”

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy menafsirkan

“Keturunan yang mengikuti mereka dalam keimanan maksudnya adalah mereka mengikuti keimanan yang muncul dari orang tua/kakek-buyut mereka. maka keturunan mereka mengikuti mereka dalam keimanan. Maka lebih utama lagi jika keimanan muncul dari diri anak-keturunan itu sendiri. Mereka yang disebut ini, maka Allah akan mengikutsertakan mereka dalam kedudukan orang tua/kakek-buyut mereka di surga walaupun mereka sebenarnya tidak mencapainya [kedudukan anak lebih rendah dari orang tua –pent], sebagai balasan bagi orang tua mereka dan tambahan bagi pahala mereka. akan tetapi dengan hal ini, Allah tidak mengurangi pahala orang tua mereka sedikitpun.”

Lalu muncul pertanyaan seperti ini, “Kalau memang benar keimanan seorang anak akan mengikuti keimanan orangtua, tapi mengapa sering kita dengar celotehan begini, si A itu lho bapaknya ustadz, ibunya bergelar Hj. tapi kok dia gak pake kerudung sih? Kok dia malah boncengan sama cowok kesana kemari? Nongkrong di tempat clubbing? Tiap malam nyetel musik sampai sering disamperin tetangga gara-gara saking kerasnya. Naudzubillah min dzalik.” Why hal seperti itu bisa terjadi? Why?

Kalau kita kembali mengingat hadits yang mengatakan bahwa, “Setiap manusia yang lahir, mereka lahir dalam keadaan fitrah. Orang tuanya lah yang menjadikannya Yahudi atau Nasrani” (HR. Bukhari-Muslim).

Kalau dikasus ini kan sudah jelas-jelas orangtuanya muslim, jadi pasti ada faktor lain yang lebih kuat, guys. Bukankah syaitan selalu mencari kesempatan walaupun itu hanya selebar lubang akibat tusukan peniti. Cobalah perhatikan bagaimana lingkungan dia tinggal, dengan siapa dia bergaul, bagaimana sikap orang tua terhadap anak tersebut. So, kalo kita ngomongin tentang sifat orang bakal sampai berlembar-lembar ini artikel haha. Kesimpulannya kalo ada orang tua yang mempunyai anak seperti itu, introspeksi dirilah apa yang salah lalu perbaikilah kesalahan tersebut dan mintalah kepada Allah agar diberikan yang terbaik bagi keluargamu. Terus kalo ternyata kamu merasa bahwa ada salah satu sifatmu yang seperti telah disebutkan diatas, bertobatlah, nak. Ingatlah bahwa hidup di dunia hanya bagaikan orang yang sedang dalam perjalanan. Bukankah seharusnya kita berbuat baik kepada setiap orang yang kamu temui di jalan dan mintalah kepada Allah agar selamat sampai tujuan, yaitu Syurga, bukan?

Pertanyaan selanjutnya, sebagai anak, bukankah kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita? Tidak bisa memilih orang tua yang ganteng dan cantik? Shalih dan sholihah? Lalu bagaimana dengan mereka yang dilahirkan dari rahim seorang ibu non muslim? Kasihan bukan?

Sebenarnya, sebelum ruh ditiupkan ke dalam jasadnya, semua manusia sudah menyatakan keislamannya dan mengakui bahwa Allah adalah Rabb kita.  Sebagaimana disebutkan dalam surah Al-A’raf ayat 172 :

al araf

“Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi”. (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan).”

Jadi, setiap anak yang terlahir itu dalam keadaan muslim, walaupun lahir di tengah keluarga yang musyrik, walaupun dia diberi nama yang merupakan nama bukan umat muslim, toh sakalipun dia diberi pernak-pernik non mulim dan diberi makanan haram, tetaplah dia seorang anak muslim. Namun, perlu diingat bahwa keislaman mereka hanya berlaku ketika masa anak-anak. Jika sudah memasuki waktu baligh, maka mereka wajib bersikap tegas mana yang harus ia pegang. Disinilah tugas mereka untuk mencari tahu dan menimba ilmu tentang islam. Dan bagi kita yang insyaAllah sudah paham mengenai islam lebih dahulu dari mereka, maka sampaikanlah. Bukankah kita ingin ilmu kita bermanfaat, so tunggu apalagi? Dan bagi kalian yang masih berpikir, ‘Kasihan ya mereka yang lahir dari orangtua non muslim’. Perbanyaklah membaca istighfar karena bukankah Allah Maha Mengetahui? Dan Ia selalu memberikan apa yang terbaik untuk hambaNya. Untuk itu, jikalau kalian sekarang berada dilingkungan orang muslim, perbanyaklah bersyukur, karena kalian telah mendapatkan nikmat yang luar biasa. Tapi bagi kalian yang sekarang sedang diuji oleh Allah dengan ditempatkan disekitar orang-orang kafir, janganlah sekalipun kalian mengeluh dan bertanya apalagi berandai-andai. Andai.. Orang tua ku seorang hafidz, pasti aku sekarang juga sudah hafal 30 juz’. Ini NOL besar guys. bukankah amanah tidak akan jatuh pada pundak yang salah? Lagi lagi ingatlah bahwa “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah maha mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.” [Al-Baqarah: 216]

Sumber:

http://muslim.or.id/23314-pengaruh-keshalihan-orang-tua-pada-anak-cucu.html

http://www.rumahfiqih.com/x.php?id=1188511307&=isteri-saya-nasrani-islamkah-anak-saya.htm

Hijrah Cinta Part 2

20170317210909

“Tapi ratna kamu gak bisa ngelakuin ini, ini gak adil. Gak bisa kamu memutuskan secara sepihak” tegasnya

“Bukan begitu galih, sekarang aku mau tanya sama kamu . apa kah kamu mencintai ku?

“Tentu sja” jawabnya secara cepat

“Apakah kamu sayang padaku? “

“Pertanyaan macam apa ini sudah pasti aku sayang padamu!”

Aku menatap wajahnya  dan seketika membuang wajahku untuk menjauhi tatapannya

“Kalau begitu jauhi aku” air mataku sudah tidak bisa tebendung lagi dan suara tangisku memecah keheningan saat itu

“Ratna…..” seolah-olah galih mencoba meminta kejelasan atas keputusan yang ambil.

“Jika kamu mencintaiku, jika kamu menyayangiku pastilah kamu tidak akan rela  api neraka menyentuh kulit ku…”

“Maksudmu?” dengan raut wajah penuh kebingunan

“Allah memerintahkan kita untuk tidak mendekati zina, Apakah kamu tidak menyadari apa yang kita laukan selama ini telah mendekati zina?”
“tapi kan kita gak ngapa-ngapain ratna…” imbuhnya

“Sudah cukup galih… … Aku ini wanita, aku butuh kepastian dan kejelasan. Jika kamu memang serius padaku, temui orang tua ku sekrang!!”

“Gila kamu ya, kamu pikir segampang itu?” tegas nya

“Iya itu,,,, sudah terlihat bukan, tidak ada komitmen di dalam dirimu. Ahhh sudahlah, Assalamualaikum” aku mencoba mengakhiri percakapan di siang itu

“Wa..alai…kumussalam “

Jawaban salam darinya yang diliputi kebingungan lambat laun mulai tak terdengar oleh ku. Kemudian segera aku pergi ke kos shinta yang tak jauh dari kampus sambil mengusap pipi ku dengan tangan agar air mata tidak terus menyelimuti pipiku.

Setelah sampai di kos shinta, salam yang tergesa-gesa mewakili perasaanku yang kacau saat itu ” Asslamu’alaikum shinta, shintaaa “rasa tidak sabar ingin memeluk shinta pun begitu memeluap. Saat salam pertama aku tidak mendengar jawaban dari nya, aku susul dengan salam kedua dengan begitu paniknya.

 “wa’alaikumusslam iya sebentarrrr”  jawabnya begitu keras dari dalam kamarnya.

Seketika Shinta membuka pintu langsung saja aku memeluk dirinya dan mulai menangis sejadi-jadinya, spontan shinta menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada diriku. Aku tak menghiraukan pertanyaan yang shinta lontarkan dan aku pun tak bisa menahan air mataku yang terus mengalir deras.

 “sudah hentikan tangisan mu, ayo duduk dulu” ujar nya sambil merangkulku duduk diatas kasurnya. Shita menyuruhku istigfar sebanyak mungkin dan terus mengingat Allah, lalu ia menyodorkan segelas air putih sambil terus melafadzkan istigfar yang terus aku ulang di bibirku. Akhirnya, cukup membuat  pikiran dan hatiku menjadi lebih tenang. Aku pun mulai mencoba menceritakan kejadian yang aku alami pada shinta meski sambil menghapus  air mata yang terus menetes.

Setelah menceritkan semua yang aku alami tadi, entah mengapa senyum shinta  begitu lebar dan menatap mata ku sangat dalam. Dia mengatakan padaku begitu bangganya padaku.  Bangga terhadap apa yang telah aku lakukan dan dia juga mengatakan bahwa semua ini adalah proses dan ini lah dunia anak muda, dunia dimana kisah cinta menjadi bagian yang tidak bisa di pisahkan tapi tidak melulu menceritakan soal cinta di dalamnya, yang seketika membuat otot volunter kita tak bisa kita kendalikan lagi, sakit hati dan pengorbanan juga sebagai bumbunya . Memang shinta selalu bisa menenangkan sahabatnya yang sedang dirundung susah dan gundah. Wejangan yang begitu merasuk melupakam rasa sedihku ketika dia mengatkan bahwa diriku tidak sendiri, ada Allah yang selalu bersama kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita.

Senyum  dan perasaan bahagia begitu cepat merubah perasaan khawatirku, tak bisa berbicara. Kini air mata menceritakan kebahagian yang aku rasakan. Rasa syukurku kini semakin bertambah akan kehadiran shinta dan hikmah atas kesedihanku kali ini.

***

Hari ini aku kuliah seperti biasa dan aku bertemu dengan galih. Saat itu, ketika melewati laboratorium histologi, dia dan beberapa temannya sedang berdiskusi tentang suatu hal. Saat langkahku mulai mendekat, aku tundukkan pandanganku.  seolah-olah tidak melihatnya dan bertingkah laku layaknya tidak terjadi apa-apa di antara kita meski jantung ini mulai tachikardi  tak beraturan

Sesampainya di kelas, langung saja akan aku duduk di sebelah shinta.

 “Shinta shinta.. “  diikuti denyut nadi  yang mulai meningkat. Cerita soal galau dan bingung, kini mulai membuka pintu untuk ikut andil di perasaanku. Seandainya saat itu ada stetoskop d hadapanku, aku memintanya untuk mengevaluasi jantung ku, mungkin saja terjadi dislokasi setelahnya. Dan seperti biasa ratna menyuruhku istigfar dan selalu melibatkan Allah dalam urusan apapun.

“oiya ratna nanti di musholla ada kajian lo. Temanya juga bagus kok, kalau tidak salah temanya itu kala cinta menyapa, apasih yang harus kita lakukan?” mencoba mengalihkan perhatianku. Dan benar, dari temanya pun mengalihkan pusat perhatianku. Tiba-tiba saja aku mulai memikirkan diriku senidiri yang hampir tidak pernah menginjakkan kaki di majelis ilmu untuk lebih mendekatkan diri pada sang pencipta. Belum sempat lamunanku selesai, shinta menyodorkan kerudung padaku,

“nih pake, kamu akan lebih cantik nan anggun menggunakan kerudung ini !!”  tegasnya

Untuk yang ke sekian kalinya. Syukurku kepada Allah memiliki sahabat sperti dia yang selalu mengingtakan diriku pada hal-hal yang baik meskipun sering kali aku mengatakan “aku kerudungin hati dulu ya sobat” tapi tetap saja ia sering  mengatakan kan  bahwa kerudung  itu kewajiban setiap muslimah dan merupakan salah satu cara Allah memuliakan kita sebagai waita.

“Waahh,,Alhamdulillah kajianku double nih, sekarang dan nanti hahaha terimakasih cinta” menggodanya sambil mengambil hijab di tangan shinta.

Percakapan di kelas waktu itu terhenti ketika dosen mulai memasuki kelas.

***

Sore itu,

Entah mengapa aku sangat antusias mengikitu kajian waktu itu. Dengan kerudung yang sudah menutupi rambut k. Aku tarik tangan shinta agar segera bergegas menuju musholla kampus, kita sedikit terlambat saat itu karena masih ada tambahan kuliah di kelas kita dan tentunya masih melaksankan sholat ashar. Ketika sudah memasuki barisan untuk kajian sore itu, kita mulai mendengarkan dan menyiapkan alat tulis.

“Kenapa membingungkan seseorang yang namanya sudah tertulis d lauhmahfudz. Sudaaaaah… jangan terlalu bingung ya anak muda, sudah ada kok namanya. Yuk kita Pantas kan diri dulu, fokus dulu sama pendidikan dan membahagiankan orang tua. Gak bakal ketuker kok.  Jadi harap sabar ya ikhwan dan akhwat disni. Jodoh gak datang tepang waktu, tapi jodoh datang di waktu yang tepat. Eittssss tpi jangan mikirin jodoh terus ya ikhwah. Karena kita belum tau siapa yang akan melamar kita terlebih dahulu, jodoh atau ajal. Ajal gak iku punya lo… “

Itu salah satu cuplikan ilmu yang aku dapat kan sore ini. Ya Allah… aku tak tau tau lagi apa yang sedang aku rasakan saat ini seakan-akan tausiah tadi mencabik-cabik hati ku. Allah ya tuhan ku setalah apa yang aku lakukan padaMu atas larangan yang telah aku kerjakan, apakah Engkau masih memaafkan hamba Mu ini yang berlumur dosa??

“Heh!!! Ratna kamu ngelamunin apa ? itu dengerin ustadnya, ustadnya bilang kita harus segera bertobat karena ajal bisa datang kapan aja” shinta membangunkan lamunan ku.

Secara sepontan aku melihat shinta dan tersenyum akan nasehat yang dia lontarkan padaku, seketika aku memegang tangan nya dan aku berkata “ Bantu aku bertaubat ya sahabat, bantu aku berhijarah”

Kita tersenyum dan saling berpandangan saat itu.

***

Keesokan harinya…..

“masyaAllah ratih,,, cantik bgt kamu hari ini,..” sapa shinta d pagi ini

“iya donk temen siapa dulu.”  Jawabku.

Ntah mengapa pagi ini terasa begitu bahagia dari sebelumnya, lebih percaya diri dan lebih siap menjalani hari-hari dengan style ku yang seperti ini dengan kain yang menutupi rambutku. ya hijab, kini aku telah berhijab dan aku selalu berdo’a semoga keputusan yang aku ambil ini bisa istiqomah, aamiin. Pagi itu kuliah seperti biasa.

***

kelas pun usai,

seperti biasa usai kuliah di pagi ini, aku dan shinta langsung ke kantin untuk makan breaklunch, hehe karena sekrang sudah jam 11 pagi, meskipun kita mahasiswa kedokteran yang  tau betapa penting nya makan tepat waktu dan teratur apalah daya kita hanya anak rantau dan anak kosan biasa.hehe

***

1 minggu berlalu dan sangat bnyak peristiwa yang sudah aku lalui dengan begitu banyak hikmah yang dapat aku pelajri setelahnya.

“Assalamualaikum ratna” galih mengirimkan ku sebuah pesan melalui line. Sontak aku kaget saat itu, tidak bisa aku pungkiri pula seketika nadiku berdenyut lebih cepat. Astaufirullah dia mulai mengacaukan pikiranku lagi. Perasaan senang, takut, kaget, galau semuanya bercampur. Ya Allah apa yang harus aku lakukan?

Bismillahiraahmanirrahim, aku letakkan hp ku d di atas meja dan aku tinggal kan untuk membaca materi yang baru aku dapatkan tadi pagi d kampus. Tapi pikiraku sulit fokus tiba-tiba teringat  lagi, seketika aku tepis,, ya Allah kuat kan aku…kemudian aku mulai melanjutkan belajar ku… bebepa menit kemudian aku teringat lagi.. Ya Allah sungguh Engkau lah yang maha membolak balikan hati manusia maka kuat kanlah aku di atas agamamu. Bismillah… dengan hati yang ikhlas dan pasrah hanya kepada Nya, pikiran dan hati ku mulai menjadi tenang dan terkendali. Kemudian aku lanjutkan membaca dengan penuh konsentrasi.

***

Di kampus..

Galih. Ya.. 1 minggu terakhir  ini aku tak melihat batang hidung nya, entah kemana dia.

Saat lewat di depan kelas nya mataku mulai nakal  melirik ke kelasnya dannnnn aku memcoba menyadarkan diriku sendir atas tindakan yang aku lakukan bahwasanya  ini adalah dosa, “astaufirullaah aduuhh tolong kondisikan matamu ratna” aku yang sedang beperang dengan batin ku sendiri. Aku mulai mempercepat langkah kaki ku, eiitss hampir saja aku menabrak sesorang d depan ku. “Eh maaf”

Eh iya gpp, eh ratih. Apa kabr? “ galih meyapaku.

masyaAllah… jantungku jantungku, memompanya semakin keras.

“ee.ee.ee. ini mau k kelas. Owh iya  tanya kabr ya tadi, alhamdulillah kabr baik, kamu gmn?” dengan segala kepanikan yang ada di otakku. eh ratna ngapain kamu nnya balik ayo cepat k kelas.. ini gak boleh,, perang batin ku mulai berbsik

“Owh alhamdulillah aku baikk kok” balasnya lagi

Ratna ayo cepat angkat kaki mu, bisikan itu mulai kudengar kembli

“ee.. owh iya, besok sore  ada kajian di masjid  deket kos mu itu ya?di masjid Al- Falah.  Astaugfirullah ratna, ngapain masih nnya itu kan sudah kamu liat sendiri informasinya.. lagi-lagi bisikan itu.

“owh iya ta? aku belum dapat informasi nya”

“owh gitu,, tema nya bagus kok..hmmmm… kalau begitu aku kelas dulu ya” tampak galih ingin mengatkan sesuatu seketita aku potong dengan berpamitan kembali k kelas.

insyaAllah aku datang bsok sore ratih” sautnya dgn sedikit berteriak karena aku yang sudah mulai meninggalkannya menuju kelas

                                                                        ***

Bsok sore, kerumunan di masjid Al falah sudah tampak di padati manusia yang haus akan ilmu agama. Sempat terbesit di pikiranku agar bisa bertemu dengan galih. Ya Allah apa ini namanya? Aku tidak ingin mencintai hambaMe melebihi dari cintaku padaMu. Oke back to niat ratna, hmm mencoba meluruskan niat itu memang tidak semudah beli tahu tahu goreng ya.

            Ya Allah ceramah ustad salim begitu menyentuh, dalam ceramahnya beliau bekata, tidak ada solusi lain bagi seseorang yang sedang jatuh cinta kecuali menikah, jika belum sanggup menikah maka berpuasalah. Jangan malah mendekati zina dan berperilaku maksiat dengan jalan pacaran, karena diantara hukuman bagi perilaku maksiat adalah hilangnya keberkahan pada umur, rizki, ilmu, amal dan ketaan. Jodoh itu adalah gambaran diri kita, semisal kita sedang memperbaiki diri kita, mungkin saja jodoh kita sedang memperbaiki dirinya juga, kan so sweet. Jodoh itu bukan d dunia aja tapi sampai di akhirat juga. Begitu menyentuh kajian sore itu. Langsung saja aku pulang setelah kajian. Saat langkahku mulai menjauh dari masjid, aku melihat galih sangat terburu-buru pulang sambil menundukkan kepalanya. Aku biarkan waktu itu berlalu.

            Setelah sholat isya’ malam itu ada pesan masuk d hp ku, ternyata galih, isi pesannya  “Assalamualaikum ratna, sebelumnya aku minta maaf atas apa yang sudah aku lakukan padamu baik dari tindakan dan ucapan yang disengaja atau tidak. Aku harap kamu memaafkan itu semua. Memang sebaiknya kita saling memperbaiki diri bukan saling menumpuk dosa. Sekali lagi mohon maaf”

Bersambung……………..